Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 218 HAMIL KEMBAR


Beberapa hari ini, setelah tahu kehamilan Sarah Raka sepertinya bertingkah aneh.


Biasanya yang pusing, mual, cerewet itu istri yang sedang hamil muda, ini suami kesayangan Sarah ini yang terserang gejala ngidam. Sarah tak punya keluhan berat kecuali dia merasa cepat lelah yang lebih dari biasanya dengan selera makan yang meningkat drastis.


Yah, saat pemeriksaan awal kehamilan dengan dokter Yogi, bayi mereka sehat dan surprisenya luar biasa.


Di layar monitor ada dua benjolan di sana, sebesar kacang.


"Sepertinya...Sarah hamil kembar." Dokter Yogi menyampaikan berita itu dengan wajah cerah ceria.


"Kembar?" Sarah dan Raka saling berpandangan, mereka hampir tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Yaaa...Usia kehamilan dari HPHTnya, sudah delapan minggu. Dan di rahim terdeteksi ada dua janin. Di usia ini, janin kembar sudah memiliki lengan dan kaki yang bisa ditekuk meski dalam bentuk belum sempurna. Detak jantung mereka juga sudah bisa kita dengar saat pemeriksaan USG. Sel saraf di otak mereka bercabang untuk terhubung satu sama lain." Dokter Yogi menunjukkan gambar di layar yang berdenyut-denyut.



Sarah tak bisa berkata apa-apa, mulutnya melongo terpesona dengan apa yang di lihatnya, Raka apalagi hanya menatap ke monitor dengan pias terpana, rasanya sungguh luar biasa, dia minta satu bayi tapi Tuhan langsung memberinya dua.


Tuhan selalu memberikan hadiah melampaui harapan, untuk orang yang bersabar dan penuh pengharapan.


"Sayang...lihatlah...Rae punya adik dua..." Raka tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Sarah. Mata daddy muda tampan itu berkaca-kaca.


"Iya, sayang...mereka ada dua. Kita akan memiliki dua bayi lagi." Sarah balas memeluk suaminya itu dengan terharu.


"Terimakasih, sayang...kamu memberiku banyak kebahagiaan yang luar biasa." Bisik Raka di telinga Sarah. Dengan yanpa malu-malu fi kecupnya dahi Sarah dengan penuh kasih sayang dan terimakasih.


"Kondisi anak-anakku bagaimana? mereka sehat?" Tanya Raka dengan antusias, tangannya masih memegang lengan Sarah yang terbaring di atas bed.


"Kondisi keduanya sesuai dengan harapan usia kehamilan, mudah-mudahan akan sehat terus. Sambil kita pantau. Jangan lupa kalau ada keluhan atau sesuatu yang terasa aneh, konsultasikan segera, ya..." Kata Dokter Yogi.


"Sarah mungkin mengalami banyak keluhan di masa kehamilan ini? Seperti Morning sickness yang hebat, misalnya? Tingginya kadar HcG juga membuat morning sickness Mom yang mengandung anak kembar menjadi lebih kuat dan panjang."


Sarah menggelengkan kepalanya,


"Mungkin ada mual biasa di pagi hari, tapi masih normal-normal saja, tidak parah. Cuma cepat lelah, capek saja, maunya baring-baring terus." Sahut Sarah.


Dokter Yogi menganggukkan kepalanya, dia senang mendengar Sarah yang tampak lebih tenang pada kehamilan keduanya itu.


"Mungkin keluhannya tidak terlalu dirasakan sekarang, tapi berjalan seiring usia kehamilan, mungkin hamil kembar sedikit lebih berat dari hamil tunggal, tetap jaga nutrisi dan kesehatannya, istirahat lebih banyak untuk menekan efek kelelahan dan keluhan yang berlebihan nantinya." Saran dokter Yogi.


"Ngidam meskipun sering di sebutkan sebagai mitos tapi sebenarnya hal ini bisa disebabkan karena saat hamil tubuh si ibu membutuhkan tambahan energi, jadi muncul keinginan untuk makan makanan tertentu. Perubahan hormon selama masa kehamilan, bisa jadi penyebab munculnya ngidam." Jelas dokter Yogi saat Sarah iseng bertanya tentang ngidam.


"Tapi aku biasa-biasa saja, tidak ada keinginan atau perasaan yang aneh-aneh selama hamil ini. Malah aku sempat tak yakin sedang hamil kalau tidak melakukan test pack." Sarah mengerutkan dahinya.


"Tidak semua ibu hamil juga merasakan sensasi ngidam tetapi keinginan untuk makan sesuatu itu lebih kepada tuntutan kebutuhan tubuh sih sebenarnya, Kadang-kadang ngidam menjadi pertanda bahwa tubuh Ibu butuh makanan dengan zat gizi tertentu. Misalnya Ibu ngidam mangga muda. Mungkin saja tubuh ibu sedang butuh tambahan vitamin C. Kadang juga mau cokelat batangan saat hamil bisa disebabkan karena tubuh Ibu membutuhkan lebih banyak kalori dan magnesium. Seperti itu...jadi macam-macam model ngidamnya." Dokter Yogi menjelaskan dengan ramah.


"Bukan makanan bagaimana?"


"Yah, mungkin mau makan batu bata, beling, jilat mobil, minta cium roda pesawat?"


"Eh, yang ngidam begitu siapa?" Sarah melotot pada suaminya itu.


"Ya, siapa tahu..." Raka terkekeh.


"Memangnya aku kuda lumping." Sarah cemberut mendengar candaan suaminya itu.


"Ku dengar pengalaman-pengalaman ngidam ibu hamil kadang suka begitu." Sergah Raka dengan mimik lucu.


"Mungkin ada beberapa ibu hamil ada yang menginginkan hal-hal yang tak wajar untuk dikonsumsi misalnya batu bata, arang bahkan serpihan dinding saat ngidam. Ini di sebut PICA. Konon, ini juga berhubungan dengan kebutuhan tubuh sang ibu saat hamil juga mungkin kurangnya zat besi atau kalsium. Bila hal ini terjadi, hal terbaik yang harus Ibu lakukan adalah melawan rasa ingin mengonsumsi hal-hal di luar makanan tersebut karena ini bisa berbahaya baik bagi Ibu. Makan makanan yang sehat dan wajar saja, biar ibu dan bayinya sehat." Dokter Yogi tak bisa menahan senyumnya melihat sepasang suami istri yang selalu mesra dan suka saling menggoda ini.


"Kalau mau mutarin mall, shopping, nguras ATM suami, itu termasuk ngidam juga?"


Dokter Yogi tak bisa menahan tawanya mendengar pertanyaan kawannya itu.


"Kalau yang itu aku no coment." Jawab Dokter Yogi sambil tergelak.


Raka ngotot memvonis Sarah yang tiba-tiba kepengen jalan-jalan mutarin mall itu sebagai bentuk ngidam, meskipun Sarah bilang dia cuma lagi boring saja, jadi ingin jalan-jalan dengan suami.


"Tapi untuk kehamilanku yang kedua ini, rasanya biasa-biasa saja, perubahan mood juga tidak masalah. Cuma..." Sarah melirik pada sang suami.


"Ya..."


"Yang banyak keluhan sepertinya suami saya, dok." Sarah nyengir.


"Oh, ya?"


Keluhan Raka melebihi istrinya yang sedang hamil. Mulai dari morning sickness atau mual-mual pagi hari, sakit perut dan ulu hati, perubahan nafsu makan, moodswing, sulit tidur. Sarah benar-benar harus ekstra merawat sang suami.


(Yeaaaay, akak sudah double up ya dan Sarah hamil kembar, lho. Daddy undur-undur langsung dapat bayi dua, kurang baik apa coba author sama duo suami istri ini😅🤗 nanti kalau author bikin novel Menikahi Tunangan Adikku season duanya, akan ada kisah cinta Rae dan keuwuan dua gadis adik kembarnya😅😅😅 Tapi nantiiii, nunggu author selesaikan novel-novel akak author yang lagi belum tamat-tamat, si dara ma dokter Yogi di lapak sebelah😅 Selalu ikuti terus akak author yaaa, jangan lupa follow "Suesant SW" 🤭🤭)



LOVE YOU MY READERS


Terimakasih buat cangkir-cangkir kopi dan bunga yang melayang hari ini, kalian the best🤗🤗🤗


...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya....