Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Menjaga hak.


🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Sudah satu bulan berlalu setelah acara penyambutan pewaris Erlangga. Rian masih belum kembali ke perusahaan. Rencananya dua hari lagi dia akan mulai bekerja tapi hanya di batasi menjelang jam tiga sore karena dari jam setengah empat sampai pagi hari. Rian ingin menemani Ayla menjaga kedua buah hatinya.


Tentu saja peraturan baru yang di buat oleh Presdir Erlangga Group itu membuat sekertaris Aldi mengatur ulang semua jadwal kerja Tuan mudanya.


Tuan Heri Erlangga yang mengetahui ada peraturan baru di perusahaan Erlangga group malah mendukung penuh keputusan putranya. Menurut beliau anaknya sudah mengambil keputusan yang sangat tepat. Apalagi mengingat Rian memiliki anak kembar sudah pasti Ayla akan kesusahan bila menjaga si kembar sendirian.


Semenjak pesta kelahiran Baby Arsya dan Salsa. Berita pernikahan Rian bersama Ayla pun langsung tersebar luas. Pasalnya mereka dikejutkan dengan pesta mewah untuk penyambutan pewaris Erlangga. Padahal semua orang tau kalau Rian belum menikah terkecuali karyawan di perusahaan Erlangga group dan perusahaan Ridwan sendiri. Sebab Ayla ada beberapa kali datang kesana.


Tidak sedikit yang patah hati mendengar pernikahan itu Namun, tidak sedikit pula yang penasaran sosok istri dari Ardiaz Rian Erlangga karena sampai saat ini Ayla memang belum mau menunjukkan dirinya di depan publik. Mereka hanya mendengar bahwa istri dari Rian adalah wanita yang sangat cantik dan baik hati.


"Anak papa bertambah ganteng saja," ucap Rian mengajak putranya berbicara. Saat ini Rian baru saja habis berjemur di bawah sinar matahari pagi bersama Baby Arsya. Sedangkan Baby Salsa sudah di bawa oleh Ayla masuk kedalam rumah untuk di mandikan lebih dulu.


Kedua pasangan muda ini sepakat tidak mau menggunakan jasa Babysister untuk menjaga anak mereka. Awal nya hanya Ayla yang tidak setuju dia ingin menjaga kedua anaknya sendiri tapi setelah itu Rian pun ikut tidak setuju. Meskipun kedua orang tua mereka menawarkan untuk mencari Babysister.


"Jika sudah besar Arsha harus bisa menjaga adik Salsa seperti papa menjaga kalian ya?" kata Rian terus mengajak putranya bercerita apa saja. Baby Arsya pun bagaikan sudah mengerti apa yang di bicarakan oleh sang papa.


Satu bulan umur anaknya. Sehari saja Rian belum pernah meninggalkan rumah mereka bila tidak pergi bersama Ayla. Di rumah itu hanya ada tiga orang pembantu. Susi, Pak Muklis dan Ida istrinya. Itupun bila malam hari mereka bertiga tidur di rumah belakang.


"Sekarang kita masuk ya pasti mama sudah selesai memandikan adik Salsa." ajak Rian mengendong anaknya dengan pelan. Tidak bisa pria itu ungkapkan betapa bahagia hidupnya saat ini. Memiliki istri yang sangat cantik dan dua anak kembar.


"Sayang apa sudah selesai?", ucap Rian menghampiri Ayla yang masih memakaikan baju pada putrinya.


"Bentar lagi selesai. Bawa sini Arsha nya biar aku mandikan." Ayla yang sudah biasa merawat anak mereka pun dengan cekatan mengurus satu persatu. Makanya Rian memilih kerja hanya sampai jam tiga sore karena sudah tau sendiri seperti apa repot istrinya mengurus dua anak sekaligus.


Selama Ayla memandikan anak pertama nya Rian kembali lagi mengasuh putri kecilnya yang akan menjadi ratu bagi kedua belah pihak keluarga Erlangga maupun keluarga Ridwan. Baby Salsa dari bayi sudah terlihat sangat manja berbeda dengan saudaranya. Kalau Baby Arsya dia akan rewel apabila adiknya menangis ataupun sakit.


"Apa Salsa tidur?" tanya Ayla begitu keluar dari kamar mandi melihat Rian tidak mengendong putrinya lagi.


"Hm sudah, setelah aku beri susu dia langsung tidur." jawab Rian membantu Ayla mengurus Baby Arsha.


"Sayang habis ini kamu mandi saja biar aku yang akan menjaga Baby Arsha."


"Iya habis ini gantian aku yang mandi. O'ya sayang senin kamu sudah mulai kerja kan?" Ayla memastikan karena sebetulnya sudah dari dua minggu setelah melahirkan dia menyuruh sang suami kembali bekerja. Namun, Rian langsung menolak dan berkata sebelum anaknya berumur satu bulan dia tidak akan ke perusahaan dan hanya bekerja dari rumah.


"Iya senin aku akan mulai kembali keperusahaan. Tapi hanya sampai jam tiga sore. Selebihnya aku ingin bersama kalian." terang pria itu yang memang belum bercerita perihal jam kerjanya pada sang istri.


"Ya tidak apa-apa, aku hanya ingin memiliki waktu bersama keluarga ku. Andai saja papa punya anak dua mungkin aku tidak akan kembali keperusahaan lagi akan aku suruh saudara ku yang mengurus nya." seru Rian seraya mencium Ayla dan juga putranya yang sudah mulai memejamkan matanya dengan perlahan. Pertanda jika Baby Arsya sudah mau tidur.


"Tapi apa Aldi sudah mendapatkan pengganti Emi?" Ayla bertanya karena beberapa waktu lalu suaminya bercerita kalau Emi sedang cuti selama tiga bulan.


"Katanya sudah cuma aku belum tau orang nya."


"Apa dia seorang perempuan?" ibu dua anak itu kembali bertanya.


"Iya perempuan, kata Aldi dia lulusan dari universitas Erlangga juga dan masih gadis. Cuma aku tidak tau orang nya yang mana." jawab Rian dengan jujur sebab dia sudah berjanji tidak akan menutupi apapun dari istrinya.


"Kenapa... hm! Apa kamu merasa tidak nyaman dengan keberadaan sekertaris itu? Jika iya bilang padaku biar Aldi mencari penganti wanita itu." kata Rian melihat raut muka Ayla tidak secerah tadi.


"Aku... hanya--hanya takut sekertaris baru itu mengoda mu," cicit Ayla sedikit tidak nyaman saat menyampaikan isi hatinya.


Mendengar ucapan istrinya Rian tersenyum lalu dia memeluk tubuh Ayla dari belakang karena sekarang mereka sedang berdiri di samping box bayi si kembar.


"Sayang kamu jangan khwatir akan hal itu ya! Aku akan menyuruh Aldi mengantikan sekertaris nya bila kamu tidak nyaman." seru Rian membalikkan tubuh sang istri agar menghadap padanya.


"Maafkan aku, aku hanya takut dia mengoda mu. Tapi tidak perlu di ganti juga asalkan kamu bisa menjaga diri."


"Tidak perlu minta maaf aku ini suamimu jadi kamu berhak untuk menyampaikan semuanya."


Cup...


"Apa kamu takut aku berpaling ke wanita lain?" Rian bertanya setelah mencium bibir Ayla sekilas. Jangan lupa lelaki itu juga tersenyum lebar dan kembali mendekap tubuh istrinya.


"Ih kenapa kamu malah tersenyum," ucap Ayla bersandar dengan nyaman dalam pelukan Rian.


"Tentu saja aku tersenyum. Akhirnya aku tahu kalau kamu juga mencintaiku. Terimakasih aku bahagia kalau kamu cemburu." ucap Rian malah mencium Ayla berulangkali.


"Mama nya Arsya, Salsa jangan khawatir ya. Papa tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Jadi apapun akan papa lakukan asalkan mama nyaman. Termasuk memecat siapa saja orang yang tidak mama sukai."


"Ri... maafkan aku!" kata Ayla merasa bersalah sudah kurang yakin dengan suaminya sendiri.


"Suiiit... tidak perlu minta maaf. Kamu sedang menjaga hak mu, jadi tidak salah bila kamu merasa tidak nyaman. Sekarang mandi ya biar aku menjaga anak-anak. Setelah kamu selesai mandi aku ingin menyelesaikan pekerjaanku yang belum selesai." kata Rian melepaskan pelukannya agar sang istri segera mandi selagi anaknya masih tidur.


*BERSAMBUNG*....