
“Hehe, jadi? Martin, ini penjelasan lu buat gue?” Thomas tersenyum dengan acuh, lalu berkata: “Kalau begitu, selagi ada kesempatan hari ini, kita bicara baik-baik, ada hal yang harus kita buat jelas, jangan sampai nanti bermasalah kedepannya.”
Martin tidak menjawab, rasa sakit di sekujur tubuhnya membuatnya hanya bisa mengangguk.
Namun dia sudah mendapatkan alasan untuk dirinya, dia punya keyakinan sendiri, sehIngga tidak lagi menghindari tatapan mata Thomas.
Karena…
Kenyataannya memang begitu!
Dia masih menganggap Santo sangat hebat, bahkan sanggup menggapai langit!
Siapa yang menyangka Ivan sama sekali tidak mempan dengan cara ini, uang 2 triliun nyaris jatuh ke tangannya, bukan hanya gagal mendapatkan uang sebanyak itu, dirinya bahkan hampir mati dipukuli!
Itu adalah jaminan masa tuanya nanti!
Tetapi sekarang sudah menghilang…
Memikirkan hal ini, Martin sungguh merasa kesal, dan sasaran amarahnya ini adalah Thomas yang ada dihadapannya!
“Martin, Santo memang mengatakan, kalau kamu membawa surat kontrak ini ke dinas terkait, mereka tidak akan berani membocorkannya kepada Bright Property, apakah dia menyuruhmu memeras 2 triliun? Kalau berdasarkan ucapanmu, kamu memeras Ivan karena kami yang menyuruhmu, iya kan?”
Menghadapi Thomas yang tenang, amarah Martin semakin besar, benar, apa yang dikatakan Thomas tidaklah salah, tetapi dia tidak boleh mengakui hal ini!
Ketika itu, kalau bukan karena dia mengalihkan perhatian Ivan, maka Ivan pasti akan langsung mencabut nyawanya.
Dia punya alasan melakukan hal ini!
Thomas hanya mengamati dari samping, tentu saja mudah bicaranya!
Dia juga tidak merasakan pisau yang diarahkan Ivan ke lehernya, tahu apa dia!
Dengan perasaan yang hancur, Martin berkata dengan penuh emosi, “Cuih! Jelas-jelas kalian bicara seperti itu!”
“Kami tidak pernah berkata seperti itu!” ucap Thomas.
“Preett! Setelah kalian memanfaatkanku, aku langsung dicampakkan, mau bicara apa terserah, aku malas berdebat denganmu!”
Thomas menggeleng dengan wajah tersenyum, “Martin oh martin, sebagai manusia, sebaiknya tahu batasan. Gue baru ingat, malam itu, adik gue merekam video sepanjang malam, apa yang kita katakan, apa yang kita minum, semuanya terekam jelas. Keesokan harinya dia bahkan mengeluh memori handphonenya sampai penuh.”
Kali ini Martin sepenuhnya panik.
Alasan dia melimpahkan semua kesalahan ini pada Santo dan Thomas ada dua.
Pertama, dengan mencari kambing hitam, Ivan akan membiarkannya hidup!
Kedua, kalau sampai Bright Property tahu masalah ini berhubungan dengannya, dia tidak perlu khawatir Bright Property membalasnya!
Uang 2 triliun, mungkin orang bodoh tidak mengerti, namun mungkinkah Martin tidak mengerti?
Akhir yang menunggunya hanya ada dua.
Pertama, Bright Property akan membunuh orang untuk melampiaskan amarah, tiba-tiba suatu hari nanti, Martin akan menghilang secara tiba-tiba!
Kedua, kalau diselesaikan dengan cara hukum, 2 triliun, itu cukup untuk memenjarakannya seumur hidup, bahkan mungkin langsung dihukum mati!
Namun sekarang Thomas malah mengatakan kalau semua yang terjadi malam itu direkam oleh Luna, bukankah ini artinya Thomas memiliki bukti yang kuat?
Kalau begitu, dia tidak akan bisa mengelak dari tanggung jawab!
“Picik, tidak tahu malu! Keluarga Widjaja semuanya picik dan tidak tahu malu! Yang satu tukang menghitung hutang lama, yang satu tukang merekam video! Dasar Keluarga Widjaja brengsek!” Martin panik, sehingga dia memaki dengan perasaan takut dan panik, “Thomas, bukankah kamu punya uang? Terus kenapa kalau kamu punya sedikit uang?”
Thomas sama sekali tidak tergelitik oleh makian ini, dia hanya berkata dengan tenang, “Kalau saat itu ibuku tidak memungut bukti lu meminjam uang bapak gue, kalau adik gue gak ngerekam video kita, mungkin semua perbuatan lu yang rendahan itu gak akan muncul ke permukaan.”
“Alasan gue ngasih tahu elu adalah, mau melimpahkan semua kesalahan ke gue dan Santo? Martin, jangan ngarep!”
“Oh iya, ada satu hal lagi…”
Thomas sekali lagi melihat ke arah Martin, lalu tersenyum dengan dingin, “Tanya pada hati nuranimu, selama dua puluh tahun lebih, berapa banyak keuntungan yang lu dapat dari bapak gue dan dari Keluarga Widjaja? Kita gak usah bahas yang dulu, lu pikirkan lagi baik-baik, sudah berapa kali gue bantu, lalu bagaimana cara lu membalas gue? Atau karena lu ngerasa orang Keluarga Widjaja bisa diinjak dengan mudah, sehingga terus ngelunjak, lu pikir gue gak berdaya menghadapi elu, begitu?”
“Kita bicarakan tentang masalah hari ini, elu ingin melimpahkan kesalahan pemerasan ini pada kami, itu karena rencana lu udah ketahuan, jadi elu takut Bright Property membalas, benarkan tebakan gue.”
“Gue rasa elu selalu melupakan satu hal, Santo memandang gue, namun sama sekali tidak memandang Bright Property, bagaimana kalau gue lebih berkuasa dari Bright Property? Apakah lu pernah mikir, kalau gue membalas lu, gimana?”
Mendengar ucapan ini, alis Martin langsung terangkat.
Dia memang tidak memikirkan hal ini sama sekali.
Dan apa yang Thomas katakan sama sekali tidak bisa dia sangkal, karena kenyataannya memang begitu.
Itu artinya, dibandingkan dengan Bright Property, Santo jauh lebih ditakuti.
Sebelumnya Ivan mendapat masalah di Restoran Tasty, namun Santo sama sekali tidak bergeming.
Namun Santo malah berkali-kali menolong Thomas.
Apakah ini masih belum jelas?
Saat ini Martin baru sadar dan paham.
Semua ini salah dia yang tamak terhadap uang 2 triliun itu!
Lalu dia diculik oleh Ivan, dia memikirkan cara untuk menyelamatkan nyawanya, sehingga dia sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih.
Dia melimpahkan semua kesalahan pada Santo dan Thomas, dan ini merupakan caranya untuk mengalihkan perhatian Bright Property.
Tidak peduli Ivan hidup atau mati, orang yang kembali pasti akan melaporkan semua yang terjadi pada Adrian Chandra.
Dendam Adrian terhadap Thomas dan Santo pasti akan terbentuk.
Dia hanya pohon yang ditinggalkan, siapa yang akan memperhatikannya?
Namun dia lengah, Luna ternyata begitu licik, semua yang terjadi malam itu dia rekam sepenuhnya.
Bukti yang begitu kuat, dia sudah berada dalam genggaman Thomas!
Dia bisa menghindari Bright Property, namun sama sekali tidak bisa menghindari pembalasan Thomas dan Santo.
Kalau…
Thomas menyerahkan video itu pada Adrian…
Berpikir sampai di sini, Martin langsung bergidik, dai mengangkat wajahnya dengan panik, wajahnya pucat sampai seperti kertas.
Gawat!
“Wanda, lepaskan ikatan ayahmu.” Ucap Thomas dengan datar.
Dia bicara begitu banyak, tujuannya adalah agar Santo tidak terjerat.
Dan tepat pada saat ini, handphone dalam sakunya bergetar, Thomas mengeluarkannya dan melihat Dimas yang meneleponnya.
Isi pesannya adalah: Tuan muda, Haris sudah menyusul ke rumah sakit, dia sudah memberikan Ivan sebutir pil jiwa, nyawanya tidak akan dalam bahaya. Tetapi kedua ginjalnya, limpa dan livernya tertusuk oleh Nona Freya, kalau tidak ada kesalahan, dia hanya akan menjadi orang cacat.
Melihat pesan ini, Thomas hanya tersenyum, bagus sekali, dia sama sekali tidak peduli pada Bright Property. Yang terpenting adalah, Freya tidak perlu mengalami trauma seumur hidup karena telah membunuh orang.
Masalah lainnya dia berniat mendiskusikannya dengan Dimas setelah pulang dari sini.
Dia tidak ingin berlama-lama di tempat ini, dia berbalik dan berjalan ke arah Freya.
Siapa sangkat Martin yang baru saja dilepaskan langsung berlutut dan memeluk kaki Thomas.
“Thomas, tidak, Thom, tolong maafkan om! Jangan menyimpan dendam pada om! Kamu harus menolong om!”
Martin benar-benar takut, tadi dia buat terkejut oleh Thomas, celananya sudah mulai bau pesing sekarang.
Dia ketakutan sampai mengompol!
Kekejaman Ivan sudah pernah dia cicipi, dia tidak berani membayangkan apa yang disiapkan oleh Adrian Chandra begitu mengetahui dirinya memeras Bright Property sebesar 2 triliun, entah bagaimana nasibnya nanti.
Meskipun da juga sudah menyinggung Thomas dan Santo, dia juga meninggalkan bukti di tangan Thomas, namun kondisi saat ini hanya Thomas yang bisa menolongnya!
Thomas sudah menolongnya berkali-kali, seharusnya kali ini bukanlah masalah baginya iya kan?
Thomas sama sekali tidak heran dengan reaksi Martin ini, semua sesuai dugaannya, karena ini bukan yang pertama kalinya.
“Hehe, Martin, lu benar-benar plin-plan ya, coba katakan, gimana cara gue ngebantu lu?”
Mendengar Thomas berkata demikian, Martin langsung bersemangat, dai mengerutkan alis dan berpikir, keringat dingin mengucur dari keningnya.
Tiba-tiba dia mendapat sebuah ide.
“Bagaimana kalau begini saja, Thom, begini, kamu jangan menyerahkan video itu kepala Keluarga Chandra dulu, juga jangan memberitahu Santo apa yang terjadi…”
“Lagipula temanmu yang sudah membunuh Ivan iya kan? Sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, sekalian saja! aku serahkan bukti Bright Property dan juga ketiga kontrak milikku padamu, nanti kamu serahkan bukti ini atau dipublikasikan, maka Adrian Chandra dan Bright Property akan hancur sepenuhnya!”
“Coba kamu pikir, Ivan dibunuh oleh temanmu, kalau sampai Bright Property hancur, dendammu bisa dianggap sudah terbalas, kita sama sekali tidak dirugikan iya kan?”