Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Apakah awal kebahagiaan kita.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Sudah pukul setengah sepuluh malam. Namun mobil Rian barulah terdengar tiba di garasi mobil rumah mereka. Lalu Ayla langsung meletak kembali handphone nya di atas salah satu meja yang ada di kamar mereka.


Dan Ayla pun turun kelantai bawah, untuk menyambut kedatangan Rian. Seperti biasanya. Setelah sebelumnya tadi, Ayla turun untuk mengambil pesanan diliveri makanan yang sudah dia pesan tadi.


Entah pengaruh hamilnya, atau apa. Ayla dari tadi sudah sibuk bolak-balik menelpon Rian. Agar Rian cepat kembali kerumah.


Bahkan Ayla juga sampai menelpon sekertaris Aldi. Untuk menayangkan keberadaan Rian, yang kebetulan sedang bertemu salah satu klien bisnisnya. Jadi Rian tidak sempat untuk melihat pangilan dan pesan dari Ayla.


Ceklek...


Rian membuka pintu dari luar. Lampu diruangan masih terlihat menyala semuanya. Pertanda, jika Ayla pasti selalu menunggu kedatangannya seperti biasa.


Lalu Rian mematikan lampu yang biasanya memang dimatikan dulu, sebelum mereka tidur malam. Namun ketika Rian baru tiba di ruang keluarga. Ayla sudah datang menyambutnya dengan tersenyum bahagia.


"Kamu sudah datang!" sambut Ayla seraya mengambil jas kantor Rian yang di sampir pada bahunya.


"Iya, maaf, tadi aku benar-benar sibuk. Jadi tidak sempat melihat handphone ku." jawab Rian merangkul Ayla berjalan melewati tangga satu persatu. Menuju kamar mereka berada.


"Tidak masalah! aku tau kamu sibuk. Jadi aku juga minta maaf, sudah mengangu mu! tapi.., ini benar-benar bukan keinginan ku sendiri. Mungkin ini karna aku." Ayla tidak melanjutkan lagi ucapnya.


Karna hampir saja dia mengatakan. Jika mungkin itu karna bawaan dia yang sedang hamil.


"Karna apa? kenapa malah berhenti!" tanya Rian menyergit kan satu alisnya ke atas.


"Karna, karna aku sendirian dirumah. Jadi aku menelepon mu saja, agar ada teman." ucap Ayla setenang mungkin. Agar Rian tidak bertanya lagi.


"Heeem..! aku membersihkan diriku dulu, setelah itu baru kita makan." seru Rian yang sudah hendak masuk ke kamar mandi.


"Apakah kamu belum makan malam, bersama rekan bisnis mu tadi?"


Suara dari Ayla, membuat Rian mengantung tangannya yang tadi hendak memutar kenop pintu. Lalu Rian menoleh kembali kearah Ayla.


"Belum! karna aku ingat, kalau kamu dirumah, pasti belum makan malam juga." jawab Rian yang kembali melanjutkan niat yang ingin membersihkan dirinya.


Mendengar ucapan Rian, Ayla benar-benar merasa sangat bahagia. Lalu Ayla mengelus perutnya yang masih rata seraya berkata.


"Sayang! apa kamu mendengar perkataan papa mu. Papamu tidak makan malam diluar, karena dia mengigat kita dirumah." ucap Ayla dan dia pun langsung berjalan kearah lemari untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Rian.


Hanya sepuluh menit, Rian sudah selesai membersihkan dirinya, dan diapun mengambil baju yang sudah Ayla siapkan.


Sedangkan Ayla, sudah lebih dulu turun untuk menyiapkan. Makanan yang tadi dia beli lewat diliveri.


Tap...Tap...


Bunyi Rian barjalan menuju dimana tempat istrinya berada sekarang.


Dan diapun langsung menarik salah satu kursi untuk diduduki.


"Ayo kita makan. Tapi ini bukan aku yang memasaknya, karna tadi aku merasa kurang enak badan. Jadi aku memesan dari Restoran milik kak Nando yang sering kita datangi." jelas Ayla, karna tau jika Rian melihat masakan yang ada di atas meja makan.


"Apa kamu sakit? kenapa tidak mengabari aku, jika kamu sedang sakit. Pasti aku akan segera pulang."


"Tidak juga, aku hanya sedikit pusing saja. Tapi jika nanti aku mengajak mu untuk periksa kerumah sakit. Kamu mau kan? menemaniku." tanya Ayla penuh maksut.


"Tentu saja aku mau! kamu ini bicara apa. Sudah, cepat habiskan makananmu. Biar tidurnya jangan terlalu larut malam." perintah Rian agar Ayla mementingkan kesehatannya sendiri.


"Rian, mungkinkah ini awal dari kebahagiaan kita. Apa kamu tahu, jika sekarang aku sedang mengandung anak kita!. Aku benar-benar merasa bahagia, karena dia sudah hadir diantara kita berdua. Dan terimakasih Tuhan, atas karunia yang engkau titipkan dirahimku ini!" suara hati Ayla yang kembali mengelus perutnya.


Karna Rian tahu. Jika Ayla pasti juga lelah, walau hanya menunggu dirumah saja. Apalagi bila dikampus, jadwal Ayla juga padad. Karna harus membantu persiapan, untuk perpisahan kelulusan mereka nanti. Atas permintaan teman-temanya.


Setibanya di dalam kamar. Ayla dan Rian memilih langsung istirahat di atas ranjang. Jika Ayla langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Karna badannya benar-benar sangat merasa lelah.


Sedangkan Rian, masih memainkan handphone nya, untuk membalas beberapa pesan dari Bela.


Sambil sesekali Rian mengelus kepala Ayla yang sudah tertidur dengan lelap, disampingnya.


"Selamat tidur Ayla istri kecilku..! maaf kan aku! yang tidak bisa mencintai mu. Dan lebih memilih dia!" lirih Rian yang disetiap dia mengatakan nya, pasti Rian merasakan sakit teramat sakit.


Akibat rasa bersalah nya, yang akan memilih Bela. Dan kebohongannya yang berjanji akan memberikan Ayla kesempatan.


************************


🍃


🍃


Malam ini, adalah malam pesta ulang tahun Bela. Sekarang Rian sudah bersiap-siap untuk berangkat ke hotel miliknya. Tempat pesta ulang tahun Bela di adakan.


Rian sengaja memilih berangkat dari kantornya. karna jika dia berangkat dari rumah. Rian takut, akan bertambah menyakiti hati Ayla.


Sebab Rian tidak tau, jika Ayla sudah di undang khusus oleh Bela, dengan maksud tertentu.


Yang ada di dalam pikiran Rian, jika besok pagi dia akan ikut merayakan ulang tahun Ayla yang diadakan di salah satu panti asuhan.


Sedangkan di berbagai panti asuhan yang lainnya, hanya akan ada orang-orang suruhan dari ayah Ridwan saja.


Yang akan memberikan berbagai macam hadiah. Berupa makanan, pakaian dan uang tunai, untuk membantu perkembangan panti tersebut.


Dan tanpa Rian sadari juga, jika dirumahnya, Ayla sedang menunggu sopir yang akan mengantarnya ke tempat pesta diadakan.


Ayla memang sengaja tidak membawa mobilnya sendiri. karna dia tidak mau, jika kecerobohannya akan menyakiti anaknya.


Jadi Ayla berpikir berangkat bersama sopir, maka akan lebih aman untuk dia dan kandungan nya.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya buat kakak semuanya, yang sudah mau mengikuti cerita. Tidak ada cinta dari suamiku 💔 sampai bab 61.


Disini mak author cuma mau menyampaikan saja. Jika pada bab selanjutnya nanti, ceritanya sudah mulai memasuki konplik.


Tapi tidak berat-berat ko', karna mak author juga gak suka. Namun disetiap cerita itu, pasti akan ada yang namanya emosi kesal dan sebagainya.


Mak senang, apabila kalian bisa ikut merasakan emosi dalam membacanya. Itu tandanya, fael dari ceritanya dapet. Tapi jangan sampai emosi kalian malah menyebabkan mak author menjadi down ya.


Terimakasih 🙏😘😘😘😘