Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Akhir Yang Mengejutkan


Tubuh Ivan langsung menjadi tegang, dia merasa punggungnya seketika menjadi dingin.


Kejadian tadi saja dia tidak tahu harus bagaimana menyelesaikannya, dan yang bahayanya, kalau sampai ditambah dengan kabar ini, kejadian hari ini mungkin akan menjadi semakin melebar!


Dan ini mungkin bukan hanya tersebar di kalangan Trijaya saja, mungkin akan tersebar ke seluruh kota!


Gawat!


Baru memikirkan ini, ratusan penonton yang mengelilingi langsung menjerit histeris.


“Wah!”


“Wah! Berita besar! Berita besar nih!”


“Tuan muda Bright Property ternyata pebinor!”


“Gak disangka ya! Masih punya muka lagi!”


“Badak! Mukanya terlalu badak!”


“Gak bisa! Jangan ada yang nahan gue! Gue kudu post berita menggemparkan ini!”


“Hah! Bocah ini, beraninya balapan cepat sama gue!”


......


Pandangan mata Ivan langsung menjadi gelap, hampir saja terjerembab, dia sama sekali tidak berani menoleh, lalu kabur dengan langkah gontai!


Wajah Wanda juga sudah pucat sepucat kertas HVS.


Namanya rusak begitu saja! Rusak ditangan Ivan!


Bisa dibayangkan, setelah ini dia akan menjadi cemoohan semua orang dalam jangka waktu yang panjang, bahkan semua orang akan mengatainya ‘jablay’!


Tidak bisa! Aku tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut!


Kalau sampai sebutan ini jatuh padanya, maka mau ditaruh dimana mukanya?


Mana mungkin dia sanggup melanjutkan tahun terakhirnya di Trijaya?


Lebih jangan tanya kuliah keluar negeri!


Dia melihat para penonton yang mengelilinginya dengan wajah marah, lalu terakhir melihat ke arah Thomas yang sedang bersiap naik ke mobil, tiba-tiba matanya langsung bersinar, dia mendapatkan ide yang sangat sempurna, yaitu kembali pada Thomas!


Sekarang Thomas sudah kaya, sudah termasuk OKB, apalagi sebelumnya mereka sempat terikat hubungan perjodohan!


Thomas yang sekarang berbeda dengan yang dulu, namun Wanda tahu sifat Thomas, dia itu bodoh.


Kalau tidak, mana mungkin dia bisa membuat Thomas begitu tunduk padanya!


Mengingat ini, Wanda tahu, kalau dia tidak melakukan apapun, maka ketika pintu mobil tertutup, dia tidak akan memiliki kesempatan lagi.


“Thomas! Tunggu! Ada yang ingin kukatakan padamu!”


Wanda berlari dan segera menarik tangan Thomas, saat ini matanya berkaca-kaca, terlihat begitu kasihan, membuat orang yang melihatnya akan merasa iba.


“Wadidaw? Apaan lagi nih?”


Para penonton yang tadinya ingin pergi kembali terhenti.


Meskipun gosip yang mereka dapatkan sudah begitu banyak, namun cinta segitiga di antara Tuan muda Chandra, Wanda Ningrat dan Thomas Widjaja ini sungguh menegangkan.


Sama sekali tidak terduga!


Sehingga, mereka menahan nafas dan membuka mata lebar-lebar sambil menantikan adegan selanjutnya.


“Thomas, aku memang bersalah padamu, tapi aku juga terpaksa melakukan ini!” ucap Wanda sambil berlinang air mata.


Terpaksa? Terpaksa apa? Alis Thomas langsung mengkerut, dia tidak paham maksud Wanda.


Dia tahu Wanda materialistis, juga tahu setebal apa muka orang di keluarga mereka, namun dia sama sekali tidak tahu kalau Wanda adalah ****** yang begitu licik.


“Ayahku, dia bekerja sama dalam proyek Ivan, oleh karena itu, Ivan memintaku untuk menjadi pacarnya. Kalau aku tidak menurutinya, ayahku bukan hanya akan kehilangan seluruh hartanya, Ivan juga tidak akan melepaskan keluarga kami, aku juga tidak punya pilihan lain, sehingga mau tidak mau membatalkan perjodohan kita. Dan dengan demikian aku tidak akan membuatmu terlibat…”


Wanda berkata sambil berlinang airmata, seperti seorang gadis yang malang.


“Waah? Mantep! Jurus baru apa lagi nih?!”


Para penonton yang tidak tahu kejadian aslinya langsung bersemangat, astaga! Apakah ini alasan mengapa Wanda menjadi pacar Ivan?


Bagus! Siapa sangka tindakan Wanda ini secara tidak sengaja menyelamatkan Martin dari masalah besar nantinya, bahkan lepas dari ancaman penjara.


Thomas tetap mengerutkan alisnya, karena dia tidak bisa membedakan mana ucapan Wanda yang benar dan palsu.


Mungkinkah Keluarga NIngrat memperlakukannya seperti ini karena hal ini?


Tetapi… aktingnya apakah tidak terlalu bagus!


Dia masih ingat setiap hinaan dan juga cibiran dingin ketiga orang itu, bagaikan pisau yang menikam jantungnya bertubi-tubi.


“Thomas! Kalau kamu tidak percaya… lihat! Ini adalah kontrak papa dengan Ivan!”


Wanda berkata dan mengeluarkan handphonenya, dia membuka galeri foto dan memperlihatkan foto surat kontrak kerjasama itu kepada Thomas.


Sebenarnya, tujuan Wanda memoto kontrak ini adalah untuk pamer, sebelum dia keluar dari kampus, dia sempat memperlihatkan surat kontrak ini pada ketiga teman satu asramanya. Namun sekarang malah menjadi bukti mereka sekeluarga ‘dicelakai’ oleh Ivan.


Kontrak ini Thomas baca sekilas, sepertinya… memang ada kejadian seperti ini?


Kalau begitu, dia sudah salah padam pada Wanda sebelumnya?


Ketika Thomas sedang berpikir, Wanda langsung menangis dengan kencang dan jatuh ke dalam pelukan Thomas.


“Wah! Ternyata masih ada cerita seperti itu?!”


“Astaga! Tidak disangka Ivan bisa melakukan hal rendahan seperti itu!”


“Makanya! Mentang-mentang keluarganya kaya, beraninya berbuat semena-mena di Trijaya!”


“Brengsek sekali! Gak bisa nih! Video ini harus diviralkan, biar Bright Property tahu, mahasiswa Trijaya kita tidak bisa diganggu seenaknya!”


“Bagus ya! Sejak awal gue udah gak seneng ngeliat bedebah ini!”


 “Kurang ajar! Gue juga ikut! Kita harus mempertahankan kehormatan mahasiswa universitas kita!”


Seketika para penonton langsung merasa emosi.


Wanda yang materialistis dan memandang rendah orang lain, seketika menjadi seorang wanita langka yang bersedia mengorbankan dirinya sendiri demi kekasihnya juga keluarganya di mata mereka.


Thomas tidak harus mengatakan apa baiknya, siapa yang menyangka masih ada cerita seperti ini…


Eh tidak benar, tunggu dulu!


Meskipun Wanda berkata seolah semuanya itu nyata, namun Thomas sama sekali tidak lupa ketika itu Wanda mengambil uang hasil kerja kerasnya sebanyak 6 juta rupiah dan masuk ke dalam Mark Spencer untuk membeli tiga stel baju mahal.


Uang itu katanya digunakan untuk les, dan ketika dia mengajak Wanda untuk makan di rumah, dia bahkan menolak dengan alasan ada les.


Dan hasilnya tidak lama kemudian dia menemukan dia sedang shopping di mall.


Apakah ini juga hanya pura-pura?


Pura-pura, bukannya tidak boleh pura-pura, selama lebih dari tiga tahun lamanya, Thomas yang sudah kenyang dipandang dengan tatapan dingin tidak akan melupakan hal ini dengan mudah.


Itu adalah semacam rasa muak dan merendahkan yang sama sekali tidak bisa dibuat-buat, karena itu datang dari dalam hati, emosional yang paling nyata.


Pada saat Thomas mulai goyah, dia menghela nafas dalam hati, sepertinya dia telah meremehkan Wanda, kelicikan wanita ini benar-benar menakutkan.


Wanda melepaskan Thomas, mengangkat kepalanya dan berkata dengan wajah memelas, “Thomas, aku tidak ingin berada di sini, kamu antarkan aku pulang, ya?”


Kenyataannya ini adalah salah satu langkah dari rencana Wanda yang wajib dilakukan.


Asalkan Thomas membawanya pergi, maka Wanda akan bisa mempertahankan nama baiknya di Universitas Trijaya, dan ada satu poin penting lainnya yaitu bisa kembali rujuk dengan Thomas.


Asalkan Thomas membiarkannya naik ke atas mobil, maka rencananya bisa dianggap berhasil!


Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.


“Ini…” Thomas menggaruk kepalanya, baru berniat mengatakan ini kurang pantas, Wanda sudah langsung mendorongnya ke mobil.


Dan di bawah tatapan semua orang, Wanda mengambil kesempatan naik ke atas mobil.


Susah payah dia mendapatkan kesempatan bagus untuk bisa tetap bertahan, dia tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.


Dan ketika dia menutup pintu mobilnya, dia langsung dibuat terpukau oleh dekorasi dalam mobil yang begitu mewah.


Dan sontak berseru kaget.