Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
BAB 188 QUALITY TIME


(Setelah part yang menguras emosi, kita yang manis-manis aja dulu, ya. Othor lelah bermain dengan emosi jadi mari kta menemui pasangan kesayangan kita sebentar Raka dan Sarah😅)


Raka baru saja naik menuju kamar hotel yang telan dipesan oleh Rian untuk bulan madu kukuk yang benar-benar penasaran dengan urusan percintaan tertunda di kantor keramatnya.


Setelah mengurus perizinan dengan sang mama supaya bisa bermalam dengan bebas di hotel, mereka berdua melenggang dengan bebas untuk malam ini terbebas sejenak dari si undur-undur yang sedang aktif-aktifnya itu.


Alasan Raka, ada acara yang harus di hadiri di hotel di mana mereka akan menginap, memang ada pertemuan dengan klien tapi tidak memakan waktu yang banyak. Mungkin sejam dua jam, tapi itu cukup sebagai alasan untuk membawa kabur istrinya itu dari rumah.


"Acaranya sampai tengah malam, ma...jadi mungkin kami tak pulang malam ini. Langsung tidur di hotel itu saja, supaya bisa langsung beristirahat. Kasihan Sarah kalau kami harus pulang dini hari."Alasan Raka, setengah mengada-ngada.


Si mama yang pengertian ini langsung setuju saja tanpa banyak bertanya apalagi dia sangat senang bisa bersama Rae, sang cucu kesayangan.


"Ya...pergi saja, tidak usah fikirkan Rae, dia aman dengan mama. Umurnya sudah hampir setahun juga, jadi tidak masalah ditinggal." Kata mama, sambil memeluk Rae, di mulut si bayi montok ini menancap sebuah dot dengan susu yang hampir habis di sesapnya.


Raka senang luar biasa mendengar mama yang dengan suka rela mengasuh Rae selama mereka tinggal,


"Terimakasih, ma...mama memang baik dan top." Raka menciumi pipi mamanya itu dengan tanpa malu-malu.


Sarah cuma nyengir saja mendengar alasan sang suami demi untuk memperjuangkan si kukuk yang ingin dimanja dalam satu malam itu, apalagi kelakuan sang suami yang kekanakan saat menginginkan sesuatu itu membuat Sarah tak bisa menahan geli.


...***...


DIKAMAR HOTEL


TOK! TOK! TOK!


Raka mengetuk pintu, tapi tak ada sahutan dari dalam.


Dua jam yang lalu Sarah sudah di antarnya untuk masuk kamar, dia sendiri ada urusan sebentar dengan Rian, menemui seorang klien yang kebetulan juga membawa bertemu di resto bawah hotel yang sama.


Karena tak melihat ada tanda-tanda di bukakan pintu, Raka menelpon Sarah, meminta Sarah membukakan pintu, dia tidak membawa kunci cadangan karena dia yakin Sarah tak akan kemana-mana saat di tinggal olehnya.


Tapi beberapa kali dia memencet tombol panggilan, tidak ada tanda-tanda Sarah mengangkatnya.


Sekarang, Raka tak bisa menahan diri untuk cemas, dia turun ke lobby, meminta card lock cadangan kepada resepsionis.


Dengan perasaan yang sedikit gugup, Raka membuka pintu ksmar itu.


Saat Raka masuk, kamar besar yang dipetak beberapa ruangan itu sepi sekali. Tak urung Raka semakin gugup, di cobanya menelpon lagi sambil memeriksa seluruh ruangan.


Handphone Sarah berbunyi di atas tempat tidur. Tas tangan yang di bawanya tergeletak di atas tempat tidur juga.


Raka melirik ke pergelangan tangannya,


Jam 21.05 WIB.


"Sayaaaaang..." Sekarang Raka benar-benar tak bisa menahan rasa gugupnya.


Raka melongok ke sana kemari, dan tempat terakhir yang belum diperiksanya adalah kamar mandi.


"Sayang..." diketuknya pintu kamar mandi.


Sepi.


Raka menelan gagang pintu itu perlahan, tidak terkunci.


Saat pintu itu terbuka lebar matanya segera melotot menatap pemandangan di dalam kamar mandi besar yang dindingnya hampir semua terbuat dari kaca itu.



Raka terpesona pada apa yang di lihatnya, sang istri sedang berendam di dalam bathtup dengan tatapan manja.


Sarah sedang berada di dalam bathtub yang berada bagian pojok atau sudut di kamar mandi.


Bathtup itu serupa jacuzy yang di desain sedemikian rupa hingga mampu untuk menyemburkan air bertekanan yang bisa diatur-atur tingkatan tekanannya, sehingga bisa jadi nedia terapi meredakan stress setelah lelah beraktifitas.


"Astaga, sayang...aku sudah deg-degan mencarimu..." Raka mengelus dadanya, antara lega dan kesal yang susah di jelaskan. Sarah telah membuat dirinya sport jantung.


"Harusnya aku yang kesal, katanya sebentar ini molor sampe satu jam lebih dari janji. Aku sudah keriput berendam setengah jam di sini, nungguin kamu." Sarah menyahut dengan raut lebih masam dari wajah Raka yang semula tegang berangsur menjadi normal kembali.


"Sayang...itu si Rian masih lelet saja, katanya janji jam tujuh tapi ternyata dia salah dengar, ternyata jam 7 tiga puluh. Mau ku parkir, yang gantikan siapa? Dea masih betah ngelonin kucing Yogi." Raka mendekat, matanya tak lepas melihat pada sang istri yang begitu menggoda.


"Tapi kan bisa WA kalau masih lama?"Sarah merengut dengan raut cemberut.


"Lupa bilang sayang..." Raka menyeringai tersenyum, melihat Sarah yang berlagak ngambek dari dalam bak mandi.


"Eh, apa acara ini kok berendam mirip duyung di bathtup?" Raka tak tahan untuk tak menghampiri pinggir bak mandi, Sarah benar-benar menggoda dengan tampilan basah sebatas dada. Sisanya serupa hilang di bawah busa.


"Sini..." Sarah melambaikan tangannya dengan manja.


"Apa?" Raka mendekat, alisnya bertaut lucu.


"Masuk sini." Sarah merajuk dengan suara yang dibuat genit, cara Sarah yang tak biasanya itu hampir membuat Raka tergelak.


"Apa?" Raka mendekat lebih dekat lagi, berpura-pura tidak mengerti membuat Sarah manyun.


"Jangan sok bengong begitu, masuk sini...kamu belum mandi, kan? sini aku mandikan..." Sarah berucap dengan acuh rak acuh, punggungnya masih bersandar di pinggir bathup dengan rileks, tangannya masih melambai ke arah Raka yang masih sedepa darinya.


"Bener nih, boleh masuk?" Goda Raka


" Iya. Dari tadi di tawarin masih suka pura-pura tak mau." Jawab Sarah pendek, kesal dengan tingkah suaminya itu.


"Aduh, daddy undur-undur ini cerewet. Kalau tidak mau ya sudah..." Akhirnya Sarah memalingkan mukanya, berpura-pura ngambek beneran.


"Eh...mau...mau..."Raka blingsatan melihat Sarah yang merengut.


"Aku mau dimandikan kayak Rae, please..." Raka dalam sekejap melepas kemejanya dan pakaian yang melekat di badannya.


Sarah melotot pada Raka dengan wajah merah padam,


"Ya, jangan toples begitu juga, sayang..."


"Tanggung..."Raka sudah mendarat sempurna di dalam bak mandi dengan wajah cerah ceria, semua keletihan karena berbagai urusan hari ini terlupakan sejenak.


Istrinya itu begitu pintar menyambut suami, menggunakan waktu yang quality time berdua dengan cara yang tak biasa.



...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya.....