Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 63 HADIAH DARI MAMA


Sarah dan Raka saling berpandangan. Mama memegang satu buah test pack dengan mata berbinar tak bisa di ungkapkan.


"Maafkan kami ma, sepertinya Sarah negatif. Raka harus lebih giat lagi, nih." Raka nyengir menutupi keterkejutannya dengan kehadiran mama.


Mama memicingkan matanya mengamati test pack di tangannya.


"Ini?"mama mengacungkan test pack di tangannya dengan alis mengkerut.


"Sayang....mama sepertinya akan punya cucu." senyum mama merekah lebar.


Mama memeluk Sarah dengan raut bahagia yang tak bisa terkatakan. Sarah melongo dalam pelukan mama di depan Raka, bingung dan tak yakin. Matanya dan Raka saling tatap.


Mama mungkin begitu mendambakan seorang cucu, sampai-sampai dia tidak melihat garis kedua itu begitu samar hampir tak terlihat.


"Ma, test pack ini menyatakan Sarah negatif." Sarah membuka genggaman tangannya, menunjukkan dua test pack masing-masing dengan satu strip merah.


Mama mengedarkan pandangan pada test pack di telapak tangan Sarah, kemudian berpindah kepada test pack di tangannya.


Lalu dengan sikap misterius dia mendekati Raka,


"Sayang, kamu apain istrimu tadi malam?" tanya mama penuh selidik.


"Hah...! Raka tidak apa-apain, ma...!"Raka menyahut dengan mata tidak mengerti kepada mamanya. Sudut bibirnya tertarik sedemikian rupa, merespon pertanyaan mama yang aneh itu.


"Yakin kalian langsung tidur saja...?"Seloroh mama sambil mengernyitkan dahi pada Raka.


Aduh, si mama ini pertanyaan luar biasa, sanggup membuat wajah Raka dan Sarah bersemu merah dalam waktu bersamaan.


"Maksud mama, apa sih?"Raka menggaruk kepalanya, seperti orang blo'on sambil melirik ke wajah Sarah yang sudah naik level merahnya menjadi semerah kepiting rebus.


"Sini, sayang...." Mama menggandeng Sarah yang tersipu di tempatnya berdiri, menuju sofa di bawah kaki tempat tidur anak mantunya itu.


Membawa Sarah duduk di sana sambil saling berhadapan di kursi panjang itu


"Tanda strip merah dobel ini, biasanya hanya terbaca untuk hamil."


"Tapi ma, dua test pack yg lain, stripnya satu, dan yang ini garisnya tipis sekali hampir tidak kelihatan."Sarah menjawab sambil menunduk, takut mematahkan perasaan perempuan baik ini.


Raka duduk di tepian ranjang, merasa di cuekin oleh mama dan istrinya itu, yang seolah-olah dia tak ada dalam ruangan itu.


"Sini dengar mama...." Mama mendekatkan wajahnya dengan wajah serius.


"Kamu tadi malam di ganggu Raka tidak?" Mama melirik jenaka pada Raka yang mesem-mesem di tempatnya duduk, di belakang punggung sang mama, sementara Sarah menundukkan kepalanya dengan malu.


Dia tidak perlu mengiyakannya, mama pasti lebih tahu.


"Kata dokter kandungan mama dulu pada saat mama hamil kakakmu Edgar, waktu untuk menggunakan test pack sangat berpengaruh pada keakuratan hasilnya. Jangan kira asal celup aja. Jika menggunakan test pack baru setelah berhubungan intim, mungkin akan sedikit menganggu pembacaan hormon apalagi jika usia kehamilanmu masih sangat muda." Si mama berkata dengan wajah yang begitu serius, seperti seorang dokter.


Raka melongo, pastilah si mama ini cuma menggodanya untuk bagian keterangan pertama tapi untuk usia kehamilan muda yang membuat test pack belum terlalu jelas terbaca mungkin ada benarnya.


"Dulu waktu mama hamil pertama juga begitu," Mama tertawa kecil, seolah mengingat pengalaman lucunya saat hamil Edgar. Reaksinya lebih parah, menangis sejadi-jadinya, karena telah menikah dua tahun tapi belum hamil-hamil, ketika mendapatkan hasil dua garis samar di test pack, membuatnya shock ketakutan, diperkiraannya dia masih negatif. Tapi karena tidak datang bulan lebih seminggu, dia mengira yang terbaca si test pack begitu samar dia sedang mengalami satu kelainan pada kandungannya.


"Mama masih ingat dengan benar, saat itu dokter bilang alat test pack bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan hormon hCG dalam urine. Hormon ini hanya ada jika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kadarnya pun akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan." Mama menepuk pipi Sarah yang melotot begitu menyimak cerita sang mama yang penuh dengan pengalaman ini.


"Terkadang hasil test pack juga bisa menunjukkan hasil berupa garis samar pada usia kehamilan muda. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, biasanya menunggu sampai terlambat haid selama 1–2 minggu. Jika kamu memang hamil, diperkirakan pada saat ini usia kehamilanmu sudah 6 minggu." Mama tersenyum lebar lalu sebuah ciuman mendarat di dahi Sarah.


"Selamat sayang, kamu akan jadi mama" Bisiknya lembut, membuat Sarah tak kuasa menahan airmatanya karena terharu dan bahagia.


Raka melompat dari tempat duduknya, ke belakang Sarah dengan raut tak percaya.


"Mama serius?"Mata Raka bulat ke arah mamanya.


"Mama akan segera punya cucu baru." Mama menyahut, dua bulir air bening jatuh di sudut mata yang mulai berkerut-kerut itu.


"Raka akan jadi papa?" tanya Raka dengan wajah berbinar.


"Mama akan dapat cucu dari anak bungsu mama" Jawab mama dengan pasti.


Dengan kebahagian yang tak terkatakan, Raka memeluk Sarah dan mamanya bersamaan. Dia mencium kepala dua orang perempuan yang sangat di cintainya itu bergantian dan bertubi-tubi.


"Terimakasih istriku, telah menyempurnakanku sebagai laki-laki." Raka mencium dahi Sarah sekali lagi dengan penuh perasaan. Air mata Sarah turun tak terbendung, air mata bahagia yang tak bisa di ungkapkannya dengan kata-kata.


"Terimakasih, mama...atas hadiahmu dalam hidupku" Raka mencium dahi mama dan memeluk leher mama dengan erat. Lalu bersimpuh di lantai memegang lutut mamanya yang menekuk di kursi.


"Kok terimakasih ke mama? seharusnya kamu berterimakasih kepada istrimu, yang akan melahir seorang anak untukmu." Mama membelai rambut Raka yang mendonggak dengan haru menatap padanya.


"Karena mama telah memberiku hadiah sebuah kehidupan yang indah sehingga bisa merasakan kebahagiaan seluar biasa ini dalam hidupku." Raka mencium kedua punggung tangan mamanya.


Mama sekali lagi mengusap kepala anaknya itu dengan mata berkaca.


"Mama tak memberimu apa-apa, Sarah yang telah memberimu hadiah besar ini."


"Tanpa mama tak akan ada Raka, dan tak akan bisa Raka menemukan istri sebaik Sarah dalam hidupku"


"Sayang, kamulah hadiah terindah dalam hidup mama." ucap mama parau.


Kemudian beralih mengusap pipi Sarah di depannya, yang air matanya masih merembes.


Sarah tak pernah melihat seorang anak yang begitu mencintai seorang ibu dengan begitu dalamnya.


Sesungguhnya, dia lah yang paling beruntung di dunia, di berikan orang-orang ini dalam hidupnya, yang tak semua orang di dunia berkesempatan memilikinya dalam hidup mereka.


Seorang suami yang begitu baik, pengertian, hangat dan penuh cinta serta seorang ibu mertua yang begitu baik hati dan penyayang.


Jika kamu ingin menilai bagaimana kamu akan diperlakukan oleh suamimu nantinya, lihatlah bagaimana dia memperlakukan ibunya.


Sebagaimana dia menghormati dan mencintai ibunya, seperti itulah dia akan menghormati dan mencintaimu.


Jika kamu mendapatkan laki-laki seperti itu, pertahankanlah, karena dia pasti mampu membahagiakanmu dengan kelembutannya.


Sarah tersenyum pada Raka saat suaminya itu berdiri dan meletakkan kepala Sarah didadanya, memeluk leher istrinya dengan sayang.


"Terimakasih sayang, terimakasih...." Raka mengelus kepala sang istri yang membenamkan wajah di dadanya lebih dalam.


Memeluk pinggangnya dengan erat.


"Aku mencintaimu, sayang." bisik Sarah seolah tak ingin melepas pelukannya lagi.


(Terimakasih sudah baca novel author sejauh ini, semoga dalam alur cerita ini, kita menemukan banyak pembelajaran dalam hidup bersama Raka dan Sarah😊)


...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...Apalah arti seorang penulis tanpa dukungan pembaca😂...


...Nantikan episode selanjutnya, yang lebih seru🙏...




...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan 😊...


...Nantikan episode selanjutnya, yang lebih seru🙏...