
πΏπΏπΏπΏπΏ
.
.
Pagi pun tiba, Ayla dan Rian sudah sama-sama bersiap untuk berangkat ke tujuan masing-masing.
Ayla akan berangkat ke kampus, sedangkan Rian langsung berangkat ke kantor.
"Aku pergi dulu ya, kamu hati-hati." pamit Rian sembari berjalan keluar rumah, menuju ke garasi mobilnya.
"Iya, kamu juga hati-hati! awas jangan sampai lupa untuk makan! nanti aku juga meminta izin, untuk pergi bersama Riri dan Amel. Mungkin aku akan pulang terlambat, tapi akan aku usahakan untuk tiba dirumah tepat waktu."
Mendengar ucapan Ayla, Rian menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap ke arah Ayla yang berada dibelakangnya.
"Kalian mau kemana! tumben sekali kalian pergi begitu lama?" tanya Rian heran, karena biasanya mereka jarang sekali pergi begitu lama, apa lagi sampai pulang terlambat.
"Kami ingin menonton, sekalian mencari gaun untuk kepesta ulang tahunnya Eka."
"Heem! baiklah, hati-hati, jaga dirimu baik-baik, aku juga akan pulang terlambat, jadi kamu tidak perlu memasak nanti malam. Karena aku akan makan malam diluar saja."
"Oke, kalau begitu kamu pergi duluan saja, nanti kamu terlambat. Aku akan mengunci pintu lebih dulu." suruh Ayla yang takut Rian terlambat datang, karna Rian mengatakan jika dia ada meeting jam sembilan.
Rian pun mengangguk dan langsung kembali melanjutkan langkahnya menuju ke mobil.
Setelah Ayla mencium tangan Rian seperti biasanya, Rian pun langsung masuk kedalam mobil, lalu langsung pergi ke perusahaan Erlangga group.
Melihat mobil Rian sudah hilang dari pandangan, Ayla bergegas mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu. Sehabis itu, barulah Ayla berangkat ke kampus.
Braaak...
Ayla langsung masuk ke mobil dan langsung mengendarai dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang mulai ramai.
Dua puluh menit, Ayla sudah tiba didepan kampus tempatnya menimba ilmu, sudah kurang lebih enam bulan.
Lalu Ayla langsung keluar dari dalam mobilnya, dan berjalan masuk menuju kelasnya sendiri, sebelum nya, Amel dan Riri sudah memberitahu Ayla, jika mereka sudah duluan, karena mereka ingin sarapan di kampus.
"Eh ada Ayla, kebetulan banget! gue emang sengaja mau nyariin lo" ucap salah satu siswi yang kebetulan adalah salah satu grub band di universitas Erlangga.
Ayla menyergit kan satu alisnya, karena merasa bingung, kenapa mereka sengaja mencari dirinya. Seingat Ayla, dia tidak pernah punya masalah dengan siapapun, terkecuali Bela.
"Ada apa ya,? apa ada yang bisa aku bantu.!" tanya Ayla dengan ramah.
"Gini, tiga bulan lagi, kampus kita mau Ngadain acara untuk perpisahan kelulusan para siswa-siswi."
"Nanti, tidak hanya keterampilan saja yang akan di tampilkan, tapi juga semua yang memiliki bakat menyanyi juga di pinta untuk tampil. Anggap saja buat kenang-kenangan bagi adik-adik kelas kita."
"Dan gue dengar dari anak-anak, katanya lo pintar nyanyi, jadi gue pengen lo ikut partisipasi dalam kegiatan kita ini. Lo mau kan? pliiiis...! gue pengen banget lo bisa ikut, karna jika lo ikut, sudah bisa dipastikan jika acaranya akan lebih meriah." pinta nya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Setelah berpikir sesaat, Ayla pun menyetujuinya.
"Baiklah, aku mau." seru Ayla tersenyum manis, yang bisa membuat siapapun bertambah jatuh cinta, kecuali Rian suaminya.
"Terimakasih..! kenalin, nama gue Mita."
"Sama-sama, nama aku Putri Mikhayla Ridwan." sambut Ayla yang ikut memperkenalkan dirinya juga, karena mereka hanya tau namanya Ayla saja.
"Nama yang cantik! tapi kita boleh bertukar nomor telpon kan? soalnya biar gue gampang ngubungin lo." tanya Mita hati-hati, karena takut Ayla akan marah, sebab dia sudah lancang meminta nomor telpon Ayla.
Dan setelah itu, Ayla pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dalam gedung tempat dia belajar.
Melihat Ayla sudah datang, kedua sahabatnya Riri dan Amel langsung pindah ke meja mereka lagi, karena tadi mereka sedang berkumpul di meja salah satu teman mereka, yang sedang memperlihatkan hasil desain nya.
"Kenapa lama? bukannya tadi kamu bilang sudah tiba di parkiran." tanya Amel merasa bingung.
Lalu Ayla pun menceritakan kepada kedua sahabatnya, jika dia di ajak memeriahkan di acara perpisahan mereka nanti.
"Wuih kamu emang keruuuuen banget Ay, aku semakin mengagumi kamu tau gak!" seru Riri yang ikut bahagia dan bangga, bisa berteman dengan Ayla.
"Sudahlah, biasa aja kali! lagian waktu aku dikota A, aku juga sering ikutan memeriahin acara di kampus."
"Apa pun itu, kamu memang gadis yang sangat hebat Ay, aku yakin banget, jika suamimu nanti, akan bucin akut sama kamu." puji Riri yang sangat mengidolakan sosok Ayla, dari segi apapun.
Mendengar kata suami, membuat Ayla melamun, karena memikirkan Rian yang tidak menyukai dirinya. Bertolak belakang dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Riri barusan.
"Yah, malah bengong! takut banget denger kata suami." ejek Riri sambil tersenyum.
"Apa sih Ri, ayo duduk tu dosen bentar lagi datang." ajak Ayla menarik tangan Riri agar duduk di sampingnya.
Dan benar saja, hanya beberapa menit setelahnya, dosen yang mengajar pun, sudah memasuki kelas mereka. Dan tidak ada lagi yang berbicara, mereka semua mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.
π
π
Di perusahaan, Rian baru saja keluar dari ruangan meeting. Dan Rian sekarang sedang berdiskusi dengan Aldi.
"Aldi, apa kamu sudah menyelidiki perusahaan Barclay? dengan siapa mereka bekerja sama, apa dugaan kita tidak salah?" tanya Rian, yang lagi duduk berhadapan dengan Aldi di dalam ruangannya.
"Sudah tuan muda, sejauh ini, orang-orang kita masih belum mendapatkan bukti itu." terang Aldi.
"Baiklah, tolong kamu kerahkan lagi mereka, agar kita tidak salah menangkap orang." ucap Rian memberi perintah.
"Iya tuan muda, saya akan menyelidiki kembali orang-orang yang terlibat. dan jika anda sudah selesai, saya mau pamit undur diri."
"Pergilah." titah Rian mempersilahkan Aldi pergi. Lalu Rian pun langsung kembali duduk di kursi kebesaran Erlangga grub. Untuk menyelesaikan pekerjaannya yang selalu menumpuk.
Beberapa jam kemudian, handphone milik Rian berbunyi, karna ada sebuah panggilan yang masuk.
π Bela : " Hallo...! sayang, hari ini aku tidak masuk kuliah, karna aku sedang membantu mempersiapkan untuk pesta ulang tahunnya Eka. Kenapa dari tadi malam kamu tidak ada menghubungi aku?" tanya Bela yang sedang kesal diseberang sana.
π Rian : " Iya sayang, maaf kan aku! aku benar-benar sedang sibuk. Ada apa?" tanya Rian lembut, karna Rian tau jika kekasih nya, suka di bujuk.
π Bela : "Tidak ada, apa kamu bisa menemani aku berbelanja siang ini? ayolah aku mohon! tinggalkan saja pekerjaan mu kepada Aldi. Lagian kan dia sudah digaji, jadi biarkan dia yang kerjakan."
π Rian : " tapi......"
Ucapan Rian yang sudah dipotong oleh Bela.
π Bela : " tidak ada tapi-tapian, aku tunggu dirumah Eka." Bela pun langsung mematikan telponya.
"Agh..! apa yang harus kulakukan? jika pergi pekerjaan ku masih banyak, tidak pergi, aku tidak mau mengecewakan Bela." Rian yang dibuat pusing sendiri.
Dan akhirnya Rian pun memilih untuk pergi juga, karena sekarang, hubungan dia dan Bela juga sudah diketahui oleh Papanya. Bahka tentang niat Rian yang akan menikahi Bela setelah dia dan Ayla berpisah.
BERSAMBUNG......