
Diah mengangkat wajahnya dengan tercengang pada Sarah, dia mendadak kehilangan kata-katanya.
Perempuan di depannya itu adalah kakak Sally, perempuan yang telah menghancurkan rumah tangganya seperti p*ting beliung, bahkan setelah anak pertamanya meninggal, Bram sama sekali tidak lagi perduli dengan dirinya dan anaknya. Kini yang dia tahu Sally dalam tiga bulan ini telah tinggal serumah dengan Bram tanpa ikatan pernikahan di sebuah apartemen milik keluarga Wijaya!
"Kakak Sally?" Diah akhirnya mempercayai semua rumor yang pernah di dengarnya, jika karena perselingkuhan suaminya dengan Sally, pernikahan yang dilanjutkan dengan antara pewaris Rudiath-Wijaya Group itu adalah dengan pengantin pengganti, yaitu kakak dari tunangan mempelai pria.
Diapun hari ini, memanggil nama Raka tidak sengaja, karena wajah laki-laki ini begitu familiar di matanya, dari 7 tahun yang lalu. Saat mencari tahu siapa tunangan kekasih Bram, kemudian wajah Raka ini begitu lekat setiap hari sebagai lelaki yang di hujat suaminya, bahkan foto Raka di simpan suaminya dalam ponselnya sebagai orang yang paling di benci Bram. Hari ini saat melihatnya, Diah begitu reflek memanggil tanpa bisa me rem mulut lancangnya, dia hanya terpana bisa bertemu dengan laki-laki yang menurut Bram adalah setan, tetapi menurutnya sepenanggungan dengan dirinya yang sama-sama di campakkan oleh orang yang mereka cintai.
Sarah menganggukkan kepalanya, senyum Sarah begitu lebar dan tulus kepada Diah.
"Ya, aku Sarah, kakak Sally, meskipun aku sangat malu mengakui kenyataan ini di depanmu, tapi meminta maaf atas semua kesalahan adikku, kurasa tidak terlambat. Setidaknya kami tahu, sebagai keluarga kami menyesali semua perbuatan adikku itu. Tidak ada yang menganggapnya benar dengan melakukan kejahatan sebesar itu. Apapun namanya, menjadi perebut kebahagian orang, bukanlah tindakan yang mulia. Kami benar-benar minta maaf." Lanjut Sarah, suaranya lembut disampaikan dengan penuh sesal dan kerendahan hati.
Diah terdiam tanpa kata, tak bergeming menatap kepada Sarah, tanganya yang sebelah kanan terkepal gemetar di depan dadanya, sementara tangannya yang lain di remas oleh Bella, putrinya.
"Semoga sekarang semua sudah baik-baik kembali. Aku benar-benar berharap Bram telah kembali pada keluarganya. Aku tahu kesalahan Sally sungguh tak bisa dimaafkan, tapi jika Bram menyesalinya dan kembali pdamu, setidaknya kamu menerimanya kembali demi anak-anak..." Sarah meraih jemari Diah, dia sangat tahu bagaimana rasanya di khianati karena itu dia mengerti benar perasaan Diah saat ini.
"Aku...aku..." Air mata Diah keluar tanpa bisa di bendung. Kesedihan yang di pendamnya sendiri dalam kesakitan terasa seperti ingin merangsek keluar.
Ya, dalam 7 tahun pernikahannya dengan Bram, hidupnya hanyalah penderitaan. Hanya karena dia begitu mengagumi Bram, teman sekolahnya yang tampan itu, dia rela menyerahkan tubuhnya kepada Bram sebagai pelampiasan karena pacar Bram, si Sally, yang anak seorang pemilik perusahaan terbesar di kota mereka itu bertunangan dengan anak partner bisnis ayahnya.
Malam jah*nam itu, selalu di ingat Diah sepanjang hidupnya, tepat saat malam pertunangan Sally dan Raka, kegadisannya direnggut oleh Bram.
Atau...mungkin bahasanya tidak tepat, Bram tidak merenggut keperawanannya tapi dia yang seperti perempuan bodoh menyerahkan dirinya secara sukarela untuk menghibur kesedihan laki-laki yang telah dicintainya diam-diam dari kelas 1 SMA itu.
Dan dari satu malam itu, berlanjut dengan malam-malam selanjutnya, sampai kemudian dia dinyatakan hamil.
Jika ada orang yang mengatakan, seseorang bisa menjadi bodoh karena jatuh cinta, maka Diahlah orang pertama yang bisa dijadikan contoh.
tapi bayi itu sungguh keras kepala untuk merasakan hidup dan di lahirkan ke dunia, sampai usia kehamilan 6 bulan, bayi Diah dan Bram tetap di dalam rahimnya tak tergoyahkan. Akhirnya dengan terpaksa Bram menikahi dirinya.
Diah tidak tahu apakah dia bahagia atau tidak, saat dirinya kemudian menyandang status dari istri Bram yang sangat dicintainya itu.
Dia menikah dengan orang yang sama sekali tida mencintainya, pernikahan mereka hanyalah keterpakasaan menurut Bram. Jika kemudian mereka berhubungan sebagai suami istri tidak lebih karena melampiaskan nafsu kelelakian Bram.
Dan yang lebih menyakitkan adalah, dia kemudian melahirkan seorang putra dengan kelainan, mungkin karena selama kehamilan bukannya dirawat dengan benar tetapi di cecoki dengan berbagai ramuan dan obat akhirnya anak itu menderita kecacatan organ, bahkan terindikasi penyakit lupus.
Dan dua tahun yang lalu, dia merawat Beni sendiri, putra pertamanya itu dalam keadaan sakit, di dukung oleh keluarga mertuanya yang selalu baik padanya, sementara Bram melarikan diri bersama mantan kekasihnya itu, tanpa kabar berita, tak tahu apakah hidup atau mati.
Meskipun pada akhirnya Bram pulang setelah seorang teman dokter yang bertemu dengannya di Singapura, mengabarkan bahwa anaknya dalam keadaan sakit parah. Pada saat yang sama itu, Bram sedang bersama Sally di rawat karena keguguran bayi mereka.
"Kenapa?" Pertanyaan Sarah terdengar begitu samar di telinganya, yang berdenging oleh kesakitan yang menusuk dari deretan ingatannya sendiri.
(Setiap kesalahan yang di sengaja mungkin akan membuahkan banyak kesalahan yang lain, bahkan saat kita menyesal sekalipun mungkin rasanya sudah terlambat bagi kita. Tapi sesungguhnya, tak ada kata terlambat untuk bangkit dan memperbaiki diri😉 Dari sebuah cerita kita belajar, jangan melemparkan diri kita pada kesalahan dengan suka rela, karena penebusannya adalah penyesalan☺️)
(Akak akan crazy UP ya hari ini, tunggu lanjutannya, spesial othor lagi rajin, mau memanjakan para readers kesayangan)
...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya......