
Ini adalah sebuah rekaman video.
Dan tokoh utama dalam video itu adalah seorang gadis yang kurus cantik, ada beberapa gadis lain yang meneriakinya maling, bahkan sambil memukuli dan menendangnya.
Dia adalah Freya!
Dan pada saat bersamaan, Thomas mengenali sebuah wajah: Kimberly!
“Brengsek!”
Thomas mengumpat, lalu berbalik dan membuka pintu.
“Kak, tunggu!” Luna juga ikut menyusul.
Ketiga anggota keluarga Ningrat ini sudah menunggu setengah hari, melihat sudah hampir tiba waktunya, perasaan mereka mulai tidak sabar.
Begitu Thomas meminta bantuan Santo, maka kontrak Martin itu akan mengalami perubahan!
Silvia menyiapkan makan malam, Milan mencegahnya dan berkata dengan ramah: “Besan, malam ini kami yang traktir, kamu tidak perlu masak, temani kami makan saja!”
Tepat pada saat ini Thomas keluar dari kamar, lalu hanya meninggalkan bayangan saja.
“Thomas…”
Martin membuka mulut, namun menyadari Thomas sama sekali tidak ada niatan meladeninya, dan dia hanya melihat Thomas pergi begitu saja.
“Thomas, Thomas, kamu mau kemana?”
Martin langsung panik, jangan bilang Thomas berubah pikiran dan tidak ingin membantunya?
Begitu mengingat hal ini, dia langsung maju dengan cepat dan menarik tangan Thomas.
“Thomas, kamu jangan pergi, kamu masih belum membantu Om menyelesaikan masalah Om! Kalau kamu pergi, bagaimana denganku?!”
“Apa yang gue janjikan pasti akan gue jalankan, sekarang gue ada urusan penting, lepas!”
“Thomas, bagaimana kalau kamu mengurus urusan Om dulu, baru mengurus urusanmu ya?” ucap Martin dengan senyum terpaksa.
Thomas menghempaskannya dua kali namun tetap tidak berhasil melepaskan tangannya, dia hanya bisa berkata dengan dingin, “Kamu pergi ke Tasty dengan mama gue dulu, gue bakal nyusul.”
Kalau bukan karena sedang di rumah, kalau bukan karena di hadapan Silvia, dia sungguh ingin berubah pikiran!
Apa-apaan mengurus urusan Martin dulu baru mengurus urusannya sendiri?
Hanya mendengar ucapan Martin ini sudah sangat cukup memperlihatkan seberapa egoisnya orang ini!
Melihat sorot mata Thomas yang penuh amarah, Martin hanya bisa melepaskan tangannya, namun dia tetap mengingatkan, “Kalau begitu aku akan mengajak Silvia ke Tasty, kami akan menunggumu disana…”
“Thomas? Kamu mau kemana? Aku mau…” Wanda langsung panik dan berteriak.
Mobil King Kalman itu, dia masih belum puas mendudukinya!
“Bamm!”
Ketika Martin melepaskan tangan, Thomas langsung berlari keluar dan disusul oleh Luna dibelakangnya.
Belum selesai bicara, pintu sudah tertutup.
Thomas tidak memikirkan hal lain, setelah keluar dari pintu rumah, dia segera mengeluarkan ponsel dan menelepon Dimas.
Lalu dia menelepon nomor Kepala Dekan, memberitahu Kepala dekan terjadi pengeroyokan di asrama putri tahun ketiga, memintanya untuk segera kesana dan menghentikannya!
Thomas mengajak Luna pergi ke tempat parkir biasa, Dimas sudah menunggu di sana sejak tadi, kedua kakak beradik itu naik ke mobil, lalu King Kalman melaju ke Kampus Trijaya.
Meskipun dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun dia tahu, Freya sedang di bully, dan mereka bahkan menggunakan kekerasan!
King Kalman begitu gagah, begitu arogan dan melaju dengan cepat, membuat semua mobil menyingkir ke samping memberi jalan.
Hanya dalam waktu 10 menit, King Kalman yang dikendarai oleh Dimas sudah menembus gerbang timur menuju ke depan asrama wanita Universitas Trijaya.
Pintu mobil terbuka.
Luna berjalan di depan, membawa Thomas yang masuk asrama dengan wajah tanpa ekspresi menuju ke kamar Freya.
Sepanjang jalan, mahasiswi yang melihat wajah Thomas sontak bersemangat sampai hampir jatuh pingsan.
Yang muncul dalam pikiran mereka hanya satu, “Keren banget! Pangeran! Ini adalah pangeran gue!”
Thomas tidak memikirkan hal lain, yang ada dalam kepalanya hanya pemandangan yang dia lihat dia dalam rekaman video.
Dia belum pernah semarah ini!
Kimberly itu sungguh keterlaluan, bukan hanya memukuli Freya, bahkan menyebarkan video ini di group setiap kelas yang ada di Trijaya!
Thomas sudah memvonis hukuman untuk Kimberly---Drop Out!
kalau Freya bersedia, dia bahkan bersedia membantunya menuntut, agar Kimberly dipenjara!
......
Sementara Kepala Dekan.
Ketika dia hendak meninggalkan ruang kepala dekan, ponselnya tiba-tiba berdering, dia menekan tombol jawab, dna langsung mendengar suara Thomas.
Berdasarkan ucapan Thomas, terjadi pengeroyokan di asrama putri!
Pada dasarnya hal seperti ini sesekali terjadi, pertikaian dan dendam antar mahasiswi, kalau sampai tersulut, paling keesokan harinya diberi sedikit hukuman.
Dan biasanya kejadian ini selalu diselesaikan dengan cara diam-diam.
Namun Thomas malah menelepon dan memberitahunya tentang ini, membuat Kepala Dekan sadar, pasti yang menjadi korban orang yang dikenal Thomas!
Jangan-jangan adiknya!
Dia segera menuju ke asrama putri, tidak peduli itu adik Thomas atau bukan, masalah ini harus dia selesaikan sampai memuaskan Thomas, pagi ini dia sudah menjelaskan situasinya pada para petinggi, para petinggi juga langsung setuju membiarkan Thomas menjadi direksi kehormatan di Universitas Trijaya. Kalau sampai terjadi kesalahan pada saat penting seperti ini, dia akan menjadi orang yang disalahkan!
Sehingga dia langsung menelpon security yang piket di gedung asrama putri untuk menahan semua mahasiswi yang terlibat!
Di gedung asrama putri, biasanya ada seorang security wanita yang berjaga di setiap gedung asrama wanita, tujuannya adalah untuk menjaga ketentraman asrama, mengenai pertengkaran yang terjadi di dalam asrama, biasanya mereka akan mengabaikannya.
Sekarang pak dekan yang memberikan perintah langsung, ini membuat mereka tidak berani mengabaikan pentingnya masalah ini.
Ketika keempat security wanita datang ke asrama yang ditempati Freya, salah seorangnya melihat Kimberly, dia mencari alasan untuk berjalan keluar, diam-diam menelepon Pak Wedy. Begitu Wedy mendengarnya, dia segera datang.
Dia dan pak dekan tiba bersusulan.
Begitu keduanya bertemu, Wedy bertanya dengan wajah senyum palsu, “Pak Ketua Jun, pertengkaran di antara mahasiswi adalah hal kecil, biarkan saya yang menyelesaikannya, Anda sedang sibuk tidak perlu mengurus hal kecil seperti ini.”
Siapa yang menyangka perkelahian kecil antara Kimberly dan seorang mahasiswa bisa membuat Junaedi datang langsung.
Kimberly adalah cucunya, ini adalah rahasia umum, kalau sampai kejadian ini diketahui langsung oleh Junaedi, dan melihat cucunya, bukankah dia akan memanfaatkan kejadian ini untuk menyerangnya?
Membayangkan ini, ada senyum yang sulit disadari di wajah Wedy.
Junaedi melirik Wedy dengan ekspresi aneh, begitu memikirkan permintaan Thomas, dia tidak lagi menggubrisnya dan langsung berjalan lurus ke asrama putri.