
“Tabib Dewa Haris, kenapa? Menurutmu cara ini tidak bisa?”
Thomas langsung murung, namun dia tetap bertanya dengan perasaan tidak terima.
Secara bayangan, ini bisa iya kan.
Haris dibuat tertawa oleh ide ini, “Tuan muda, berdasarkan pemikiranku, energi murni ditekan sampai menyusut terlebih dahulu, dengan demikian bisa mendapatkan kapasitas energi murni yang lebih banyak, meridian dilatih dengan Jurus pelindung meridian dan jiwa, dengan demikian menjadi lebih keras, jadi secara teori ini adalah penyusutan tidak terbatas, membuat meridian menjadi kuat sampai tidak terbatas, dan pada akhirnya bisa setara dengan pesilat kuat lainnya, begitu maksudmu?”
“He em” Thomas mengangguk dengan yakin.
Haris mengusap janggut putih yang hanya tersisa beberapa batang itu dan berkata dengan tenang, “Kalau begitu pertanyaannya muncul, kalau cara ini bisa bekerja, kenapa orang-orang di dunia persilatan tidak melakukannya, malah setelah anak berusia satu bulan, harus mulai membangun fondasi dan melebarkan meridian?”
“Hmm… iya juga! Kenapa?” Thomas tercengang.
Dia memang tidak memikirkan hal ini, namun ucapan Haris yang begitu singkat ini malah membuatnya menyadari kunci masalahnya.
“Tuan muda, apakah kamu pernah berpikir, menekan energi murni pada dasarnya adalah sesuatu yang memang harus dilakukan oleh orang yang berlatih tenaga dalam?”
Thomas menggeleng dengan bingung.
“Fondasi adalah langkah pertama di perjalanan latihan, bakat setelah fondasi, selain kepekaan, sejauh mana perkembangan meridian dan juga wadah energi merupakan salah satu poin paling berat…”
Haris menggeleng dan lanjut berkata, “Kalau tidak begini saja, biar aku jelaskan dengan mendetail padamu.”
“Langkah pertama latihan, aku yakin tuan muda sudah paham, itu adalah fondasi. Langkah kedua, melatih energi murni segiat mungkin, sampai energi murni cukup, lalu menggunakan energi murni untuk melancarkan seluruh pembuluh darah dalam tubuh, yang terakhir, sampai semua pembuluh darah dalam tubuh lancar, maka akan masuk ke tahap penyebrangan dasar. Namun sebelumnya, seberapa pentingnya fondasi akan terlihat pada saat ini, ada banyak pembuluh darah yang sulit untuk dilancarkan, ini membutuhkan energi murni dalam skala besar dan juga keahlian mengendalikan energi murni yang sangat tinggi sebagai persyaratan.”
“Semakin kuat Jurus pelindung meridian dan jiwa yang tuan muda latih, maka sumbatan dalam pembuluh darah akan semakin besar, inilah masalahnya. Tentu saja ada cara lain, misalnya tuan muda menghentikan latihan Jurus pelindung meridian dan jiwa untuk sementara, membiarkan semua pembuluh darah dalam tubuh dilancarkan dulu, dan pada saat itu tuan muda sudah bisa melangkah masuk ke ambang pintu tahap penyebrangan dasar.”
Mata Thomas langsung berbinar, “Kalau begitu…”
“Jangan terburu-buru, aku belum selesai bicara!” Haris mengibaskan tangan dengan acuh, lalu berkata, “Standar tahap penyebrangan dasar adalah seluruh pembuluh darah sudah terbuka jalurnya, mulai dari langkah kedua, orang yang berlatih tenaga dalam harus mulai menekan energi murni dalam dirinya, melatih energi menjadi cairan, wadah energi menjadi lautan energi. Langkah ini tidak sulit, namun juga tidak sulit, ada banyak pesilat yang terjebak di tahap ini.”
“Energi berubah menjadi cairan, punya dua syarat, satu, memiliki energi murni dalam jumlah yang besar dalam tubuh; kedua, kendali meridian yang sudah sangat normal. Di tahap penyebrangan dasar, seluruh pembuluh darah sudah terbuka, elastisitas meridian begitu mengerikan, bisa membesar dan mengecil, atau bahkan bisa menutup, energi murni berkumpul dalam wadah energi dan terus menyusut sampai menjadi cairan. Ini membutuhkan bakat, juga membutuhkan kesempatan dan keberuntungan.
Pada saat ini Dimas menyela, dia memberikan sebuah contoh, “Tuan muda, ini seperti… ada yang bisa menggerakkan alisnya, ada yang menggerakkan daun telinga, ada yang tubuhnya sangat elastis. Syarat energi murni menjadi cair, kalau ingin dikatakan dengan gamblang adalah menggunakan pembuluh darah di sekujur tubuh seperti bagian tubuh lainnya, dengan demikian baru bisa mencapai tahap penyebrangan dasar, energi murni yang menjadi cairan tidak hanya dikumpulkan. Kalau ada meridian dan titik di tubuh yang tidak terkontrol, maka energi murni yang menjadi cair hanya akan menjadi wacana.”
Haris mengangguk dan berkata, “Tuan muda, kamu berlatih Jurus pelindung meridian dan jiwa, meridian sudah sepenuhnya menjadi kaku dan mati, ini energi murni menjadi cair… itu tidak mungkin.”
Bicara sampai disini, Haris melirik Thomas dan menghela nafas panjang.
“Jadi, pada akhirnya kondisiku ini akan membuat aliran energi murni perlahan berhenti?”
“Hm…” Haris setuju dengan istilah ini, lalu berkata lagi, “Keluarga Levian adalah clan tertinggi nomor satu dari kedelapan clan tertinggi, meskipun Tuan besar Levian seluruh Harta karun langit dan bumi yang ada untukmu, lalu berhasil membuat energi murni tuan muda menjadi cair, wadah energinya menjadi lautan energi, itu juga tidak ada gunanya.”
“Kenapa?” Thomas tersenyum pahit.
**! Kalau ingin menerima pukulan, biarkan pukulan itu datang lebih kuat saja!
“Wadah energi menjadi lautan energi, ketika itu aliran energi murni dalam tubuh sudah tidak terhalang sama sekali, tidak akan ada habisnya, bahkan bisa dilepaskan keluar tubuh, bahkan energi murni yang disalurkan ke dalam benda, meskipun hanya selembar daun saja bisa merenggut nyawa seseorang.”
“Tuan muda, sebenarnya kamu pernah melihatnya.”
Dimas takut Thomas akan salah paham, sehingga melayangkan kepalan tangannya dengan asal.
“Huff~”
“Sraakk…”
Sebuah angin yang tidak terlihat terbentuk, membuat tirai yang ada di jendela berkibar dengan keras.
Haris mengangguk dan berkata, “Benar, ini adalah pesilat tangguh, namun wadah energi Dimas yang menjadi lautan energi baru saja terbentuk, ini hanya langkah ketiga dalam pelatihan, masih sangat jauh.”
“Lau? Langkah keempat?” ada rasa ingin tahu yang sangat besar sampai rasanya tidak sabar ingin lanjut mendengarnya, meskipun Thomas tahu dia memiliki keterbatasan.
“Langkah keempat…”
Haris sekali lagi menghela nafas panjang, sorot matanya begitu dalam dan menerawang jauh.
Setelah sesaat.
Dimas berkata, “Tuan muda, langkah ketiga saja sudah hampir di penghujung.”
“Kenapa?”
Kali ini rasa ingin tahu Thomas sudah sepenuhnya terpancing, jelas-jelas ucapan Haris terhenti, namun Dimas malah mengatakan kalau sudah dipenghujung, sebenarnya ada ujungnya atau tidak?
“Ini…” Dimas menggaruk kepalanya dan tersenyum tanpa menjawab.
Haris mengusap dagunya dan berdecak, “Sudah, sudah, karena sudah dibahas, sekalian saja kukatakan padamu, Dimas tidak mengatakannya karena ini sungguh terlalu sulit dicerna oleh nalar…”
“Pelatih tenaga dalam sampai ke langkah ketiga, energi murni menjadi cair dan wadah energi menjadi lautan energi, ini merupakan seorang pesilat tangguh. Konon, kalau ingin mengembangkan ilmu meringankan tubuh bukanlah hal yang tidak mungkin, ini semua tergantung pada perbandingan wadah energi dan elastisitas meridian, begitu cara memutuskannya.”
“Ada juga energi yang menyelimuti tubuh, membuat senjata biasa tidak akan bisa melukai tubuh.”
Ucapan ini membuat Thomas sepenuhnya tercengang.
“Intinya senjata api biasa pun tidak akan bisa melukai orang yang sudah berada di tahap ketiga.”
“Buset…” Thomas membelalakkan matanya dan melihat ke arah Thomas, “Kalau begitu kamu tidak takut pada peluru?”
Sebenarnya dalam hati Thomas berpikir, kalau memang benar begitu, kelak menjadikannya perisai juga lumayan!
Dimas tersenyum lebar, “Hehe, Tuan muda, aku masih terlalu muda, ingin mencapai tahap ini, tanpa kesempatan dan keberuntungan, mungkin harus membutuhkan 100 tahun lagi.”
“Thomas: “…”
“Tahap keempat setelah energi murni menjadi cair… konon…” Haris memperlihatkan ekspresi seolah sedang mengingat masa lalu yang sudah sangat jauh, “Lautan energi menyusut, energi murni bersatu, berubah menjadi Pil emas. Orang yang mendapatkan Pil emas, beriringan dengan matahari dan bulan, hidup bersama langit dan bumi…”
“Namun bagaimana cara lautan energi menyusut dan menyatukan energi murni menjadi Pil emas, Tuan muda, tidak ada yang mengetahuinya.”
Bicara sampai sini, Haris mengangkat bahunya dan membuka kedua tangannya dengan tidak bertanggungjawab.
Semakin lama semakin lebay, untungnya hanya sampai segini saja.
Meskipun demikian, Thomas tetap merasa sulit untuk mencernanya.
Tahap pertama, membentuk fondasi; Tahap kedua, melancarkan seluruh pembuluh darah, mencapai tahap penyeberangan dasar; Tahap ketiga, energi murni berubah menjadi cari, wadah energi berubah menjadi lautan energi…
Yang memiliki bakat yang bagus, akan seperti Dimas, mencapai tahap ketiga sejak awal, yang memiliki bakat kurang bagus, mencapai tahap penyebrangan dasar saja sudah merupakan penghujung latihan.
Bahkan…
“… kalau begitu, apakah seumur hidup ini aku tidak punya harapan?”
Thomas menunjuk wajahnya dan bertanya dengan senyum yang pahit.