
Dalam balutan kebaya warna putih yang simpel dengan desain sederhana senada dengan kerudungnya, Diah terlihat begitu anggun dan menawan. Dia di tuntun oleh mama Doddy dan Ibu Diah, untuk di bawa duduk di sebelah Doddy yang sedari tadi gugup dan tegang bukan alang kepalang.
Pernikahan itu dilaksanakan secara sederhana, di hadiri oleh kedua keluarga Diah dan Doddy, yaitu mama, papa dan rombongan peserta umroh yang di bawa oleh mama Doddy juga ayah, ibu, adik laki-laki Diah.
Papa dan mama Doddy benar-benar mengatur pernikahan itu dengan begitu detil, dari mengurus persyaratan pernikahan keduanya sebelumnya melalui proses pengurusan dokumen-dokumen resmi kepada pihak-pihak terkait di tanah air. Dokumen-dokumen resmi, surat izin menikah dari KUA, dan surat izin dari orangtua mempelai wanita sudah diajukan kepada KJRI Jeddah sebagai syarat membantu pelaksanaan pernikahan di tanah suci ini, di urus oleh sahabat papa Doddy yang tinggal di Jeddah dan kebetulan pegawai di konsulat.
Tak ada yang tertinggal sedikitpun sampai-sampai mama Doddy membawakan stelan kemeja putih berkerah dan jas hitam sebagai outfitnya yang membuat Doddy cukup duduk manis.
Sepanjang malam, setelah di beritahukan tentang prosesi akad yang akan dilaksanakan, Doddy hampir tak bisa memejamkan matanya, dadanya berdebar hebat, tak pernah dia begitu gugup dan bahagia seperti yang di rasakannya saat ini.
Dia sangat ingin bertemu dan berbicara dengan Diah tetapi mama Doddy dan ibu Diah melarang mereka bertemu sampai acara akad nikah di helat. Belum lagi dia berulang-ulang menghafal kalimat ijab qobul yang ternyata meskipun begitu pendek tetapi rasanya lebih sulit dari menghafal ujian.
Diah di hantar oleh kedua orang yang sangat berarti di hidupnya untuk duduk di samping Doddy. Sejenak Diah mencuri pandang pada lelaki yang menatapnya seolah berusaha menembus cadar yang di gunakannya lalu berusaha tersenyum tetapi dia begitu salah tingkahnya sampai-sampai tak bisa melakukannya dengan benar kecuali menundukkan kepalanya.
Mereka berdua menghadap meja ijab Qobul di mana ayah Diah dan papa Doddy selaku wali nikah beserta seorang penghulu. Sepasang pengantin yang berbahagia ini di kelilingi oleh orang-orang yang mencintai mereka.
Ayah kandung Diah sebagai wali nika menjabat tangan Doddy yang sedingin es itu, sementara Diah, sang pengantin wanita mendengarkan proses itu di samping Doddy tak kalah gugupnya.
"Wahai Saudara Doddy Al fajri bin Ferdian, saya nikahkan dan kawinkan Diah pitaloka, putri saya, binti Sophan Abdilah kepadamu, dengan mas kawinnya seperangkat alat shalat dibayar tunai."
Doddy menarik nafasnya dalam satu tarikan, sambil memegang tangan ayah Diah dengan eratnya.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Diah Pitaloka binti Sophan Abdilah dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai."
Kalimat itu di ucapkan oleh Doddy dengan begitu khidmat meskipun keringat dingin serasa membasahi dahinya.
"Sah?"
"Sah!"
"Sah!!"
Air mata Diah menetes, jatuh di atas buku tangannya, sesaat sebelum Doddy mengenakan cincin di jemari manisnya dan dengan begitu haru dia mencium punggung tangan Doddy, mereka bukan lagi dua melainkan satu dalam pernikahan suci.
Mereka adalah sepasang suami istri yang telah sah secara agama.
...***...
Diah dan Doddy bersepakat setelah menikah, mereka akan menunda malam pertama mereka sebagai pengantin dengan mengutamakan menyelesaikan ibadah umroh dengan khusuk.
Berhubungan intim bukan suatu keharusan di malam pertama. Mereka menikmati penuh setiap tahapan-tahapan ibadah, mengunjungi berbagai tempat suci dan bersejarah menikmati kebersamaan satu sama lain dan merasa nyaman menjadi akrab satu sama lain.
Mereka mungkin telah saling mengenal, tetapi banyak hal yang terlewati dalam perjalanan hidup mereka.
Diah mengerti, cinta yang tidak mengedepankan nafsu tentunya lebih kuat pondasinya saat di terpa badai di kemudian hari.
(Hm....ibadah umroh selesai, kita akan pulang, ya...jangan lupa undangan resepsi akan dilaksanakan begitu tiba di Indonesia.
Author tunggu di barisan penerima tamu๐ Ada tamu khusus, mommy dan Daddy undur-undur bakal hadir buat yang kangen duo bucin itu๐ )
...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor๐ค i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis๐๐๐๐
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...
ย