Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Black Swan Longdress


Begitu keluar dari rumah.


Thomas membawa Luna bertemu dengan Dimas di tempat biasa.


Ketika Luna melihat mobil King Kalman, dia terkejut sampai berseru kaget, ini sungguh sangat cool.


Karena keberadaan mobil King Kalman yang begitu besar dan keren, ada begitu banyak pejalan kaki yang mengelilingi mobil itu untuk melihat lebih dekat, dan tubuh Dimas yang tinggi besar melewati kerumunan.


“Permisi, maaf permisi!” Thomas berkata dengan pasrah untuk menerobos kerumunan.


Pejalan kaki A, “Hei! Semuanya berbaris untuk melihat, situ kan datang belakangan, kenapa malah menyela sampai ke depan kami?”


Pejalan kaki B, “Makanya, sana ke belakang!”


Meskipun ada yang merasa tidak senang, begitu melihat tubuh Dimas yang tinggi besar, mereka hanya bisa menutup mulut mereka, dan dalam hati menggerutu tentang sikap kakak beradik ini.


Thomas hanya tersenyum pahit dan berkata, “Maaf sekali, permisi, ini mobil saya.”


Pejalan kaki C, “Ini mobil elu? Bercanda dia, gue juga mau bilang kalau mobil ini punya gue!”


    ......


Sampai di depan King Kalman, ada belasan pria dan wanita yang sedang berswafoto dengan berbagai gaya.


Dimas melewati beberapa orang baru sampai di samping mobil.


Pejalan kaki D, “Wah siapa dia! Lu tahu gak foto harus antri, tidak tahu antri ya!”


Kali ini ada orang yang mengungkapkan kekesalan mereka.


Mereka hanya berani melotot dan mengomel, kalau sampai turun tangan mereka tidak akan berani, dan rasanya tidak perlu begitu.


Dimas hanya tersenyum dan mengeluarkan kunci mobil dari sakunya, gerakan Dimas yang sembrono malah membuat kantungnya ikut tertarik keluar.


Gerakan ini membuat banyak orang mencibirnya.


Semua orang tahu, hanya orang miskin yang akan menarik keluar saku celananya seperti itu.


Namun gerakan Dimas selanjutnya malah membuat bola mata semua orang hampir melompat keluar.


Dia mengangkat kuncinya dan menekan tombolnya perlahan.


Lampu mobil King Kalman berkedip dua kali.


Lalu mereka bertiga membuka pintu mobil, masuk ke dalam, dan berlalu.


Meninggalkan kerumunan orang yang kebingungan.


Mereka bertiga menuju sebuah butik.


Dan butik ini khusus melayani para orang terkenal, mereka membuatkan gaun malam dan juga jas.


Dan di kota ini, dia menduduki posisi trend teratas.


Jangan lihat bisnis butik ini sangat sepi pengunjung, kalau sampai ada yang memesan pakaian, harganya bisa mencapai ratusan juta, dan itu masih belum mencapai harga tertinggi.


Kabarnya pemilik butik ini sudah menjadi designer selama 30 tahun lebih.


Dan orang yang menggunakan desain pakaiannya adalah para artis terkenal dan konglomerat 10 besar di kota ini.


Sehingga butik ini tidak bisa didatangi oleh sembarang orang.


Seluruh kota tahu akan keberadaan butik ini, namun mereka hanya bisa berdecak ketika melewatinya.


    ......


Tepat jam 8, Dimas membawa kedua kakak beradik ini tiba di depan butik.


Setelah selesai memarkir mobilnya, mereka bertiga langsung masuk ke dalam butik.


Di dalam butik ini hanya ada tiga penjaga toko yang mengenakan pakaian yang rapi, dan seragam mereka adalah buatan tangan pemilik toko.


Namun begitu melihat pakaian tamu yang datang, mereka langsung merasa kecewa, karena baju yang dikenakan mereka bertiga adalah baju diskonan.


Terutama baju yang dipakai kedua pria ini, baju yang mereka pakai adalah baju kaki lima, hanya si wanita saja yang mengenakan baju Mark & Spancer, itu pun model tahun lalu.


Pantas saja penjaga toko memiliki cara pandang seperti ini, mereka sudah bekerja di sini selama tiga tahun, mereka sudah melihat begitu banyak karya baju kelas atas, bertemu dengan begitu banyak orang kalangan atas, tentu saja memiliki penilaian yang cukup tepat.


“Jangan-jangan ketiga orang ini tidak tahu sedang melakukan apa?” ucap pelayan dengan murung.


Sebenarnya, ada 90% pengunjung yang masuk untuk melihat-lihat, namun ketika melihat harga pakaian di sini, mereka pergi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada saat datang.


Dia tidak bermaksud merendahkan, hanya saja mengira ada pelanggan yang datang untuk membeli, sehingga dia bisa mendapatkan bonus yang cukup besar.


Inilah alasan mengapa penjaga toko merasa kecewa.


Namun dia bekerja di bidang ini sudah bertahun-tahun lamanya, tentu saja ada kondisi yang di luar dugaan.


Dia berjalan ke hadapan mereka bertiga dan bertanya sambil mengangguk sopan, “Tuan, Nona, kalian ingin membuat baju atau mau yang sudah ready?”


Perbedaan kedua macam baju itu yaitu, kalau memesan baju, maka ukurannya sesuai dengan postur tubuh, namun baju yang ready juga merupakan baju yang hanya satu-satunya.


Mengenai harga pakaian, disesuaikan dengan pakaian yang dipilih dan juga bahan yang digunakan, bahkan terkadang karena bahan yang digunakan langka, sehingga harga baju jadi jauh lebih mahal dari baju yang dipesan.


“Yang ready, kalau bikin nanti tidak akan keburu, kami butuh sekarang.” Thomas melihat ke sekeliling, dia tahu seleranya kurang bagus, sehingga bertanya, “Apakah di toko kalian ada gaun yang paling bagus dan paling mahal? Uhm, untuk dipakai dia, seperti baju desain special milik butik ini.


Detailnya sudah dipelajari oleh Thomas ketika di mobil.


Pelayan ini terkejut, lalu tersenyum, perasaannya mengatakan untuk jangan merendahkan pemuda yang ada dihadapannya ini.


Membicarakan baju special desain butik ini, bukannya tidak ada, hanya saja gaun ini bukan baju yang bisa dibeli sekarang.


Namun dia dengan senang hati melihat ekspresi terkejut ketiga orang ini ketika melihat gaun ini.


“Ada, silakan.”


Pelayan itu mengantarkan mereka bertiga ke arah sebuah lemari yang tertutup oleh kain merah.


Kemudian, pelayan ini membuka kain merah ini perlahan.


    ......


 “Oh My God!” Luna kembali berseru kaget.


“Long dress ini dibuat oleh pemilik kami selama sepuluh tahun lamanya, dan ini murni handmade, bahan dasarnya adalah sutra, seperti yang kalian lihat, ekor gaun ini terbuat dari bulu angsa hitam yang panjang, ini adalah bulu yang berasal dari angsa hitam liar.”


Thomas juga membelalakkan matanya dan menatap gaun ini sesaat, lalu berkata dengan yakin, “Ok gaun yang ini, turunkan untuk dicoba adikku.”


“Tuan, harganya…”


Senyum mengembang di bibir pelayan toko, anak muda ini sungguh gegabah, dia bahkan tidak tanya harga terlebih dahulu.


Meskipun pakaian fashion terkini tidak memiliki harga terkini, namun bukan berarti tidak memiliki kisaran harga, bagaimanapun pelanggan yang datang kemari tidak mungkin mempermasalahkan harga, yang mereka pedulikan adalah nama pemilik mereka yang sudah 30 tahun lamanya.


Dan peraturan ini sering membuat orang langsung pergi begitu mendengar harganya.


Thomas mengibaskan tangannya dengan acuh, matanya terus memandangi gaun ini, “Harganya? Harga bukan masalah, bungkus… eh salah, tolong dicoba dulu oleh adikku!”


Pelayan toko mengingatkan dengan ramah, “Tuan, long dress black swan ini harganya 2 miliar…”


Pakaian special karya designer terkenal memang berbeda, inilah yang dicari.


Pelanggan VIP yang biasa memesan baju di sini, satu set gaun saja maksimal mencapai angka 800 jutaan.


Karena gaun yang mencapai angka 2 miliar seperti ini bukannya tidak mampu dibeli oleh para orang kaya itu, hanya saja tidak butuh.


Orang biasa yang memakai baju sampai jutaan saja sudah dianggap orang kaya, apalagi baju yang harganya ratusan juta, itu sudah masuk golongan juragan!


Sehingga long dress black swan yang mencapai 2 miliar ini memang sangatlah mewah untuk menjadi gaun special butik ini.


“Yasudah, 2 miliar kan, bungkus!” ucap Thomas dengan acuh.