
Begitu Ivan mendengar Wanda masih membela Thomas, dia sontak murka!
Baru berapa hari tidak bertemu, Wanda sudah kembali rujuk dengan Thomas?
Seketika dia mengerti apa yang sedang terjadi.
Dulu Thomas miskin, sehingga Wanda berinisiatif untuk membatalkan perjodohan, tujuannya adalah untuk mendekatinya.
Sekarang dia sudah dipermalukan habis-habisan di Universitas Trijaya, Thomas juga sudah menjadi kaya.
Sehingga Wanda ingin kembali rujuk dengan mantannya!
“Brengsek! Dasar ******~! Tidak tahu malu!”
Wajah Ivan langsung memperlihatkan emosi yang begitu membara, umpatan dalam hatinya semakin kencang.
“Hehe, Wanda, sebelumnya lu ngedeketin gue karena gue kaya iya kan? Sekarang lu lihat Thomas jauh lebih kaya, lu langsung tinggalin gue gitu aja?” Ivan mendekat dengan senyum yang begitu jahat, lalu berkata lagi, “Jalang seperti lu, udah ngabisin duit gue begitu banyak, lu pikir gue bodoh? Hari ini gue mau jadiin lu milik gue di depan muka bapak lu, biar dia lihat sendiri, bagaimana putrinya memuaskan gue! Setelah itu kalian berdua tinggal gue bikin jadi cacat, kita lihat saja apakah kalian masih berani memeras gue!”
Begitu melihat ekspresi Ivan, Wanda langsung tahu dia dalam masalah besar, dia ketakutan sampai mundur tanpa sadar, kedua tangannya ditahan oleh dua orang pria bertato.
“Pretelin bajunya sampai tidak ada yang tersisa, hari ini kita nikmati bersama!” ucap Ivan dengan senyum yang begitu keji, “Martin, lu gak nyaca dulu di atas kencing lu? Orang kayak lu beraninya ngancam gue? Kelar hidup lu!”
“Ivan! Dasar binatang! Lepaskan anak gue! Bang***!” teriak Martin dengan sekuat tenaga.
“Hehe, lepas? Gue pasti bakal lepasin dia kok, tar yah tunggu gue puas dulu, terus patahin kaki dan tangan lu, baru gue lepas!”
Pada saat ini, kedua pria bertato yang menangkap Wanda juga tersenyum dengan wajah yang begitu jahat, lalu mengulurkan tangannya untuk melepaskan pakaian Wanda.
Sekarang awal musim kemarau.
Wanda mengenakan pakaian yang begitu tipis, hanya mengenakan sebuah dress saja.
Cukup ditarik dengan kencang saja dress Wanda langsung sobek, memperlihatkan kulitnya yang putih dan bersih.
“Aaaa! Lepaskan! Lepas!”
Wanda sungguh dibuat ketakutan sampai menangis panik.
Dia sama sekali tidak menyangka ini yang menantinya.
Kalau dia sampai dinodai oleh belasan pria yang ada di sini, seumur hidupnya pasti akan penuh dengan trauma yang menyeramkan, dan masa depannya akan hancur sepenuhnya!
Namun suara tangis dan jeritan Wanda malah membuat suasana semakin panas dan senyum yang tertuju ke tubuhnya semakin penuh nafsu juga kekejian.
......
......
Thomas sangat marah, karena dia sekali lagi melihat Martin memutarbalikkan fakta dihadapannya.
Martin sekali lagi melimpahkan semua masalah kepadanya.
Santo membantu Martin menyelesaikan masalah kontrak, tujuannya agar dia tidak perlu dipenjara.
Dia bukan hanya tidak berterima kasih, bahkan diam-diam menggunakan nama Santo memeras Bright Property sebesar 2 triliun!
2 triliun loh, ini sudah menyentuh seluruh aset yang dimiliki oleh Bright Property, sebesar apapun nama Santo tetap tidak akan mampu menahan kenekatan mereka!
Masalah semudah ini, dipikir pakai dengkul juga tahu!
Bukan hanya itu.
Martin membuat Ivan marah dan menyebabkannya diculik.
Sebaliknya malah dia yang jatuh dalam masalah!
Apanya yang Thomas bekerja sama dengan Santo menyuruh Martin memeras dengan kontrak Bright Property.
Baiklah, mungkin ini bukan pertama kalinya Martin melakukan hal ini.
Thomas tidak peduli.
Dia juga tidak ingin mempermasalahkan perbuatan manusia yang tidak punya hati nurani seperti itu.
Tetapi Santo adalah orang terpandang!
Kalau sampai hal ini tersebar, bukankah ini akan memberi efek buruk untuk kedudukkan Santo?
Pemerasan loh!
Kalau masalah ini sampai dibesar-besarkan, Santo bisa dipenjara karenanya!
Dan semua ini karena kebaikan Thomas…
Ekspresi Thomas langsung berubah menjadi begitu kesal.
Dia sama sekali tidak ingin menolong Martin.
Dia suka mencari mati biarkan saja dia mati!
Tetapi yang Thomas pikirkan saat ini adalah kembali mencari Dimas untuk membantunya menyelesaikan masalah, tidak boleh membuat Santo terseret dalam masalah.
Meskipun dia harus menggunakan kekuasaan Levian Group!
Namun ketika dia berbalik dan hendak pergi, dia malah mendengar Wanda yang sedang membelanya.
Kemudian Ivan yang berniat untuk membuat Wanda diperkosa masal!
Dia kembali mengurungkan niatnya.
Lalu Thomas merapikan perasaannya dan berjalan keluar dengan senyum yang begitu dingin.
Sementara Freya ikut di belakang Thomas.
Dia merasa sangat tegang, ini pertama kalinya dia menemui hal seperti ini.
Dia tahu belasan orang yang dibawa oleh Ivan ini adalah preman!
Dia refleks menarik baju Thomas, lalu melihat ke punggung Thomas, entah kenapa dia langsung merasa jauh lebih tenang.
......
Ivan mendekati Wanda dengan senyuman yang begitu penuh nafsu.
Pemikirannya sangat sederhana, yaitu dia yang maju duluan dan membereskan Wanda!
Tentu saja dia tidak akan meninggalkan bukti.
Sebelum datang dia sudah menggunakan ******.
Kalau sampai Wanda lapor polisi setelahnya, dia bisa membuat alibi dan mencari beberapa orang kambing hitam…
Siapa yang berani menyentuh Tuan muda Keluarga Chandra?
Ini bukanlah pertama kalinya dia melakukan hal ini, sudah pasti tidak akan bermasalah.
Dia menatap Wanda dengan tatapan yang begitu tajam, membuat bagian bawah tubuhnya perlahan menegang.
Sebelumnya dia sudah meminum obat kuat, dan obatnya sudah mulai bekerja sekarang.
Ditambah dengan pemandangan yang begitu menggairahkan, membuat dirinya bagaikan seekor binatang buas yang siap menerkam.
Dan tepat pada saat ini, suara teriakan yang begitu tiba-tiba membuat Ivan yang pengecut nyaris terkencing-kencing, dan tentu saja langsung membuatnya kaget sampai membatu.
“Hentikan!”
“Siapa? Dasar kurang aja! siapa?!” Ivan mengumpat dengan penuh amarah dan melihat ke sekeliling.
Ketika dia melihat orang yang datang adalah Thomas, dia langsung tercengang.
Tatapan matanya langsung berubah kejam dan tertawa dengan begitu keji, “Hahahaha, Thomas! Ternyata lu!”
Siapa yang paling Ivan benci?
Bukan Martin Ningrat.
Juga bukan Santo Cendana.
Melainkan Thomas yang sekarang sedang berjalan mendekat!
Dia yang membuatnya dipermalukan di depan mahasiswa Universitas Trijaya!
Bahkan menggilas mobil kesayangannya menjadi lempengan besi rongsokan!
Bukan hanya ini… video dia dipermalukan sampai menangis, meskipun sudah dihapus dari internet oleh orang suruhannya, namun tetap ada yang berhasil mengunduh video itu dan menyimpannya, setelah itu disebarkan di group whatsapp!
Teman yang bergaul dengan Ivan tentu saja dari golongan anak orang kaya.
Beberapa hari ini, teman-temannya menelepon secara bergantian, mengatasnamakan perhatian untuk menertawakannya dengan berbagai cara!
Dia berniat membereskan Martin terlebih dahulu, baru membuat perhitungan dengan Thomas setelahnya!
Siapa yang menyangka Thomas malah menyerahkan dirinya terlebih dahulu.
Sama sekali tidak perlu capek-capek mencarinya!
Thomas berkata dengan serius, “Ini satu-satunya kesempatan elu, kalau lu gak menghargainya, apa yang terjadi selanjutnya jangan salahkan gue.”
Dia adalah penerus Levian Group.
Dia juga anak konglomerat!
kalau gak belagu dikit, gak pantas dong!
Ini adalah ucapan Dimas, dan Thomas terus mengingat ucapan ini.
Dimas juga berkata, hanya cukup satu kata dari Thomas, maka Bright Property akan langsung menghilang, kalau dia berniat, seluruh anggota Keluarga Chandra juga bisa dibuat menghilang sekarang juga.
Tetapi dia tidak ingin melakukan itu, dia bukan orang yang begitu kejam.
Karena jika melakukan ini sama dengan membinasakan Keluarga Chandra.
Thomas bertanya pada dirinya sendiri, masalah di antara dirinya dan Ivan sama sekali tidak perlu sampai ke tahap itu.
Tetapi kalau Ivan tidak menggubris peringatannya, Thomas sama sekali tidak keberatan untuk memberikan pelajaran yang keras untuk Ivan.
Namun…
Ivan yang melihat Thomas sudah langsung bersemangat sampai hampir menggila, ditambah lagi efek obat kuat yang dia minum, ini membuatnya semakin sombong.
Dan pada saat ini, bagaimana mungkin dia mendengarkan apa yang Thomas katakan?
“Maju! Semua maju! Hajar orang miskin ini sampai babak belur! Sampai wajahnya tidak bisa dikenali!”
Setelah mendengar ucapan ini, keduabelas orang yang dibawa Ivan langsung maju, dan target mereka tentu saja Thomas.
Thomas melihat situasi yang berbahaya, dia langsung memasang kuda-kuda dan bersiap menggunakan jurus tapak badai daun.
Dan pada saat bersamaan mengalirkan energi murni keseluruh tubuhnya dengan cepat.
Dia tegang, namun lebih didominasi oleh perasaan bersemangat, ini adalah pertama kalinya dia menggunakan jurus yang dia miliki!
dimas bisa melawan 16 orang sekaligus dengan mudah, dia juga sama sekali tidak menggunakan sedikit pun tenaga dalam murni untuk memenangkan pertarungan.
Sebenarnya, Thomas sudah melatih semua jurus dengan matang, dan sembilan perubahan jurus tapak badai daun ini sudah sangat dia hafal.
“Ayo maju!”
Thomas mengumpulkan tenaganya dan bergerak ke arah dua orang preman yang berada paling depan.
“Aaaa!”
“Ugh!”
Dua orang preman itu terpental oleh pukulan Thomas.
Namun Thomas belum sempat merasa senang, sepuluh orang preman yang menyusul langsung menerjang, mereka maju berkerumun bagaikan ombak yang menelannya.
“Anjrit! Kalau berani maju satu per satu…”
Thomas langsung terjatuh, dan kesepuluh preman ini juga sama sekali tidak segan.
Pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi membuat Thomas hanya bisa mengerang.
Pukulan yang bertubi-tubi dari segala penjuru berlangsung hampir lima menit, Ivan menyuruh anak buahnya berhenti, pemandangan ini sungguh membuat Ivan puas sampai serasa melayang.
Dia mengibaskan tangan dan menyuruh para preman bubar, lalu menginjak kepala Thomas dengan kakinya, dia menginjaknya sambil tertawa dengan begitu keras.
“Hahahaha, Thomas, lu bukannya hebat banget? Bukannya lu gak tertandingi? Pada akhirnya lu cuma kayak anjing yang mati gue injak!”
“Nasib lu memang seharusnya begini, malah ingin menjadi orang hebat dalam satu langkah? Ngarep lu! Hari ini lu udah menyinggung Tuan muda Keluarga Chandra, mampus lu!”
Setelah mengatakannya, Ivan langsung tertawa dengan keras.
Dia tiba-tiba ingat, bukankah Thomas masih punya seorang adik? Nanti dia cukup menggunakan sedikit trik dan membuatnya naik ke atas ranjangnya~!
Lalu di hadapan Thomas, menunggangi adiknya…
“Jlebb!”
......
Ivan tertawa dengan begitu senang.
Karena suara benda yang tertusuk ini membuat tawanya terhenti.
Dia merasa pinggang kirinya terasa sakit.
Lalu segera menoleh.
Dan yang muncul di hadapannya adalah Freya.
Freya yang tadi berada di belakang Thomas, tubuhnya yang kurus kering, wajahnya yang cekung, dan poni hampir menutupi matanya.
Yang ada di sini semuanya pemain lama, siapa yang akan tertarik dengan wanita seperti ini?
Mereka langsung mengabaikannya dan sama sekali tidak meliriknya lagi.
Tetapi tidak ada yang menyangka, wanita yang bersembunyi di belakang Thomas dengan gemetar ini…
Mengambil pisau buah dan menusuk orang???
Tiba-tiba, rasa sakit yang menjalar membuat Ivan melompat.
Dan oleh karena ini, pisau yang tadinya sudah menusuk setengah menjauh dari tubuh Ivan.
Tusukan ini sama sekali tidak mengenai bagian vital Ivan.
Tadi dia sempat mengira kalau dia pasti akan mati.
Setelah merasakan ketakutan yang begitu hebat, Ivan langsung menjadi sangat murka!
Murka!!!
“Aaaaa~!”
Setelah berteriak kesakitan dan pisaunya sudah tercabut.
Ivan langsung menoleh, karena terlalu emosi, bola matanya sampai menonjol keluar dan penuh dengan urat merah!
“Bang***! Lu berani nikam gue? Hah?!”
Dia mendekat dan mendesak Freya.
Freya juga dibuat sampai mundur selangkah demi selangkah.
Kali ini, Freya merasa takut karena dia sudah memicu amarah Ivan dengan tusukannya!
Setiap pria punya jiwa kepemimpinan yang kompleks, misalnya ketika masih SMP, ada yang bermain geng-gengan atau bergaul dengan preman, Ivan juga.
Dan dia adalah anak orang kaya, perasaan semacam ini akan jauh lebih kuat, kalau tidak mungkin dia dan ayahnya tidak akan bergaul dengan para preman dan memiliki hubungan yang begitu akrab.
Hari ini Ivan berdarah.
Sehingga membuat Ivan semakin emosi.
“Siapa lu! Beraninya lu nusuk gue? Hah!”
Ivan mengulang ucapannya, dan tanpa sadar memperlihatkan aura kepemimpinan dihadapan para preman itu!
Hari ini dia berdarah!
Yang artinya ini adalah rekor paling membanggakan baginya!
Dan kalau suatu hari dia meu membual, dia bisa bercerita kalau Tuan muda Keluarga Chandra ditikam orang, namun dia tetap tidak gentar!
Apa artinya? Inilah yang disebut pria sejati!
Dia melihat Freya yang masih terus mundur, dia ketakutan sampai tubuhnya gemetar, terlihat begitu pengecut!
Ditambah lagi pertanyaan Ivan yang begitu mendesak, Freya semakin panik, dan kepanikan membuatnya mencapai batas terakhir, kaki dan tangannya sampai tidak tahu harus diletakkan dimana.
“Jlebb!”
......
kembali terdengar suara tusukan.
Mata Ivan langsung membelalak dengan lebar, “Aa~, lu, lu berani nusuk gue…”
Freya panik, “Kamu berani memukulnya, aku, kenapa aku tidak berani menusukmu? Kamu berani memukulnya, kenapa aku tidak berani menusukmu? Aku berani menusukmu! Aku berani menusukmu!”
“Jlebb~, jlebb!”
......
“Jlebb… jlebb… jlebb… jlebb…”