
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Dua hari sudah, Ayla masih di rawat di rumah sakit Central Medika.
Dan selama dua hari itu juga. Nando, Andre dan Sari menemani Ayla secara bergantian.
Sedangkan Rian, tidak ada datang mencari Ayla ataupun melihat Ayla dirumah mereka. Karna seharusnya Rian tau, jika Ayla sudah tiga hari belakangan ini tidak datang kekampus.
Sekarang keadaan Ayla jauh lebih baik. Hanya saja Dokter mengatakan agar Ayla dirawat satu hari lagi. Pasalnya melihat keadaan Ayla yang kemarin sangat membahayakan bagi nyawa Ayla dan kedua calon anaknya.
Apalagi ini ada dua nyawa yang sedang dikandungnya. Selama dirumah sakit. Ayla selalu memberikan kabar kepada Bunda Mirna dan kepada mertuanya.
Agar mereka mengira, jika dia sedang baik-baik saja. Dan semenjak mengetahui Ayla hamil. Perhatian yang Nando berikan sudah seperti perhatian seorang ayah kepada istri dan anaknya saja.
Kerap kali Nando pergi keluar dan kembali membawa bermacam-macam buah dan makanan lainnya. Karna setahu Nando, ibu hamil itu banyak menginginkan berbagai macam makanan.
Jadilah semua nya dia beli. Sebab Nando tidak mau, jika Ayla menahan keinginannya sendiri. Hanya karna Ayla sungakan meminta kepada mereka bertiga.
"Kak Nando, tolong jaga Ayla dulu ya..! aku sama Andre ingin pergi keluar sebentar." ucap Sari yang sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Andre.
"Tanpa kamu minta pun, tentu kakak akan menjaganya. Kalian hati-hati dijalanya." jawab Nando.
Tidak lama setelah kepergian Sari. Ayla keluar dari dalam kamar mandi dan melihat jika Sari dan Andre sudah pergi. Namun Ayla tidak kaget, karna dia sudah diberitahu oleh Sari dari tadi malam.
"Apa mereka sudah pergi?" tanya Ayla kepada Nando.
"Heem sudah. Apa kamu ingin jalan-jalan ke taman? jika iya, biar kakak ambilkan kursi roda dulu. Agar kamu tidak kecapean berjalan." tawar Nando yang berjalan mendekati ranjang tempat Ayla duduk sekarang.
"Tidak usah kak, aku ingin disini saja. Lagian aku juga sudah sembuh sekarang. Besok juga kan sudah diperbolehkan pulang." seru Ayla yang merasa bahagia menggigat rumah tempat tinggal nya sekarang.
Ketika mereka sedang mengobrol. Terdengar ada yang membuka pintunya dari luar. Sehingga mereka menoleh bersama untuk melihatnya.
Deg...
Ayla sangat kaget, karna yang datang bukanlah perawat ataupun dokter jaga. Tapi yang datang adalah mertua laki-laki nya. Yaitu tuan Heri Erlangga. Ayah dari Rian Erlangga suaminya.
"Papa. !" sapa Ayla sedikit takut. Karna dia sudah berusaha membohongi keluarga mereka.
Sedangkan Nando tidak merasa kaget, karna sebelum datang, tuan Heri memang sudah memberitahu nya. Karna tuan Heri selalu memantau keadaan Ayla bila di luar rumah.
Jadi begitu tidak melihat Ayla keluar selama dua hari belakangan ini. Tentunya, para anak buah Aldi tidak akan diam saja, dan mereka akan segera bertindak. Tanpa disuruh pun.
"Iya.., maaf papa baru datang menjenguk mu. Bagaimana keadaan mu dan calon kedua cucu papa nak?" ucap papa Heri yang sudah menarik kursi dan duduk disamping Nando.
"Ayla dan mereka, baik-baik saja pa, maaf kan Ayla sudah membohongi kalian, tapi Ayla memiliki alasan sendiri!" ungkap Ayla merasa bersalah.
"Kamu tidak perlu meminta maaf sayang! yang seharusnya meminta maaf adalah papa. karna anak papa, kamu menderita seperti ini. Dan maaf kan juga, atas kelalaian papa yang hanya memperhatikan keadaanmu diluar saja. Tanpa memikirkan keadaan kamu yang hanya tinggal sendiri di dalam rumah kalian." seru tuan Heri yang benar-benar merasa gagal melindungi menantu dan calon cucunya.
Sehingga membuat Ayla yang tadinya menunduk langsung melihat kearah mertuanya itu.
Melihat raut terkejut Ayla, membuat tuan Heri sedikit menyugik senyuman yang tidak pernah beliau perlihatkan kepada orang lain kecuali kepada keluarganya.
"Iya pa, begitu pun Ayla juga minta maaf sudah membohongi kalian. Tapi apa ayah sama bunda, juga mengetahui jika Ayla sekarang sedang dirawat?" tanya Ayla mulai gusar.
"Tidak, hanya papa sendiri yang tahu. Papa tidak akan memberi tahu siapapun. Termasuk Rian sendiri, karna Rian harus mendapatkan hukumannya yang sudah menyia-nyiakan kalian. Papa datang kesini, hanya untuk melihat keadaan kalian." terang tuan Heri yang mengetahui ketakutan menantunya.
Mendengar ucapan mertuanya membuat Ayla benar-benar merasa lega. Karna dia tidak sendiri, ada mertuanya yang berpihak padanya juga.
"Terimakasih pa. Ayla berjanji jika sudah waktunya, Ayla akan memberitahu semuanya, tapi tidak dengan Rian." terang Ayla.
"Apa pun keputusan mu, papa tidak melarang nya. Tapi mulai saat ini, harus ada yang menemani kamu dirumah. Papa tidak mau terjadi sesuatu lagi pada kalian. Entah apa jadinya kemarin, jika Nando tidak datang menolong kalian." ucap tuan Heri menghela nafas panjang.
Lalu beliau menoleh kearah Nando yang berada didekat mereka. Dan berkata.
"Nando sekali lagi, om ucapkan terimakasih kepadamu yang sudah menolong nyawa anak dan cucu om. Sekarang om titip mereka kepadamu Nak. Kamu pasti bisa menja Ayla dari pada putra om. Dan Ayla, nanti papa akan membawakan pelayanan kerumah, agar ada yang menjaga mu. Jadi kali ini jangan menolaknya." kata tuan Heri kepada Nando dan Ayla.
Setelah berbincang-bincang yang lainnya. Tuan Heri pun langsung berpamitan. Dan tinggalah Nando dan Ayla saja.
"Ternyata semuanya tidak seperti yang aku takutkan kak. Aku juga merasa lega sekarang, karna papa Heri berada di pihak ku."
"Tentu saja, om Heri adalah orang yang sangat bijak. Karna beliua memang tidak pernah berpihak apabila itu salah. O'ya Ay, nanti jika kamu sudah kembali lagi masuk kuliah. Kamu jangan membawa mobil sendiri. Biar kakak yang akan menjemput dan mengantar kamu pulang." putus Nando yang memang sudah memikirkannya dari tadi malam.
"Tapi apa tidak merepotkan. Dari rumah kakak kerumah ku sangat jauh. Lagian aku bisa meminta salah satu sopir dirumah ayah, untuk mengantar jemput ku. Pak Ilham juga ada." ucap Ayla menolak tawaran Nando.
"Tidak merepotkan sama sekali, kakak ini bukan seorang CEO perusahaan. Jadi kakak punya banyak waktu untuk mu." Nando yang sedikit bercanda menjawabnya.
"Oke..! jika aku sudah sembuh maka kakak akan menjadi sopir pribadi ku ya! tapi aku tidak akan memberi kakak gaji. Karna kakak kaya, yang memiliki banyak restoran mewah." jawab Ayla tersenyum, karna dia mengigat kembali Nando yang meminta kompensasi cintanya yang ditolak oleh Ayla waktu itu.
Sehingga senyuman itu, menular juga ke Nando, yang sedang memperhatikan Ayla dengan hati yang berkata dan berjanji pada dirinya sendiri.
"Ayla, mulai saat ini kakak yang akan membahagiakan kalian. Kakak akan membuat Rian menyesal telah menyakitimu. Akan kakak buat dia merasakan apa yang kamu rasakan selama ini. Agar dia bisa menghargai sebuah hubungan."
Ucap Nando di dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
...Nah lo, AA Nando mau balas dendam nih sama AA Rian..! siapa nih yang dari kemarin nyuruh AA Nando merebut Ayla. Mak author gak mau ikut-ikutan ya....
^^^Tapi kalo dudanya AA Rian, boleh deh mak author ikut ngantri 😂^^^
...Mau lanjut jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗...
...Bab selanjutnya nanti, kita akan mulai kasih AA Rian pemanasan ya, jadi part AA Nando dan Ayla akan lebih banyak untuk beberapa bab....
Terimakasih 🙏😘😘😘😘