Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 130 MULTIPLE MYELOMA


Sarah terduduk dengan wajah tertunduk di kursi, di depan ruangan kamar rumah sakit yang di tempati ayahnya.


Hatinya hancur remuk redam, rasanya dia sulit untuk bernafas.


Apa yang di katakan oleh dokter yang merawat ayahnya tadi terasa seperti palu godam yang memecahkan sejumput keping harapan yang di kumpulkannya sejak pertemuannya dengan sang ayah.


"Bapak Winarta, dari hasil pemeriksaan pada sampel darah dan tulangnya, beliau menderita penyakit Multiple myeloma."


"Multiple Myeloma? Apa itu?" Papa angkat Sarah dan Sarah hampir berbarengan bertanya, mendengar istilah asing yang baru kali ini di dengar oleh mereka.


Dokter Pram memandang Sarah dan papanya bergantian, sikapnya tenang seperti apa yang akan dibicarakannya ini bukanlah hal yang perlu di cemaskan. Meredakan sedikit kekalutan yang melanda hati Sarah.


"Multiple Myeloma ini adalah...semacam kangker plasma..."


"Kangker???" Sarah dan ayahnya saling psndang sejenak.


" Saya tahu ini sedikit mengejutkan keluarga, tapi hal ini memang harus saya sampaikan." Dokter Pram menghela nafasnya sejenak.


"Dari hasil lab, kemudian pemeriksaan lengkap tes darah, urine, Pemindaian dengan Rontgen dan MRI serta aspirasai sumsum tulang pada tulang bapak Winarta terdapat sel-sel kangker. Ini adalah salah satu penyebab pengeroposan pada tulangnya, sehingga mengakibatkan patah pada tulang lengan atasnya serta engselnya menjadi rusak, itu penyebab utama operasi yang baru-baru ini di lakukan dengan mengganti engsel yang rusak dengan tulang engsel palsu"


Dokter Pram menunjukkan hasil gambar dari tulang ayah Sarah.


Sarah tak bisa berbicara, dia hanya melongo menatap pada dokter yang menunjukkan sel-sel yang di maksud.


"Multiple myeloma adalah kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Sel plasma sendiri adalah salah satu jenis sel darah putih yang berfungsi untuk membentuk antibodi. Pasien yang menderita kanker ini umumnya ditandai dengan nyeri pada tulang." Kata dokter Pram lagi.


"Ini...ini semacam kangker darah atau kangker tulang?" Papa Sarah bertanya dengan terbata-bata.


"Multiple myeloma merupakan salah satu jenis kanker darah. Kondisi ini terjadi saat sel-sel plasma yang abnormal tumbuh dan berkembang secara berlebihan, serta menggangu sel-sel yang sehat di sekitarnya,


Sel-sel kanker ini juga memproduksi antibodi abnormal. Karena dia berkembang pada sumsum tulang, hal ini menyebabkan kerusakan pada tulang." Jawab Dokter Pram.


"Apakah ini sangat parah, dok?" tanya papa sarah lagi.


"Kita harapkan sel kangker ini tidak meluas untuk menekan tingkat kerusakan yang disebabkannya, dalam keadaan normal, sel-sel plasma akan menghasilkan antibodi yang berfungsi melindungi tubuh disebut dengan protein M. Saat sel-sel plasma menjadi myeloma, antibodi yang diproduksi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Protein M akhirnya menumpuk dan merusak beberapa organ, seperti ginjal, tulang, dan sistem saraf.


Antibodi yang abnormal ini, selain tidak bisa berfungsi untuk melindungi tubuh, penumpukan antibodi abnormal bisa merusak organ tertentu, seperti ginjal dan organ-organ lainnya secara bertahap. Sel plasma yang abnormal ini dalam bahasa medis disebut Myeloma."


Sarah hampir tak bisa mengerti apa yang disampaikan oleh dokter dalam usaha penjelasannya yang panjang dan lebar itu.


Sarah tahu, dokter Pram hanya berusaha memberi penjelasan yang memperhalusnya dengan kalimat-kalimat medis supaya mereka tidak menjadi panik dan memahami penyakit yang kini diderita sang ayah.


"Apa penyebabnya sampai adik saya bisa menderita penyakit aneh ini dok?"


"Ini biasanya bisa terjadi pada penderita yang sudah cukup berumur di atas 50 tahun, Memiliki keluarga dengan riwayat multiple myeloma dan secara genetik mempunyai resiko kangker tinggi atau bisa juga Mengalami gangguan sistem imun."


"Apakah ayahku bisa sembuh, dok?" Itulah pertanyaan yang paling ingin di lontarkan oleh Sarah.


Dokter Pram sejenak memandang kepada Sarah, seolah sedang memilih kata-kata yang tepat. Dia tak ingin memberi harapan kosong tapi juga tidk mungkin mengatakan dengan terus terang jika penyakit ini tidak bisa di sembuhkan.


"Kita bisa menghambat perkembangan sel-sel ini supaya mengurangi kecepatannya merusak sel-sel sehat, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah, yang ada di sekitarnya." Jawab Dokter Pram sambil berusaha tetap bersikap tenang.


"Besok, kita jadwalkan untuk melakukan Pemindaian lengkap untuk melihat perkembangan sel-sel ini, dan menentukan tindakan yang tepat untuk bapak Winarta." Tambah dokter Pram kemudian.


"Apakah ayahku bisa di obati, dok...?" Air mata Sarah hampir keluar dari matanya yang bersinar tak berkedip memandang kepada dokter Pram.


"Saya akan melakukan apapun dok, untuk kesembuhan ayah saya..." Lanjut Sarah dengan suara parau.


"Tentu saja kita akan berusaha melakukan yang terbaik, kita akan memberikan obat-obatan, radioterapy, bahkan jika memungkinkan kita akan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang."


"Saya adalah anaknya, dok...saya bersedia menjadi pendonornya." sarah menyahut bersamaan dengan air mata yang ttak bisa di bendungnya.


"Sayang..." Sebuah panggilan lembut mengejutkan Sarah yang masih tertunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Sarah mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata. Raka duduk di sebelahnya sambil mengalungkan tangannya di bahu sang istri.


"Ada apa, sayang?" Tanya Raka, wajahnya yang tampan itu, menatap cemas pada Sarah.


"Aku...aku..." Sarah tak tahu harus menjawab apa, dadanya terasa sesak, rasanya dia tak sanggup menanggung beban yang kini di tanggungnya.


"Ayah...dia...dia sakit...dia sakit kangker...dia..." Sarah berusaha berbicara dalam nada terbata-bata, tapi sungguh sulit dia mengucapkannya.


"Sayang...semua akan baik-baik saja." Raka merengkuh bahu Sarah dengan lembut. Pelukan Raka membuatnya tak bisa membendung lagi isaknya.


Dia menangis sejadi-jadinya di pelukan sang suami, membagi keresahan, ketakutan yang kini sedang bertumpuk di dalam hatinya.


"Sayang, apapun yang terjadi kita akan melewati ini bersama. Jadilah kuat, supaya ayahmu lebih kuat jika melihatmu tegar." Bisik Raka di telinga Sarah.


"Aku takut..." Ucap Sarah di sela isakannya.


"Menjadi takut itu wajar tapi jangan menjadi lemah karena rasa takut. Harapan dan do'a adalah sumber kekuatan jika kita menjadi takut." Raka menepuk-nepuk punggung istrinya itu dengan lembut.


"Aku takut sekali, sesuatu yang buruk menimpa ayah." Kata Sarah, sambil mengangkat wajahnya dari bahu Raka.


"Tuhan selalu mempunyai rencana di setiap peristiwa yang harus kita lalui, apapun itu. Kita hanya berjuang semampu kita, meskipun keputusan akhir di tangan Tuhan. Baik atau buruk hasilnya, itulah yang terbaik. Jadi, berharaplah kita bisa melewatinya dengan baik." Raka mengusap air mata yang membuat pipi sang istri basah itu.


"Jangan takut sayang...aku ada bersamamu melewatinya..."Bisiknya, sambil mengecup mata yang basah itu dengan lembut.


(Bab ini, author tulis dan dedikasikan untuk mengenang mama author yang meninggal karena penyakit yang sama 7 tahun yang lalu, kangker darah Myeloma multiple. Semua ketakutan dan kesedihan begitu sulit di lewati, saat mendengar itu adalah hal yang tak bisa di sembuhkan...😭 Tapi cinta dari orang-orang di sekitar kita akan menguatkan kita melewati setiap kesulitan dan kesedihan kita.)



...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️......


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you all❤️...