Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 219 DADDY NGIDAM


"Yang banyak keluhan sepertinya suami saya, dok." Sarah nyengir.


"Oh, ya?"


Keluhan Raka melebihi istrinya yang sedang hamil. Mulai dari morning sickness atau mual-mual pagi hari, sakit perut dan ulu hati, perubahan nafsu makan, moodswing, sulit tidur. Sarah benar-benar harus ekstra merawat sang suami.


"Cuma suamiku ini kok seperti orang ngidam, pagi-pagi mual, malam pusing, susah tidur, maunya di kerokin, dipijitin..." Jawab Sarah sambil mengernyit dahi sambil melirik pada Raka yang tersipu.


"Wah, mungkin Raka lagi mengalami sindrom couvade." Dokter Yogi tersenyum lucu.


"Sindrom couvade? apa itu? Penyakit apa?" Sarah bertanya dengan cemas.


"Itu bukan penyakit, itu hanya sindrom sementara semacam ngidam juga terjadi pada seorang ayah yang sedang mengalami euforia istrinya hamil. Ngidam tidak hanya dirasakan oleh ibu hamil, suami yang istrinya sedang hamil bisa saja ikut merasakan ngidam. Bahkan tidak hanya ngidam, suami bisa saja merasakan keluhan-keluhan yang biasanya dirasakan ibu hamil. Hal itu disebut dengan sindrom couvade atau sering disebut kehamilan simpatik."


Raka melotot pada dokter Yogi.


"Gi, masa sih aku ngidam juga?" Raka nampak protes, tak yakin dengan pernyataan dokter Yogi.


"Masih untung kamu cuma ngidam sayang, tidak langsung lahiran." Canda Sarah melihat Raka yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Sindrom couvade biasanya terjadi saat usia kehamilan sang istri memasuki trimester pertama dan trimester ketiga. Gejalanya pun bermacam-macam, kadang ada yang cuma mual, pusing tapi ada juga yang persis ibu hamil sampai muntah dan pengen makan macam-macam. Walaupun begitu, Raka tidak usah kuatir sindrom ini bukanlah suatu penyakit fisik atau gangguan mental dan biasanya hanya terjadi sementara waktu, gejala ini akan menghilang sendiri apalagi kalau bayinya sudah lahiran."


Sekarang Raka mengerti mengapa dia sedikit aneh beberapa hari ini.


"Penyebabnya apa sih, Gi?"


"Penyebab terjadinya sindrom couvade belum diketahui secara pasti, sih ya. Tapi kemungkinannya adalah karena suami sangat berempati kepada istri yang sedang hamil hingga menyebabkan kecemasan. Kehamilan istri bisa saja menyebabkan suami ikut stres dan cemas. Kecemasan berlebih dan stres bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stres yang disebut kortisol. Nah, dalam jangka waktu panjang kortisol dapat menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan hormon prolaktin. Hormon prolaktin ini bisa menyebabkan timbulnya gejala menyerupai ibu hamil bahkan pembesaran payudara. Stres juga bisa menyebabkan gejala-gejala lainnya yang makin mirip dengan keluhan ibu hamil. Jadi jangan heran nanti keluhannya macam-macam seperti ibu hamil. Tapi ini langka lho terjadi pada suami."


"Langka bagaimana, Gi?"


"Ya, maksudnya jarang-jarang terjadi." Dokter Yogi terkekeh.


"Kok, bisa terjadinya di aku?" Raka mendelik pada Dokter Yogi penasaran.


"Mungkin kamu lagi seneng banget mau punya bayi lagi terus kefikiran atau ingat bagaimana susahnya Sarah lahiran, pro kontra kebahagiaan dan kecemasan seperti ini bisa lho jadi pemicunya."


Raka manggut-manggut melirik pada Sarah yang senyam senyum sendiri.


"Sudahlah sayang, di terima saja, aku siap merawatmu. Sampai lahiran juga tidak apa-apa..." Sarah tak bisa menahan tawanya melihat wajah sang suami yang manyun dan lucu itu.


...***...


Sarah yang sedang duduk di tempat tidur bersandar pada kepala ranjang sambil membuka tablet di tangannya, mencek beberapa gambar baju koleksi yang di kirim Jen padanya.


Bulan depan mereka akan mengikuti even peragaan busana tahunan, jadi Sarah harus mensortir beberapa busana untuk menyesuaikan dengan tema even.


Pada tahun ini, Sarah bekerja sama dengan Grace merancang beberapa busana untuk mewakili butiknya, di sela kesibukannya yang sedikit mereda karena Raka selalu di garda depan urusan perusahaan, akhirnya Sarah bisa berkarya lagi.


Jiwa Sarah memang sejatinya berada di dunia perancangan busana, dia adalah desainer bukan seorang yang meletakkan jiwanya pada bisnis dunia property.


"Beberapa hari lagi rapat quorum pemegang saham, apakah semua dokumen sudah di siapkan Doddy?" Tanya Sarah, sambil matanya tak lepas dari layar tabletnya.


"Doddy sudah menyerahkan dokumennya, transaksinya juga sudah di urus oleh Edgar. Semuanya hanya menunggu waktu saja." Raka menyahut dari sebelahnya dia baru saja membaringkan tubuhnya, matanya tak lepas dari Rae yang tampak nyenyak tertidur di tempat tidurnya.


Sarah menaikkan alisnya, entah apa yang di fikirkannya.


"Sayang..." Tiba-tiba wajah Raka memerah, sepertinya dia menahan sesuatu.


"Hm..."


"Kenapa aku pusing?"


"Kamu kenapa?" Sekarang Sarah mengangkat wajahnya, melihat pada suaminya yang memegang kepalanya.


"Sayang...aku merasa sedikit mual." raut wajah Raka tampak masam, terlihat dia serius dengan apa yang sedang di ucapkannya.


"Kamu ada makan seafood?" Tanya Sarah dengan tatapan menuduh.


"Kamu mungkin lambat makan lagi tadi?"


"Aku baru saja makan dengan Rian sebelum pulang."


"Terus?" Sarah beranjak dari kursinya menuju tempat sang suami yang sedang duduk melantai di ruang keluarga sambil melihat Rae bermain.


"Entahlah...rasanya pusing dan tak enak."Sahut Raka.


Sarah melepaskan tabletnya sementara Raka masih bersandar dengan duduk di sebelahnya.


Jemari halus Sarah memijat pelipis Raka dengan lembut. Wajah suaminya itu tampak pucat.


"Sayang, kamu benar-benar sakit sepertinya." Sarah mengernyitkan dahinya.


"Iya...aku lagi sakit sayaaang..." Lalu dengan manja Raka berbaring di pangkuan Sarah.


Saat Sarah memijit-mijit Kepala Raka tiba-tiba,


"Oeeeeeek...."Raka menutup mulutnya sambil meloncat bangun,


"Sayang, kamu kenapa? masuk angin?" Sarah nampak cemas.


"Oeeeeekkk..."


Dalam sekejap Raka berlari ke kamar mandi tanpa bisa menyahut apa-apa.


"Sayaaaang...!" Sarah melongo menatap punggung sang suami.


Beberapa hari ini, setelah tahu kehamilan Sarah Raka sepertinya bertingkah aneh dan di vonis sedang ngidam simpatik oleh dokter Yogi karena sikap ekstrimnya itu.


Biasanya yang pusing, mual, cerewet itu istri yang sedang hamil muda, sekarang Raka lah yang mengalaminya.


"Astaga, kamu muntah lagi sayang?" Sarah geleng-geleng kepala ketika suaminya itu keluar dengan wajah merah padam.


"Minyak telon, minyak kayu putih...apalah itu..." Raka menjulurkan tangannya kepada Sarah.


Sarah cengengesan sendiri sambil membaringkan suaminya itu di pangkuannya, kehamilannya ini anteng sekali tetapi yang menderitanya sepertinya Raka.


"Kita harus periksa ke dokter, sayang...ini aneh sekali, lho." Sarah memberikan minyak kayu putih dan segera Raka menciumnya dengan tak sabaran. Rasanya, kalau mencium bau telon atau minyak kayu putih hidupnya terasa kembali lagi setelah tersiksa mual muntah tak jelas.


"Kita sudah ketemu dokter Yogi kan kemarin. Jangan bikin malu aku..." Raka masam-mesem.


"Tapi, biar di beri resep apa gitu. Kamu tambah parah, lho. Tiap pagi dan malam selalu mual-mual begitu."


"Untunglah kalau di kantor, siang-siang bolong gejala itu tidak kambuh. Cuma sekarang kok aku jadi bau minyak kayu putih, itu si Rian sampai bingung...Jadi, malas ngantor, nanti di kira masuk angin terus."Curhat Raka setengah berkeluh.


Sarah tak bisa menahan tawanya mendengar keluhan sang suami.


"Aku cuman mau cium minyak kayu putih ini, sambil di kelonin istri..." Raka meletakkan kepalanya kembali ke pangkuan Sarah.


"Kok, sekarang nambah...segala di kelonin?"


"Sayang, kata orang kalau ngidam kudu di turuti, nanti anak kita ileran, ngeces...kamu mau?" Raka mengoceh sambil terus mencium minyak kayu putih di tangannya.


"Sayang, sindrom ngidammu kok begini amat..." Sarah geleng-geleng kepala.


(Selamat menikmati ngidam babang Raka, sesekali suami di kasih ngidam di novel, gak apa-apa kan🤣🤣 Yuk, di VOTE yaaaa mumpung hari senin...besok talaknya Diah, lho....biar Author semangat nulis crazy UP🤣🤣 VOTE yang banyak🤗🤗, bunga, kopi, apalah...modal author begadang🤣)



...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya....