Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Suka Dan Duka


Surat kontrak ditangannya ini nyaris membuat hidupnya hancur!


Namun bukan berarti dia tidak berani memikirkan hal lain…


Misalnya, kontrak ini, kalau dia manfaatkan dengan baik, maka akan menjadi senjata yang mematikan untuk Ivan!


Beginilah rencananya.


Dia akan menemui Ivan, lalu menandatangani dua kontrak yang lainnya.


Lalu membawa kontraknya ke dinas terkait untuk dilaporkan, kalau orang dinas tahu Santo yang mendukungnya, maka mereka tidak akan berani menyebutkan namanya.


Dengan demikian, dia punya tiga kontrak di tangan!


Pada saat itu semua proyek akan dihentikan secara paksa, dia akan memanfaatkan kontrak di tangannya untuk memeras Ivan!


Uang ganti rugi pembatalan kontrak secara sepihak sebesar 20 miliar, tiga kontrak totalnya 60 miliar!


“… tidak bisa, 60 miliar terlalu sedikit!” gumam Martin.


Sebuah ketamakan tiba-tiba muncul dalam hatinya dan menjalar dengan cepat, seketika menutupi semua kewarasannya!


Dia membayangkan… membayangkan bagaimana kalau dirinya menggunakan cara pebisnis licik untuk menghadapi Bright Property?


Kalau Bright Property tidak bersedia membayar 200 miliar, tidak, 200 miliar terlalu sedikit, kalau tidak bersedia memberikannya 2 triliun…


Maka dia akan membeberkan sisi gelap Bright Property!


Selagi Santo menjadi pendukungnya, dan dia masih memiliki senjata ini ditangan, Martin merasa dia sudah menekan titik terlemah Bright Property.


Begitu kebusukan Bright Propery terbongkar, maka hantaman ini pasti akan memporak-porandakan Bright Property!


Mereka tidak akan berani bertaruh, juga tidak akan berani mengambil resiko ini, dan pada akhir negosiasi, mereka akan memberikan 2 triliun sebagai imbalan!


Tentu saja, sebuah rencana yang jauh lebih kejam sedang membara dalam hati Martin.


Meskipun Bright Property merupakan perusahaan besar, namun diperas 2 triliun oleh Martin seperti ini, mereka tidak mungkin tinggal diam saja, sehingga dia berencana setelah dana yang begitu besar masuk ke rekeningnya, dia tetap akan membeberkan kebusukan Bright Property di semua media, dia juga akan melaporkan mereka ke pengadilan negara!


Tidak lama setelahnya, Bright Property pasti akan mengumumkan bangkrut, Ivan dan ayahnya, juga para petinggi perusahaan harus bersiap dijebloskan ke dalam penjara!


Ketika itu, dia bukan hanya membalaskan dendamnya, dia bahkan bisa hidup tenang, dan juga memiliki uang yang tidak akan habis dia pakai tujuh turunan!


Memikirkan semua ini, Martin merasa begitu bersemangat, dia segera menyimpan surat kontrak itu dengan baik, besok dia akan langsung melancarkan semua rencananya.


......


Untuk sementara Freya tidak punya tempat untuk berteduh.


Sebelum menyelesaikan masalah Wedy dan Kimberly, Thomas tidak akan tenang membiarkannya kembali ke asrama. Sehingga dia menyuruh Freya menginap di rumahnya malam ini untuk sementara.


Hal ini tidak ada yang menentang, Silvia juga sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Freya, mereka berdua juga sangat cocok dalam mengobrol. Mereka turun di tempat biasa, lalu Dimas membawa mobilnya pergi, mereka berempat berjalan kaki pulang ke rumah.


Setelah mandi, Thomas kembali ke kamar dan tidur, dia harus mengumpulkan stamina untuk acara rapat kampus yang akan diselenggarakan Trijaya.


Rasanya baru memejamkan mata langsung pagi. Thomas bangun dan pergi mandi, setelah sarapan, telepon dari Dimas datang.


Setelah berpamitan dengan Silvia, Thomas mengajak Luna dan Freya pergi bersamanya, mereka naik mobil dan langsung menuju Universitas Trijaya.


......


Hari ini, Wedy terlihat tidak bersemangat.


Semalam dia berpikiran semalaman.


Namun sama sekali tidak berhasil menemukan cara untuk mengeluarkan Keiro. Itu adalah satu-satunya cucu dari putranya!


Biasanya dia begitu memanjakan Keiro dan takut dia tersakiti.


Kemarin sore dia pergi ke sel.


Baru dua hari tidak menengoknya, dia mendapati Keiro bukan hanya menjadi kurus, wajahnya juga penuh dengan lebam.


Dan yang membuatnya lebih sedih adalah, ketika Keiro berjalan, dia mengetatkan bokongnya, seolah bagian bokongnya habis “diserang”…


Namun, meskipun dia merasa sedih dan tidak tega, dia sama sekali tidak berdaya!


Siapa yang tahu hari itu Keiro menyinggung siapa, punya kekuasaan yang begitu kuat, meskipun dia sudah mengerahkan semua koneksi, tetap saja tidak bisa mengeluarkan Keiro.


Lalu ada dua orang pemuda yang turun dari mobil Range Rover, kemudian memukulnya!


Ada seorang pemuda berpostur tubuh besar, dia bahkan mengalahkan 16 orang anggota Taekwondo unggulan!


Dia tidak menghubungkan Thomas dan Dimas dengan masalah ini, karena Range Rover dan King Kalman punya perbedaan yang jauh.


Lagi pula, baik pemuda yang mengendarai Range Rover atau pun King Kalman, mereka semua sudah pasti orang kaya. Hanya perbedaan sosial saja.


Di samping konglomerat biasanya ada pengawal yang mengiringi, dan pengawalnya itu pasti memiliki postur yang besar dan kekar.


Dia sama sekali tidak mood menghadiri rapat kampus. Namun ini adalah kesempatan yang bagus untuk menumbangkan Junaedi, kalau dia memanfaatkannya dengan baik, kalau dia memanfaatkannya dengan baik, maka dia akan bisa menariknya turun dari kedudukan Kepala Dekan.


Rapat kali ini, dia tidak mengetahui detailnya terlalu jauh, katanya ada seseorang berstatus misterius yang telah mendonasikan uang dalam jumlah yang sangat besar, dan para petinggi akan menobatkannya sebagai direksi kehormatan.


Dia sungguh kagum! Direksi kehormatan merupakan gelar yang akan melegenda.


Dia yakin setelah dinobatkan, di kampus akan ada pilar motivasi direksi kehormatan ini.


“Hehe, Junaedi Prayoga, kamu tunggu saja, dihadapan ribuan mahasiswa dan para dosen, aku akan mengantarkanmu ke dalam sel!”


Wedy tersenyum jahat. Dia merasa dirinya sudah mendapatkan senjata untuk menjatuhkan Junaedi.


Berapa besar uang donasi itu, dia sama sekali tidak mengetahuinya, namun bisa membuat seseorang naik ke posisi Direksi Kehormatan, paling tidak mencapai 200 miliar.


Dia sudah memikirkannya. Begitu rapat kampus digelar, saat dia naik ke atas panggung memberikan sambutan, dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya pada Junaedi berapa besar dana yang di donasikan!


Dan Wedy yakin, itu adalah uang suap yang akan ditelan oleh Junaedi!


Kalau tidak, bantuan donasi adalah hal yang besar, kenapa dia tidak mengabari lebih awal?


Dia ingin mengendalikan dana dalam jumlah banyak ini seorang diri, pada saat itu dia cukup menarik 20 miliar atau beberapa miliar, siapa yang akan menyadarinya!


Mengenai hal ini, dia nyaris yakin, uang itu pasti sudah di sisihkan sebagian oleh Junaedi, asalkan angkanya dibeberkan secara terbuka, maka Junaedi akan hancur sepenuhnya!


Memikirkan ini, Wedy sungguh merasa kagum dan salut pada kecerdasannya sendiri.


Setelah membereskan Junaedi, dia akan mencari cara untuk mendekati Direksi kehormatan yang tajir habis itu, siapa tahu ini akan mendatangkan keuntungan untuknya.


Tiba di depan kampus, Wedy segera menyimpan tatapan penuh rencananya, tanggung jawabnya hari ini sungguh sangat berat.


Dia harus menyambut petinggi yang hadir, termasuk dua orang petinggi di kota, tujuannya adalah untuk menjadi saksi kejahatan Junaedi!


Tepat jam 9. Mobil King Kalman perlahan masuk gerbang Universitas Trijaya.


Agar tidak menarik perhatian terlalu banyak orang, Thomas sengaja datang lebih telat, dengan demikian dia bisa menghindari jam ramai.


Dia masih belum menjadi Direksi kehormatan universitas, yang artinya belum memiliki kedudukkan apa pun, kalau dia masuk dari gerbang selatan, maka akan menerima berbagai pertanyaan, ini terlalu merepotkan.


Setelah turun dari mobil, Luna dan Freya kembali ke kelas masing-masing, karena acara rapat kampus akan diadakan jam 10, masih ada satu jam.


Sementara Thomas dan Dimas berjalan ke ruang Kepala Dekan.


Di perjalanan, Thomas ingin buang air kecil, dia meminta Dimas pergi terlebih dahulu, sementara dia akan pergi ke toilet kampus terlebih dahulu.


Hari ini, Universitas Trijaya tidak ada kegiatan belajar mengajar, para mahasiswa menunggu di dalam kelas, katanya hari ini akan diadakan rapat kampus.


Kimberly panik di dalam kelas, dia memanggil dua orang mahasiswi yang biasa bergabung dengannya untuk mengambilkan sebungkus rokok dari dalam tasnya, lalu menggunakan alasan ingin buang air besar untuk meninggalkan kelas.


Ketika dia menoleh, tanpa sadar melihat seseorang yang dia kenal.


Dia sempat tercengang, namun segera ingat, bukankah dia tuan muda kaya yang kemarin membantu Freya!


Dalam waktu yang begitu singkat, ada begitu banyak pemikiran yang melesat cepat dalam benaknya.


Lalu dia berbalik dan berkata, “Kalian kembali dulu ke kelas, gue masih ada sedikit urusan.”


 “Kita sudah terlanjur keluar kelas, mending ngerokok dulu sebentar di kamar mandi!” salah seorang mahasiswi berkata dengan santai.


“Brengsek, disuruh balik yah balik, sebelum gue balik, gak ada yang boleh keluar dari kelas!” Kimberly mengumpat.


Mereka melihat Kimberly yang mengamuk, langsung tidak berani bersuara, mereka berbalik dan kembali ke kelas.


Ada sebuah senyum licik yang menghiasi bibir Kimberly, dia menggerakkan kakinya dan melangkah ke toilet.