
Freya tercengang, dalam hatinya muncul perasaan tersentuh yang begitu dalam.
Beberapa tahun ini, dia bahkan lupa bagaimana caranya berjalan sampai hari ini, dia sudah menerima semua hinaan dan juga sikap dingin semua orang yang ada di sisinya.
Di saat paling gelap dalam hidupnya, Thomas muncul dan tetap begitu memperhatikannya.
Dia masih ingat saat itu dia merangkai kata semalaman, menulis dengan begitu hati-hati, hanya demi menulis selembar surat cinta...
Begitu mengingat hal ini, wajah Freya langsung menjadi panas, ini juga membuatnya kembali menundukkan kepalanya.
Dia tahu Thomas adalah seorang pria yang baik.
Sehingga, sejak keluarganya mengalami musibah, dia sengaja menjauhinya dan juga Luna.
Namun dia sering diam-diam ikut di belakang Thomas hanya untuk melihatnya, dengan demikian hatinya bisa merasakan ketenangan.
Sampai keluarga Thomas juga mengalami musibah, dan dia putus sekolah.
Lalu dia beberapa kali menemui Luna untuk menanyakan kabar Thomas, dan mengetahui kalau dia sedang berusaha keras untuk tetap bertahan hidup...
Dan ini jugalah yang menjadi alasannya tetap tegar sampai hari ini.
Lalu.
Mengenai kondisi Thomas, Freya juga tahu, Thomas bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi dan sebuah pekerjaan sampingan, dia sangat sibuk.
Ibunya mengidap penyakit jantung, dia masih harus mencari uang untuk membayar kuliah Luna, juga kebutuhan untuk calon istrinya.
......
Thomas tidak akan bisa membantunya.
Dalam waktu yang begitu singkat, Freya memikirkan begitu banyak hal.
"Tidak perlu, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri, tapi aku berjanji padamu untuk tidak berpikiran pendek lagi. Kimi adalah cucu Wakil Dekan di kampus ini, kamu jangan mengganggunya, kalau sampai dia tahu kamu kakak Luna, maka dia akan mengganggu Luna."
Yang dipikirkan oleh Freya sekarang adalah Luna, nantinya orang yang pertama di incar oleh Kimi pasti Luna.
"Hehe, kamu tenang saja, asalkan kamu tidak berpikiran pendek, aku pasti akan bisa menyelesaikannya."
Thomas tersenyum, dia paham apa yang sedang dipikirkan oleh Freya, sehingga dia sangat tersentuh, sudah seperti ini pun dia masih memikirkan Luna.
Ini juga membuat Thomas semakin yakin untuk membantu Freya.
"Sudahlah, jangan makan ini, ikut denganku ke sebuah tempat."
Thomas berdiri dan menepuk celananya.
"Pergi, pergi kemana, sudah selarut ini..." Freya terlihat ragu.
Sudah hampir jam 12 malam, Thomas bukannya pulang, malah masih mau mengajaknya pergi? Begitu memikirkan ini, jantungnya langsung berdegup kencang.
"Pokoknya ikut denganku, kamu takut aku jual?" Ucap Thomas ambil tersenyum nakal.
Freya langsung diam, dia percaya pada Thomas, dan dia percaya Thomas tidak akan melakukan hal jahat.
"Baiklah, aku... Ikut denganmu."
Thomas mengulurkan tangan sambil tersenyum, Freya ragu sejenak, baru mengulurkan tangannya.
Thomas menggandengnya dan mengajaknya turun.
Pada saat ini, handphone Thomas tiba-tiba bergetar, ini telepon dari Luna, dia tanya Thomas sedang dimana, karena dia sudah selesai makan.
"Aku sedang bersama Freya, ini baru mau keluar, kasih tahu Dimas, tunggu di depan gerbang."
Thomas dan Freya tidak lagi bicara, mereka bukannya tidak ada topik pembicaraan, tapi Thomas sedang berpikir harus menggunakan cara apa untuk membantu Freya menyelesaikan masalah ini. Membuatnya tidak lagi di bully di tahun terakhir kuliahnya, dan bisa hidup dengan normal seperti manusia biasa.
......
Begitu perayaan HUT kampus berakhir, Hans langsung memesan ruang karaoke, tujuannya adalah untuk membantu Thomas mendapatkan pekerjaan.
Siapa menyangka, pada saat menentukan seperti ini, Thomas malah tidak hadir, dan Jayden hanya minum beberapa gelas, langsung pergi.
Dia hanya bisa minum bersama ketiga teman asramanya dengan perasaan galau, lalu berjalan dengan gontai kembali ke asrama.
Beberapa pemuda yang sedang mabuk ini tiba-tiba membahas suatu hal, yaitu ada sebuah King Kalman yang parkir di area parkir kampus.
Mobil itu hampir tidak ada yang kenal, hanya ada beberapa mahasiswa yang lebih berpengalaman yang mengenali mobil mewah anti peluru itu!
"Anjaee! Mobil siapa tuh! Sultan banget!" Salah seorang teman asramanya berseru kagum.
Sekarang sudah jam 12? Yang pendiam memilih berdiam di dalam asrama, yang pergi keluar kebanyakan tidak pulang, sehingga tidak ada orang lain lagi.
Mereka sepertinya melihat seorang pria dan wanita berjalan ke arah King Kalman
Dan beberapa pemuda ini sudah mabuk sampai tidak bisa berjalan lurus, pandangan juga sudah kabur, hanya melihat bayangan tubuh dua orang.
Namun, mahasiswa yang mengenali Thomas hari ini langsung berteriak terkejut.
"Astaga! Astaga! Bukankah itu Thomas? Sudah kukatakan tadi kan, Ketua lihat, teman lamamu ini pura-pura miskin, dia adalah seorang super sultan!"
Dia tidak terlalu mabuk sehingga bisa mengenali pria yang sedang naik ke atas mobil itu adalah Thomas.
Hans tercengang lalu terkekeh, "Lu, lu mabuk ya, temen gue itu cuma kurir paket, kalau benar dia segitu kayaknya, masa iya dia lupa sama temennya ini?"
Mahasiswa itu merasa heran ketika mendengar Hans mengatakan ini, masa matanya rusak?
Tidak!
Besok dia harus mencari waktu untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit!
......
Kemudian di sisi lain parkiran mobil.
Terparkir mobil sport Acura NSX berwarna merah, pintu mobil itu juga baru terbuka.
Tuan muda Keluarga Chandra.
Dua hari yang lalu dia merayu dan membujuk ibunya habis-habisan baru berhasil menukar mobil Ferrari seharga 4 miliaran dengan Acura NSX ini.
Tujuannya berada di sini bukan karena menyumbangkan 2 miliar untuk Universitas Trijaya dan hadir sebagai tamu kehormatan, urusan kecil seperti ini, dia cukup mengutus seorang managernya saja sudah cukup.
Kenapa sampai jam segini dia masih berada di tempat ini, itu karena Wanda mengamuk.
Bright Property, memanfaatkan momen Hut Trijaya untuk mendonasikan 2 miliar
Dia memanfaatkan donasi kali ini untuk menukarnya dengan sebuah syarat, yaitu membuat Wanda menggantikan posisi Luna.
Jelas-jelas Kepala Dekan sudah menyetujuinya, namun di tengah jalan berubah pikiran, sehingga membuat Wanda begitu kesal.
Ivan merasa sangat tidak senang, tapi mendonasikan uang 2 miliar adalah keputusan Direktur, dia tidak berani mencari Kepala Dekan untuk membuat perhitungan.
Kalau sampai kabar ini tersebar sampai ke telinga ayah dan kakaknya, tahu kalau dia berbuat sembarangan hanya karena seorang wanita, ini akan membuatnya terjebak dalam masalah besar.
Sehingga Ivan mau tidak mau harus datang untuk menenangkan Wanda.
Ketika dia membuka pintu mobil, dia melihat Thomas masuk ke dalam mobil, dia sontak langsung tercengang, namun berikutnya tersenyum geram.
Mobil King Kalman ini, meskipun ingin membelinya juga tidak akan bisa mendapatkannya semudah itu, meskipun Thomas punya uang, dia juga tidak akan mampu membelinya!
Dimas menyetir mobilnya dan pergi perlahan.
Melewati Hans dan beberapa pemuda lainnya.
Di bawah kendali alkohol, Hans berteriak, "Thomas! Lu beneran Thomas bukan? Jawab!"
Sementara King Kalman mobil yang kedap suara, ditambah Thomas sedang memikirkan sesuatu, sehingga dia mengabaikan Hans yang berada di luar sana.
"Lihat kan? Gue, udah bilang kan, mobil ini... Bukan punya Thomas." Ucap Hans sambil tersenyum.
Freya ikut di belakang Thomas dengan tenang.
Selain perasaan puas, Thomas memberikannya perasaan aman yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Dia sangat tersentuh, meskipun dia juga tahu Thomas tidak akan bisa membantu apa pun.
Namun setelah mencoba bunuh diri dan setelah diingatkan oleh Thomas, dia tiba-tiba paham.
Meskipun dia tidak lulus kuliah dan langsung terjun ke dunia kerja, dia tetap tidak akan mati kelaparan, bukankah Thomas juga sudah melaluinya?
Awalnya dia mengira Thomas akan membawanya pergi makan, siapa yang menyangka Thomas malah membawanya ke parkiran mobil.
Sehingga dia berpikir mungkin motor matic Thomas diparkir di sana.
Namun ketika dia berjalan ke samping sebuah mobil yang begitu besar dan mewah, pintu mobil terbuka, dan Luna menjulurkan kepalanya dengan senyum yang begitu cerah.