Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 205 SEBUAH KESEMPATAN


"Saya rasa...saya setuju dengan ibu Mytha." Lanjutnya kemudian dengan wajah tanpa ekspresi.


Mytha terpana di tempatnya duduk, hampir tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Doddy, tak di sangka-sangka ada di pihaknya!


"Apa maksudmu?" Pak Rudiath tak kalah terkejutnya.


"Saya rasa, tidak ada salahnya Sally mewakili Ibu Mytha menjadi CEO bersama-sama dengan pak Raka, toh perusahaan ini sangat besar dengan cabang sudah ada di 8 kota besar dan juga bukankah itu meringankan tugas pak Raka?" Doddy tersenyum sambil memainkan jemarinya.


"Anda tidak tahu apa-apa tentang perusahaan ini..." Sarah nampak menatap tajam pada Doddy.


"Chief Executive Officer adalah posisi tertinggi dalam tim manajemen suatu instansi atau perusahaan, tentunya jika ada dua, posisi itu tidak menjadi super power yang bisa bertindak semena-mena nantinya karena ada penyeimbangnya. Apalagi saya dan ibu Mytha juga berkepentingan di dalam perusahaan ini sebagai investor. Kami berhak merasa aman."


"Pak Doddy, apakah anda menyadari apa yang anda ungkapkan di sini, Anda adalah orang baru." Sarah menyela dengan tajam, menenangkan wajah mertuanya yang nampak memerah menatap kepada Doddy yang tiba-tiba menjadi banyak bicara menurutnya itu.


"Ibu Sarah, saya sadar saya adalah orang baru di sini tetapi dalam bisnis, saya juga tidak terlalu mentah untuk memahami situasi. Perusahaan yang sukses tentunya dapat di lihat dari skill seorang CEO yang hebat dan berbakat. Pak Raka selama ini mungkin telah menunjukkan loyalitas dan kredibilitasnya, beliau telah bertanggung jawab atas semua area bisnis perusahaan. Karena memang, mereka yang menjadi CEO harus kompeten untuk menjalankan perusahaan. Kenapa kita tidak memberi kesempatan kepada Sally untuk presentasi kompentensinya? Sehingga jika memang dia layak dan berbakat, kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun jika dia mampu." Doddy tersenyum dengan sikap misterius.


Sekarang wajah Mytha menjadi secerah mentari pagi, matanya bersinar dengan lega, menatap kepada Doddy, orang yang di kiranya adalah musuh yang harus di waspadainya ternyata hari ini adalah pembela yang agung baginya.


"CEO adalah orang yang bertindak sebagai perantara antara manajer dan direktur atau investor dan pemegang saham. CEO juga merupakan sang pemilik rencana sekaligus eksekutor dari sebuah perjalanan bisnis sebuah perusahaan, tetali tetap Direktur lah yang menjalani strategi perusahaan tersebut. Okelah pak Raka sudah memenuhi syarat untuk semua hal tersebut. Tetapi, kita jangan melupakan beberapa hal..."


Doddy menghela nafasnya sesaat, matanya berputar mengelilingi ruangan kemudian tersenyum pada Mytha dengan ramah.


"Kekuasaan yang Chief Executive Officer miliki biasanya berasal dari kepemilikan saham, jabatan formal, keahlian, atau koneksi sosial. Chief Executive Officer bertugas sebagai pembuat keputusan manajerial paling tinggi dan bertanggung jawab atas pengambil keputusan utama dalam manajemen perusahaan. Terlepas dari mampu atau tidak Sally dalam hal ini, sebelum adanya presentasi...bukankah kita tidak bisa menjudge kemampuan seseorang? saya rasa Sally juga berhak mendapat suara saya." Senyum Doddy yang lebar mengakhiri semua ucapannya sekaligus pernyataan sikap yang jelas bahwa dia mendukung sepenuhnya pada Mytha.


"Kalian dengar itu? Bahkan anak kemarin sore pun lebih mengerti dari kalian?" Mytha berdiri sambil menepuk tangannya seolah begitu apresiasif terhadap semua yang telah di sampaikan oleh Doddy.


Doddy hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar kepada Mytha, seperti menyemangati euforia kemenangan dari perempuan yang bahkan buta dalam segala macam urusan bisnis itu.


"Seperti peraturan awal, jika suara ini imbang, maka Sally berhak di perhitungkan. Dia akan di dinilai oleh dewan direksi pada saat pertemuan bulanan." Kedua tangannya terlipat di depan dada dengan wajah yang penuh kemenangan, setidaknya untuk saat ini dia telah bisa mengantarkan Sally untuk merebut posisi yang di inginkannya, dan itu tak lepas dari bantuan Doddy.


Pak Rudiath dan Sarah saling berpandangan, raut tak setuju jelas di wajah mereka berdua, membuat Mytha merasa sangat puas.


Dia merasa tidak sia-sia membuat 15 persen saham itu jatuh ke tangan Pak Ferdian yang kemudian di ambil alih oleh Doddy, anaknya.


Mungkin, pak Ferdian terlalu lurus untuk mengerti keinginan Mytha, tapi Doddy?


Mytha menatap kepada wajah tampan yang tenang itu, betapa senang hatinya melihat rekannya ini ternyata lebih licik dari yang semua orang bayangkan.


Ataukah baru sadar kalau Sally begitu menggoda?


Senyum tak lepas dari bibir Mytha, setelah ini dia tahu, rekan bisnis yang sebenarnya itu tidak dengan pak Ferdian tetapi dengan Doddy.


...***...


Melihat wajah Sarah yang kesal dan paras tegang Rudiath, itu adalah hal yang paling menyenangkan buatnya.


Dia telah mengatur pertemuan dengan Doddy di suatu restoran, setidaknya setelah pagi tadi, Doddy menjadi penyelamatnya, dia ingin menunjukkan rasa terimakasih sekaligus pendekatan pada pemuda yang menurutnya labil ini.


Sally duduk di sebelahnya dengan wajah sumringah, meski telah di permalukan oleh Doddy beberapa malam yang lewat, dia tidak payah arang. Dia yakin sekali, Doddy baru kembali akal sehatnya. Sekarang dia mendampingi sang mama, menunggu kedatangan Doddy untuk makan malam bersama.


"Mungkin kemarin dia sedang mabuk berat, jadi dia menolakmu." Mytha tertawa pada Sally, senyum tak lepas dari bibirnya.


"Tapi, dia mengucapkannya dengan wajah serius waktu itu." Sally merengut.


"Sayang, siapa sih yang bisa menolak kecantikan anak mama ini? Tak ada..."


"Tapi Raka..."


"Raka itu adalah orang paling bodoh di dunia, dia lebih tertarik pada anak haram Sarah itu dari pada kamu." Mytha mencibir sambil merapihkan anak rambut Sally yang jatuh di dahinya.



"Tapi, aku sangat ingin melihat Sarah menderita ketika kehilangan Raka." Sally menunjukkan wajah kesalnya pada sang mama.


"Kamu kira mama tak ingin melihatnya? Mama bersedia menukar semua harta mama demi membuat Sarah menderita. Dia telah memprovokasi papamu untuk menceraikan mama. Anak itu benar-benar tak tahu di untung." Mytha melotot pada sang anak, dengan wajah masam.


"Tapi mama sudah kehilangan banyak..." Sally tampak memicingkan matanya, mengingatkan mamanya itu.


"Mama hanya bertaruh, judi ada seni menang dan kalah. Saat ini mama sedang kalah, tapi saat menang maka akan berlipat ganda. Kamu tidak perlu bekerja keras untuk itu. Jadi untuk hal itu, kamu tidak perlu ikut campur. Saat mama memenangkan judi sekali lagi, mama akan mengambil alih semua saham yang dipegang oleh Sarah bahkan Rudiath yang sok itu." Mytha tersenyum pada Sally, menyeringai dengan jahat.


"Jika semua saham itu menjadi milik mama, maka mereka semua akan mama singkirkan tanpa sisa. Bahkan...bahkan Raka pun akan berlutut di kakimu, hanya demi sebuah jabatan rendah di perusahaan itu." Mytha terkekeh sambil menatap Sally yang mengerjap matanya dengan senang, mendengar semua celotehan sang mama.


"Ehm..." Sebuah deham menyadarkan dua orang yang sedang di mabuk hayalan itu.


"Selamat malam..." Doddy berdiri di seberang meja dalam balutan jaket warna abu-abu gelap dan kaos hitam.


Dia nampak santai dan elegan.



(Hmmm...mari kita ikuti, ada apa dengan bang dodod ini😅 Jangan di hujat wajah tampannya, mari kita nikmati bersama, ikuti lanjutan kisah ini...yang pasti percayalah pada othor tak akan mengecewakan para readers yg sudah setia sampai sejauh ini, tak akan ada drama berlebihan dalam cerita ini, semua pastilah happy ending cuman menuju kebahagiaan selalu perlu proses🤭🤭🤭 Setiap jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda ada di part-part selanjutnya, jadi tetap ikuti yaaaaa🙏😅)


Sttt...malam ini lanjutannya ya, karena kemarin akak ingkar janji double UP, hari ini crazy UP😅


...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya.....