
“Ilmu yang mereka latih adalah jurus pria dan wanita, merupakan perpaduan ilmu Yin dan Yang, jurus andalan mereka adalah Tapak Penekan Jiwa yang sangat mengerikan, jurus rahasia mereka adalah bin…”
Santo memperlihatkan senyuman sinis, “Di dalam ketujuh klan tertinggi ada banyak petarung kuat yang memiliki hubungan pria dan wanita dengan Keluarga Simatan, bahkan dengan sukarela menyerahkan kekuatan yang sudah susah payah mereka latih, mungkin ini yang membuat Keluarga Simatan melonjak ke tingkat keenam.”
Thomas yang mendengar ini langsung tergerak, kalau bisa berkenalan dengan wanita cantik dari Keluarga Simatan rasanya lumayan juga.
Namun begitu ingat wanita cantik dari Keluarga Simatan bisa menyerap kekuatan orang, membuatnya merasa dia tidak akan tahan, dia hanya punya setetes itu saja, kalau sampai diserap bukankah habis sudah.
Santo berdehem dan mematahkan lamunan Thomas, lalu berkata lagi, “Berikutnya adalah urutan kelima, Keluarga Hongari.”
“Keluarga Hongari, yang paling membuat orang lain anti pada mereka adalah kekuatan eksternal yang mereka latih, ilmu yang mereka latih yaitu memancarkan seluruh tenaga murni ke sekujur tubuhnya, menjadi petarung kuat yang seluruh otot tulang dan juga kulit mereka kebal terhadap senjata maupun api. Jurus andalan mereka adalah Tapak Besi, Selubung Lonceng Emas, bertemu dengan orang dari Keluarga Hongari jangan pernah memaksakan diri, aku yakin tidak ada yang ingin mencicipi bagaimana rasanya remuk…”
Bicara sampai di sini, sudut bibir Santo terangkat seolah teringat sesuatu yang begitu mengerikan.
Thomas juga menelan ludah.
Remuk… ini tidak main-main.
“Urutan keempat, adalah Keluarga Lesmana.”
Santo tersenyum lalu melirik Dimas, lalu berkata lagi, “Dimas adalah anggota Keluarga Lesmana, Ilmu tenaga dalam yang dipelajari oleh Keluarga Lesmana adalah Tapak Nadi Langit, dibandingkan dengan ilmu kekebalan tubuh yang dilatih oleh Keluarga Levian, satu luar satu dalam, meskipun berbeda, namun memiliki kearoganan yang sama!”
“Tapak Nadi Langit? Nama yang gagah sekali!” seru Thomas.
Tidak disangka Dimas cukup rapat menyembunyikannya.
Mungkin karena menyadari apa yang Thomas pikirkan, Dimas tersenyum dengan acuh, “Tuan muda, Tapak Nadi Langit Keluarga Lesmana sama sekali tidak cocok untukmu, berlatih Jurus Tapak Nadi Langit, tingkat kelenturan meridian butuh tiga kali lipat latihan yang biasa, dan ini merupakan persyaratan paling dasar.
“Gue kan gak bilang gue mau belajar.” Thomas memasang wajah kecewa dan langsung berbalik, lalu berkata, “Kak Santo, lanjut.”
“Hehe, ok.”
Santo kembali terdiam lalu berkata dengan tegas, “Urutan ketiga adalah Keluarga Shakrata… tetapi Thomas, kelak kalau kamu bertemu dengan orang Keluarga Shakrata, kamu harus ekstra waspada. Kekuatan tenaga dalam yang mereka latih adalah Jerat Bulan Dan Matahari, jurus rahasia mereka adalah Tangan Pembasmi Roh, ini adalah rangkaian jurus yang sudah mencapai dua teknik yang tinggi, proses pelatihannya sangatlah berbahaya. Jadi, anggota Keluarga Shakrata sangat sedikit, namun setiap orang anggota keluarga mereka adalah iblis dengan kepribadian ganda.
“Keluarga Shakrata, juga disebut sebagai pimpinan iblis oleh ketujuh clan tertinggi lainnya, paham?”
Mendengar Santo bertanya, Thomas langsung mengangguk, meskipun dia tidak paham sepenuhnya, namun dia tahu betapa bahayanya orang berkepribadian ganda.
“Hm, kamu harus mengingatnya dengan baik.”
Santo seolah merasa lega, lalu berkata lagi, “Yang berada di urutan kedua adalah Keluarga Hermawan. Orang Keluarga Hermawan mahir dalam ilmu pedang, yang mereka latih adalah Ilmu Penjernih Jiwa, Pedang Lotus, jurus rahasia mereka adalah Mantra Karang Lotus. Orang yang berlatih ilmu ini mengutamakan latihan diri, tidak menggunakan bantuan benda luar, namun Keluarga Hermawan berbeda, konon mereka sudah mencapai tahap manusia yang bersatu dengan pedang, dimana ujung berada disanalah mayat bergelimpangan berada, tidak ada yang tidak takut mendengarnya.”
“Urutan teratas, Keluarga Levian.”
Santo melirik Thomas dengan penuh arti, namun dia hanya diam.
“Keluarga Levian… Tapak Badai Daun?” tanya Thomas dengan ragu, dia paham apa maksud Santo berhenti bicara.
Namun dia tidak tahu banyak tentang Keluarga Levian, memang yang diketahui tidak banyak, sampai hari ini, dia hanya tahu bahwa dirinya adalah penerus Levian Group.
“Tapak? Tidak, tidak, tidak, Thomas, Badai Daun tidak hanya serangkaian jurus pukulan!” Santo terdiam sejenak lalu berkata, “Konon Badai Daun ini juga bisa menjadi sebuah jurus pukulan, juga bisa menjadi jurus pedang, memiliki sembilan wujud, bahkan memiliki perubahan wujud yang begitu tidak terbatas.”
“Jurus ini memiliki sebuah jurus tenaga dalam, namun juga memiliki dua jurus rahasia yang diturunkan, terbagi menjadi Jurus terbang dan Badai Kilat Ungu, kabarnya kedua jurus rahasia ini jika digunakan bersamaan, akan bisa membuat langit berubah dan memutar balikkan dunia… menjadi orang nomor satu di dunia. Sayangnya, belum pernah ada yang melihat ini!”
Thomas yang mendengarnya langsung tercengang, dia sungguh kebingungan.
Badai Daun, dia berlatih begitu saja tanpa mengetahuinya dengan jelas, kalau sampai digunakan untuk pertarungan yang sebenarnya, hanya beberapa orang preman saja sudah bisa menghajarnya sampai seperti tikus jalanan.
Apakah ini masih jurus nomor satu di dunia itu?
Lebih jangan tanya lagi soal perubahan wujud yang tidak terbatas itu.
Pada saat ini Dimas menjabarkan kebingungannya, “Tuan muda, Anda baru latihan tidak lama, sebelumnya juga sama sekali tidak punya fondasi ilmu bela diri, untuk sementara waktu belum bisa memahami makna di dalamnya.”
“Baiklah.” Thomas hanya bisa mengakui cara pandang ini, lalu bertanya, “Apa itu jurus rahasia yang diturunkan?”
Santo menghela nafas panjang lalu tersenyum, “Thomas, pertanyaan ini bisa dikatakan berhasil mengalahkanku, aku rasa biar Dimas saja yang menjelaskannya, ini akan lebih sesuai.”
“Jurus rahasia yang diturunkan adalah jurus rahasia yang mampu mengembangkan kekuatan jurus keluarga tersebut sampai pada tahap paling kuat, kalau bukan jenius yang memiliki bakat alam, ilmu itu tidak akan bisa diturunkan.” Dimas tersenyum lalu berkata dengan sederhana dan apa adanya, “Misalnya jurus rahasia keluarga kami adalah Tapak Nadi Langit, namun ilmu yang arogan seperti ini sama sekali tidak cocok untuk dilatih tuan muda.”
Entah kenapa, Thomas merasa pemikiran ini tepat, sebelum berlatih jurus pelindung meridian dan jiwa,dia ingat dengan jelas, Dimas sama sekali tidak setuju dia berlatih jurus ini.
Mungkin sejak saat itu dia sudah memiliki niatan mengajarkan Tapak Nadi Langit ini.
Dimas memang orang yang seperti itu.
Delapan clan tertinggi dunia, pada dasarnya mereka sangat memandang tinggi ilmu yang diturunkan keluarga mereka, sangat jarang ada yang mewariskannya kepada orang luar.
Namun Dimas malah datang dengan penuh inisiatif dan meminta Chandi mengajarinya, ini sudah cukup membuktikan bahwa Dimas bukan orang yang membedakan aliran.
Namun, masalah dalam dirinya sendiri dia paham.
Pembentukan fondasi yang terlalu lambat, meridian yang mengeras, ditambah berlatih Jurus pelindung meridian dan jiwa, sekarang berniat berlatih jurus Tapak Nadi Langit, sama dengan bermimpi di siang bolong.
Intinya dia yang sudah mengacaukan semuanya.
Thomas tersenyum pahit.
Memang benar takdir yang mempermainkan tidak bersalah, namun itu tidak berlaku untuk kesalahan manusia itu sendiri.
Santo mengangkat cangkir dan menyeruput tehnya, dia melihat jam di tangannya lalu tersenyum, “Thomas,aku masih ada sedikit urusan, aku pamit dulu, Sebastian mohon bantuanmu. Mengenai Markus… kamu tenang saja, dia tidak bisa menyentuhku.”
Dia menepuk bahu Thomas, lalu mengangguk ke arah Dimas, setelahnya dia berdiri dan pergi.
Saat ini Dimas merasa Thomas begitu murung, lalu menenangkannya, “Tuan muda, takdir tidak akan memutus jalan manusia, dunia silat adalah dunia yang penuh keajaiban, siapa tahu suatu hari nanti kamu bisa menemukan cara menyelesaikan masalah ini! Coba kamu pikir, ada begitu banyak ilmu silat yang tangguh, bukankah itu semua diciptakan oleh manusia itu sendiri?”
Mata Thomas langsung berbinar, “Eh, sepertinya masuk akal juga, mendengar ucapan lu ini gue tiba-tiba jadi kembali percaya diri.”
Namun, Dimas malah dibuat tercengang oleh sikap Thomas yang begitu terbuka.
“Hehe, sebenarnya Tuan muda jangan terlalu menganggapnya serius, aku hanya ingin menenangkanmu saja.” Dimas tersenyum dengan teganya, lalu menepuk bahu Thomas, “Kamu sudah menjadi orang paling kaya di dunia, mengenai bisa menjadi orang terkuat di dunia atau tidak rasanya sudah tidak terlalu penting.”
“Thomas: “…!”
“Sudah, gue gak mau banyak omong kosong sama lu lagi.” Thomas memutar matanya dan melirik beberapa orang yang sudah mabuk cukup parah disamping, “Gue mau pulang beresin koper dulu, Luna lu jagain dulu ya.”
Thomas tidak melupakan liburan besok, apalagi dia juga merasa tidak tenang meninggalkan bocah-bocah yang minum sampai tunggang langgang ini, siapa yang tahu mereka akan membuang siapa ke dalam kolam lagi.
Thomas berjalan keluar ruang VVIP 1.
Setelah mengobrol dengan Santo, waktu masih belum terlalu larut, baru jam sepuluh malam.
Saat pulang Silvia seharusnya masih belum tidur, sekalian bisa meminta bantuannya untuk membereskan barang Luna, meskipun dia seorang kakak, namun dia tetap harus tahu batasan.
Sebenarnya Thomas tidak tenang, meskipun Santi berkata untuk tidak perlu mencemaskan Markus, namun tidak bisa.
Mengenai latihan dia sudah pasrah, apa yang dikatakan Dimas tidak salah, meskipun seumur hidup ini dia sudah tidak bisa maju lagi, namun dia tetap pria terkaya di dunia.
Hee… gawat! Kalau semuanya pergi, uang gue yang banyak ini buat apa…
Tiba-tiba.
“Hei!”
“Gawat!”
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang membuat Thomas kaget setengah mati, dia menoleh dan melihat. Ternyata dia putrinya Sutrisno, Milka Anggara.
“Dek Milka, jalan bersuara dikit bisa gak?”
Thomas menepuk dadanya dengan wajah begitu kaget.
“Siapa yang bilang aku jalan gak ada suaranya? Mikirin apa sampai serius begitu!”
Milka mengamati Thomas dari atas sampai bawah, mata besarnya berputar lalu bertanya dengan penuh rasa penasaran, “Mau ke mana?”