
(Area dewasa yaššOthor lama gak nulis hot dikitš¤ Yang bocil-bocil ke pinggir dulu, bawah umur wajib skip.
Kemari, barisan emak-emak sayang suami boleh merapat...ada kursus singkat membahagiakan pasangan di siniš¤£)
"Sayaaaaang....!!"
Sarah mengernyit dahi, suara Raka terdengar samar di telan ruangan yang tertutup itu.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sedikit, Raka menjulurkan kepalanya dari sana.
"Sayang, tolong aku..." Wajah itu begitu memohon.
"Ada apa?" Sarah tergopoh datang,
"Tolong ada yang mampet..."
"Apanya yang mampet? Wastafel? Shower?" Sarah bingung, apa yang bisa di lakukannya jika saluran pembuangan mampet, dia bukan tukang atau jasa layanan saluran mampet.
"Sini..."
Raka menyuruh Sarah mendekat ke pintu.
"Apa?"
"Kamu lihat dulu."
"Lihat apa? besok pagi saja ku telpon jasa layanan untuk memeriksanya, ini sudah kesorean..." Sarah mengoceh sambil mendekati Raka, tapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Raka menarik tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.
"Aw...!" Sarah hampir terpeleset, tapi Raka dengan sigap menyambut dengan tubuhnya yang basah.
"Astaga..." Sarah melotot melihat kelakuan suaminya, yang berdiri cuek tanpa mengenakan sehelai benangpun itu.
Sarah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dengan wajah merah padam. Biar bagaimanapun dia tetap saja merasa malu, mendadak melihat fotomodel toples di depannya itu.
"Hush, jangan malu-malu begitu, kayak anak perawan saja." Raka tergelak melihat tingkah istrinya itu.
"Kamu nakal sekali, sayang...kamu menodai mataku sore-sore begini." Sarah mengintip ke arah suaminya yang berpose dengan nakal di depannya, melewati celah jarinya.
Sarah tak bisa menahan dirinuntuk tidak melihat barisan roti sobek di daerah perut sang suami, meskipun dia lebih banyak di rumah tapi setiap sore Raka rutin fitnes sendiri di ruang olahraga keluarga di lantai bawah, dekat kolam renang, paling tidak setengah jam sampai satu jam sehari.
"Apanya yang mampet?" Tanya Sarah kemudian. Raka menarik jemari Sarah yang menutup wajahnya sambil tersenyum lebar, meletakkannya di dadanya.
"Ada yang mampet di bawah."Bisiknya sambil mengedipkan mata.
"Sudah lama tidak bertemu sarungnya, dia mampet."
"Nakaaaaal." Sarah mencubit perut suaminya itu sambil tergelak.
"Baru tiga hari yang lalu dia ketemuan."
"Oh, kok aku lupa, ya?" Raka menepuk jidatnya dengan polah lucu.
"Tapi...dia mau lagi...boleh, ya?" Raka merapatkan tubuhnya pada Sarah yang hanya mengenakan dress pendek tanpa lengan itu.
"Ops..." Sarah seperti ayam kelojotan ketika
tangan Raka menempel di pahanya kemudian merayap naik ke balik pakaiannya yang pendek itu.
"Ini masih sore..." Sarah menangkap pergelangan tangan suaminya yang semakin menyusup tak terkendali ke area lebih sensitif.
"Mumpung Rae lagi dengan neneknya, kita harus gunakan kesempatan ini." Raka terkekeh. Dia tahu dari mata sang istri, dia tak benar-benar menolak apa yang di lakukannya itu.
"Tapi..."
"Brak!" Raka mendorong pintu kamar mandi yang setengah terbuka itu dengan kakinya, sementara dia menarik tubuh Sarah kebih rapat lagi.
"Kamu lagi kerasukan apa?" Sarah menelan ludahnya, saat jemari-jemari Raka bergerak liar ke sana kemari di balik dressnya, sementara kepala suaminya itu menyusup keleher Sarah menciumi leher sampai bawah telinganya dengan ciuman panas dan basah.
"Kerasukan genduruwo." Jawab Raka dengan parau. Tangannya perlahan menarik resleting di punggung Sarah, hingga punggung istrinya itu terbuka sampai sebatas pinggang.
"Sayang, kita sudah lama tidak melakukannya di kamar mandi..." Raka terkekeh senang, saat melihat Sarah hanya merem melek tak bersuara.
"Tempat tidur segitu besarnya, masa harus di sini..." Gerutu Sarah, meskipun dia terlihat menikmati setiap sentuhan suaminya itu.
"Sekalian aku memandikanmu..."Raka tertawa menanggapi gerutuan istrinya yang saat menyusui ini, terlihat malah lebih seksi dan menggoda.
Sarah tak menyahut, bibirnya yang basah itu hanya melenguh, ketika dadanya yang membusung padat itu jadi bahan mainan lidah panas suaminya itu.
"Esss...ada ASInya..." Raka tertawa mendapati cairan putih yang keluar dari sela put*ngnya.
"Dasar daddy undur-undur...!" Sarah mengikik geli sambil meremas rambut di kepala suaminya itu.
Sesaat kemudian, dress Sarah telah menggeloyor di kakinya, menyisakan pakaian dalam yang melekat di badan mulusnya.
Raka tak lagi bisa menahan diri, dalam sekejap dia menyerang Sarah dengan ciuman bertubi-tubi hingga Sarah hampir kehilangan nafas, dan tanpa di sadarinya entah kapan tubuhnya telah berada di atas meja wastafel dengan kaki yang mengait erat di pinggang sang suaminya, Raka telah menaikkannya ke sana!
(Ops...Othor Cut ya, para readersku sayangš¤ Kepala othor mendadak puyeng sendiriš¤£
Silahkan di imajinasikan kejadian selanjutnya, pokoknya othor sudah Double UP hari iniš¤£
Mau pindah ke lapak Dara dan Windu serta Selir persembahan yang juga sedang panas-panasan juga malam iniš
Please...VOTE, KOMEN, LIKE, KOPI, BUNGA...lemparkan ke muka othor malam iniš¤£š¤£š¤£ luv you all)
...Terimakasih sudah membaca novel iniā¤ļø......
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikanš...
...I love you allā¤ļø...