
Thomas melirik sales pria itu dengan tatapan mata seperti sedang melihat orang idiot, perasaan yakin langsung muncul.
Perasaan kesal karena dipandang rendah orang, sudah cukup dia rasakan hari ini!
“Kalau aku tidak salah tanggap, kamu sedang ingin bertaruh denganku?”
“Benar, apakah kamu benar-benar ingin taruhan denganku?” sales pria itu tertawa dingin.
Mereka berdua saling bertatapan dengan tajam, aroma pertikaian sontak menyerbak.
Sales pria ini memang memandang rendah orang miskin seperti ini, bukan hanya miskin, bahkan sepanjang hari menggunakan berbagai cara untuk menipu makan juga minum, setelah mereka dilayani bagaikan raja, pada akhirnya tidak ada keuntungan pun yang didapatkan.
Pada saat ini, sales marketing lain menghampiri, mereka langsung mengelilingi mereka untuk menonton.
“Aku punya sebuah ide, namun aku takut kamu tidak menepati ucapanmu.” Thomas mengetatkan bibirnya.
Sales pria itu malah merasa lucu, orang ini berpura-pura seolah-olah memang benar adanya.
Dia sama sekali tidak percaya, orang yang terlihat masih seperti mahasiswa ini, mengenakan pakaian yang harganya hanya beberapa puluh ribu, bagaimana mungkin mampu membeli Land Rover Range Rover.
“Yang benar saja, ada begitu banyak orang yang menjadi saksi, untuk apa kamu takut? Aku rasa kamu yang tidak berani bertaruh!”
“Awalnya aku hanya berniat membeli mobil, untuk apa merasa tidak berani?” Thomas juga langsung tersulut.
Karena sikap sales pria ini kembali mengorek bekas luka yang sudah ditorehkan oleh keluarga Wanda.
“Baiklah kalau begitu! Silakan kamu beli! Kalau kamu membelinya, aku akan menjalankan apa yang kukatakan, aku akan menjilat bersih bawah sepatumu!”
Sales pria itu juga tersulut emosinya, dia merasa dia sudah cukup mengalah, siapa yang menyangka orang ini malah begitu tidak tahu diri.
Lalu dia menambahkan, “Tapi, kalau kamu sampai kalah bagaimana?”
Thomas berpikir sejenak lalu berkata, “Supaya adil, kalau sampai aku kalah, aku juga akan menjilati bawah sepatumu sampai bersih, bagaimana?”
Ucapan Thomas ini langsung membuat semua orang yang menonton tertawa.
Bukan karena mereka memandang rendah orang lain, melainkan orang miskin yang ada di hadapan mereka ini berniat membeli Land Rover.
Selain pakaian yang dikenakan, dari usianya saja terlihat seperti seorang mahasiswa, mana mungkin punya uang untuk ini.
Kalau mengatakan dia adalah anak konglomerat, maka kemungkinan ini bisa langsung dieliminasi. Kalau anak konglomerat membeli mobil, mereka sudah pasti akan heboh seolah-olah ingin membuat seluruh dunia tahu kalau mereka sedang membeli mobil, dan yang terpenting adalah mereka tidak mungkin mengenakan pakaian yang begitu jelek.
Di usia yang begitu muda, tidak seharusnya begitu sombong. Sehingga mereka merasa perlu memberi Thomas sebuah pelajaran. Bawah sepatu ini sudah pasti akan dijilat olehnya!
“Kak…!” Luna terkejut, karena merasa panik dia langsung mencubit Thomas.
Awalnya dia mengira Thomas hanya asal bicara saja, siapa yang menyangka dia akan benar-benar bertaruh.
Berdasarkan apa yang dia pikirkan, mobil hanyalah alat transportasi, membeli mobil seharga 200 jutaan juga sudah cukup, dalam mimpi pun dia tidak pernah bermimpi membeli mobil seharga 4 miliar.
Meskipun Luna tahu Thomas sudah menjadi kaya, namun uang yang dia miliki tidak boleh dihamburkan seperti ini.
Hanya karena sikapnya yang gegabah, uang 4 miliar akan melayang! Dan mengalah sekarang masih belum terlambat.
Thomas tersenyum tanpa berani berteriak sakit di hadapan orang banyak, dia hanya menoleh dan berkata dengan lirih, “Jangan membuat keributan, aku akan membeli sebuah mobil bagus untuk mengajakmu jalan-jalan!”
“Mobil ini terlalu mahal, Kak, kita beli yang harganya lebih murah saja ya?” ucap Luna memohon, dia juga tidak tahu kenapa hari ini kakaknya bisa segila ini. Meskipun ingin marah juga tidak perlu marah pada uang!
“Aku sudah memutuskan, aku akan membeli mobil ini!” ucapan Thomas terdengar begitu yakin.
“Cih!” sales pria itu langsung memperlihatkan ekspresi tidak senang, dia tetap tidak percaya sama sekali kalau Thomas mampu membeli Land Rover Range Rover.
Kalau benar mampu, dia merasa menjilat bawah sepatunya sama sekali tidaklah merendahkannya.
Setelah Thomas selesai menenangkan Luna, dia menoleh dan berkata pada sales wanita itu, “Permisi, aku ingin tahu bagaimana prosedur membeli mobil di sini?”
“Ini… Tuan, kau, bagaimana kalau Anda berkeliling ke area yang lain terlebih dahulu, aku janji akan merekomendasikan mobil yang cocok untuk Anda.” Sebenarnya sales wanita ini sudah melihat semuanya.
Sejak awal dia sudah bisa merasakan kalau kedua kakak beradik ini memang datang untuk membeli mobil.
Karena apa yang terjadi tadi, membuat situasi berubah menjadi di luar dugaannya. Dan dalam hatinya dia juga merasa mobil Land Rover Range Rover ini bukan mobil yang mampu dibeli sembarangan orang.
Dia hanya dibuat kalap oleh amarah, karena gegabah makanya mengatakan ucapan seperti itu. Kalau ingin berubah pikiran sekarang masih belum terlambat.
Thomas menggeleng dan berkata dengan penuh keyakinan, “Tidak perlu, aku mau yang ini, aku ingin lihat bagaimana seseorang menepati janjinya.”
“… baiklah, aku akan membantu Anda mengurus administrasinya, Anda ingin membayar dengan cicilan atas cash keras?” ucap sales wanita itu dengan senyum yang kaku. Namun dia juga sudah berusaha.
Yang dipikirkan olehnya sekarang adalah, begitu dia melontarkan kata-kata ini, Thomas pasti akan langsung membisu, lalu pergi dengan malu. Namun yang tidak disangka adalah…
Thomas mengeluarkan selembar kartu black gold dan berkata dengan santai, “Cash keras, cicilan terlalu merepotkan.”
Seketika semua langsung tenggelam dalam keheningan.
Selain kedua kakak beradik ini, para sales yang berada di sekeliling langsung menatap kartu black gold yang ada di tangan Thomas dengan wajah yang begitu terkejut.
Sementara sales pria itu, ketika Thomas mengeluarkan kartu black goldnya, bola matanya hampir saja melompat keluar! Kartu black gold!
Sepintas, dia bahkan memiliki pemikiran untuk langsung kabur. Namun niatan ini hanya sekilas, dia langsung yakin bahwa Thomas hanya menggunakan kartu ini untuk menakuti-nakuti mereka.
Siapa yang tahu kartu itu asli atau palsu? Siapa tahu dia hanya memungut kartu itu. Dan mungkin saja itu hanya kartu kosong. Benar, tidak salah lagi pasti begitu!
Meskipun seorang bos dengan aset ratusan miliar juga tidak mudah mendapatkan kartu black gold ini, hanya nasabah kehormatan yang akan ditawarkan oleh pihak bank untuk mendapatkan kartu ini!
Orang yang berpakaian jelek ini, bahkan perbedaan pelayan dan sales marketing saja tidak bisa membedakan, atas dasar apa?
Tiba-tiba sales pria itu kembali merasa tenang, dan sepenuhnya yakin kalau Thomas hanya seorang pria miskin.
Mungkinkah orang kaya memakai baju yang murahan dan jelek seperti ini? Meskipun ingin merendah juga tidak perlu menyiksa diri sendiri seperti itu bukan! Meskipun memukulnya sampai mati juga dia tidak akan percaya!
"Nona, Nona? Aku mau gesek pakai kartu ini!" Thomas mengingatkannya dan menariknya dari lamunan.
Dia segera mengangguk dengan panik, lalu berkata dengan penuh hormat, "Silakan ikut dengan saya ke meja kasir untuk mengurus administrasi."
Thomas dan Luna ikut dengan sales wanita itu. Meninggalkan para sales yang tercengang di sana.
Sales pria itu melihat Thomas pergi, dia juga segera mengikutinya.
Meskipun dia sudah menemukan alasan untuk meyakinkan dirinya, namun melihat ekspresi Thomas yang begitu tenang, dalam hatinya tiba-tiba muncul perasaan yang tidak enak!
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin aku salah lihat, bercanda! Sudah pasti seperti itu!"
Dia berdiri di samping dan terus meyakinkan dirinya, dia melihat Thomas mengurus semua administrasinya dengan begitu tenang di samping.
Dan saat ini jantungnya benar-benar berdegup kencang sekarang.
Karena kartu black gold itu sedang digesekkan di mesin EDC saat ini. Kemudian...
Thomas memasukkan nomor pin.
"Tuan, selamat untuk mobil baru Anda!" ucap sales wanita itu dengan mata berkaca-kaca karena terlalu bersemangat.
Duarr! Sales pria itu bagaikan tersambar petir di siang bolong!
Pandang matanya seketika berubah menjadi gelap dan dia hampir jatuh pingsan karenanya.
Kemudian dia berteriak dengan begitu lantang, "Tidak mungkin! Bagaimana mungkin kamu sanggup membeli mobil Land Rover!"
Thomas memiringkan kepalanya dan bertanya dengan wajah heran, "Kenapa tidak mungkin? Apakah kamu juga tidak mengizinkan aku punya uang?"
"Kamu adalah orang miskin, mana mungkin kamu punya uang sebanyak itu!" Sales pria itu berteriak dengan suara lantang.
Benar! Memang benar seperti itu! Bocah dengan baju gembel ini mana mungkin mampu membeli mobil!
Uang ini pasti didapatkannya dengan cara yang melanggar hukum!
Sebenarnya dari mana datangnya uang Thomas sama sekali tidak ada hubungannya dengannya.
Hanya saja begitu memikirkan taruhannya yang kalah membuatnya kehilangan akal.
Apa lagi... Dia melihat rekan kerjanya mendukungnya kini sudah mengeluarkan ponselnya.
Apa yang ingin dilakukan oleh orang-orang ini, dia tahu jelas. Kalau sampai rekaman video ini tersebar di sosial media, sebelum hari gelap dia sudah pasti akan terkenal di seluruh belahan bumi!
Thomas memegang kunci mobil sambil tersenyum pada sales pria itu.
"Ada begitu banyak orang yang menjadi saksi, kamu tidak boleh curang, sini, jilat bawah sepatuku sampai bersih."