
🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
"Ayla juga tidak pulang kesini Nak. Untuk apa kakek dan nenek menyembunyikan istrimu. Lagian buat apa juga kamu mencarinya,! jika hanya untuk kamu sia-siakan." ucap kakek melihat kearah cucu menantunya itu dengan penuh rasa kecewa.
Meskipun Rian sudah menceritakan semua dan juga mengakui kesalahan yang sudah dia lakukan kepada Ayla.
Tapi tetap saja pasangan sepuh itu merasa kecewa. Jika bisa memilih, maka mereka tidak akan mengizinkan Putranya menjodohkan cucu perempuan satu-satunya itu.
"Rian minta maaf Kek,! karna sudah menyakiti Ayla. Dan sudah membuat kalian semua kecewa." kata Rian yang merasa bersalah.
Karna kecerobohannya yang tidak memikirkan perasaan Ayla yang dia abaikan.
Yang ada didalam pikirannya hanya menyerang kembali perusahaan Barclay dan membuat Sanjaya terjebak oleh permainannya sendiri.
Karna Rian berpikir jika Ayla akan bertahan dengan setatusnya yang Rian gantung, tanpa kejelasan.
Meskipun Rian sendiri ikut tersiksa harus melihat semua kemesraan dan perhatian yang Nando berikan kepada istrinya.
Tapi Rian tidak berdaya untuk mengungkapkan jika dia juga mencintai Ayla. Dia hanya takut karna keegoisannya malah membuat Ayla celaka.
Rian baru menyadari perasaannya kepada Ayla. Setelah Ayla dirawat dirumah sakit. Karna setelah itu Ayla tidak pernah lagi mau menoleh kearahnya. Dan semua itu membuat Rian merasa sakit hati sendiri. Apalagi bila dia mengingat perkataan Nando yang akan merebut Ayla darinya. Membuat ketakutan Rian akan kehilangan Ayla berkali-kali lipat.
Sehingga membuat Rian semakin kacau sampai-sampai dia tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan.
Dan tentunya juga, itu semua ada ikut campur dari Andre sahabatnya. Karna Andre lah yang mengatakan jika Rian sudah jatuh cinta kepada Ayla yang juga menjadi sahabatnya.
Karna Rian memang sempat bercerita kepada Andre, tentang apa yang dia rasakan. Sehingga kata-kata yang Andre ucapkan, selalu berputar di memori pikiran Rian yang sedang kacau. "Lo, berarti sudah jatuh cinta kepada Ayla."
Itulah perkataan singkat dari Andre.
Meskipun tadinya Andre hanya asal menebak. Setelah melihat Rian yang selalu uring-uringan bila melihat Ayla bersama Nando.
Tapi siapa sangka, jika karna tebakannya itu, membuat Rian sadar akan perasaannya sendiri.
Namun setelah hampir satu bulan. Pakta baru tentang penyelidikan terhadap Bela, barulah terungkap. Tepatnya saat Rian ingin kembali kerumah untuk menemui Ayla dan mengatakan jika dia juga sudah mencintai Ayla.
Akan tetapi semua rencana nya harus dia urungkan dulu, karna niat hatinya ingin menyelesaikan hubungan antara dia dan Bela.
Setelah Aldi memberikan sebuah Amplop, hasil dari penyelidikan yang Rian perintahkan kepadanya.
Sehingga tanpa disengaja, sore itu dia mendengar percakapan Bela dan Papi nya yang ingin menghabisi nyawa Ayla. Apabila Ayla menjadi ancaman antara hubungan Bela dan dirinya.
Karna tidak punya pilihan lain. Akhirnya Rian membuat sandiwara, jika dia seolah-olah masih mencintai Bela. Sehingga membuat dia harus mendapatkan umpatan dan cacian dari para raeder.
Tapi demi melindungi keselamatan sang istri yang ntah semenjak kapan sudah dicintainya. Rian pun tetap melakukan sandiwara itu.
"Nak..! Kembalilah kekamar kalian untuk istirahat. Karna untuk menemukan Ayla, kamu juga harus menjaga kesehatan dirimu sendiri." ucap Nenek Ratih seperti biasanya.
Apalagi Nenek Ratih juga dapat melihat penyesalan yang Rian rasakan. Dari penampilan juga kantung mata Rian yang menunjukkan jika si pemilik raga itu tidak beristirahat.
Yang di iyakan oleh Rian untuk istirahat ke kamar Ayla yang berada di lantai dua. Karna memang selama dua hari ini, dia tidak beristirahat.
Rian tidak hanya memberikan perintah saja kepada para anak buahnya. Tetapi Rian juga terjun langsung sampai ke kos-kosan juga dia telusuri satu persatu. Berharap jika Ayla ada disana.
Belum lagi sekarang Rian semakin mengalami morning sicnknees yang tidak pernah tau waktu seperti ibu-ibu hamil lainnya.
Didalam kamar, Rian melihat satu persatu Poto Ayla bersama Vino dan Sari. Setelah tadi dia meletakkan koper nya lebih dulu.
"Sayang kamu ada dimana? Aku sangat merindukanmu..! Aku mohon kembalilah,! jangan seperti ini." lirih Rian mendekap Poto Ayla sendiri yang sedang tersenyum.
"Setidaknya, tolong beri aku kabar dulu. Agar aku bisa sedikit tenang." Lanjut Rian yang kembali meneteskan air matanya.
Sungguh Rian menyesali atas sikapnya yang sudah mengabaikan Ayla. Sehingga membuat dia harus kehilangan wanita yang masih berstatus istrinya itu.
Hanya karna dia terlalu mengkwatirkan keselamatan Ayla. Membuat dia melupakan betapa kuatnya tuan Heri papanya dalam menjaga keluarga mereka.
Andai saja waktu itu dia mengatakan kepada Papa nya, maka sekarang dia tidak akan kehilangan Ayla.
Itulah penyesalan yang Rian rasakan sekarang.
********
Sedangkan di kediaman Sanjaya.
Plaaak.....
Tamparan sangat keras, mendarat di pipi Bela.
"Ini semua karna kebodohan mu! dasar bodoh, kamu pikir Rian tidak akan jatuh cinta kepada putri Ridwan itu. Coba saja waktu itu kita langsung menghabisinya, pasti ini semua tidak akan terjadi." murka Sanjaya kepada Bela.
"Pi...,! Ini bukan salah Bela. Tapi ini semua salah perempuan bodoh itu. Apa salahnya sekarang Papi menyuruh para anak buah Papi untuk membunuhnya, atau tuan Anton juga bisa menculik Ayla dan menjadikan dia istri keduanya kan?" Bela berucap sambil memegang pipinya yang langsung terlihat membengkak, bekas tamparan Papi nya barusan.
"Ciih..! Kamu pikir segampang itu? sekarang putri Ridwan itu sudah tidak ada lagi dikota ini. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang. Apa yang bisa kamu lakukan agar Rian bisa kembali kepadamu, hah?" sentak Sanjaya bertambah kesal.
"Apa, sudah pergi? tapi itukan tidak sulit bagi orang-orang Papi hanya untuk menemukannya kan?" Bela yang masih menganggap semuanya gampang.
"Bela, Bela,! Semuanya tidak sesederhana seperti yang kamu pikirkan. Apa kamu pikir Heri dan Ridwan akan diam saja melihat anak dan menantu mereka dalam bahaya. Jika sampai Anton tau kalau hubungan mu dan Rian sudah berakhir, maka tamatlah perusahaan Sanjaya." kata Sanjaya prustasi.
Karna memang 80% persen saham di perusahaan Sanjaya sudah menjadi milik perusahaan Barclay.
Tanpa kedua perusahaan itu ketahui, kalau saham itu pun sudah berpindah tangan menjadi milik perusahaan raksasa yaitu perusahaan Erlangga group.
"Apakah orang-orang Papi tidak bisa mencarinya di luar kota ini. Pasti sekarang Ayla kembali ke kota A. Tempat kakek dan neneknya. Karna sebelum menikah dengan Rian, dia kuliah dan tinggal disana." ucap Bela memberi impor masi. Agar orang-orang suruhan Sanjaya itu bisa segera menghabisi nyawa Ayla.
"Hanya itulah harapan kita, semoga dia berada disana. Agar mereka bisa langsung membunuh putri Ridwan itu. Dari dulu dia memang selalu menjadi penghalang semua rencana ku." Sanjaya berucap sambil mengengam tangannya seperti sebuah pukulan. Sampai semua urat-urat tangannya terlihat.
BERSAMBUNG.....😅