
🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
Dua bulan sudah Rian belum juga bisa menemukan keberadaan Ayla. Hampir setiap hari Rian mendatangi rumah mertua dan kedua orangtuanya.
Berharap mereka akan memberitahu keberadaan Ayla. Tapi sayangnya para orang tua itu tetap tidak goyah sedikit pun dari pendirian mereka.
Meskipun Mama Sonya sekarang sudah mau berbicara dengan Rian. Namun beliau masih tetap menjaga jarak dengan anak semata wayangnya itu.
Karna rasa kecewanya terhadap Rian yang sudah menyia-nyiakan istri dan anaknya sendiri.
Malah bertolak belaka dengan kedua mertuanya. Apabila Rian datang kesana, mereka masih menyambut Rian dengan hangat. Meskipun ada juga jarak yang dilakukan Bunda Mirna satu bulan yang lalu.
Tapi setelah itu, beliau sudah kembali seperti biasanya lagi. Apalagi hampair setiap hari dia melihat Rian pulang kerumah mereka hanya untuk menanyakan Ayla.
Besok pagi adalah hari wisuda Rian maupun Ayla. Tapi Rian memutuskan tidak mau datang. Karna dia merasa tidak pantas ikut wisuda, sedangkan istrinya tidak ikut merayakan hari kelulusan karna kesalahannya.
"Aku tidak akan ikut wisuda. Jika istriku saja tidak ikut wisuda karena diriku. Lalu atas dasar apa aku harus ikut wisuda."
Kata-kata itulah yang Rian katakan kepada Andre. Yang disuruh tuan Heri untuk membujuknya.
Karna walau bagaimanapun Tuan Heri marah. Dia tetaplah menyanyagi putranya itu. Hanya saja dia kecewa dengan keputusan yang Rian ambil.
Sedangkan Ayla, setia harinya sudah punya kegiatan disana. Untuk menghilangkan rasa jenuh. Tuan Heri membuatkan sebuah tempat desain disana, agar Ayla memiliki kesibukan sendiri.
Dan semua upaya yang dilakukan oleh Tuan Heri membuahkan hasil. Karna mempunyai kesibukan dengan kehobianya. Sekarang keadaan Ayla sudah jauh lebih baik.
Sedangkan kedua orang tua Ayla memang tidak ikut campur. Karna Tuan Heri ingin bertanggung jawab penuh mengurus menantu dan kedua calon cucunya.
Tapi disetiap akhir pekan, mereka akan datang menjenguk Ayla secara bergantian. Agar Rian tidak curiga dengan kepergian mereka.
Bukannya mereka ingin memisahkan Ayla dan Rian. Tapi demi keselamatan Ayla mereka harus melakukannya.
Dan bukan pula Tuan Heri dan Ayah Ridwan tidak mampu melawan Sanjaya dan komplotannya. Tapi mereka sangatlah licik. Salah sedikit saja, maka akan berakibat patal.
Tuan Heri dan Ayah Ridwan sudah mengenal Sanjaya saat pertama kali mereka masuk SMP. Dan mereka sempat bersahabat selama hampir enam tahun.
Namun persahabatan mereka hancur, karna adik Sanjaya. Awal kisah saat mereka main kerumah Sanjaya. Sanjaya memiliki seorang adik perempuan yang baru menginjak kelas satu SMA.
Adiknya itu ternyata menyukai Tuan Heri. Tapi Tuan Heri langsung menolaknya, karna dia sudah memiliki kekasih.
Sampai pada akhirnya Sanjaya dan adiknya itu ingin menjebak Tuan Heri. Dengan cara adik nya hamil anak laki-laki lain. Mereka mendatangi kediaman keluarga Erlangga. Ingin menyuruh Tuan Heri menikahinya.
Namun semua rencana Sanjaya dan adiknya digagalkan oleh Ayah Ridwan. Karna dia memiliki rekaman percakapan Sanjaya dan adiknya itu.
Karna malu dan putus asa. Adik Sanjaya sengaja meminum obat penggugur kandungan. Agar dia bisa membunuh anak yang masih di dalam kandungnya. Karna terlalu banyak mengonsumsi obat itu. Dia juga ikut meregang nyawa nya.
Semenjak kejadian itu. Barulah Sanjaya menunjukkan seperti apa sipat aslinya. Ternyata selama ini dia mau berteman dengan Tuan Heri dan Ayah Ridwan hanya karna mereka anak dari orang berada.
Sudah bermacam-macam cara Sanjaya ingin menjatuhkan perusahaan Erlangga. Tapi usahanya tidak pernah berhasil. Sampai dimana Tuan Heri mengetahui, jika putra semata wayangnya malah memiliki hubungan khusus dengan putri dari Sanjaya.
"Al kira-kira kemana Papa menyembunyikan Ayla? bukannya selama ini kamu adalah orang kepercayaannya,! Mana mungkin kan kamu tidak tau. Apa jangan-jangan kamu sebetulnya mengetahui tempat istriku sekarang. Hanya saja kamu juga ikut menyembunyikannya dari ku?" Rian yang kembali mendesak Aldi seperti biasanya.
Karna sudah berbagai cara mereka lakukan, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Sudah berulangkali juga Rian menyuruh orang mengikuti Papa maupun mertuanya.
Tapi mereka tidak berhasil juga menemukan keberadaan Ayla.
"Saya juga tidak tau kemana lagi kita harus mencari Nona, Tuan muda. Semua Apartemen diluar maupun didalam Nengri, sudah berulang kali kita periksa. Termasuk Villa milik keluarga Erlangga. Tapi Nona tetap tidak bisa kita temukan." jawab Aldi tak kalah pusingnya.
Karna disini, dialah yang paling pusing. Harus mengurus pekerjaan di perusahaan dan mencari keberadaan Ayla juga.
"Tapi bukanya waktu itu kamu juga ikut berbohong kepada ku. Mana taukan kamu mengikuti perintah Papa lagi untuk membohongi ku." ucap Rian jengah kepada Aldi.
Karna ketika Rian diberi obat perangsang waktu itu. Aldi sengaja membohongi Rian dan mengatakan jika yang memberi obat itu adalah Anton pemilik perusahaan Barclay.
Atas perintah Tuan Heri. Beliau ingin Rian menyadari sendiri siapa Sanjaya yang sebenarnya.
Tok....Tok...
Suara pintu yang diketuk oleh sekertaris Emi. Yang mengalihkan pandangan Rian dan Aldi kearah pintu kaca itu.
"Masuk." Aldi yang memberikan perintah bukan Rian.
"Apa,? kenapa mereka seenaknya merubah pertemuan nya! Memangnya siapa mereka, berani sekali mengambil keputusan tanpa persetujuan Erlangga group." jawab Aldi marah.
Ketika Emi ingin menjawab pertanyaan dari Aldi. Rian menggakat tangannya ke atas. Lalu berkata.
"Tadi kamu bilang apa? besok dia akan mengantarkan istrinya periksa kerumah sakit kan. Jika begitu, biarkan saja waktunya dimajukan sekarang. Ayo Al, siapkan semuanya. Kita berangkat sekarang." ajak Rian langsung mengambil jas kerjanya yang dia sampir di kursi kebesaran Erlangga group.
"Tapi Tuan muda. Mereka tidak boleh mengambil keputusan sepihak. Karna"
"Aldi,! Dia ingin mengantar istrinya periksa kedokter. Apa kamu tidak dengar apa yang Emi katakan tadi. Sudah cukup Ayla merasakan sakit karna aku tidak mengantar dia kerumah sakit. Jangan sampai istri dari Tuan Hengki merasakan juga apa yang istriku rasakan." ucap Rian yang tidak bisa dibantah lagi.
Akhirnya Aldi pun langsung mengambil apa yang sudah disiapkan oleh Emi. Dan mengikuti Rian dari belakang.
Tiba di Restoran tempat mereka mengadakan pertemuan.
"Selamat siang Tuan Rian, Tuan Aldi. Maafkan saya sudah mengambil keputusan sendiri. Kemarin saya lupa, jika besok pagi adalah waktu memeriksa kandungan istri saya. Ini adalah anak pertama kami. Jadi Saya tidak mau melewatkan waktu berharga ini." terang Hengki yang menyambut kedatangan Rian dan Aldi.
"Tidak apa-apa Tuan Hengki. Istri Anda jauh lebih berharga dari apapun. Jadi jangan lewatkan kesempatan itu." seru Rian bangga kepada kliennya, yang berani menantang perusahaan Erlangga. Hanya karna dia ingin mengantarkan istrinya periksa kedokter.
Reaksi Rian sungguh membuat Hengki merasa heran. Karna dari yang dia dengar. Rian sangat tidak suka bila ada yang tidak mengikuti peraturan dari perusahaan Erlangga group.
Berbeda dengan Aldi yang tau jika Rian merasa bersalah kepada Ayla.
"Baiklah mari kita mulai saja Tuan Hengki. Karna sore ini, Tuan muda masih ada meeting di perusahaan Erlangga." ucap Aldi langsung saja mulai membahas pekerjaan.
Jika dibiarkan, maka akan sulit dirinya membuat Rian agar tidak terpuruk. Karna merasa bersalah kepada istrinya.
Hampir dua jam mereka baru selesai. Setelah itu Hengki langsung pergi lebih dulu. Karna istrinya sudah menelpon ingin sesuatu. Jadilah tinggal Rian dan Aldi yang berjalan keluar dari ruangan VIP tempat mereka tadi.
Ketika ingin keluar dari sana. Rian di tabrak oleh seorang wanita yang terlihat buru-buru.
"Eh Maaf, maafkan saya. Saya tidak sengaja." ucap wanita itu.
"Kamu." tunjuk mereka bersama.
"Bagaimana kabarmu Nit,? sudah lama sekali kita tidak bertemu." sapa Rian pada sahabat SMA nya itu.
"Kabar ku baik. Bagaimana kabarmu juga,? O'ya bagaimana kabar Ayla dan calon anak kalian? Maaf ya, hari itu aku harus kembali keluar Nengri. Jadi tidak sempat melihat Ayla dan menyapanya lebih dulu." kata Anita yang ikut membantu Nando manjaga Ayla ketika dirawat di rumah sakit Central Medika milik keluarga nya waktu itu.
Deg...
Deg...
Deg..
Jantung Rian bagaikan ingin melompat dari tempatnya. Tapi bukan karna dia kembali jatuh cinta. Namun perkataan Anita barusan lah penyebabnya.
BERSAMBUNG......😅
.
.
.
.
Mulai di gantung lagi 😂
jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗
Like.
Vote.
Komen yang tidak membuat author down.
Dan Hadiah bunga, maupun kopinya 😍
Terimakasih 🙏😘😘
Selamat HUT RI ke 77 Hari kemerdekaan Indonesia 🇮🇩🇮🇩🇮🇩