Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Dirumah mertua.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Dua minggu sudah berlalu.


Hubungan Rian dan Ayla tidak ada perubahan sama sekali. Sudah selama dua minggu ini, Rian tinggal di apartemennya, sedangkan Ayla tinggal dirumah sendiri.


Selama dua minggu ini mereka hanya bertemu ketika di kampus saja. Karna biasanya jika Rian ada pulang ke rumah. Itu disaat Ayla sedang tidak ada dirumah.


Jadi mereka berdua belum pernah bertemu dan bertatap muka ketika sedang berdua saja. Semenjak pertengkaran yang terjadi di saat Rian menampar Ayla waktu itu.


Kecuali ketika berada di kampus, meskipun ada bertemu, itupun akan selalu ada Bela di sisi Rian. Yang selalu dengan sengaja memperlihatkan kemesraan mereka.


Hari ini, Ayla sedang berada dirumah mertuanya, karna sekarang adalah wiekend. Jadi Ayla datang melihat kedua mertuanya itu. Namun rencananya, Ayla tidak menginap seperti biasanya.


Karna sekarang posisinya tidak sama seperti dulu lagi, dimana dia akan datang bersama dengan Rian.


Dan tanpa Ayla duga, hari ini ternyata Rian juga kembali ke rumah kedua orang tuanya.


Di dalam kamar milik Rian, Ayla sedang duduk termenung di depan jendela. Karna sekarang masih jam setengah dua siang. Jadi Ayla belum kembali kerumah yang sekarang di tempati oleh dirinya sendiri.


Karna sehabis makan siang tadi, mama Sonya langsung beristirahat di kamar nya. Jadilah Ayla kembali lagi kekamar untuk istirahat juga.


Namun setibanya di dalam kamar, Ayla tidak bisa memejamkan matanya. Karna semenjak hamil Ayla memang tidak pernah bisa tidur apalagi bila malam hari.


Entah itu bawaan hamilnya, atau karna dia yang terlalu setres. Sebab hampir setiap hari harus menyaksikan kemesraan Bela dan Rian.


Didalam lamunannya. Ayla Mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. Sehingga dia menoleh untuk melihat siapakah yang datang tapi tidak mengetuk pintu lebih dulu.


Ceklek...


Pintu yang dibuka Rian dengan pelan.


Deg....deg . .deg ...


Jantung Ayla berpompa lebih cepat dari sebelumnya. Karna sudah sekian minggu, inilah lagi dia menatap manik mata hitam pekat milik Rian, dari jarak dekat seperti sekarang ini.


Namun perasaan yang Ayla rasakan bukan bahagia, melainkan rasa sakit yang kembali mengingatkan nya, atas sikap Rian.


Bukannya menyelesaikan masalah diantara mereka berdua. Tapi Rian malah pergi menghindar, bahkan nomor miliki Ayla saja sudah diblok oleh Rian. Atas permintaan Bela.


Sehingga tanpa sadar air mata Ayla langsung keluar begitu saja. Dan dengan cepat Ayla menghapus air matanya mengunakan punggung tangan. Lalu kembali lagi duduk membelakangi Rian.


Tidak hanya Ayla saja yang merasa terkejut, namun Rian juga merasakan hal yang sama.


Karna tidak mungkin untuk kembali keluar lagi, akhirnya Rian langsung menutup pintu dan berjalan masuk, lalu Rian ingin mendekati Ayla, yang sedang duduk membelakangi nya, dan sedang menghadap keluar jendela.


Untuk menutupi dia yang sedang menangis. Meskipun sekuat-kuatnya Ayla bertahan, dia tetaplah wanita yang lemah, yang juga tidak bisa melupakan perasaannya secepat membalikkan telapak tangan.


Karna jauh di hatinya yang paling dalam. Masih sangat berharap ada sebuah keajaiban. Rian yang akan kembali kerumah meminta maaf dan mengajak memperbaiki rumah tangga mereka. Meskipun harapannya sangat kecil.


Meskipun dia sudah bertekad untuk menguburkan perasaannya dalam-dalam. Tapi tetap saja tidak semudah itu. Apalagi setiap hari dia masih bertemu dengan orang-orang yang sudah melukai hatinya.


Dari belakang Ayla. Dapat Rian lihat, tubuh Ayla bergetar karna menahan tangisnya. Tubuh yang terlihat semakin kurus, sebelum dia pergi dari rumah dan pindah ke apartemennya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, membuat Ayla menyugikan sendikit senyumnya. Apa ini, setelah semua pertikaian yang terjadi. Hari ini baru Rian bertanya bagaimana kabarnya.


Padahal begitu banyak hal buruk yang terjadi pada Ayla. Namun Rian seolah-olah bertanya seperti orang asing.


Tidak tau saja Rian. Setiap pagi hari Ayla harus bolak-balik kekamar mandi, karna morning sicnknees yang di alaminya. Dan terkadang di saat tengah malam Ayla menginginkan sesuatu.


Dan semua itu harus Ayla yang pergi sendiri, mencari makanan yang dia idamkan. Sedangkan Rian diluar sana menikmati hidupnya dengan bebas.


"Keadaan ku sangat, sangat baik! seperti yang kamu lihat. Aku masih bisa hidup walau tanpa dirimu." jawab Ayla lirih untuk menahan sesak di dadanya.


"Ayla..! maaf, maaf kan aku. Kejadian waktu itu, sungguh aku sangat menyesal telah melakukan nya." ucap Rian yang berjalan ingin mendekati Ayla.


"Stop.! diam di tempat mu! diantara kita tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Sergah Ayla cepat. Agar Rian tidak menyebutkan luka yang sudah dia berikan. Dan tidak berjalan mendekatinya.


Melihat Ayla seperti sekarang, Rian benar-benar ikut merasa terluka. Dan ntah kenapa juga, rasa rindu yang dia rasakan itu kembali lagi menyeruak dengan tiba-tiba.


Untuk seperkian detik, hanya ada keheningan disana. Sampai pergerakan Ayla yang bangun dari tempat duduk dan berjalan mengemasi barang-barang miliknya. Yang tadi sempat dia keluarkan.


Melihat Ayla yang ingin cepat pergi, Rian berjalan mendekati nya, lalu Rian mencekal salah satu tangan Ayla dengan cepat.


Sehingga membuat tubuh Ayla berbalik kearah Rian dengan terpaksa.


"Lepaskan tanganku! jangan kamu sentuh aku dengan tangan kotormu itu." Ayla langsung menyentak tangannya dengan kasar.


Entah kenapa rasanya sekarang Ayla merasa jijik sendiri, disentuh oleh Rian. Walau hanya tangannya saja.


"Ayla, tolong maaf kan aku? atas semua yang sudah aku lakukan!" pinta Rian dengan entengnya.


"Aku sudah memaafkan mu, jauh sebelum kamu meminta maaf. Diantara kita tidak ada hubungan lagi kecuali sebatas teman." imbuh Ayla dengan sengaja menekankan kata teman. pada kalimat terakhir nya.


Seperti apa yang pernah Rian ucapkan kepada nya. Sehingga membuat Rian terpaku mendengar ucapan terakhir Ayla.


Dan kesempatan itu Ayla gunakan untuk pergi meninggalkan Rian yang masih terpaku di tempatnya berdiri.


Braaak.....


Ayla keluar sambil membanting pintu kamar dengan sedikit kasar. Sehingga Rian tersadar jika Ayla sudah tidak ada di dekatnya.


"Ayla!" panggil Rian terhenti karna takut orang tuanya mengetahui jika dia dan Ayla memiliki masalah.


Sementara itu, dibawah Ayla berpamitan kepada mama Sonya dengan terburu-buru. Ayla beralasan jika dia mendapatkan tugas mendadak. Sehingga mama Sonya langsung mengizinkan Ayla untuk pergi.


Tiba di dalam mobil, Ayla pun menjalankan mobilnya. Dan meninggalkan kediaman keluarga Erlangga dengan luka yang terbuka lagi.


Di dalam mobil, Ayla menangis dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang masih tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Erlangga juga.


Untuk menumpah kan rasa sakit yang dia rasakan.


"Aku tanpa kamu, aku akan mampu Rian. Melewati semua sendiri tanpamu, kami pasti bisa melewati semuanya. Hati ini sudah terlanjur kamu sakiti." tangis Ayla pilu di dalam mobilnya sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Setelah merasa sedikit lega, barulah Ayla kembali lagi menjalankan mobilnya. Tapi Ayla ingin pergi berbelanja keperluannya terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya.


^^^BERSAMBUNG......^^^