
“Apa? Penjara?!”
Martin sangat terkejut, sehingga segera bertanya, “Ada masalah apa? Coba katakan!”
“Intinya, point penting dalam perjanjian ini adalah hal ini, kalau tidak ada masalah maka semuanya baik-baik saja, begitu ada masalah, maka kamu bisa dipenjara paling tidak 20 tahun…”
Begitu mendengar ini, Martin terkejut sampai nyaris mengompol.
“Kalau… kalau begitu ada cara untuk mengatasinya tidak?”
Setelah dijelaskan oleh pengacara, dia baru tahu kalau surat kontrak ini adalah ranjau yang tidak pernah dia duga!
Dan ini juga trik para pebisnis yang illegal, mendapatkan keuntungan terbesar dengan pengorbanan yang paling kecil.
Kalau tidak terjadi apa pun, saham 5% Bright Property memang akan dia dapatkan, dan itu memang benar adanya, namun kalau sampai terjadi sesuatu, sisa hidupnya akan hancur!
“Untuk sementara… aku masih tidak terpikirkan ide apa pun, namun kamu jangan panik dulu, aku akan memikirkan ide lain beberapa hari ini.”
......
Di perjalanan pulang, Thomas mengetahui dari Silvia kalau Haris datang dan mengobatinya lagi.
Sekarang wajah Silvia terlihat begitu segar dan merona, sama sekali tidak terlihat bekas penyakit yang lalu.
Thomas juga merasa sangat beruntung, oleh karena itu dia menelepon Chandi dan mengucapkan terima kasih.
Dua hari ini, selain mengantar jemput Luna kuliah, Thomas menghabiskan waktunya untuk menemani Silvia karena tidak ada yang bisa dia lakukan.
Dia berbohong dan mengatakan kalau dia meminta ijin beberapa hari pada perusahaan.
Masalah Luna sama sekali tidak menimbulkan kegemparan di kampus.
Mahasiswa yang kuliah di sana tidak semuanya menyaksikan kejadian itu, sehingga sama sekali tidak percaya ada pria bertubuh besar mengalahkan 16 orang anggota tim taekwondo, ditambah lagi tidak ada jejak digital yang membuktikan hal ini.
Orang yang bersangkutan adalah cucu wakil dekan, kalau sampai tersebar keluar dan ketahuan siapa yang menyebarkan kabar ini, maka dia akan dalam masalah.
Dan pihak club taekwondo memilih bungkam.
Sehingga masalah ini bisa ditekan seminimal mungkin.
Sementara Luna tidak ikut campur langsung sehingga dia tidak tersangkut dengan masalah ini.
Keiro tidak masuk kuliah, wakil dekan meminta izin untuknya, dan tentu saja ini bukan hal yang perlu diperhatikan oleh para mahasiswa.
Mereka menganggap Keiro hanya sedang dihukum oleh orang tuanya karena membuat masalah.
Hal yang sekarang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mendekati primadona mereka sepulang sekolah.
Hari ini, setelah bangun pagi Thomas membuat sarapan, namun dia menyadari Luna tidak keluar dari kamar.
Hari ini adalah Hut kampus, Luna menjadi pembawa acara.
Dan Thomas mengetahui hal ini, sehingga dia merasa heran, ada apa dengan bocah ini, Thomas berpikir mungkin Luna terlalu gugup.
Karena berbicara di depan orang banyak dan harus menggiring suasana di bawah panggung bukanlah tugas yang mudah.
Dia masuk ke dalam kamar dan langsung paham apa yang dikhawatirkan oleh Luna.
Acara Hut kampus, Luna bertugas menjadi pembawa acara di beberapa acara yang akan berlangsung.
Namun kejadian di depan gerbang kampus itu sampai ke telinga dosen.
Sehingga Wanda memanfaatkan kesempatan ini, dibawah bantuan Ivan, posisi pembawa acara Luna pun berhasil dia rebut.
Thomas berpikir sejenak dan bertanya, “Dek, bagaimana cara Ivan dan Wanda merebut posisimu?”
Luna tidak pikir panjang dan langsung menceritakannya.
Mudah sekali, Ivan mendonasikan uang 2 miliar untuk Universitas Trijaya, dan di saat bersamaan memberitahu Ketua Dekan bahwa Wanda adalah pacarnya.
Kemudian posisi Luna otomatis digantikan.
Setelah mengatakannya, Luna seperti ingat sesuatu, lalu segera berkata sambil menggeleng, “Kak, jangan bilang kamu ingin… tidak perlu.”
Berdasarkan dengan apa yang Luna pikirkan, ini memang tidak dibutuhkan, nilai tambahan ini dia boleh saja tidak menginginkannya, hanya saja dia merasa kesal.
Kalau ingin Thomas merebut kembali posisinya, paling tidak cara dia harus sama dengan Ivan.
Di balik Ivan ada Bright Property, dia mendonasikan uang 2 miliar bukan untuk Wanda, melainkan untuk mempromosikan bisnisnya.
Begitu promosinya berhasil, maka keuntungan yang dia dapatkan tidak hanya 2 miliar.
Kalau Thomas melakukan hal ini, selain membantunya mendapatkan kembali posisinya, tidak ada keuntungan apapun yang bisa dia dapatkan, kalau begitu lebih baik dia simpan saja uangnya.
Hidup bersama sekian tahun lamanya, Luna sungguh paham sifat Thomas.
Dan Thomas memang berniat melakukan itu.
Dia memang ingin membantu Luna mendapatkan kembali posisi ini, juga menyalurkan kekesalan Keluarga Widjaja!
Dan perbuatan Wanda ini jelas sedang mempersulit Luna.
Berdasarkan cerita Luna, sebelumnya Wanda sama sekali tidak ikut dalam kegiatan HUT ulang tahun kali ini.
Dan pembawa acara di acara perayaan ini ada 8 orang, kenapa harus berebut dengan Luna.
Kalau bukan mencari masalah, lalu apa?
Sejak Thomas mengetahui jati dirinya, tanpa sadar terjadi perubahan dalam cara berpikirnya.
“Uhm, Dek, apa yang menjadi milikmu, meskipun direbut orang lain, kamu tetap harus merebutnya kembali, biar mereka tahu rasa!”
“Ka! Kamu benar-benar tidak perlu melakukan ini!” Luna langsung panik, kalau tahu akan menjadi seperti ini, dia tidak akan cerita.
Dan di saat bersamaan, Luna juga merasa sangat tersentuh.
“Ssstt, jangan bicara lagi, bukankah hanya uang? Apakah kamu lupa? Kakakmu ini adalah penerus Levian Group, kelak akan menjadi orang terkaya di dunia.”
Thomas tersenyum dengan acuh, dia mengulurkan telunjuknya dan membungkam mulut Luna.
Lalu dia berkata lagi, “Pak tua itu bahkan mengatakan speed menghamburkan uangku terlalu lambat, kamu tunggu saja, pembawa acara hari ini adalah kamu, Luna Widjaja!”
Luna tersentuh sampai berkaca-kaca, dia langsung memeluk Thomas sambil berkata manja, “Kak, I love you!”
Dia merasa tersentuh bukan karena Thomas merebut kembali posisi pembawa acaranya, yang membuatnya benar-benar tersentuh adalah pengorbanan kakaknya untuknya yang tidak pandang bulu.
“Sudah, sudah, sudah, sana mandi dan bersiap, kakak akan menelepon Dimas dulu.”
Setelah mengatakannya, Thomas langsung masuk ke dalam kamarnya.
“Hallo, Dimas, gue butuh bantuan lu, uhm, jadi begini…”
“Oh iya, jangan lupa bawa mobil King Kalman milik gue ya, gue mau adik gue merasa bangga!” ucap Thomas dengan bangga.
“Baiklah itu saja, gak ada urusan lain lagi, kapan berangkat?”
“Uhm, sekarang, acara perayaan HUT kampus mulai siang, Luna harus bersiap lebih awal.”
“Baiklah, setengah jam lagi ya.”
......
Setelah Luna mandi dan berganti pakaian, dia keluar dari kamar.
Dia tersenyum bagaikan bunga yang mekar di musim semi, lalu berputar sambil bertanya, “Ma! Kak, bagus gak?”
Hari ini dia sengaja mengenakan baju terusan biru yang dibelikan oleh Thomas, lalu mengenakan sepatu NIKE putih.
Sejak kesehatan Silvia membaik, suasana hatinya juga membaik, setiap harinya dia merasa begitu senang.
Begitu melihat Luna berpakaian seperti itu, dia berkata sambil tersenyum, “Bagus, seperti seorang tuan putri!”
“Benarkah? Kalau begitu aku pakai ini saja hari ini!”
Thomas mengerutkan alis, dan tiba-tiba dia ingat, Luna bahkan tidak pernah punya sepatu hak tinggi.
“Bagaimana kalau mengajaknya membeli beberapa pakaian bagus dan sepatu hak tinggi!”
Demi membuat Luna memukau dalam acara perayaan Hut ulang tahun kampus, dia sama sekali tidak memperdulikan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan.
Kali ini dia bukan hanya ingin membuat Luna menjadi pusat perhatian semua orang, dia juga ingin menyilaukan mata beberapa orang yang merendahkan mereka!