
Melihat mobilnya hancur ditabrak, bukan hanya tidak menjalankan apa yang dia katakan, bahkan masih ingin berkelahi dengan orang.
Namun bagaimanapun itu adalah mobil seharga 6 miliaran, sekarang hancur begitu saja, yang menonton tentu saja langsung bersemangat!
Dan siapa yang menyangka pemandangan yang lebih mencengangkan muncul, ketika Ivan akan maju dan membuat perhitungan, dia malah ditampar dua kali oleh pria bertubuh besar itu sampai menangis!
“Bah! Tuan muda Ivan Bright Property nangis!”
Entah siapa yang berteriak, membuat semua yang ada di sana ikut berseru.
Mereka semua kenal dengan Ivan, bisa dikatakan selama sebulan ini dia setiap hari datang ke kampus dengan mobil sportnya, dan sudah lama menjadi bahan pembicaraan semua orang.
Dan lagi siapa yang tidak kenal dengan Tuan Muda Chandra dari Bright Property!
“Bah! Dia beneran nangis loh!”
“Hahaha! Nangis sampai tersedu-sedu, kayaknya habis ini bakal manggil bapaknya datang dah!”
......
Saat ini, Ivan bahkan sempat berpikir mati saja sudah!
Seumur hidupnya, dia belum pernah ditampar oleh siapa pun!
Bahkan tidak pernah dipermalukan seperti ini! dan airmata ini karena terpukul, bukan karena dia menangis!
Dan ketika dia merasa begitu kesal, terdengar suara dari samping, membuatnya langsung menangis kencang sejadi-jadinya.
Thomas sungguh tidak menyangka Ivan ini bisa menangis begitu saja, dia juga tercengang, ini sungguh sesuai dengan tebakannya.
Masih ada satu orang yang lebih tidak disangka lagi, yaitu Wanda Ningrat.
Dia sungguh malu dan kesal, rasanya ingin segera menggali lubang dan bersembunyi didalamnya!
Hubungan asmaranya dengan Ivan selama sebulan ini sudah menjadi topik pembicaraan hangat di Trijaya.
Ada yang mengatakan pasangan serasi, bagaikan pangeran dan tuan putri dan sebagainya…
Sikap dosan dan juga teman kuliahnya begitu ramah, meskipun dia tidak tahu dibelakangnya mereka akan bersikap berbeda atau tidak, mereka tidak berani bicara sembarangan dibelakangnya, karena kalau sampai menyinggungnya, maka itu sama dengan menyinggung Ivan.
Selama 50 harian ini dia melaluinya dengan penuh pujian dan rasa bangga.
Namun apa yang dilakukan Ivan hari ini malah membuatnya sangat kecewa!
Dia bahkan sudah bisa membayangkan, dalam waktu satu jam, mahasiswa yang merekam dengan ponsel mereka pasti akan langsung menyebarkan video ini ke seluruh group yang ada di pelosok kampus!
Bahkan mungkin sekali muncul caption: Pacar primadona Trijaya, Tuan muda Bright Property, ternyata seorang bocah yang hanya bisa menangis!
......
Tiba-tiba ada yang berseru kaget, “Mereka memukul Tuan Muda Chandra! Siapa orang ini?!”
Pertanyaan ini langsung memicu rasa penasaran banyak orang!”
Iya ya! Siapa dia?
Bright Property punya kepopuleran yang tinggi di kota ini, merupakan keluarga pebisnis yang sukses, bahkan menjadi ujung tombak bisnis.
Hari ini, putra Direktur menantang orang lain, namun malah mobilnya yang hancur digilas sampai menangis tersedu-sedu!
Siapa? Siapa yang punya nyali sebesar itu?
Ada begitu banyak orang yang mulai menebak siapa Thomas, namun tidak ada seorang pun yang menemukan jawaban yang tepat, di luar itu tatapan mata mereka terlihat penuh rasa kagum dan salut!
Wanda menatap Thomas dengan wajah sayu.
Saat ini, dia sudah sadar, Thomas bukan hanya beruntung biasa, tetapi sedang super beruntung!
Bright Property saja dia berani singgung, bahkan terlihat tidak takut sama sekali!
awalnya Wanda mengira Thomas hanya mendapatkan sedikit uang yang datang entah dari mana, sehingga menjadi angkuh dan tidak tahu diri.
Namun perlahan dia menyadari Kepala Cabang Bank Indonesia begitu menghormati Thomas, juga Bos Tasty, dia juga begitu hormat pada Thomas. Namun sama sekali tidak menggubris Ivan ataupun Bright Property yang ada dibelakangnya.
Sekarang, Thomas menggilas mobil baru Ivan tanpa ragu, bahkan sama sekali tidak terlihat takut.
Wanda bukan orang bodoh, kali ini dia benar-benar sadar.
Thomas sama sekali tidak memandang Bright Property!
Atau memang punya kemampuan untuk itu!
Dia sungguh ingin menganggap Thomas sudah gila, namun ketika dia melihat Dimas lagi, lalu mobil SUV yang terlihat begitu gagah bagaikan binatang buas yang sangar… dia memilih kemungkinan kedua.
......
“Huhu… Thomas Widjaja! Ganti rugi lu!” teriak Ivan dengan wajah berlinang airmata.
Awalnya, dia tidak menangis, suara teriakan yang aneh muncul karena dia terlalu emosi!
Namun ida sudah terlebih dahulu dipermalukan, lalu menerima dua tamparan Dimas, ditambah lagi kesalahpahaman orang yang menonton, dan mobil kesayangannya sekarang…
Setelah semuanya dijadikan satu, akhirnya dia tidak bisa menahan diri dan menangis!
Dia sudah tidak peduli apa pun, sekalian saja lampiaskan, kalau Thomas tidak ganti rugi, dia tidak tahu harus bagaimana mempertanggungjawabkan ini pada orang rumah.
Uang 6 miliar, jika dibandingkan dengan 2,2 triliun sama sekali tidak banyak, namun itu harga pasar, bukan uang cash yang tersimpan dalam brankas.
Kalau dia pulang dengan tangan kosong, ayahnya tidak akan melepaskannya, dan kakaknya, dia pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbesar masalah ini!
Dan kondisi sekarang, dia ingin mengamuk juga tidak bisa mengamuk, pria bongsor itu berdiri di hadapannya bagaikan gunung yang menjulang tinggi.
Yang terpenting adalah pukulan yang baru saja dia terima, kalau dia maju sekarang, bukankah sama saja mencari mati?
Sementara Thomas, dia sebenarnya ingin ganti rugi, namun sikap Ivan ini membuatnya teringat suatu hal… dia tidak ingin ganti rugi!
“Ivan, bukankah hanya 6 miliar? Lu lupa ya, di Restoran Tasty lu berhutang 32 miliar, gue yang bayar hutang itu. Kalau lu mau gue ganti rugi boleh aja, bayar dulu 32 miliar itu.” Ucap Thomas dengan datar.
“Bulshit! Fitnah!”
“Hehe, fitnah?” Thomas melirik ke arah Wanda, lalu berkata dengan dingin, “Asal muasal kejadian itu lu tahu persis, apa yang sudah dikatakan bisa disangkal begitu saja, jurus lu ini juga bukan yang pertama kali gue lihat, bukankah di sini ada contoh hidupnya.”
Ucapan Thomas ini langsung membuat ekspresi wajah Ivan berubah drastis.
Meskipun dia ingin berdebat juga tidak bisa, ada begitu banyak orang yang menonton, apa pun yang dia katakan tidak akan ada gunanya.
Mungkin orang yang menonton tidak tahu apa yang terjadi, namun mereka melihat langsung apa yang dia lakukan tadi.
“Kacau! Ternyata Tuan muda Chandra sudah pro dalam berhutang?”
“Mabok gue, seorang Tuan muda Bright Property malah makan gratis di Tasty gak mau bayar!”
“Gila! Gak punya uang ngapain belaga!”
“Tapi yang namanya Thomas itu loyal banget, 32 miliar loh, main kasih gitu aja!”
“Iya, kalau gue mungkin nyari duit seumur hidup juga gak dapet uang sebanyak itu!”
Orang yang menonton begitu terkejut dan kagum, terhadap apa yang Ivan lakukan mereka sama sekali tidak merasa kagum, berhutang begitu banyak uang, Thomas bahkan membantunya membayar, malah berbalik menyerang, bukankah ini benar-benar orang tidak tahu malu dan tidak tahu diri yang sebenarnya!
“Huh! Thomas, gue gak akan menang adu bacot sama elu, tapi lu tunggu aja!”
Ivan menghapus air matanya , dan memelototi Thomas dengan penuh kebencian, hutangnya di Restoran Tasty untuk sementara tidak boleh terpublikasi.
Kalau sampai terdengar ayahnya, mungkin kedua kakinya akan dipatahkan ayahnya!
Orang pintar tahu kapan harus melakukan apa, dan ucapan ini cukup masuk akal.
Awalnya kejadian ini sudah akan berakhir, perasaan penasaran para penonton juga sudah cukup dipuaskan, topik ini sudah cukup untuk menjadi bahan gosip mereka selama beberapa hari.
Namun pada saat ini, terdengar sebuah suara yang tidak bersahabat dari tengah kerumunan.
“Ketika aku semester satu, pernah sekelas dengan Thomas, dulu dia juga mahasiswa Trijaya!”
“Wah? Memang iya?”
“Wah, kak, ada apa lagi ini?”
“Hah, jadi begini, dulu Thomas tidak begitu kaya, karena kondisi keluarga yang malang membuatnya putus sekolah, kami bahkan sempat berpikir menggalang donasi untuknya. Namun sepertinya… Wanda yang ini pernah menjadi tunangan Thomas dulunya!”
......
Keheningan yang begitu tiba-tiba.
Namun keheningan ini terasa begitu mengerikan.