
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Waw! Kalian benar-benar pasangan yang serasi!" puji Sari begitu melihat Ayla dan Rian sudah datang ke ruang tengah yang sudah di sulap menjadi tempat pesta mewah bak hotel bintang lima.
"Tentu saja kami pasangan yang serasi. Istriku hanya pantas bersanding dengan ku bukan dengan pria lain." cibir Rian menarik tangan Ayla saat Vino igin bersalaman dengan istrinya.
"Sayang!" ucap Ayla tak habis pikir melihat sikap Rian seperti anak kecil.
"Iya aku di sini sayang. Kamu tidak perlu khawatir aku akan selalu berada di sisimu." ujar Rian seolah-olah barusan tidak terjadi sesuatu.
"Eh bukan itu maksudku. Vino ingin mengucapkan selamat padaku kenapa kamu malah melarangnya." Ayla mengira jika sang suami tidak sengaja menarik tangannya saat Vino igin mengucapkan selamat.
"Tidak perlu bersalaman. Ingat kamu adalah ibu dari dua anak ku jadi harus menjaga kebersihan tidak boleh sembarangan bersalaman dengan orang asing." Rian menyentuh pipi Ayla di hadapan semua sahabat mereka termasuk Riri dan Amel yang juga di undang.
"Nggak usah didengerin Vin orang kalo sudah bucin akut memang seperti Rian." seloroh Andre yang dari tadi sibuk berbicara bersama tamu undangan yang lain. Tamu yang datang pada acara ini selain dua belah pihak keluarga, para sahabat dekat juga di hadiri oleh beberapa rekan bisnis dari Tuan Heri dan Ayah Ridwa. Namun, itu hanya orang tertentu saja yang ikut menyambut sang pewaris.
Vino yang tahu Rian cemburu padanya memilih mengalah karena dia tidak mau merusak hari kebahagiaan sahabatnya. Melihat Ayla sangat bahagia bersama keluarga kecilnya hal itu sudah cukup untuk Vino maupun Nando. Kedua pria itu memang menyayangi Ayla dengan tulus jadi kebahagiaan gadis itu adalah kebahagiaan mereka juga.
Meskipun Vino belum memiliki pasangan seperti Nando tapi pria itu sudah mengikhlaskan wanita yang dia cintai hidup bahagia dengan pria lain. Sebab cinta yang sesungguhnya adalah kita ikhlas melepaskan orang yang kita cintai asalkan dia bisa hidup bahagia walaupun bukan bersama kita.
"Ayla, kak Rian selamat ya atas kelahiran Baby Arsya dan Salsa. Semoga keluarga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan sampai kalian tua nanti." ucap Amel dan Riri secara bersamaan.
"Terimakasih do'anya Amel, Riri dan terimakasih juga kalian sudah mau datang aku sangat merindukan kalian." seru Ayla langsung memeluk kedua sahabatnya bergantian. Sedangkan Rian hanya mengangguk sembari menerima uluran tangan dari Amel dan Riri.
Mereka tidak bertemu hanya satu minggu ini biasanya apabila ada dari sahabat Ayla merindukannya maka sahabatnya itu akan mendatangi kediaman mareka. Walaupun antara Amel, Riri dan Ayla hanya bersahabat beberapa bulan tapi mereka bertiga tidak pernah putus hubungan meskipun hanya lewat komunikasi pia HP.
"Sayang pergilah berkumpul dengan sahabatmu aku ingin bersama sahabat ku." kata Ayla pada sang suami yang selalu menempel seperti perangko.
"Tapi... bagaimana jika dirimu membutuhkan sesuatu atau kamu kenapa-napa?" jawab Rian menolak disuruh beranjak dari sana.
"Ini rumah kalian mana mungkin Ayla kenapa-napa. Ayo ikut aku biarkan mereka berkumpul sesama perempuan." Nando yang mendengar percakapan mereka langsung saja menarik paksa Rian.
"Sayang aku akan membawa Rian pergi dari sini. Jadi kamu temani Ayla ya," kata Nando pada Sari calon istrinya.
"Gue mau menemani istri gue, Nan. Lo apa-apaan sih main tarik-tarik aja." ucap Rian ingin berbalik kearah istrinya lagi.
"Lo yang apa-apaan Rian. Biarkan Ayla berkumpul bersama teman-teman nya. Selagi si kembar belum di bawa ke sini." sergah Nando tetap memaksa Rian pergi dari sana.
"Cih! Lo nggak tau gue cuma khawatir sama istri gue." Rian berdecak kesal saat di paksa menjauh dari istrinya sendiri. Melihat penampilan Ayla membuat pria dua anak itu menyesal sudah membuat acara seperti saat ini. Mana dia harus dipaksa menjauh dari sang istri.
"Eh Ri selamat ya! Selamat buat pernikahan juga atas kelahiran Baby Arsya dan Salsa. Gue nggak nyangka kalo Ayla adalah istri Lo. Pantes aja waktu Ayla pindah ke kampus kita Lo selalu memperhatikan dia secara diam-diam." ucap salah satu teman Rian saat kuliah dulu yang sekarang menjadi rekan bisnisnya.
"Hm terimakasih do'anya dan sudah mau datang." jawab Rian menerima uluran tangan dari orang tersebut.
Perusahaan Vino sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Erlangga group. Dulu sebelum mengetahui kalau Rian lelaki berengsek yang sudah menyakiti sahabat sekaligus wanita yang di cintai. Hubungan keduanya sangat baik tidak ada masalah apapun. Namum, semuanya berubah setelah Rian juga mengetahui kalau Vino mencintai istrinya.
Tidak sampai setengah jam kemudian si kembar sudah di bawa keluar oleh kedua nenek dan kakek nya. Dua pasangan baya itu mengendong satu-satu cucu nya. Melihat putra-putrinya sudah di bawa ke tempat acaranya di adakan Rian pun pamit untuk mendekati Ayla. Tentu saja saat yang Rian nanti dari tadi.
"Sayang!" pangil Rian sembari memeluk tubuh Ayla dari samping.
"Apa kita akan mendekati mereka sekarang?" tanya Ayla melihat kearah orang tua dan anak mereka.
"Tentu saja kita kan orang tuanya." sahut Rian dengan bangga. Lalu mereka pun berjalan mendekati Baby twins karena MC pembawa acara sudah memulai acaranya. Kedua anak itu malah tidak merasa terganggu selama acaranya berlangsung yang ada mereka tidur dengan nyenyak. Satu persatu tamu yang hadir memberikan selamat maupun do'a untuk pasangan Rian, Ayla atas pernikahan dan juga kelahiran kedua anak kembar mereka.
Saat mereka menikah memang tidak ada orang luar yang tahu kecuali kedua belah pihak keluarga mereka sendiri. Makanya meskipun hanya di adakan di rumah tapi acaranya sangat mewah.
"Selamat ya Tuan Heri, Tuan Ridwan. Saya tidak menyangka kalau kalian berdua ternyata bukan hanya bersahabat tapi juga sudah menjadi besan. Pasti cucu laki-laki kalian akan menjadi pengusaha hebat seperti kalian berdua dan Rian papanya." ucap salah satu dari sekian banyak tamu undangan.
"Terimakasih Tua. Fatan. Anda terlalu memuji, bukanya Anda dan Reyhano juga sangat hebat." balas Tuan Heri ikut menyalami rekan bisnis mereka.
"Sama-sama Tuan. Saya berharap jika suatu saat nanti kita juga akan menjadi besan meskipun dari para cucu kita." seru Tuan Fatan yang memang pernah meminta anak Tuan Heri untuk di jadikan menantu. Namun, sayang nya Tuan Heri tidak memiliki anak perempuan.
Tuan Fatan taunya kalau Ayah Ridwan hanya memiliki satu orang anak laki-laki yang bernama Paro. Dia tidak tau kalau Ayah Ridwan juga memiliki satu orang putri karena Ayla memang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya.
Tidak terasa acara penyambutan pewaris dari keluarga Erlangga dan Ridwan pun berakhir dengan penuh kebahagiaan dari keluarga maupun para sahabatnya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗 Terimakasih sudah selalu setia mengikuti cerita TACDS ... Untuk cerita selanjutnya pasti ada beberapa bab yang akan Mak author skiip ya! Jadi Mak harap kalian tidak bingung sama jalan ceritanya.
Jangan lupa juga untuk 👇
Like.
Vote.
Favorit.
Komen.
Dan Hadiah kopi maupun bunga nya.
Terimakasih 🙏🙏😘 😘