Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Uangku


“Pak ketua dekan mohon tunggu sebentar!” Wedy kembali memotong pidato Junaedi.


Namun kali ini dia sudah tidak memperdulikan apapun lagi, dia langsung berkata dengan penuh emosi, “Meskipun apa yang kamu katakan itu memang kenyataan, rasanya itu tetap tidak bisa menjadi alasanmu menyembunyikannya iya kan!”


Jurus ini tidak kejam, namun setiap katanya begitu menusuk.


Wedy sudah memikirkannya dengan sangat baik, asalkan bisa membuat Junaedi disalahkan, maka dia pasti akan menerima hukuman, dan dirinya akan menjadi orang yang bertanggung jawab atas semua yang beroperasi lembaga sosial ini!


Maka pada saat itu, dia akan menjadi ternama dan juga kaya raya! 2,2 Triliun! Itu uang 2,2 Triliun loh!


Pemikiran apa? Nanti dia tinggal mencari berbagai dalih, dan uang 2,2 Triliun itu akan ada di bawah kendalinya!


Asalkan dia menggunakan trik yang sangat sempurna, tidak akan ada yang bisa menemukan bukti apapun!


Nama, uang, semua datang bersamaan!


Membayangkan semua ini, Wedy begitu bersemangat sampai hampir tidak bisa bernafas!


“Ini… ini…” Junaedi tidak menyangka Wedy akan menanyakan hal ini.


Alasan utama dia tidak menyampaikannya ke yayasan adalah untuk menghindari Wedy yang berdiri di hadapannya ini.


Jasa ini tidak ingin Junaedi ambil untuk dirinya sendiri, namun Wedy bukan orang yang bisa dia percaya.


Kalau sampai dia ikut serta dalam lembaga sosial beasiswa ini, tidak perlu dibayangkan juga sudah bisa ditebak, organisasi ini akan terpengaruh, bahkan akan menjadi sasaran Wedy.


Dan pada akhirnya Junaedi jangan harap memiliki nama yang termasyur sepanjang masa, dia mungkin akan menjadi pendosa yang dikenang sepanjang masa! Bagaimana mungkin Junaedi membiarkan semua ini terjadi?


Mengenai kedua wakin dekan lainnya, juga para koordinator lainnya, beberapa tahun ini sudah bekerja sama dengan Wedy sejak awal, dia lebih tidak mungkin menyampaikan rencana ini di hadapan mereka sebelum rapat dilaksanakan.


“Hehehe, Pak kepala dekan, kali ini Anda tidak bisa bicara lagi?” Wedy merasa dia sudah menang, dia menunjuk semua anggota direksi yang berada di kursi VIP dan berkata, “Hari ini saya sengaja mengundang dua orang petinggi, tujuannya adalah untuk menyelidiki masalah yang sudah kamu buat! Sebaiknya Anda segera berkata jujur, sehingga hukumanmu bisa lebih diringankan!”


Kalau Wedy tidak hebat dalam mengendalikan diri, mungkin saat ini dia sudah tertawa dengan keras.


“Sungguh tidak disangka bukan, Junaedi pasti tidak menyangka aku akan menyiapkan jurus ini, haha, perasaan membuat nama baik untuk orang lain, biar lu rapi di dalam penjara sana!”


......


Sejak Junaedi naik ke atas panggung, setiap ucapannya dan juga ucapan Wedy sudah terdengar jelas oleh Thomas.


Dia bukan orang bodoh, tentu saja dia bisa melihat jelas trik yang sedang dipakai oleh Wedy.


Thomas mendengar dengan senyum dingin, kalau bukan karena dia sudah paham orang seperti apa Junaedi dan Wedy itu, mungkin dia akan mempercayai tuduhan Wedy.


Junaedi, adalah orang yang tulus bekerja untuk Universitas Trijaya, sementara Wedy, dialah koruptor yang sesungguhnya. Inilah yang disebut maling teriak maling!


Ketika dia mendengar Junaedi sudah didesak oleh Wedy sampai tidak lagi bisa menjawab, dia tidak tahan lagi.


Seandainya dia berada di posisi Junaedi, dia juga akan memilih cara ini, dia akan menyembunyikannya terlebih dahulu, baru mengumumkan kabar baik ini di rapat besar.


Manusia, demi nama, tidak akan ada yang bisa menolak godaan ini, dia sendiri pun mungkin akan melakukan hal yang sama! Thomas tersenyum dingin, lalu berdiri dan berjalan ke depan panggung.


Pada saat ini Junaedi sedang sangat kebingungan. Dan tentu saja Wedy adalah orang pertama yang melihat Thomas berjalan naik dari belakang panggung.


Dia belum sempat merespon, Thomas sudah mengambil mikrofon dan meletakkannya di depan mulutnya.


Thomas berkata dengan dingin, “Wedy Lemian, uang 2,2 Triliun itu adalah uangku, aku ingin mengaturnya seperti apa, apakah ada urusannya dengan orang lain?”


“Aaa… aaah? Kau, bukankah kamu yang semalam…” Wedy masih belum sadar, namun dia masih mengingat wajah ini. semalam memang dia dan seorang pemuda bertubuh besar yang bersikap tidak sopan padanya!


Sehingga, pada saat rasa senang dan terkejut berbenturan, Wedy melupakan sebuah hal yang sangat penting.


Dia berteriak dengan sangat lantang, “Siapa kamu sebenarnya? Ini adalah podium untuk berpidato, siapa yang menyuruhmu naik ke sini? Minggir sana!”


“Lancang! Wedy Lemian! Kamnu sudah cukup membuat onarnya?!” Junaedi langsung panik dan membentak, “Dia adalah Direksi kehormatan Universitas Trijaya, Thomas Widjaja!”


......


Tentu saja, ada banyak orang yang tidak menyangka!


Bahkan ada beberapa orang yang langsung tercengang sampai matanya hampir jatuh setelah melihat Thomas!


Misalnya, Wanda Ningrat. Adalagi Kimberly, Hans Zola, dan juga beberapa mahasiswa yang hari itu minum bersama dengan Thomas di asrama.


Dan tidak lupa Jayden Chao yang memiliki perusahaan ekspedisi.


Yang pasti, kemunculan Thomas yang begitu memukau membuat banyak mata membelalak besar sampai ada yang nyaris jatuh pingsan karena tidak percaya.


Mahasiswa yang dua kali melihat Thomas berseru kaget, “Astaga? Gila! Gila banget! Kak Hans, lihat kan? Gue bilang juga apa! Dia itu tuan muda kaya raya!”


Hans juga terkejut sampai matanya membelalak lebar, kali ini akhirnya dia paham kenapa Thomas menolak pekerjaan yang dia tawarkan.


Jayden juga memasang wajah yang sama sekali tidak percaya. Bocah tidak berguna ini… ternyata adalah Direksi kehormatan Universitas Trijaya?!


Kimberly juga terkejut sampai membungkam mulutnya dengan tangan. Sementara Wanda, wajahnya terlihat begitu buruk sampai seperti orang yang baru memakan kotoran.


Semalam dia minum sampai terlalu mabuk. Apa yang terjadi setelahnya baru dia ketahui setelah sadar pagi ini.


Di bawah cerita yang sudah dibumbui oleh Milan, dia mendengar semua kejadian yang terjadi setelah dia mabuk berat.


Oleh karena itu, dia sempat mengamuk pada Milan dan Martin! Beberapa hari yang lalu dia sudah menyadari Thomas berubah sangat pesat.


Dia juga sudah memikirkan rentetan rencana untuk mengembalikan hubungannya dengan Thomas.


400 juta… baru juga kehilangan uang 400 juta!


Donasi yang diberikan Thomas bahkan mencapai 2,2 triliun, itu sudah berapa kali lipatnya 400 juta!


Dia merasa dirinya nyaris gila! Siapa yang menyangka Thomas sekaya itu.


Hanya mobil SUV hitam itu saja sudah senilai 2 triliun.


Hari ini, dia memberikan donasi 2,2 Triliun lagi… membuatnya ingin membenturkan kepalanya karena menyesal.


Kenapa dulu dia malah mengajukan pembatalan perjodohan, hanya karena seorang Ivan Chandra, ida mencampakkan Thomas dengan tragis.


Dia mengira Ivan bisa memberikannya kehidupan mewah, siapa yang menyangka dia berniat jahat, hampir saja menjerumuskan keluarga mereka ke dalam neraka.


Aset Bright Property paling banyak 1 triliun, namun mobil Thomas dan juga sekali donasi saja setara dengan dua kali lipat aset Bright Property.


“Pa, Ma, kali ini aku benar-benar mati dicelakai oleh kalian!” Wanda sungguh ingin menangis sejadi-jadinya.


Dia merasa dunia ini sudah gila, dia juga hampir gila!


......


Wedy juga tercengang. Dibunuh pun dia tidak akan percaya, anak muda yang berdiri di hadapannya ini…


Dia adalah Direksi kehormatan!


Dia adalah orang hebat yang mendonasikan 2,2 Triliun dengan loyalnya!


Begitu membayangkan pertengkaran dengan Thomas semalam, membuatnya merinding.


Lalu sebuah perasaan tidak enak juga langsung menyelubunginya.


Kondisinya sekarang, bagaikan api yang sedang membara, lalu tiba-tiba disiram dengan air dingin.


Wedy merasa sekujur tubuhnya terasa begitu dingin.


Dia membuka mulutnya dan bertanya dengan senyum yang dipaksakan, “Anda, Anda… apa yang Anda katakan?”


Thomas berkata dengan senyum yang begitu dingin, “Yang tadi saya katakan adalah, uangku, mau dihamburkan dengan cara apa pun, apa hubungannya sama elu!!??”