
Pada saat ini Thomas baru paham, apa maksud dari “semua harus mengikuti proses, jangan sembarangan bertindak” yang dikatakan oleh Dimas.
Thomas tidak menyangka akan separah ini.
Dia berusaha keras menekan energi murni yang berantakan dalam tubuhnya, lalu dia mengeluarkan ponsel dengan gemetar, kemudian menelepon Dimas.
“Halo… gue di puncak gunung, kalau lu gak datang juga, gue pasti akan mati…”
Setelah mengatakan ini, Thomas langsung jatuh pingsan.
Ketika dia kembali sadar, dia menyadari dirinya masih ada di puncak gunung, dan tidak jauh darinya berdiri dua sosok, dia menggosok matanya baru bisa melihat jelas kalau itu adalah Dimas dan Haris.
Tubuhnya yang terasa begitu tidak nyaman sudah hampir pulih, dia menebak ini pasti karena bantuan Haris.
Begitu melihat Thomas sadar, mereka berdua langsung menghampirinya.
Dimas menatap Thomas sejenak lalu tersenyum dengan pasrah, “Tuan muda, kamu sungguh nakal.”
Haris tidak mengatakan apapun, dia langsung menekan nadinya lalu sebuah tenaga dalam murni yang begitu hidup mengalir ke dalam meridian Thomas dengan begitu lancar.
“Loh?” Thomas berseru kaget.
“Jangan berpikir sembarangan!”
Mendengar peringatan Haris, Thomas mau tidak mau memfokuskan pikirannya.
Dia hanya merasa aneh, Dimas pernah berkata padanya, begitu dalam tubuh seseorang ada energi murni, jika bukan orang kuat yang memiliki kekuatan mengendalikan energi murni, tidak akan mampu menyalurkan energinya pada orang lain.
Tidak disangka, Haris ini juga orang kuat yang memiliki kekuatan tersembunyi.
Namun yang membuatnya lebih aneh adalah, energi murni milik Haris bukan hanya tidak menimbulkan rasa tidak nyaman padanya, bahkan membuatnya merasa begitu lega, meridian yang sudah robek dan rusak seolah kembali pulih dengan cepat.
Dimas berdiri di samping, dia terlebih dahulu menyadari kebingungan Thomas, lalu menjelaskan, “Tuan muda, Ilmu yang dilatih oleh Tabib Haris adalah Ilmu Kebangkitan Biokimia, sama seperti golongan darah O yang kita ketahui, secara teori ini tidak akan berbenturan dengan energi murni dalam tubuh siapapun.”
Mendengar ini dia baru paham.
Begitu Thomas membuka mata, langsung melihat Haris yang begitu berantakan.
“Tabib dewa Haris, kamu baik-baik saja?”
“Baik-baik saja, mana mungkin baik-baik saja, biarkan pak tua ini nafas dulu.”
Haris terengah-engah dan mengeluarkan sebotol air dari dalam tasnya lalu menenggaknya sampai habis.
Saat ini, Dimas berkata sambil tersenyum, “Tuan muda, meridianmu terluka, kalau tidak mengendalikan energi murnimu dengan baik, itu bisa melukaimu kapan saja, makanya Tabib Haris begitu kelelahan.”
Satu botol air mineral habis ditenggak, Haris baru perlahan membaik, dia melambaikan tangan dan berkata dengan kesal, “Tidak perlu mengatakan hal yang tidak berguna, Tuan muda, lain kali jangan sembarangan lagi, bahkan jangan menggunakan energimu kalau tidak meridianmu akan meledak sekali lagi. Kali ini kamu beruntung karena aku datang tepat waktu, kalau tidak gawat.”
Setelah dipikir-pikir, Haris menggeleng dan berkata lagi, “Tidak, tidak, ini bukan cara yang tepat, perubahan emosionalmu kedepannya juga akan memicu aliran energi, satu-satunya cara…”
“Ada cara apa?” Thomas langsung bertanya.
Dia benar-benar trauma, kalau sampai dia menghadapi situasi yang dikatakan oleh Haris, habislah dia, manusia itu dipenuhi oleh emosi, tidak ada yang bisa menjamin seumur hidup tidak mengamuk.
“Uhm… begini, aku akan mewariskan jurus pelindung meridian dan jiwa, bisa melatih meiridanmu sampai ke tahap yang cukup untuk mengalirkan energi murni ke dalam tubuhmu dengan waktu yang singkat. Namun aku ingin kamu mengerti terlebih dahulu, begitu kamu melatih jurus ini, maka meridianmu akan menjadi sangat keras, yang artinya mulai sekarang kamu akan kehilangan kemungkinan untuk meregangkan meridianmu untuk selamanya.”
“Ini… maksudnya apa?”
Ucapan ini sama dengan menjatuhkan Thomas dari awan.
Namun Dimas malah berkata, “Tabib Haris, aku rasa, begini sepertinya… tidak baik!”
“Tidak baik? Kamu mengajari tuan muda latihan tenaga dalam, ini sama dengan bermain api, ini baru latihan berapa hari saja hampir kehilangan nyawa!” Haris begitu kesal.
Kalau pada waktu lain, Thomas mencari mati seperti ini, mau mati atau cacat sama sekali tidak ada hubungan dengannya, namun masalahnya dia ada disana.
Kalau sampai terjadi sesuatu, Chandi pasti akan menyalahkannya, dan hutang ini tidak akan bisa dia bayar meskipun seumur hidup lamanya.
“Tapi…”
“Tidak ada tapi! Energi murni dalam tubuh tuan muda bergerak secara otomatis. Ini adalah satu-satunya cara, kalau tidak dia pasti akan mati karena meridiannya hancur hanya dalam kurun waktu beberapa hari!!”
Dimas yang diingatkan tentang hal ini, langsung merasa sangat menyayangkan.
“Gila! Kondisi apaan ini?” Thomas akhirnya tidak tahan lagi.
“Tuan muda, sebenarnya begini keadaannya…”
Kemudian Haris mulai menjelaskan.
Karena sudah melewati masa “Golden age”, Thomas tidak bisa berlatih tenaga dalam, namun bukan berarti kondisi ini tidak bisa dirubah, meskipun persentasenya sangat minim.
Kalau bisa menemukan Harta karun langit dan bumi yang mampu melunakkan meridian, maka dia akan bisa merenggangkan meridianya sampai mampu dialiri oleh energi murni dalam skala raksasa.
Yang artinya, pada saat itu, Thomas sudah bisa berlatih tenaga dalam seperti yang lainnya.
Sebenarnya, Jurus perlindungan meridian dan jiwa ini sama sekali bukan jurus rahasia clan tertentu.
Sebaliknya malah tersebar luas, namun sayangnya tidak ada yang bersedia melatihnya, kecuali satu macam orang, orang yang sudah berlatih tenaga dalam sampai dilahap oleh energi itu sendiri dan berhasil lolos dari maut.
Begitu Jurus pelindung meridian dan jiwa ini dilatih, maka energi murni dalam tubuh akan berbalik, membuat meridian menjadi sangat keras.
Setelah beberapa waktu, seiring dengan energi murni yang mencapai *******, meridian juga akan menjadi semakin keras, keras sampai seperti batu dan tembaga, dan akan menghentikan aliran energi murni.
Ini juga alasan mengapa orang yang sudah dikuasai oleh energi bebas bisa tetap hidup, kelihatannya kekuatannya meningkat, namun seumur hidupnya dia tidak akan bisa mengalami kemajuan sedikitpun.
Oleh karena itu, begitu Thomas melatih Jurus pelindung meridian dan jiwa ini, mulai sekarang dia akan kehilangan kemungkinan untuk merenggangkan meridian selamanya.
Setelah Haris menjelaskan, dia bertanya, “Tuan muda, apakah kamu sudah paham?”
Thomas mengangguk dengan berat.
“Kalau begitu kamu bermaksud…? Aku katakan dulu sekarang, kalau kamu tidak mau berlatih Jurus pelindung meridian dan jiwa, kapanpun kamu mati itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku, Chandi Levian si tua bangka itu juga jangan harap mencari masalah denganku.”
Nada bicara yang begitu dingin dan tidak berperasaan malah memperlihatkan kenyataan yang begitu kejam pada Thomas.
Pilihannya hidup atau mati, namun seumur hidup ini dia jangan harap bisa merenggangkan meridiannya lagi.
“Aku sudah memutuskan… untuk berlatih Jurus pelindung meridian dan jiwa.”
Setelah mengatakannya, sekujur tubuh Thomas menjadi jauh lebih lega, yang dia pikirkan adalah, seumur hidup ini dia sudah tidak mungkin berlatih menjadi orang terkuat di dunia, apalagi mewujudkan janjinya pada Jenika itu.
Mungkin semua ini memang sudah ditentukan akan berakhir seperti ini sejak awal.
“Hm, bagus sekali, kalau begitu aku akan mewariskannya padamu sekarang.” Haris mengangguk dengan pasrah, dia mengulurkan jari telunjuknya dan menekan punggung Thomas, “Tuan muda, ingat titik pergerakan energi yang akan kuperlihatkan padamu.”
Setengah jam berikutnya, Thomas hanya merasakan Jurus pelindung meridian dan jiwa.
Sejujurnya, ini adalah memanfaatkan energi dalam tubuhnya untuk memasukkannya ke dalam meridian dengan kasar, melakukan pelatihan dengan metode pencabutan bibit.
Sama seperti sepotong besi yang menjalani proses menjadi baja.
Begitu terbentuk, maka tidak mungkin berubah lagi. Seiring dengan energi murni yang menjadi kuat, meridian juga akan ikut menjadi keras seperti baja, meskipun dihancurkan oleh kekuatan luar, namun Thomas tidak akan berakhir sampai seperti hari ini.
Ini adalah jalan yang tidak memiliki titik balik…
......
Martin sudah menunggu di depan pintu gerbang Bright Property sejak pagi.
Dia sedang menunggu Adrian Chandra.
Setelah pertengkarannya dengan Wanda semalam, dia menyadari kalau ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Dari jam enam menunggu sampai jam delapan.
Namun dia sama sekali tidak tahu, Adrian sama sekali tidak meninggalkan perusahaan, dan sudah dipastikan dia tidak akan bertemu dengan Adrian.
Dua jam penuh, membuatnya begitu panik dan tidak sabar, ketika dia hendak menelpon sekretaris Adrian, dia melihat sebuah mobil yang mendekat perlahan.
Martin langsung bersemangat, karena dia mengenali plat mobil itu, itu adalah mobil Jacquin!
Sejak dia menjadi penanggung jawab proyek Bright Property, dia langsung menghafal semua nomor plat mobil yang dimiliki oleh Keluarga Chandra.
“Gak ketemu Adrian, gue temuin Jacquin juga sama saja, siapa tahu efeknya malah lebih bagus!”
“Thomas si anak haram, lu tunggu aja!”
Memikirkan hal ini, sorot mata Martin sempat terlihat begitu kejam, dia mengangkat kakinya dan berlari kecil.