
πΏπΏπΏπΏπΏ
.
.
Di kediaman rumah yang ditempati Ayla dan Rian. Ayla baru saja tiba dirumah mereka, karena tadi Ayla tidak kembali lagi ke kampus.
Melihat keadaan Ayla yang kurang baik, Nando memilih untuk langsung mengantarkan Ayla pulang kerumahnya dan Rian. Bukan kerumah bundanya seperti kemarin lagi, karena sekarang Nando sudah tau pernikahan mereka.
Sedangkan mobil Ayla masih berada di kampus, karena Nando mengatakan akan menyuruh anak buahnya untuk mengantar mobilnya kerumah mereka.
Setibanya di rumah, Ayla langsung pergi ke balkon kamarnya untuk menikmati angin yang bersemilir, teriknya matahari ternyata tidak sama dengan suasana hati Ayla saat ini yang bagaikan awan hitam, karena sekarang Ayla benar-benar merasa kacau.
Setelah lama hanya bermenung dengan lamunannya, Ayla pun mengeluarkan handphone yang masih berada di saku nya, lalu Ayla membuka akun sosial media dan meng-upload sebuah setatus disana.
βοΈ "hati sudah terasa lelah, tak Ada Lagi niat rasanya, untuk menjalin hubungan dengan yang lain, banyak dari mereka yang datang silih berganti menawarkan cinta, namun rasanya begitu berbeda ketika bersamamu, karena hadirmu tanpa disengaja yang membuatku jatuh cinta, tidak munafik... parasmu yang menarik! memang menjadi alasanku yang pertama menyukai mu! namun seiring berjalannya waktu, mengenali seluk-beluk sikap dan kepribadianmu hingga ke sisi burukmu, semuanya benar-benar membuat aku semakin suka kepadamu, seluruh kekuranganmu tak pernah sekalipun mengurangi perasaanku kepadamu, andai ku bisa tuk memutar waktu, maka aku tak ingin pernah melewati jalan yang aku lewati sekarang! rasanya aku ingin berhenti dan kembali kepersimpangan jalan yang sebelumnya."π
Setelah Ayla membuat setatus di akun sosial media nya, Ayla kembali kedalam kamar mereka untuk membersihkan dirinya, karena dari kemarin malam Ayla benar-benar telah lelah hati, maupun tubuhnya yang hampir tidak tidur semalaman.
π
Sedangkan di kampus. "Nan, lo tadi bawa Ayla kemana?" tanya Andre ingin tahu. "Gue tadi bawa Ayla kerumahnya." jawab Nando cepat.
"Emangnya ada apa, apa yang terjadi sama Ayla? kenapa lo bawa dia pulang lagi! apa terjadi sesuatu?" seru Andre penasaran sekali gus kuatir, sedangkan Rian hanya diam mendengarkan saja, karena dia tau pasti sudah terjadi sesuatu pada Ayla, apa lagi terlihat semenjak kembali lagi ke kampus, Nando tidak ada menegur ataupun meliriknya, mengembalikan kunci mobilnya pun Nando hanya melempar di atas mejanya saja. Membuat Rian curiga jika Nando sedang marah kepada nya.
"Tidak ada, hanya saja Ayla sedang kurang enak badan." ucap Nando sambil melirik kearah Rian. Namun tidak lama setelahnya, dosen yang mengajar mereka sudah datang, jadi tidak ada lagi yang melanjutkan pembicaraan.
Setelah berkutat beberapa waktu dengan belajar, akhirnya mereka bisa pulang kerumahnya masing-masing.
Rian tidak banyak bicara dan tidak berpamitan lagi dengan kedua sahabatnya, karena tujuannya sekarang adalah untuk pulang kerumahnya menemui Ayla, namun ketika di parkiran handphone milik Rian berdering, menandakan jika ada yang menelponnya.
π Rian : "Hallo Aldi, ada apa?" tanya Rian setelah mengangkat handphone nya.
π Aldi : " Selamat siang tuan muda, anda sekarang harus keperusahan! karena tuan Anton mengubah pertemuan nya hari ini, sebab besok siang dia akan kembali ke luar negeri lagi." belum sempat Rian menjawab namun Aldi sudah mengatakan tidak bisa di batalkan, alhasil Rian tidak jadi pulang dan malah langsung memutar mobilnya ke perusahaan Erlangga group.
Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, Rian sudah tiba di perusahaan nya.
Dan langsung memberikan kunci mobilnya kepada salah satu satpam disana untuk memarkirkan nya, begitu melihat Rian sudah datang semua karyawannya langsung memberikan hormat dengan menundukan sedikit kepala mereka.
Namun Rian tetaplah Rian, yang selalu bersikap dingin dengan siapapun, terkecuali dengan orang terdekat nya saja, apa lagi sekarang, yang ada dipikirannya hanya ada Ayla, Ayla dan Ayla.
Rian langsung masuk lift yang khusus untuk nya dan petinggi perusahaan saja.
Begitu melihat Rian yang sudah datang, Emi sekertaris keduanya itu langsung memberitahu jika Aldi dan tuan Anton dari perusahaan Barclay sudah menunggunya di ruangan tamu khusus, jika ada dari klien nya yang datang langsung keperusahan Erlangga group.
"Selamat siang, maaf saya terlambat!" ujar Rian yang langsung duduk di depan Anton dan Aldi.
"Selamat siang juga tuan, tidak apa-apa sekertaris Aldi sudah menjelaskan nya kepada saya kenapa anda terlambat." sahut Anton, pemimpin dari perusahaan Barclay group, yaitu perusahaan yang berada dari luar negeri, karena sekarang perusahaan Erlangga group sedang merambah bisnis mereka, sampai ke mancanegara.
"Maaf, sebelumnya sudah membuat anda repot hari ini, karena harus bertemu secara mendadak, tapi saya tidak ada punya pilihan lain lagi!" ucap Anton yang merasa tindakan perusahaan mereka sudah melangar kesepakatan beberapa waktu yang lalu.
"Tidak apa-apa! sekarang bisa anda menjelaskan apa penyebab anda ingin bertemu dengan tergesa-gesa seperti hari ini?" tanya Rian tutup poin.
"Hem....! begini tuan Rian, setelah kami pikir-pikir kembali, perusahaan Barclay akan menerima tawaran dari perusahaan anda, asalkan perusahaan Sanjaya ikut bekerja sama juga. Karena kami tidak hanya membutuhkan dukungan materi saja, tapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintahan kota juga, dan yang bisa membantu kita hanyalah perusahaan Sanjaya." ucap Anton, direktur dari perusahaan Barclay itu.
Mendengar nya Aldi langsung angkat bicara, karena dia tau apa maksut dari perkataan Anton.
"Maaf, tuan Anton, jika begitu kami juga harus mempertimbangkan kembali kerja sama kita, karena perusahaan kami tidak mau berada dibawah kendali perusahaan mana pun." pungkas Aldi menentang langsung tawaran dari perusahaan Barclay.
Sedangkan Rian tidak bicara, dan hanya diam mendengarkan sekertaris Aldi yang langsung menolak tawaran dari Anton, karena dia tau, jika Aldi tidak akan bertindak gegabah bila tidak menyakut perusahaan Erlangga group itu sendiri.
"Kenapa tidak bisa tuan Aldi? mengapa dua perusahaan yang sudah memiliki hubungan tidak bisa saling bekerja sama. Bukankah putri dari tuan Sanjaya adalah kekasih dari tuan Rian! saya dengar dari beliau mengatakan, jika tuan Rian akan menikahi putrinya dalam tahun ini kan?" ucap Anton yang memang disengaja bertanya atau mengigatkan mereka.
"Maaf tuan Anton, ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi tuan kami, jadi tolong jangan mencampur adukkan keduanya." perigat Aldi yang mulai tau tujuan dari perkataan Anton.
"Baiklah, saya tidak memaksa kalian menyetujui nya, dan saya juga akan membatalkan kerjasama antara perusahaan Sanjaya juga, karena dia telah berbohong mengatakan jika tuan Rian memiliki hubungan dengan putrinya! tapi....! tuan Rian, setelah saya mengatakan nya kepada tuan Sanjaya, apa anda pikir beliau masih mau menerima anda menjadi menantunya?" tanya Anton sedikit mengancam, sehingga membuat sekertaris Aldi murka.
"Apa maksut anda tuan Anton? anda ingin mengancam kami, dengan hubungan tuan kami dan putri Sanjaya itu! anda salah besar, karena sampai kapanpun tuan besar Heri Erlangga tidak akan menjadikan putri Sanjaya menantu mereka." sergah Aldi jengah.
Namun Rian langsung angkat bicara, setelah dari tadi hanya diam saja.
"Baiklah tuan Anton, saya akan menerima kerjasama ini, tapi saya ingin saham dari perusahaan saya yang terbesar, kami akan mengatur semua keuangan yang akan keluar dari semuanya." ucap Rian yang yakin dengan keputusannya.
"Tapi...., tuan muda, kita harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan tuan besar." kata Aldi berusaha mempergati tuan mudanya.
Sedangkan Anton tersenyum penuh arti.
"Tapi aku adalah direktur nya disini Aldi, jadi jangan membantah keputusan yang sudah aku buat."
tegas Rian kepada Aldi, karena dia tidak suka dibantah oleh anak buahnya, meskipun itu Aldi.
"Tuan Anton, silahkan anda selesaikan dengan sekertaris Aldi, saya akan pamit lebih dulu, karena ada hal penting yang harus saya selesaikan."
Pamit Rian yang sudah pergi meninggalkan Aldi dan juga Anton. Karena sekarang dia ingin pulang menemui Ayla.
BERSAMBUNG......
Mohon dukungannya selalu, terimakasih sudah mau mamfir.πππ