Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 150 SURPRISE BUAT SARAH


"Saya, istri bapak bossmu!"


Dengan gelagapan asisten baru Raka itu menyingkir dari depan pintu, begitu mendengar kalimat itu. Dia siap di pecat hari ini karena tidak bisa menjalankan instruksi pak bossnya dengan benar, nyonya boss ini lebih menakutkan dari pak boss!


Sarah berjalan menuju pintu, dia tahu benar pintu itu tidak di kunci karena si asisten magang ini baru saja keluar dari sana.


"Krek..."


Pintu terbuka, ketika Sarah memutar gagangnya.


Sarah tak kalah tegangnya dari si asisten yang menunduk ketakutan melihat wajah Sarah yang seram.



Ruang kerja Raka terpampang rapi dan bersih, ruangan mewah ini di dominasi warna monokrom, suasana di dalamnya tampak sepi.


Sarah mengedarkan pandangannya, dadanya berdegup kencang, mencari sosok yang sedang ada di kepalanya.


Foto si anak SMA bernama bu Indah itu bermain di bayangannya dan wajah tanpa dosa sang suami di pelupuk matanya, membuat dia gemas bukan kepalang.


Ruangan itu tidak ada orang, batang hidung Raka pun tak nampak.


Toilet...mereka pasti sedang berada di toilet!


Entah mengapa, otak emak-emak Sarah benar-benar sedang tak beres, rasa cemburu membuatnya tak bisa berfikir sehat.


Yang ada di benaknya sekarang, Raka sedang bercumbu dengan seorang anak gadis muda di kamar mandi seperti yang di lakukannya seminggu yang lalu, memikirkan itu kepalanya seketika berdenyut-denyut. Amarah dan murka sedang memprovokasi otaknya.


"Krek!"


Pintu di belakangnya terkunci.


Sarah hampir jantungan dibuatnya, meski pintu dikunci itu, bunyinya hampir tak terdengar.


Dengan sigap dia membalikkan badan, dan...


"Bruk!"


Sarah menubruk tubuh Raka yang telah berdiri di belakangnya, membuatnya langsung berada di dalam pelukan suaminya.


Raka dengan senyum yang lebar mengaitkan tangannya di pinggang Sarah dengan tatapan mesra.


"Selamat ulang tahun, sayang. Istriku tercinta, mommy undur-undurku." Sebuah kecupan singgah di dahinya, begitu hangat.


Sarah yang masih tegang dengan dada berdebar kencang hanya melongo, masih terkejut dengan apa yang sedang di alaminya.


"Sayang..." Sarah membeliak setengah mendonggak pada sang suami yang tanpa sempat dia mengatakan apa-apa, dengan cepat mencium bibirnya, ********** sejenak dalam situasi Sarah masih terpaku kebingungan.


"Kamu lupa, kalau hari ini sedang ulang tahun?" Raka tertawa kecil melihat istrinya itu kebingungan sendiri.


"Em...sayang...aku benar-benar lupa." Sarah menggaruk-garuk kepalanya masih berusaha meredakan ketegangannya, tapi kemudian segera celingukan.


"Ibu Indah mana? Dia sembunyi di mana?" Sarah membalikkan badannya dengan wajah merah padam.


"Bu Indah akan bertemu denganku besok, bukan hari ini. Dan bertemunya juga bersama kamu.


Hari ini aku khusus memancing bu Indah yang ini untuk masuk ke sarangku, perlu strategi untuk membuatmu datang kemari..." Raka tergelak.


"Hah..." Sarah menatap kepada suaminya masih dengan raut kebingungan.


"Sayang, susah sekali membuatmu cemburu, tapi kalau kamu cemburu ternyata lebih galak dari macan. Sudah macam satpol PP saja, main gerebek sidak." Raka tergelak.


Wajah cantik Sarah segera merah padam, dia malu bukan main di depan suaminya itu, merasa tingkah kekanakannya karena cemburu buta itu membuatnya terlihat begitu lucu di mata sang suami.


"Aku jarang lihat kamu pakai lipstik semerah ini, ternyata pengaruh bu Indah ini luar biasa. Istriku hari ini tampil maksimal." Sekali lagi Raka tergelak, dia tertawa sampai wajah gantengnya itu merona.


Sebuah cubitan mendarat di perut Raka.


"Kamu ngeprank aku? Tidak lucu...! Garing!" Sarah merengut kesal, cubitan itu tidak main-main, sampai-sampai Raka menghentikan tawanya dan menyeringai kesakitan.


Raka menarik istrinya itu ke dalam pelukannya, merengkuhnya kuat-kuat.


"Selamat ulang tahun sayang...sudah jangan marah lagi. Aku cuma bercanda."


"Terimakasih sayang, tapi bercandanya tidak lucu." Sarah meringis dalam pelukan Raka, air matanya hampir keluar bukan karena sedih tapi karena rasa haru dan lega. Suaminya itu jauh dari bayangannya, Raka tak pernah bermain di belakangnya, apalagi menghianatinya.


Rasa bersalah sungguh membuatnya merasa sangat berdosa pada suaminya itu.


"Kamu membuatku takut..."Air mata Sarah tak terbendung, dia terisak di pelukan Raka.


(Yeaiiii, terimakasih atas tebakannya readers kesayangan, ternyata semua sudah mengenal dengan baik daddy undur-undur yang ganteng ini. Dia tidak akan begitu mudah tergoda dengan pelakor yang pastinyašŸ˜…


Karena ada beberapa tebakannya benar, aksk triple UP deh hari ini🤣 Tunggu lanjutannya, akak tulis dulu ya, agak hot sedikit, perayaan ultahnya di ruang kerja Raka, jauh dari pelototan babby undur-unduršŸ˜†)



(Maafkan mak othor, si abang Raka ini selalu formal, othor sampai sekarang belum dapat fotonya selain berbaju ala pejabat ini, untuk tampilan berpakaian lain, silahkan di khayal sendiri, asal jangan mengkhayalnya tanpa pakaian🤣🤣🤣)



...Terimakasih sudah membaca novel iniā¤ļø......


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...