
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Ayla masih duduk termenung di dalam kelasnya. Sampai dia terusik, karna tiba-tiba perutnya merasa bergejolak seperti diaduk-aduk dari dalam.
Lalu Ayla langsung berlari dengan terburu-buru ke arah toilet lagi. Meskipun belum lama ini, dia baru kembali dari sana.
Sehinga para siswa dan siswi yang melihatnya merasa heran. Karna biasanya, bila Ayla lewat. Maka dia akan menyapa siapapun yang dia temui. Meskipun hanya memberikan senyuman saja.
Setibanya di dalam toilet. Ayla langsung memuntahkan semua makanan yang telah dimakannya tadi di kantin.
"Oooeek oeek." suara Ayla yang sedang muntah-muntah di dalam salah satu kamar mandi yang ada di sana.
"Kenapa aku bisa muntah gini? apa aku salah makan, atau minuman ya! tapi, kepalaku juga pusing sekali." keluh Ayla sambil memijit pelipisnya yang sudah di banjiri oleh keringat. Dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Tapi mana mungkin, jika aku keracunan makanan, bukannya setiap hari, aku juga beli makan dan minuman yang sama."
"Karna sudah beberapa hari ini juga, rasanya badanku memang kurang sehat. Ah mungkin ini karna aku terlalu sibuk dan kurang istirahat." putusnya sendiri yang tidak mau berandai-andai.
Setelah menyiram dan membasuh wajahnya agar lebih baik. Ayla juga memperbaiki penampilannya sebelum kembali ke kelas, untuk mengikuti pelajaran yang terakhir.
Tok...Tok...
"Apa ada orang di dalam?" tanya seseorang dari luar yang terdengar sedang khwatir.
"Iya, sebentar.!"
Ceklek... Ayla membuka pintu kamar mandi. Dan melihat ada kedua sahabatnya yang berdiri disana.
"Ay, kamu kenapa? tadi waktu kita lewat. anak-anak pada nanyain. Katanya kamu kenapa berlari dengan terburu-buru. Lalu ada lagi yang bilang, jika kamu kearah kamar mandi!" kata Riri merasa khawatir.
"Tidak ada apa-apa. Aku berlari, karna perut ku, tiba-tiba merasa tidak enak."
"Tapi Ay, sepertinya kamu sedang sakit. Wajah kamu terlihat pucat sekali!" ujar Amel sambil menempelkan tangannya di dahi Ayla.
"Ya ampun Ayla, sepertinya kamu memang demam. Sebaiknya kamu, kita antar pulang saja ya! Biar kita izinin kamu sama Dosen dulu." tawar Amel yang benar-benar mengkhawatirkan keadaan Ayla.
Karna bukan hanya badannya saja yang agak panas, tapi wajah Ayla juga terlihat pucat.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Ini memang karna akhir-akhir ini aku terlalu sibuk." Ayla bersih keras untuk kembali mengikuti pelajaran terakhirnya.
"Ya sudah, kita berdua gak bisa maksain kamu juga. Tapi, bila kamu merasa tidak baik-baik saja, maka kasih tau kita berdua ya?"
"Jangan kayak gini, kalo kamu pingsan di kamar mandi, siapa coba yang bakalan nolongin kamu." ucap Riri mengelus bahu Ayla, agar sahabatnya itu tau, jika dia dan Amel sangat perduli kepada Ayla.
Ayla pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum kearah Riri dan Amel. Karna merasa bersyukur memiliki sahabat seperti mereka berdua. Yang benar-benar perduli kepada nya.
"Terimakasih, kalian tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja! nanti bila aku merasa tidak baik, maka aku akan mengatakannya kepada kalian berdua." seru Ayla, yang langsung mengajak Riri dan Amel kembali lagi ke kelas mereka.
Dan akhirnya Amel dan Riri hanya bisa mengikuti keinginan Ayla.
Baru beberapa menit mereka tiba di kelas, Dosen yang mengajar pun juga masuk. Untuk menjelaskan beberapa tentang mendesain. Karna memang sekarang mereka hanya belajar yang intinya saja.
Meskipun merasa kepalanya pusing. Ayla tetap bisa mengikuti pelajaran sampai Dosen mereka selesai dan pergi meninggalkan kelas.
"Hay, semuanya..! minta waktunya sebentar ya!" suara dari Eka dan Cici, sahabat Bela.
Lalu semua yang berada di dalam kelas pun, menoleh kearah Eka dan Cici.
"Ada apa?" tanya salah satu siswi yang sudah berdiri hendak meninggalkan kelas.
"Ini, kita berdua disuruh ngasih kalian semua undangan dari Bela. Malam minggu nanti, dia akan ulang tahun. Jadi dia mau mengundang semua siswa-siswi yang satu angkatan sama kita. Katanya biar jadi kenang-kenangan di acara ulang tahunnya." ucap Eka yang hanya bertugas membantu Bela menyebar undangan.
"Tumben, dia ngundang semuanya? biasanya dia selalu pilih-pilih kan?" kata salah satu siswa, yang selama ini memang tidak menyukai Bela.
Sementara itu, Eka dan Cici juga tidak bisa berbuat banyak. Karna memang pantas jika siswa maupun siswi bila tidak bisa menerima begitu saja niat baiknya Bela.
"Sudah, sudah.! kita terima saja undangan nya. Jika mau kita datang, bila tidak mau, tidak ada yang memaksa juga" putus salah satu siswi dan mulai membantu Eka dan Cici memberikan undangan nya.
Namun ketika berada di dekat meja yang diduduki oleh Ayla. Eka malah mengucapkan maaf terlebih dahulu.
"Ayla, maaf! undangan buat lo gak ada! kata Bela, dia sendiri yang akan mengundang lo. Kita cuma disuruh ngasih buat teman-teman yang lainnya saja." ucap Eka merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, aku mengerti." Ayla yang tersenyum mendengar perkataan dari Eka. Karna Ayla baru tahu, jika ternyata ulang tahunnya dan Bela jatuh pada tanggal dan bulan yang sama.
Sungguh ini diluar dugaannya, bagaimana mungkin, si author malah menakdirkan kisah nya seperti ini.
Dalam hati, Ayla sedang menduga-duga. Apakah si author akan berpihak padanya atau pada Bela. Tapi berpihak pada siapapun itu. Ayla hanya bisa mengikuti saja alur cerita hidupnya.
"Sekali lagi, kami berdua minta maaf ya Ay? dan terimakasih lo udah mau ngertiin kita." ucap Eka yang langsung berpamitan untuk meninggalkan kelas mereka.
Setelah kepergian Eka dan Cici, di dalam kelas mulai bubar satu persatu, mereka pergi sambil membicarakan Bela. Begitu pula dengan kedua sahabat Ayla.
"Ay, aku bener-bener gak suka sama Bela. Dia itu tiap hari makin ngelunjak aja kelakuan nya. Coba aja pikir sekarang, kita semua di undang. Sedangkan kamu nggak.
"Pasti dia ingin melakukan sesuatu dech sama kamu Ay. Jadi kamu gak usah datang ya! meskipun dia sendiri yang akan mengundang kamu." pinta Riri memohon, karna bukan apa-apa dia tidak boleh Ayla datang. Melainkan dia merasa khawatir kepada Ayla.
" Tidak apa, kita jangan berburuk sangka dulu! mungkin memang dia sudah berubah seperti yang dikatakan Rara tadi." seru Ayla tetap terlihat tenang di depan kedua sahabatnya itu.
Padahal di dalam hatinya pun sudah menduga juga, pasti Bela punya niat tertentu sehingga ingin mengundangnya secara khusus.
"Sudahlah, kita pulang sekarang yuk? aku pengen istirahat! rasanya aku letih sekali." ajak Ayla yang memang merasa jika dia hanya ingin cepat-cepat pulang kerumahnya. Lalu dia akan istirahat.
Dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang kerumahnya masing-masing. Setelah tiga puluh menit, barulah Ayla tiba di kediaman dia dan Rian.
Sebab, tadi Ayla banyak berhenti di sepanjang jalan, karna dia kembali muntah dan merasakan pusing di kepala nya.
Namun Ayla tetap menyempatkan dirinya, untuk mampir di Apotik yang dia datangi beberapa waktu lalu terlebih dahulu. Untuk membeli obat masuk angin atau asam lambung nya yang sedang kumat.
Setibanya di dalam kamar, Ayla langsung menyimpan rapi barang-barang yang dia beli ketika di Apotik tadi.
Lalu Ayla masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk membersihkan dirinya, sebelum memutuskan untuk tidur dan istirahat.
Karna jam masih menunjukkan pukul setengah tiga sore. Jadi, dia masih memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Menjelang Rian kembali dari perusahaan.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih ya😘😘 Mohon untuk selalu memberikan dukungannya.🙏
Agar author yang nulis juga semangat.😥
jangan lupa.
like.
komen.
vote.
Dan yang lainnya.🤗