
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Didalam perjalanan pulang ke rumah mertuanya. Pikiran Rian hanya dipenuhi oleh perkataan Nando, yang mengatakan akan merebut Ayla darinya. Bila Rian menyia-nyiakan Ayla.
"Brengsek! kenapa masalah nya menjadi seperti ini. Sekarang apa yang harus gue lakukan? bagaimana perasaan Bela, bila dia tahu gue sudah menikahi wanita lain. Tapi gue bener-bener merasa bersalah kepada Ayla karena kejadian itu." sesal Rian kepada dirinya sendiri.
Tidak berapa lama, mobil mewah Rian sudah tiba di depan rumah mertuanya.
Setelah sampai, Rian langsung berjalan memasuki rumah yang disambut oleh para pelayan.
Karena mertua maupun adik iparnya, sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing.
"Istriku ada dimana Bi?" tanya Rian menayangkan keberadaan sang istri.
"Nona juga ada didalam kamar tuan. Karena Nyonya dan tuan Ridwan juga baru kembali, jadi dari tadi Nona belum ada turun."
Jawab si pelayan. Karena sebelumnya tadi Rian juga sudah menanyakan mertua dan adik ipar nya terlebih dahulu.
"Baiklah, lanjutkan saja pekerjaan kalian. Terimakasih!"
Rian pun langsung saja naik kelantai atas, dimana tempat kamar Ayla berada.
Lalu Rian pun membuka pintunya dengan pelan, karna takut Ayla sedang tidur. Dan benar saja, Ayla memang sedang tidur, namun bukan di atas ranjang.
Tapi Ayla tertidur di atas sofa. Karna sehabis menelpon Rian tadi, Ayla memainkan handphone nya sampai rasa kantuknya datang tanpa sadar Ayla langsung tertidur disana.
Rian berjalan menghampiri istri kecilnya itu dan duduk disebelah kanan Ayla.
Tangannya pun mengelus dengan pelan kepala Ayla, sehingga membuat Ayla terbangun.
"Ugh..! kamu sudah kembali?" tanya Ayla dengan suara serak khas orang baru bangun.
"Iya, maaf! aku sudah mengangu tidur mu!" kata Rian yang memang tidak sengaja membangun kan Ayla. Karna Rian tau jika Ayla memang butuh istirahat.
"Tidak apa, ini juga sudah hampir malam, aku juga mau mandi." Ayla yang sudah kembali duduk.
"Apa kamu sudah lama datang nya?" tanya nya kembali.
"Belum, aku baru saja datang. Tadi sehabis dari perusahaan, aku ke Apartemen Andre, karna dia dan Nando mengajakku bertemu disana." Rian yang memang selalu berkata jujur pada Ayla, meskipun Ayla tidak bertanya.
Namun hanya satu hal yang Rian tidak bisa jujur kepada Ayla. Yaitu niatnya yang ingin melamar Bela setelah mereka lulus nanti. Dan perkataan nya yang akan memberikan Ayla kesempatan, untuk membuat nya jatuh cinta kepada Ayla.
Tapi semua itu hanya bualan Rian saja, agar Ayla tidak melangar janjinya yang akan meninggalkan Rian, bila dia tidak berhasil membuat Rian jatuh cinta kepada nya.
Karena hanya itulah satu-satunya cara, agar Rian bisa berpisah dengan Ayla. Tanpa dipersulit oleh Ayla nya nanti, karna dia mencintai Rian dan akhirnya tidak mau berpisah.
"Oh.., tapi, apa sekertaris Aldi sudah menemukan orang yang ingin menjebak mu?" tanya Ayla yang juga ingin tahu, karna jika saja Aldi tidak membawa Rian kembali.
Maka sudah bisa dipastikan, jika Rian akan meniduri Bela, bukan Ayla istrinya.
"Sudah, dia orang suruhan dari Presdir perusahaan Barclay." jawab Rian seperti apa yang disampaikan oleh Aldi.
"Perusahaan mana itu, kenapa mereka ingin menjebak mu?" Ayla yang merasa heran, karna setau nya, Rian tidak memiliki musuh.
"Entahlah, jika menurut Aldi, perusahaan Barclay memiliki saham 65% di perusahaan Sanjaya. Jadi mereka ingin memperalat hubungan ku dan Bela. Karna ingin mendapatkan untung yang besar, dari Erlangga group."
"Sudahlah, mandi duluan. Kamu masih belum pulih, jadi jangan mandi terlalu malam." titah Rian yang sengaja mengalihkan pembicaraan mereka, karna Rian tau, jika raut wajah Ayla langsung berubah, setelah dia menyebutkan nama Bela kekasihnya.
Rian ingin mencoba menjaga perasaan Ayla, agar Ayla tidak semakin terluka selama menjadi istrinya.
Ayla pun mengangguk membenarkan, dan langsung berpamitan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selama Ayla berada di kamar mandi, Rian berjalan mengitari kamar istrinya. Entah mengapa dan mendapatkan dorongan dari mana, Rian ingin mengetahui lebih banyak tentang Ayla.
Yang selama ini tidak pernah dia lakukan. Lebih tepatnya Rian tidak mau ingin tahu masalah pribadi Ayla. Karna selama ini, yang selalu di prioritaskan nya adalah Bela bukan Ayla.
Namun Rian malah mengambil sebuah album yang terlihat ada beberapa tersimpan disana.
Pertama, Rian mengambil album besar diantara yang lainnya. disana terlihat poto Ayla ketika masih kecil sampai Ayla sudah tamat SD.
"Ternyata kamu memang sudah cantik dari kecil, kenapa kita bertemu di waktu yang tidak tepat!" ucap Rian mengelus Poto Ayla yang sudah terlihat berumur 7 tahunan.
Rian kembali lagi melihat poto itu satu-persatu. Dan terlihat lagi Poto bayi perempuan yang di atas nya terdapat tulisan. My princess Putri Mikhayla Ridwan.
"Jika kita memiliki seorang anak, bila dia perempuan, pasti akan cantik seperti mu.!" seru Rian sambil sedikit tersenyum.
Sadar akan perkataan nya, Rian pun mengeleng-gelengkan kepalanya. Karna merasa jika dia sudah berkata hal konyol.
"Apa yang kamu pikirkan Rian." ucapnya sendiri.
Dan kembali lagi dia melihat poto yang lainnya.
Terlihat poto Ayla yang di peluk oleh kakek dan ayahnya. seorang gadis kecil berambut panjang yang memang terlihat sangat cantik dan imut. Sedang tersenyum lebar ke arah kamera.
Dari poto itu, Rian mengetahui jika Ayla memang sangat disayangi oleh kedua laki-laki yang ada dipoto bersama nya.
Lalu apa sekarang? Rian malah dengan sengaja menyakiti wanita yang sangat di sayang dan di manja dalam keluarga Ridwan itu.
Tak tahan melihat betapa Ayla bahagia dari semenjak kecil sampai dia besar. Tidak jauh berbeda dengan Rian sendiri yang juga biasa disayang dan di manja oleh keluarga Erlangga.
Rian kembali menyimpan album yang sudah dia lihat. Lalu Rian mengambil album yang terlihat masih baru.
Begitu Rian buka, terdapat Poto Ayla yang sedang tersenyum bersama sahabatnya Sari.
Lalu ada Poto-poto Ayla yang lainnya lagi. Setelah itu, Rian kembali melihat poto Ayla bersama Vino Anderson sahabat Ayla di kota A.
Terlihat Vino sedang memberikan sebuah buket bunga kepada Ayla.
Sedangkan Ayla terlihat malah tertawa bahagia melihat Vino memberikan buket bunga itu kepadanya.
Poto itu memang Vino sendiri menyuruh Sari mengambil gambar mereka berdua, seolah-olah Vino memang sedang menyatakan perasaannya.
Waktu itu Vino berkata.
"Walaupun aku tidak bisa menjadi kekasih Ayla, setidaknya kami punya poto untuk Ayla ceritakan kepada anak-anaknya nanti."
"Jika ada seorang pangeran yang mencintai nya dengan tulus. Ayo Sari ambil potoku bersama Ayla. Nanti kamu juga akan mendapatkan giliran berpoto dengan ku. Agar kamu juga bisa bercerita kepada keponakan ku nanti, jika kamu memiliki sahabat setampan aku." itulah Vino Anderson yang memang tingkat percaya dirinya sangat tinggi.
Lebih tidak tahan melihat poto Ayla bersama dengan Vino, Rian langsung mengembalikan album itu ketempat semula.
Dan Rian pun memilih untuk duduk di sofa sambil menunggu Ayla selesai.
BERSAMBUNG.....🤗
.
.
.
.
Ayo jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya 😂
like
komen
Dan hadiahnya.
Terimakasih 🙏