
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Dalam keadaan mulai kehilangan kendali. Ayla merasa bahwa ada seseorang yang mencumbunya dari belakang. jika itu Rian mungkin bisa menahan gejolak yang ditimbulkan oleh obat perangsang tersebut. Tapi berbeda untuk Ayla wanita itu sudah meliuk-liuk di atas tempat tidur bagaikan cacing yang terkena air, Namun, satu hal yang masih di ingat oleh wanita itu dia hanya ingin berhubungan dengan suaminya bukan pria lain.
Jika masih di beri pilihan maka dia akan memilih kehilangan nyawanya daripada harus mengkhianati sang suami.
Cup...
Satu kecupan kembali di berikan pada leher jenjang Ayla. Lalu yang tadinya hanya sebuah kecupan berlanjut menjadi isapan hisapan kecil lalu meninggalkan bekas merah pada leher wanita itu.
Sehingga membuat Ayla mendesah nikmat. "Aaaakkkh! Sayang!" ucap Ayla saat ia membuka mata dan melihat siapa laki-laki yang mencumbunya dari tadi.
"Hem! Kenapa?" Rian menjawab dengan suara beratnya.
"Ini benar-benar kamu kan? Ini Rian suamiku kan?" Ayla bertanya dengan suara tercekat antara yakin itu suaminya dan juga takut bila laki-laki yang di depannya bukanlah Rian. Dalam keadaan seperti sekarang dia sulit untuk membedakan suaminya sendiri atau pria lain.
"Ak--aku!"
"Suuiiit! Iya ini aku suamimu! Papa Arsy dan Salsa," seru nya menutup bibir Ayla dengan jari tangan, lalu Rian langsung menarik Ayla kedalam pelukannya karena tau jika sang istri pasti merasa takut kalau lelaki itu bukanlah dia, suaminya sendiri. Dari sorot mata istrinya, Rian sudah tau apa yang ada dalam pikiran istrinya itu.
"Aku--aku takut!" lirih Ayla merasa aman setelah tau kalau lelaki di hadapannya benar-benar suaminya.
"Tidak apa-apa! Mana mungkin aku membiarkan mu dalam bahaya. Maaf ya sudah membuatmu takut." kata Rian melongarkan pelukannya lalu dia menghapus air mata sang istri sebelum mencium kedua matanya yang berlanjut ke pipi lalu turun lagi ke bibir.
Tiba di bibir tentu saja Rian tidak melepaskan begitu saja. Pria itu terus memberi *******-******* kecil sampai terdengar suara merdu Ayla yang tercekat di dalam.
"Hhhp!"
Rian melepaskan pangutan mereka lalu melihat wajah sang istri yang semakin memerah karena sudah menahan dari tadi gejolak di dalam tubuhnya. Apalagi Rian memberikan pemanasan kecil, tentu saja api birahinya semakin berkobar.
"Kenapa? Apa mau langsung saja tanpa pemanasan dulu," Rian tersenyum melihat Ayla seperti orang berjalan di gurun pasir yang tidak menemukan air. Atau bagaikan orang Kehausan.
Dulu dirinyalah yang merasakan hal tersebut. Sehingga menghasilkan dua bayi kembar. Sekarang malah istrinya merasakan hal yang serupa. "Aku mau sekarang!" ujar wanita itu lebih dulu menyambar bibir suaminya.
Tadi meskipun menikmati cumbuan pada pundak juga lehernya Ayla masih merasa takut kalau itu Dapid bukanlah Rian.
Akhirnya malam ini yang tadinya jebakan malah berubah menjadi kesempatan bagi kedua pasangan muda ini. Lain yang pengantin baru, maka lain pula yang malam pertama lebih dulu.
Malam ini memang malam pertama mereka melakukan hubungan suami-istri setelah Ayla melahirkan. Biasanya Rian hanya minta di puaskan dengan cara lain karena pria itu tidak berani takut menyakiti istrinya. Bila mereka langsung melakukan hubungan badan. Walaupun Dokter Elida sudah menjelaskan tidak apa-apa asalkan melakukannya dengan hati-hati.
"Aaaakkkh!" suara-suara merdu keduanya kembali beradu memenuhi kamar hotel yang kedap suara itu. Mereka terus berpacu mencari kenikmatan bersama. Malam ini Rian harus membalas budi pada sang istri dengan cara sama seperti yang Ayla lakukan dulu saat malam pertama Rian mengambil kesucian istrinya.
Dimana Ayla harus melayani suaminya yang telah di berikan obat perangsang oleh Sanjaya Ayah dari Bela. Bedanya dulu Ayla terpaksa karena ingin menolong suaminya. Kalau Rian malam ini memang sangat menantikan hal itu.
"Aaakkh... sayang sebentar lagi ya," seru Rian yang masih terus memaju mundurkan pinggulnya untuk mencapai puncak kenikmatan bila sudah menyemburkan semua bisa kobranya.
Ayla hanya bisa mengangguk sambil menikmati sensasi aneh yang membuatnya melayang kenirwana. Sambil sesekali mendesah nikmat apalagi jika sang suami kembali memberikan cumbuan pada bibir maupun lehernya.
Sedangkan di kamar hotel lantai empat puluh dua. Elin sedang di terkam oleh kedua pengawal yang memberi Ayla obat bius saat di dalam lift tadi. Mereka yang berniat ingin menjebak Rian dan Ayla. Tapi mereka semua pula kena imbasnya. Namun, kedua orang ini hanya mendapatkan bekas dari Dapid.
Tadi begitu masuk ke dalam kamar mandi ternyata lelaki itu langsung disekap oleh empat orang pengawal Tuan Heri. Sebelum Dapid masuk ke kamar itu, para orang-orang suruhan Tuan Heri sudah lebih dulu masuk ke sana. Begitupun dengan Rian, dia sudah ada dalam ruangan itu untuk melindungi istrinya.
Tiba di luar mereka pun langsung menyeret Dapid ke kamar tempat Elin di sekap oleh pengawal lainnya. Bukan di kamar milik Rian yang berada di lantai paling atas lagi. Tapi ini di bawa ke kamar yang ada di lantai Empat puluh dua.
Senjata makan tuan itulah yang dialami Elin saat ini. Tidak tanggung-tanggung memang Tuan Heri membiarkan para anak buahnya membalas hal serupa pada wanita itu. Dia berniat biar Ayla di tiduri oleh Dapid sedangkan dia sendiri akan menjebak Rian agar menidurinya.
Ide gila memang. Mereka ingin membuat hubungan Rian dan Ayla hancur tapi mereka mendapatkan keuntungan apabila nama perusahaan Erlangga group dan perusahaan Ridwan hancur.
Malam ini Elin kehilangan mahkota dan juga pekerjaan nya. Padahal orang berlomba-lomba agar bisa diterima bekerja di perusahaan maju seperti Erlangga group. Namun, karena keserakahan nya yang ingin memiliki Rian meskipun hanya di atas ranjang.
Mengakibatkan hidupnya hancur. Dua orang pengawal dan satu lagi Dapid. Ketiga pria itu sudah bergiliran menikmati tubuhnya. Mereka tidak ada yang salah karena semuanya ikut menghirup aroma memabukkan bagi siapa saja yang menghirup baunya.
Setelah di hajar habis-habisan Dapid ikut di masukan kedalam satu kamar hotel yang didalamnya sudah di penuhi aroma lilin yang mengandung obat perangsang nya.
Lilin itu Dapid sendiri yang membelinya dari luar negeri untuk menjalankan misi gila mereka. Kalau di negara mereka belum ada barang seperti itu.
Mereka berempat terjebak di dalam kamar hotel itu tidak bisa keluar. Sebab Tuan Heri hanya mengikuti permainan yang sudah mereka buat. Tuan Heri tidak menyiapkan wartawan, tapi wartawan itu sendiri yang datang memenuhi permintaan Dapid dan Elin.
Jadi perusahaan yang hancur besok pagi bukanlah Erlangga maupun Ridwan melainkan perusahaan Dapid sendiri.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Masih di hotel Erlangga. Tepatnya didalam kamar pengantin Nando dan Sari. Kedua pasangan pengantin ini sedang malu-malu kucing.
"Sayang mandilah duluan ini sudah larut malam." ucap Nando yang bingung ingin memulai percakapan dari mana. Ternyata apa yang mereka bicarakan selama bertunangan tidak sama dengan kenyataan malam ini.
Semasa bertunangan mereka berdua selalu membicarakan masalah anak. Ingin mencicil membuat anak, ingin bayar DP dulu dan berbagai omongan nyeleneh lainya.
Tapi setelah berada di kamar pengantin seperti saat ini ,keduanya hanya bisa menunduk malu untuk berangkat ke kamar mandi saja mereka berdua saling salah tingkah.
"Agh i--iya aku memang mau mandi sekarang!" jawab Sari terbata menahan deguban jantungnya yang kian cepat seperti ingin melompat keluar.
Nando pun mengagukan kepalanya tapi tetap saja dia tidak beranjak dari pinggir ranjang. Hanya duduk di sana hampir setengah jam lamanya.
"Aaaiis kenapa gue jadi gugup seperti ini? Sari kan Istri gue, bukan orang lain lagi. Kalau begini terus menerus bagaimana gue melakukan malam pertama dengan nya. Belum mendapatkan ajian apa-apa, nih tongkat sakti ku, sudah bergetar tidak karuan.
Pria itu bergumam di dalam hatinya sambil bergidik ngeri. Bukan hanya Sari yang gugup. Diapun sama meras gugupnya, apalagi setelah masuk kamar pengantin mereka yang sudah di hiasai sedemikian rupa.
Tidak berbeda jauh dari kamar tempat Rian dan Ayla memadu kasih saat ini. Namun, bedanya sekarang kamar tempat Rian dan Ayla sudah berantakan setelah terkena getaran gempa lokal.
"Kalau begitu... aku, aku, aaku mandi sekarang!" ucap gadis itu langsung saja masuk kedalam kamar mandi dengan tangan kosong. Tidak membawa handuk ataupun pakaian gantinya.
Tiba di dalam kamar mandi. Sari berusaha membuka gaun pengantin itu sendiri. Dia tidak mau seperti cerita di novel-novel di mana saat malam pertama pasti pengantin wanitanya tidak bisa membuka resleting nya. Lalu harus meminta bantuan dari sang suami.
.
.
.
.
...Sudah dulu ya malam pertama bbg Nando dan Sari kita pending sampai besok lagi.😂 O'ya mulai besok pagi kita akan menceritakan kisah mereka berdua karena Mak author nggak tega mau ngerusuhin bbg Rian. Bapak nya Tuan Heri galak betul. Biarkan mereka bahagia bersama Baby Arsya dan Salsa.😄...
...Kisah bbg Nando cukup menguras emosi, jadi diharapkan komen yang tidak membuat Mak author down.😭😭🤧 Dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya. Dan bagi yang menyukai cerita TACDS tolong bantu kasih bintang limanya. Terimakasih.🙏🙏🙏...