Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Chapter 130


"Kenapa?" Thomas tidak memahami hal ini.


"Tuan muda, pengalamanmu masih sedikit. Kamu belum mengalami seberapa jahat kejahatan manusia, ikuti saja ucapanku. Maka tidak akan salah." Ucap Dimas dengan wajah serius.


"Paling gak beritahu gue alasannya! Misalnya kenapa teknik latihan yang cocok sama gue itu disebut sebagai ilmu sesat?" Thomas menggerutu, "Apalagi umur lu gak jauh berbeda sama gue, apanya yang memiliki pengalaman yang sedikit?"


Dimas ragu sejenak lalu berkata, "Kalau begitu... Tuan muda, sebenarnya perbedaan ilmu sesat dan ilmu yang benar, tergantung pada teknik itu senduri. Apakah teknik itu akan mencelakai orang atau tidak, misalnya Jerat matahari dan bulan yang dilatih oleh Keluarga Shakrata, ada banyak murid Keluarga Shakrata yang memanfaatkan keajaiban Jerat matahari dan bulan untuk merusak keseimbangan dunia persilatan..."


"Teknik latihanmu, bagi orang yang berlatih tenaga dalam, itu sama dengan bunuh diri, namun bagimu itu adalah sesuatu yangsangat cocok. Mungkin kamu akan berpikir besar kecilnya resiko itu urusanmu, asalkan tidak mencelakai orang lain, maka tidak akan merusak akar dunia persilatan, namun kamu melupakan suatu hal."


"Seluruh dunia persilatan mempertahankan sebuah keseimbangan yang agak unik, misalnya delapan clan tertinggi, semuanya memiliki anggota berbakat di dunia persilatan, dan kemunculanmu akan merusak keseimbangan itu."


"Jadi, meksipun teknikmu memang ektrim, namun tidak termasuk ilmu sesat, namun para keluarga bangsawan sama sekali tidak mengijinkan kehadiran orang seperti ini."


Sejujurnya itu karena iri, dan sumber rasa iri ini bukan hanya karena bakat alami.


Thomas baru masuk dunia persilatan berapa lama?


Tidak sampai satu bulan lamanya, namun dengan begitu mudah sudah mencapai ambang tahap ketiga.


Kalau sampai bocor sudah pasti akan menggemparkan dunia!


Delapan clan tertinggi, Clayton Hermawan dari Keluarga Hermawan yang berada di urutan pertama saja baru mencapai tahap inisaat usia 15 tahun.


Dan yang paling utama adalah, cara Thomas ini hanya dia yang mampu melakukannya.


Dan juga kondisi Thomas berbeda dengan yang lainnya.


Keluarga Levia memang pada dasarnya memiliki seorang petarung berbakat, ditambah Thomas, bukankah ini akan mempatenkan posisi Keluarga Levian diurutan pertama sampai 200 tahun kedepan?


Bahkan mungkin lebih lama lagi.


Kalau sampai Thomas ketahuan, pasti ada orang yang tidak ingin membiarkannya hidup, dan cara mereka sudah pasti memberikan label ilmu sesat pada tekniknya, kemudian menghabisinya secara sah.


Selain itu memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoreng nama Keluarga Levian.


Sehingga anggota Keluarga Levian pasti akan lebih dahulu bergerak untuk mempertahankan posisi mereka.


Ada hal yang semakin jelas terlihat akan menjadi semakin teliti, semakin tidak tuntas memahami maka tidak qkan terlalu memperdulikannya.


Sama seperti Dimas dan Thomas saat ini.


Dimas adalah anak diluar nikah, sejak kecil sudah menerima diskriminasi, melihat berbagai macam hati yang jahat, ini membuatnya lebih memahami situasi.


Sementara Thomas adalah temannya, dan dia juga bisa dianggap sebagai orang yang membimbing Thomas, tentunya dia tidak ingin Thomas celaka.


"Gile! Kalau begitu seumur hidup ini gue harus sembunyi-sembunyi gitu?" Mata Thomas langsung membelalak.


"Kita tidak bisa menyimpulkannya terlalu kaku, kalau tuan muda bisa mencapai puncak tahap ketiga, maka pada saat itu tidak akan ada yang berni berkomentar."


Dimas mengingatkan dengan suara lirih, "Ingat, jangan beritahukan hal inipada siapapun, apalagi membiarkan orang lain menyentuh nadimu, kalau tidak kamu akan mendapat musibah..."


"Baiklah, gue ingat." Thomas mengangguk lalu kembali bertanya, "Ada lagi, kondisi gue sekarang ini kalau terus menggunakan teknik sebelumnya, lanjut menekan kekuatan murni, menurut lu ini masih bisa gak?


Dimas hanya menghela nafas, lalu memilih untuk menjawab pertanyaan Thomas, "Kalau meridianmu cukup kuat, secara teori bisa."


"Haha, kalau begitu gue bisa merasa tenang." Thomas tersenyum dengan lebar, lalu tiba-tiba teringat suatu hal.


"Bagaimana kalau mulai besok lu jadi pendamping gue saat latihan?"


"Tidak masalah." Ucap Dimas.


Dia tahu Thomas sangat membutuhkan latihan dalam pertarungan yang sebenarnya.


Sebagai anak diluar nikah dari Keluarga Lesmana, Dimas sama sekali tidak merasa iri terhadap tekhik latihan Thomas.


Karena perjalanannya ini hanya mengandalkan fasilitas keluarga yang terbatas, dia merangkak sendiri sampai ke ke tahap ketiga.


Sementara delapan clan tertinggi, daftar generasi jenius muda urutan pertama, kalau digolongkan berdasarkan level bakat, dan bukan berdasarkan sumber dan latar belakang, Dimas sudah pasti bisa mencapai tiga besar.


Oleh karena itu dia adalah seorang jenius yang tidak diragukan lagi.


Tentu saja dia mengharapkan seorang lawan yang berjarak tidak jauh darinya.


Juga memancing hasrat bertarungnya.


Jenius, membutuhkan seorang lawan kuat untuk jalan berdampingan dengannya, dia juga merasa sangat beruntung, dulu demi mendapatkan jurus tapak badai daun, secara kebetulan berkenalan dengan Thomas.


......



Winda tidak langsung pulang.


Melainkan pergi ke kantor pusat Bright Property.


Dia tahu kalau Adrian masih berada di kantor.


Tentu saja Adrian ada.


Setelah teknik Heru yang ajaib, penyakit mematikannya hampir sembuh sepenuhnya, sisnaya dia tinggal menyeimbangkannya perlahan.


Sekali lagi memiliki tubuh yang sehat membuat Adrian penuh semangat.


Ambisi juga mencapai tingkat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya!


Ini bukan hanya dari sisi fisik, melainkan juga karena mendapat dukungan Heru.


Siapa Heru? Dia adalah orang kuat di dunia persilatan!


Sehingga beberapa hari ini dia sedang sibuk merencanakan sesuatu... Bagaimana merebut kembali seluruh saham yang ada di tangan Markus sepenuhnya!


Merebut... Jika tidak melalui prosedur yang seharusnya, kelihatannya tidak terlalu cocok.


Namun Markus adalah mafia!


Bukankah prinsip mafia adalah orang paling kuat yang menang?


Heru adalah orang dunia persilatan, temannya yan gbernama Winarto juga orang dari dunia persilatan


Punya dukungan dari kedua orang kuat dunia persilatan, untuk apa dia takut pada seorang Markus? Baginya, Markus memang orang yang berkuasa, namun dia tetap manusia biasa.


Bagaimana mungkin dia bisa menang melawan orang dunia persilatan.


Sehingga dia sengaja mengadakan pesta di villa pribadinya, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang Markus.


Lalu dihadapan seluruh pendukunMarkus menginjaknya dengan keras, lalu memaksanya untuk menyerahkan seluruh saham!


Pada saat itu, akan hilang sebuah kekuatan mafia, dan tentu saja Bright Property akan kembali ke tangannya secara otomatis.


Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui!


Ketika dia sedang berdiskusi dengan Heru, pintu ruang kerjanya diketuk oleh seseorang.


Kemudian pintu terbuka, Winda berjalan masuk.


Alis Adrian langsung mengkerut dan terlihat tidak senang, "Ada urusan?"


"Uhm, ada urusan." Ucap Winda sambil mengangguk.


Selama beberapa tahun ini Winda berkorban banyak untuk Bright Properti, alasannya hanya ada dua.


Satu, karena dia ingin mempertahankan hasil jerih payah almarhumah ibunya. Kedua, karena Adrian adalah keluarga satu-satunya.


Mengenai Ivan Chandra... Memang benar dia adik satu bapak lain ibu, namun sama sekali tidak ada perasaan intim di dalamnya, dan orang yang disebut keluarga ini, hanya memiliki darah yang sama dengannya.


"Katakanlah."


"Bisa kita mengobrol sebentar?" Setelah mengatakan ini, Winda melirik Heru.


"Master Heru bukan orang lain, hal apa yang kamu ga bisa obrolin di depannya?"Wajah Adrian tampak tak senang.


"Bos Adrian, santai saja. Kalau begitu aku pamit agar kalian bisa bebas ngobrol ya. Urusan lain kita bicarakan besok saja."


Heru menutup kalimatnya dengan senyumannya, lalu berdiri dan meninggalkan ruang kantor Adrian.