
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Seminggu sudah berlalu, setelah kejadian malam itu. Dan setelah mereka makan malam bersama di kediaman orang tua Ayla juga.
Sikap Rian semakin baik pula. Tidak ada yang berubah dari sikapnya, malahan sikap Rian lebih perhatian lagi kepada Ayla. Sampai terkadang Ayla merasa, jika karna kejadian malam itu, mungkin sudah membuat Rian jatuh cinta kepadanya.
Pagi ini, mereka sedang berada di meja makan. Sebelum berangkat ke kampus ataupun Rian yang berangkat ke perusahaan. Mereka berdua selalu menyempatkan untuk sarapan bersama maupun makan malam.
Karena sekarang, Ayla pun juga sibuk di kampus, apalagi saat ini Ayla malahan sibuk membantu mempersiapkan acara untuk kelulusan mereka nanti.
Atas permintaan para siswa-siswi yang memang sudah bertugas di bagian masing-masing.
"Apa nanti kamu akan pulang terlambat lagi? Ayla yang bertanya kepada Rian. Sebab sudah beberapa hari ini, Rian selalu pulang larut malam.
"Sepertinya iya, karna aku akan ada meeting lagi nanti, kenapa? apa kamu membutuhkan sesuatu!" Rian yang seperti biasanya balik bertanya.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya saja. Jika nanti kamu cepat pulang, aku ingin kita jalan-jalan di sekitaran kompleks sini." jujur Ayla, karna dia memang ingin jalan-jalan.
"Baiklah, nanti akan aku usahakan ya! tapi aku tidak bisa berjanji."
Mendengar nya, membuat Ayla mengembangkan senyumnya. Entah kenapa dia tiba-tiba, ingin jalan-jalan berdua.
Lalu mereka melanjutkan lagi sarapan mereka sebelum berangkat ke kampus.
"Kamu bersiaplah, dan ambil dulu barang yang akan kamu bawa, biar aku yang membereskan ini." ucap Rian yang memang akhir-akhir ini selalu memanjakan Ayla.
Sedangkan Ayla, tentu saja sangat bahagia atas semua kebaikan dan perhatian yang Rian berikan.
Lalu Ayla pun kembali ke lantai atas, untuk mengambil semua keperluan dia nanti saat belajar. Sedangkan Rian sedang membereskan bekas mereka sarapan.
Tap...Tap...
Suara langkah kaki Ayla yang sudah kembali turun. Dan berjalan kearah Rian untuk mengajaknya berangkat, meskipun mereka tidak satu mobil.
"Apa sudah selesai? aku sudah siap ini." Ayla yang sambil mengangkat barang-barang di tangannya.
"Iya sudah, ayo kita berangkat!" Rian menghampiri Ayla setelah mengelap kering tangannya.
"Duluan saja ke mobil, biar aku yang mengunci pintunya." titah Rian agar Ayla tidak menunggu dirinya.
Ayla pun akhirnya lebih memilih untuk menunggu Rian didekat mobil mewah mereka, yang ada di Bagasi.
"Sudah, kamu hati-hati ya! jangan ngebut bawa mobilnya." Rian yang mencium kening Ayla seperti hari-hari biasanya.
Tidak pernah ada rasa canggung di antara mereka, jika hanya sekedar berpelukan ataupun mencium kening. Karena dari awal menikah pun, mereka memang sudah melakukannya.
Karena hal itulah juga, perasaan Ayla tumbuh seiring berjalannya waktu. Sampai dia memberanikan diri untuk mengatakan perasaanya kepada Rian.
Meskipun sampai saat ini, Rian belum pernah membalas perasaan Ayla, ataupun sekedar mengatakan sayang kepadanya.
Namun Ayla tidak ambil pusing, karena Ayla yakin, dengan perubahan sikap Rian kepada dirinya saat ini. Mungkin karena Rian sudah mulai membuka hatinya untuk Ayla.
Karena semenjak kejadian malam itu, kejadian saat Rian mengambil kehormatan Ayla. Sikap Rian lebih perhatian dalam hal apapun itu kepada Ayla.
Yang tidak dilakukannya adalah, mengulangi percintaan satu malam itu lagi. Dan sekarang pun mereka tidak seperti dulu lagi, dimana bila saat Rian selesai mandi, pasti Ayla akan selalu mencari-cari alasan untuk meningalkan kamar.
Sekarang mereka menjalini nya biasa-biasa saja. Jadi, bila orang tua mereka yang melihat hal itu, mereka akan mengira, jika pernikahan Putra putri nya baik-baik saja.
"Iya, kamu juga hati-hati,! jangan lupa untuk makan siang tepat waktu ya." ucap Ayla sambil mencium tangan Rian sebelum masuk ke mobilnya.
Di dalam mobil. Rian sedang menerima telpon dari Bela. Yang barusaja menelponnya.
📲 Rian : "Iya sayang! aku masih dijalan. Tunggu saja, sebentar lagi aku juga akan sampai."
Ucap Rian yang sudah mematikan sambungan telepon dan menancapkan gas mobilnya agar cepat tiba.
Karena Rian berpikir, jika Ayla sudah duluan tiba diparkiran dan pastinya Ayla juga sudah masuk ke kelas nya.
Hanya tujuh belas menit. Mobil mewah Rian sudah memasuki parkir khusus buat mobil. Disana terlihat jika Bela sudah menunggunya.
Sedangkan Andre maupun Nando, semenjak mereka mengetahui jika Rian dan Ayla sudah menikah. Mereka berdua semakin tidak menyukai Bela.
Jadilah sekarang, hanya ada Bela sendiri yang menunggu nya di parkiran. Karena Andre dan Nando sudah lebih dulu masuk ke kelas mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya, Rian turun dan langsung menghampiri Bela yang sudah siap memberikan Rian ciuman selamat pagi nya.
"Sayang aku merindukan mu! kenapa akhir-akhir ini kamu selalu sibuk sih! aku kan juga butuh kamu, bukannya uang saja." rajuk Bela seperti biasa, karena dia tahu kelemahan Rian yang tidak bisa bila Bela bersikap seperti itu.
Walaupun akhir-akhir ini Rian sibuk di kantor dan sibuk menemani Ayla. Tapi Rian tidak pernah absen Menstransper Bela uang untuknya berbelanja maupun untuk Bela bersenang-senang dengan sahabatnya.
"Maaf, aku sedang sibuk di perusahaan sayang! Tapi aku berjanji, itu semua tidak akan lama lagi, karena setelah semuanya selesai. Aku akan meluangkan waktu ku hanya untukmu seorang." seru Rian yang sudah membalas mencium bibir Bela, meskipun hanya sekilas tanpa ******* seperti biasanya.
Tanpa keduanya sadari, jika mobil Ayla baru saja tiba di parkiran kampus. Dan Ayla menyaksikan semua yang terjadi.
Dirumahnya tadi, Rian bagaikan hanya miliknya seorang.
Namun setelah tiba di kampus, ternyata bibir yang tadi sempat mencium keningnya. Sekarang sedang mencium bibir wanita lain.
Sungguh rasanya Ayla ingin pergi sejauh mungkin, agar dia tidak pernah melihat kejadian yang menyakitkan ini lagi. Tapi Ayla masih berharap, jika mungkin saja Rian memang butuh waktu untuk mengakhiri hubungannya dengan Bela.
Ayla hanya berpikir jika segala sesuatu itu butuh peroses. Itulah seorang Ayla, yang memiliki kesabaran seluas laut yang tidak bertepi.
Namun tidak akan ada yang tau, sampai kapan semuanya akan bertahan.
Setelah melihat Rian dan Bela sudah meninggalkan parkiran. Sebelum ikut keluar, Ayla memperbaiki dandanan nya terlebih dahulu. Agar tidak ada yang tau jika dia habis menangis.
Ayla telat datang kekampus, karena dia mampir terlebih dahulu ke Apotik. Untuk membeli obat oles, karna Ayla merasa sedang kurang enak badan.
Tanpa diduga nya, malah kembali lagi menyaksikan pertunjukan kemesraan Rian dan Bela. Padahal sudah satu minggu lebih, Ayla tidak menyaksikan itu lagi.
Karena Rian, benar-benar menjaga perasaan Ayla. Rian tidak mau Ayla kembali tersakiti oleh nya. Padahal kebaikan yang Rian lakukan selama ini, semuanya malah membuat Ayla bertambah tersakiti.
BERSAMBUNG........
.
.
.
.
.
.
...Mohon untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗...
...Karena dukungan dari kalian semuanya, membuat autor juga semangat untuk melanjutkan ceritanya....
...Terimakasih 🙏😘 😘...