Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Ada apa dengan ku.


🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Setelah selesai mengikuti pelajaran. Nando langsung keluar duluan, dan meninggalkan Andre begitu saja. Untuk menyusul Ayla yang sudah lebih lebih dulu keluar, dari nya setengah jam yang lalu.


Tiba di dalam kantin, Nando langsung mendatangi bangku tempat Ayla yang hanya duduk sendiri.


"Ayla maaf ya, kakak terlambat." kata Nando yang meminta maaf dan duduk disebelah Ayla yang hanya duduk sendiri, karna Riri dan Amel memang hari ini tidak ada yang masuk.


"Tidak apa-apa kak, aku juga baru saja datang." seru Ayla tersenyum.


Nando pun melihat kearah meja yang ada didepannya, ternyata benar, jika Ayla belum memesan apapun.


"Kalau begitu, kamu tunggu saja disini, biar kakak yang pesan ya. Kamu mau apa saja?" tanya Nando sudah berdiri dari tempatnya.


"Aku ingin jus jeruk, tapi biar anak ibu kantin yang membuatnya. jika yang lainnya terserah kakak saja." jawab Ayla melihat kearah Nando.


"Oke kakak saja yang pesan, kamu tunggu saja disini. Dan tidak usah kemana-mana." Nando memperingati Ayla sudah seperti mengingatkan anaknya saja.


Sehingga Ayla yang mendengar menjadi tertawa. Sedangkan Nando sudah pergi memesankan makan dan minuman untuk mereka berdua.


Ketika Ayla masih tertawa, Rian dan Andre datang. Namun Rian melewatinya saja dan mencari meja yang kosong untuk nya dan Andre. Karna Bela belum keluar dari kelasnya.


Karna tidak mungkin jika dia ikut duduk dimeja Ayla dan Nando, seperti waktu itu. Sebab sekarang persahabatannya dan Nando sudah berakhir.


"Ay bagaimana keadaan mu? apa sudah lebih baik? ingat jangan terlalu banyak pikiran ya! ucap Andre yang berhenti sebentar di meja yang Ayla tempati. Untuk menayangkan keadaan nya.


Setelah menanyakan keadaan Ayla, barulah Andre mengikuti Rian yang sudah duluan mencari meja kosong lainnya.


Sedangkan Ayla sendiri, meskipun sudah berusaha sekuat dan setegar mungkin. tetap masih merasa tersentil dihatinya, melihat betapa tidak pedulinya Rian kepadanya.


Padahal enam hari yang lalu, Ayla hampir saja meregang nyawa nya. Apakah Rian tidak melihat telepon darinya, apa Rian tidak mencarinya kerumah mereka.


Untuk menanyakan ada apa Ayla menelpon dirinya. Itulah yang terlintas dibenak Ayla sekarang.


Tidak lama setelah itu, Nando pun sudah datang membawa jus jeruk pesanan Ayla.


"Ini minumlah, tapi pelan-pelan saja!" ucap Nando memberikan minumannya dan duduk disisi Ayla.


Walaupun agak kaget mendengar suara Nando yang lembut. Namun Ayla langsung tersenyum dan menerima minumannya. Karna memang sudah dari waktu dirumah sakit. Ayla menginginkan minuman itu.


"Terimakasih kak..! apa pesanannya sudah di pesan?" tanya Ayla menoleh ke belakang.


"Sudah, pasti sebentar lagi datang. O'ya bagaimana jika nanti sore kita jalan-jalan. kita pergi mencari makanan atau jalan-jalan ketaman." tawar Nando agar Ayla bisa melupakan masalah dalam rumah tangganya.


Karna Nando yakin, pasti tidak akan mudah bagi Ayla melupakan semuanya, meskipun mulut nya berkata ingin melupakan Rian secepatnya.


Apalagi sekarang diantara keduanya sudah ada anak, meskipun masih dalam kandungan Ayla. Tentu semua itu sangat sulit untuk Ayla jalani sendiri.


Mendengar ajakan Nando, membuat Ayla langsung mendongakkan kepalanya.


"Tentu saja kakak sirus..! apa yang tidak untuk adik kakak ini. Mari kita berangkat nya sore saja ya, nanti setelah mengantar mu pulang, kakak akan ke restoran dulu." ucap Nando kembali mengacak rambut Ayla dengan gemas.


Dan semua interaksi mereka berdua, tidak lepas dari lirikan Rian meski hanya sekali-kali Rian melihat kearah Nando dan Ayla. Yang sudah seperti pasangan kekasih.


Karna meja yang di tempati oleh Rian, memang tidak terlalu jauh dari tempat Nando dan Ayla.


Sehingga membuat Rian mengepalkan baku tangan dan menggertakan giginya sendiri. Untuk menahan semua rasa yang dia sendiri juga tidak tahu.


Sedangkan Andre, memang sedang memesan makan dan minuman untuk mereka berdua.


Tidak lama setelahnya, pesanan Nando dan Ayla sudah datang. Jadi mereka makan dengan diselingi canda dan tawa.


Nando sengaja mengajak Ayla bercanda, agar walaupun hanya sesaat, Ayla bisa melupakan bebannya.


"Uhuuk uhuk..!" Ayla tersedak makanan seperti biasa. Karna Ayla memang sering tersedak makanannya sendiri. Apalagi jika dia diajak mengobrol.


Nando langsung memberikan minuman kepada Ayla dan mengelus-elus pungungnya. Sedangkan Rian langsung berdiri dan pergi meninggalkan kantin.


Ntah kenapa selera makannya hilang tiba-tiba. Rian pergi dengan hati yang ingin marah, tapi dia sendiri tidak tau mau marah pada siapa dan karna apa.


Rian pergi berjalan menuju taman yang akhir-akhir ini hampir setiap hari dia datangi. Yaitu taman yang berada di belakang kampus. Taman ini sangat sepi, karna jarang sekali ada yang kesini.


"Ada apa sama gue? kenapa semakin gue berusaha untuk melupakan Ayla. Namun gue malah merasa kacau seperti ini. Kita hanya sahabat, tidak lebih. Dan gue hanya mencintai Bela" Rian yang berusaha menampik semuanya, lalu Rian menendang kaleng bekas minuman yang ada di depannya.


Untuk meluapkan emosinya yang datang tidak mentu. Tidak lama setelah itu, Rian langsung meninggalkan kampus dan menuju keperusahaan masih dengan hati yang kesal.


Karna disanalah dia bisa menyibukkan diri, sehingga tidak selalu memikirkan Ayla.


Sedangkan dikantin, melihat Rian yang pergi begitu saja. Membuat Nando menyugikkan senyum pada sudut bibir atasnya. Sehingga Ayla sendiri saja tidak bisa melihatnya.


"Rian kemana?" tanya Andre yang sudah duduk di meja tempat Ayla dan Nando.


"Mana gue tau! pergi gitu aja tadi." sahut Nando malas.


Andre yang baru menyadari jika Ayla ada disana. Tidak bertanya lagi, dan malah kembali menanyakan hal yang lainnya.


"O'ya Ay.., kakak lupa jika kamu ikut berpartisipasi juga kan buat acara minggu depan?" Andre sengaja mengubah topik pembicaraan.


"Iya kak, aku hanya ikut membantu saja. Semuanya mereka yang mempersiapkan."


"Tapi jaga kondisi kesehatan kamu sendiri dulu, jika kamu tidak sanggup maka tidak usah membantu mereka." timpal Nando yang tadi hanya mendengarkan saja.


"Iya kak..! aku akan menjaga kesehatan ku." jawab Ayla merasa terharu. Atas perhatian yang Nando berikan, sedari dia dirawat.


Namun ketika Andre baru mau memakan makanannya. Bela datang kesana mencari Rian.


"Ndre Rian kemana? kenapa gue telpon gak aktif-aktip." Bela yang bertanya sambil melirik tajam kearah Ayla.


"Mana gue tahu! bukannya lo pacarnya?" jawab Andre cuek, lebih tepatnya mengabaikan Bela dan dia kembali melanjutkan makannya.


Sedangkan Nando dan Ayla hanya diam seolah-olah mereka tidak mendengar nya. Sehingga membuat Bela emosi. Karna sebetulnya, sudah dari tadi pagi, dia merasa cemburu pada Ayla.