Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Rian vs Vino.


🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


.


Pagi pun tiba. Setelah selesai sarapan bersama kakek Margono dan nenek Ratih. Rian berpamitan kepada pasangan baya itu, untuk mencari Ayla.


Karna Nanti sore dia harus kembali lagi ke kota B. Rian tidak tahan bila hanya berdiam diri saja. Sementara keadaan Ayla ntah seperti apa dan ada dimana Rian belum tahu.


Hampir setengah hari penuh. Rian mencari Ayla namun tidak mendapatkan petunjuk apapun.


Ttttddddd....


Hp Rian bergetar karna ada yang menelponnya. Setelah Rian lihat, ternyata yang menelpon itu adalah Aldi. Dengan terburu-buru Rian mengangkatnya berharap ada kabar baik tentang Ayla.


📱 Rian : "Iya Al..! Apa kalian sudah menemukan keberadaan istriku?" Rian sudah bertanya sebelum Aldi berbicara.


📲 Aldi : "Maaf Tuan muda, Saya menelpon hanya ingin memberitahu jika Nona Ayla pasti tidak berada di kota A juga. Karna saya sudah mengecek seluruh penerbangan maupun jalur Bis dan kereta api. Nona Ayla ternyata tidak ada membeli tiket keberangkatan kemanapun selama tiga hari belakangan ini." kata Aldi yang masih berada di bandara.


📱 Rian : "Apa,? mana mungkin bisa! Lalu kemana dia pergi? jika terjadi sesuatu padanya, mana mungkin dia berpamitan sebelum pergi." ucap Rian memijit pelipisnya, karna pusing memikirkan keberadaan Ayla.


📲 Aldi : "Tuan muda, saya yakin Nona Ayla sekarang berada di tempat yang aman dan juga pasti Tuan Heri lah yang membawa Nona pergi, makanya kita tidak bisa melacak keberadaan Nona. Jadi lebih baik Anda kembali saja dulu. Setelah disini, baru sama-sama kita pikirkan jalan keluarnya. Sebab sekarang kita juga harus mengurus perusahaan Barclay dan Sanjaya. Kalau tidak, pengorbanan Anda selama ini akan sia-sia."


📱 Rian : "Baiklah aku memang akan kembali sore ini. Tapi aku ingin bertemu dengan Vino Anderson lebih dulu. Karna dia juga sangat dekat dengan istriku. Mana tau dia mengetahui dimana Ayla berada. Tadi aku sudah mengirim pesan kepadanya." ucap Rian yang menarik nafas panjang. Berharap setelah bertemu Vino nanti, dia akan segera menemukan keberadaan Ayla.


Setelah menutup telpon dari Aldi. Rian langsung saja memutar arah setir mobilnya untuk menemui Vino dan Sari. Karna tadi dia juga menyuruh Vino membawa Sari. Tapi Rian belum menjelaskan apa-apa kepadanya.


Hanya tujuh belas menit. Mobil mewah Rian sudah memasuki parkiran tempat mereka akan bertemu.


Sebelumnya, Rian memang sudah sering bertemu dengan Vino sebagai rekan kerja. Tapi hari ini, Rian menemui Vino sebagai suami dari Ayla. Jadi ada rasa aneh yang Rian rasakan saat ini, apalagi dia menemui Vino hanya ingin menanyakan keberadaan istrinya yang sudah dia abaikan selama ini.


"Selamat siang tuan Vino,! Bagaimana kabar Anda?" Rian menjabat tangan Vino seperti biasanya mereka bertemu.


"Selamat siang juga Tuan Rian,! kabar saya baik. Lalu bagaimana kabar Anda sendiri? jika saya tidak salah menebak, sepertinya kabar Anda kurang baik!" jawab Vino berdiri dari duduknya dan menerima uluran tangan dari Rian.


"Sepertinya tebakan Anda benar sekali Tuan Vino. Karna hal itulah saya ingin menemui Anda dan..." Rian mengantung ucapannya melihat kearah samping Vino yang tidak ada Sari disana.


"Oh maaf, saya lupa. Sari sedang ketoilet sebentar. Mari silahkan duduk, sebentar lagi dia pasti akan datang. Tapi jika saya boleh tau, Ada hubungan apa Anda dengan sahabat saya?" Vino yang mengira jika Rian sebetulnya ingin menemui Sari.


"Maaf aku membuat kalian menunggu." suara Sari yang datang tiba-tiba menghentikan Rian yang ingin menjawab pertanyaan dari Vino.


"Agh...! Tidak apa-apa. Saya juga baru datang. Perkenalkan nama Saya Rian." Rian memperkenalkan dirinya kepada Sari.


Karna ini adalah kali pertama mereka bertemu. Biasanya Rian hanya melihat Poto atau mendengar namanya saja.


Sedangkan Sari sendiri, belum mengetahui siapa dan mau apa Rian meminta Vino membawa dirinya kemari.


Setelah mereka bersalaman. Sari pun ikut duduk disebelah Vino. Sedangkan Rian duduk di sebrang tempat mereka berdua. Karna mereka sekarang sedang berada di ruang VIP Restoran mewah yang ada di pusat ibu kota A.


"Mari kita pesankan makan siang dulu. Setelah itu baru kita membicarakan masalah Tuan Rian dengan sahabat saya." kata Vino yang merasa sudah lapar.


Plaaak...


"Aduh..! kamu kenapa malah mukul aku Sar,?" sungut Vino mengelus bahunya yang dipukul oleh Sari pakai tas kecil yang dibawanya.


Tanpa mereka ketahui, jika suami Ayla itu adalah Rian sendiri.


Gleeeeek....


Rian menelan liurnya sendiri, karna tertohok mendengar ucapan Sari. Merasa kurang enak sendiri. Rian langsung saja mengajak mereka memesan makan siang lebih dulu. Karna setelah Rian menjelaskan kepada mereka nanti, entah bagaimana reaksi dari kedua sahabat dari istrinya itu.


Begitu pesanan sudah datang, mereka langsung saja menghabiskan makanan mereka masing-masing. Sampai terdengar suara Rian berdehem sebelum dia berbicara.


"Heeem..! Begini Tuan Vino, Sari. Saya mohon maaf sebelumnya sudah merepotkan kalian berdua untuk bertemu disini. Saya hanya ingin menanyakan keberadaan Ayla. Apakah kalian tahu sekarang dia ada dimana? karna dia pernah bercerita tentang kalian berdua. Jadi saya pikir, mungkin saja dia bercerita mau pergi kemana." ucap Rian kembali duduk dengan tegap.


"Iya kami berdua memang sahabatnya, Namun kami tidak tau dia pergi kemana. Tapi ada hubungan apa Anda sama Ayla? Kenapa Anda mencarinya sampai sejauh ini?" Vino yang kembali melempar pertanyaan kepada Rian.


Rian pun menceritakan lebih dulu dari awal mereka membuat perjanjian sebelum menikah, sampai Ayla mengungkapkan perasaannya terhadap Rian.


Dan tentang Rian yang sudah mencintai Ayla juga. Termasuk sandiwaranya yang masih mencintai Bela. Rian sengaja menceritakan semuanya, agar mereka bisa mengerti posisi menjadi dirinya.


"Saya adalah suaminya. Tiga hari yang lalu, Ayla pergi meninggalkan rumah. Saya datang ke kota ini memang sengaja hanya untuk mencari Ayla." ucap Rian setelah menceritakan semuanya.


"Apa,? jadi kamu adalah suami Ayla. Jadi kamu lelaki brengsek itu!" Vino langsung berdiri dan memberikan Rian pukulan secara membabi buta.


Buuuk....Buuk....


"Berengsek, jadi kamu orang yang sudah menyakiti Ayla.! untuk apa kamu mencarinya Hah..? kamu tidak pantas menjadi suaminya, pengecut!" Vino yang ingin memberikan Rian pukulan lagi.


Tapi dia sudah ditarik oleh Sari, agar tidak kembali lagi memukul Rian.


"Vin udah. Jangan seperti anak kecil. Apa kamu tidak dengar tadi alasan Rian melakukan semuanya. Dia melakukannya demi melindungi nyawa Ayla." Sari menarik Vino ketempat duduknya lagi.


Sedangkan Rian tidak ada membalas pukulan yang Vino berikan. Karna dia mengaku bersalah.


"Brengsek, ternya kamu lelaki itu. Lepasin aku Sar, dia pantas menerima nya." maki Vino yang tidak mengunakan embel-embel Tuan lagi, begitu pula dengan Sari. Setelah mendengar pengakuan Rian, mereka hanya menyebut nama saja.


"Rian apa pun alasannya, kamu sudah menyakiti sahabat kami. Dan Ayla sudah mengambil keputusan yang tepat meninggalkan kamu. Meskipun kami mengetahui tempat Ayla, jangan harap kami akan memberi tahu mu. Sudah ayo Sar kita pergi." Vino langsung saja menarik Sari keluar dari sana.


Sedangkan Rian tersenyum sendiri mengingat kebodohannya, mana mungkin ada yang mau membantu dirinya. Setelah apa yang sudah dia lakukan kepada Ayla. Yang sangat disayangi oleh semua orang terdekat nya.


Setelah membayar semua pesanan mereka. Rian langsung saja pulang kerumah Kakek Ayla lebih dulu. Karna satu jam lagi, dia sudah harus terbang ke kota B.


Tanpa menghiraukan pandangan orang-orang yang melihat kearah mukanya, bekas pukulan dari Vino tadi. Karna bagi Rian, rasa sakit kehilangan Ayla jauh berkali-kali lipat daripada sakit bekas pukulan.


BERSAMBUNG......


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya .... Terimakasih 🙏🙏