Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Chapter 126


Tiga hari.


Bagi orang yang tinggal seorang diri itu terasa begitu panjang.


Namun bagi Thomas, waktu tiga hari berlalu dengan begitu cepat.


Tiga hari, dia hanya melakukan satu hal.


Yaitu tidak hentinya membenturkan kedua energi murni di dalam wadah energi.


Perlahan-lahan dan terus berulang.


Energi murni juga terkumpul dalam tubuhnya dengan cepat.


Langkah kedua tahap penyebrangan dasar, selain keturunan langsung clan tertinggi, pesilat dari anggota bangsawan kecil paling tidak membutuhkan waktu 10 tahun keatas.


Itupun hanya bisa mencapai tahap seluruh meridian dilancarkan.


Ini karena kekuatan tetua keluarga yang terbatas, sumber latihan tidak banyak, semuanya harus mengandalkan diri sendiri untuk mencari tahu dan menerobos setiap meridian secara otodidak.


Seperti Thomas, kondisi energi murni yang bergerak sendiri, untuk bisa melancarkan seluruh meridian, paling cepat juga membutuhkan waktu satu tahun lebih.


Kemunculan pil penyebrangan meridian langsung menyelesaikan kesulitan yang dialami oleh Thomas.


Kalau bukan karena kemuncukan pil ini, mungkin ditengah jalan meridian Thomas sudah dipenuhi oleh semua energi murni yang bertambah.


Meskipun dia menemukannya tanpa sengaja, memanfaatkan energi murni untuk menerjang dan membuat wadah energi cukup untuk menekan energi tersebut.


Energi murninya bergerak selama 24 jam sehari, sehingga kecepatan tekanan energi murninya jauh tertinggal dari perkembangan energi murninya.


Ini adalah kelebihan dari latar belakang keluarga bangsawan.


Sebutir Pil penyebrang meridian bisa mempersingkat kerja keras paling tidak sampai 10 tahun.


Ini juga alasan mengapa selalu muncul orang berbakat dalam keluarga bangsawan besar.


Sementara keluarga bangsawan kecil begitu gersang.


Begitu memasuki tahan penyebrangan dasar, semuanya akan berbeda, karena seluruh meridian sudah lancar, energi murni dalam tubuh juga sudah bergerak dengan lancar dan sempurna.


energi murni lahir dari tubuh manusia, setiap satu putaran akan menimbulkan khasiat tertentu, menutrisi organ dalam dan menguatkan otot juga tulang.


Sehingga meskipun energi murni dalam tubuh Thomas belum mencapai tahapan memberikan khasiat, nmaun sama sekali tidak membuat tubuh semakin terkikis.


Langkah kedua sampai langkah kedua mengalami perubahan dalam porsi dan juga kualitas.


Energi murni berubah menjadi cairan!


Asalkan energi murni berubah menjadi cair, itu sudah bisa disebut menginjak ambang tahap ketiga.


Tentu saja ini baru awal mula tahap ketiga.


Kalau tidak ada kekuatan dari luar, hanya mengandalkan cara otodidak saja, maka akan seperti yang Dimas katakan, untuk mencapai wadah energi yang berubah menjadi lautan energi membutuhkan waktu seratus tahun.


Energi murni cacir bukan lagi energi murni, melainkan disebut sebagai kekuatan murni.


Susah payah memurnikan kekuatan murni, namun akan terkikis kapan saja, energi murni yang baru muncul tetap disebut sebagai energi murni.


Orang yang berlatih tenaga dalam harus maju perlahan mengikuti urutan, memanfaatkan kekuatan murni untuk meningkatkan metabolisme tubuh, sampai tubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, sehingga yang dihasilkan bukan lagi energi murni, melainkan kekuatan murni.


Bisa dibayangkan, petarung yang sudah mencapai tahap puncak ketiga, kekuatan murni yang masuk ke dalam meridian bagaikan aliran yang deras, setiap kepalan dan langkah memiliki kekuatan yang tidak terhingga.


Namun itu juga merupakan batasan seseorang, selama beberapa ribu tahun ini, belum ada yang mampu menerobos tahap ini.


Perlahan, semua ini hanya menjadi legenda.


Selama tiga hari ini.


Thomas cukup sibuk.


ribuan bahkan puluhan ribu kali membenturkan energi murni, energi murni dalam tubuhnya perlahan berubah menjadi tetesan air dari yang hanya seperti kabut.


lalu membentuk aliran yang mengalir di meridian tubuh.


Itu adalah energi murni yang sudah menjadi cair.


Kalau ada petarung lain yang mengetahui, Thomas dalam waktu tiga hari mencapai tahap energi murni menjadi cairan dari tahap penyebrangan dasar, pasti akan sangat terkejut.


Dia memiliki kecepatan yang menakutkan seperti ini, itu dipengaruhi oleh dua faktor.


pertama, karena energi murni dalam tubuhnya bisa bergerak sendiri, sehingga dia tidak perlu menghabiskan waktu dan juga tenaga.


Kedua, dia menggunakan metode yang tidak akan berani di sentuh oleh petarung biasa.


Bisa-bisanya dia membenturkan dua aliran energi murni dalam wadah energi berkali-kali, ini merupakan hal yang tidak berani dibayangkan oleh orang lain.


Dimata orang yang berlatih tenaga dalam, ini sama dengan mencari mati, jauh lebih berlebihan daripada menembak kepala sendiri dengan pistol untuk berlatih jurus kepala baja.


Kemunculan kekuatan murni itu membuat Thomas begitu kegirangan sampai hampir kehilangan kendali.


Dia tidak sabar dan juga begitu girang, membuatnya kehilangan sikap hati-hati yang seharusnya ada.


Ketika benturan itu terjadi, pikiran Thomas langsung kosong karena benturan.


Kemudian wadah energinya tiba-tiba menyusut sampai hanya sebesar ujung jarum.


Rasa sakit yang tidak bisa digambarkan membuat tubuhnya langsung terkapar di lantai, keringat mengucur bagaikan air, namun dia sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan untuk mengerang kesakitan pun tidak mampu.


Namun pikirannya malah berubah menjadi begitu jernih, dia merasakan wadah energi yang menyusut sampai sebesar ujung jarum dalam hening.


Perasaan seperti ini bertahan selama satu jam, atau mungkin beberapa jam.


Setelahnya wadah energi Thomas baru kembali normal perlahan.


Rasa sakit yang begitu mengerikan juga hilang sepenuhnya.


Saar ini aliran yang bersumber dari wadah energi mengalir menyusuri meridian.


Rasa nyaman yang begitu kuat membuat Thomas berdesah nikmat seiring dengan kekuatan murni yang menjalar.


Tiba-tiba dia sadar.


Tidak disangka dia sudah mencapai tahap ketiga, tahap pertama energi murni yang menjadi cairan!


"Kekuatan murni! Ini adalah kekuatan murni? Aku sudah tiba di tahap ketiga!"


Thomas merasa begitu senang, dia berjalan keluar dari rumah pohon dan melihat tanah yang tingginya belasan meter jauhnya, dia langsung tertawa dan melompat turun.


Kekuatan murni bergerak, dia bagaikan bulu angsa yang melayang ringan.


Ketika dia mendarat di tanah, Joanna dan Winda mendengar ada pergerakan di luar sana, sehingga langsung keluar dari rumah kayu.


"Thomas, ada apa?" tanya Winda.


"Hahahaha! Lihat!"


Thomas begitu bangga, lalu satu tapak dilayangkan ke pohon yang berada paling dekat dengannya.


"Huss!"


Sebuah hembusan angin muncul dan membuat dahan pohon tersebut bergoyang, tidak disangka ini tidak jauh berbeda dengan pukulan yang dibuat oleh Dimas!


"Bagaimana mungkin! Energi murni yang dilepaskan! Ini adalah tahap ketiga!"


Joanna terkejut sampai mulut menganga, matanya yang jernih membelalak besar, seolah melihat hal paling tidak masuk akal di dunia.


"Hahaha! Aku adalah orang berbakat, orang berbakat super! Aku ingin lihat siapa lagi yang berani mengatakan aku sampah!"


Ucap Thomas sambil tertawa girang.


Karena akhirnya dia berhasil membuktikan dirinya!


Joanna mendekat dengan satu gerakan secepat kilat, lalu memegang pergelangan tangan Thomas.


"Tidak mungkin! Darimana datangnya kekuatan murni salam tubuhmu!"


Detik berikutnya, Joanna berseru kaget sekali lagi.


Lalu dia terlihat begitu kaget, seolah teringat seuatu, ekspresi kaget seketika berubah menjadi ketakutan.


"Kakak ipar, kamu..."


Awalnya Thomas merasa begitu senang, namun melihat Joanna yang tidak biasanya, dia juga dibuat terkejut, "Ada apa?"


"Kamu, kamu, kamu... kamu berlatih ilmu sesat!" Joanna menunjuk Thomas dengan penuh ketakutan, dia kaget sampai terbata.


"Apa... ilmu sesat? Sembarangan!" Thomas dibuat kesal sampai tertawa, lalu berkata, "Jurus yang aku latih adalah Tapak badai daun yang original!"


Namun melihat ekspresi kaget Joanna sama sekali tidak  berubah, Thomas juga ikut tegang.


"Joanna, atas dasar apa kamu mengatakan ilmu yang kulatih ini adalah ilmu sesat?"


Joanna menenangkan diri lalu mengamati Thomas dengan penuh kewaspadaan, dia melihat tidak ada yang aneh, baru akhirnya merasa lega.


"Kakak ipar, kamu harus berhenti berlatih dengan cara yang sekarang, kalau tidak kamu akan berubah menjadi iblis!"


Begitu mendengar ini Thomas langsung tertawa.


Dia bisa bersumpah, ilmu yang dia latih sama sekali bukan ilmu sesat, namun apa yang Joanna katakan sama sekali tidak terlihat seperti sedang berbohong.


Jangan-jangan gue benar-benar membuat kesalahan dimana?


Thomas bertanya dengan hati-hati, "Coba kamu jelaskan, seperti apa itu ilmu sesat?"


"Perbedaannya sangat mudah dikenali, misalnya seperti kakak ipar, kecepatan latihan yang secepat kilat." Joanna memulai ucapannya, dan rasa takutnya seperti sedikit berkurang.


"Sembarangan! Siapa yang mengatakan ini?!"


Ucapan Joanna langsung membuat Thomas tidak terima.