
Martin berkata dengan nada membujuk, "Thomas, Wanda adalah calon istrimu, kau..."
"Hah, oh iya? Kalau begitu surat pernyataan pembatalan perjodohan yang ada di tangan kakakku itu, bagaimana kalian menjelaskannya?" ucap Luna dengan sinis.
"Itu karena tante Milan kalian gegabah, Thomas, kamu adalah pria sejati, kenapa harus menganggap serius ucapan seorang wanita?"
"Martin, sudahlah, jangan pura-pura lagi, menjijikkan!"
Thomas melihat mereka akan mulai bertengkar lagi, segera menghentikannya, "Sudah, jangan bicara lagi, aku sudah mengatakan aku akan berusaha semampuku, kalau kamu merasa tidak puas, kamu bisa mencari orang lain."
"Thomas, sebelumnya memang salah kami, tolonglah Wanda, Wanda adalah anak kami satu-satunya."
Menghadapi Milan yang memohon, Thomas tidak bergeming, dia berjalan dengan langkah besar.
Berhutang budi pada orang adalah hal yang tidak ingin dilakukan oleh Thomas.
Namun situasinya sudah seperti ini, kedua suami dan istri ini bahkan sampai datang ke rumah, kalau masih tetap dia abaikan, entah akan sampai kapan mereka mengusik kehidupannya.
Dimas sudah menunggu di tempat biasa, Thomas dan Luna juga kedua suami istri ini naik ke mobil, lalu melaju ke Restoran Tasty.
......
Di sisi lain, Ivan juga dalam masalah yang pelik.
Karena dia tahu kalo ini dia sudah kena batunya.
Sejak pulang dari Restoran Tasty malam itu, sepertinya ada kabar tentang tuan muda Keluarga Chandra berhutang yang tersebar keluar.
Semua bank besar secara serempak langsung menolak untuk meminjamkan uang padanya.
Awalnya dia masih tidak sadar, sehingga mencoba ke bank lain.
Bagaimana pun uang 20 miliar tetap harus dia bayar, kecuali dia mau menjadi seorang pengingkar janji.
Dan setelah pergi ke beberapa bank, dia merasa ada yang aneh, jangankan 20 miliar, bahkan 2 miliar pun dipersulit oleh bank.
Kali ini, dia sadar kalau dia sudah menyinggung orang yang tidak pantas dia singgung.
Tentu saja, yang dia bayangkan adalah bos Restoran Tasty.
Dan pada saat dia sedang kebingungan, kedua suami istri Keluarga Ningrat tidak hentinya menelepon.
Dia sekalian saja tidak mengangkat telepon mereka.
Dan mengenai kabar ini, untuk sementara Ivan tidak perlu khawatir ayah dan kakaknya yang sedang dinas di luar akan mengetahuinya.
Dia juga sempat berniat menggunakan uang perusahaan, namun dia tahu, cara ini tidak bisa digunakan, setiap pengeluaran harus mendapat ijin kakaknya terlebih dahulu.
Dia tidak punya akses langsung keuangan perusahaan.
Sehingga, ketika Ivan melihat situasi sudah mulai sulit dikendalikan, dia mulai berpikir untuk kabur dari tanggung jawab.
Asalkan dia tidak mengaku, maka tidak ada yang akan terjadi kepadanya.
Ruang VVIP itu pada dasarnya memang dibooking atas nama Thomas, bahkan nota di sana juga ditandatangani olehnya.
Mengenai Wanda, dirinya saja sedang berada dalam masalah, mana mungkin dia bisa mengurus orang lain.
Namun, dia sebagai putra Keluarga Chandra mana pernah dipermalukan seperti ini?
Dia mengutus tiga orang pria bertato yang malam itu ikut dengannya untuk berjaga di depan Restoran Tasty 24 jam.
Ketiga pria bertato ini adalah tukang pukul Bright Property.
Bright Property sering bertemu dengan pelanggan yang nakal, untuk membereskan masalah dan agar tagihan bisa berjalan lancar, mereka sangat dibutuhkan.
Dan tujuan utamanya mengutus ketiga pria bertato ini adalah untuk mencari tahu siapa itu Santo Cendana.
Setelah berjaga selama tiga hari berturut-turut, mereka sama sekali tidak melihat Santo muncul, melainkan kakak beradik Thomas yang muncul bersama suami istri Martin.
Malam itu mereka bertiga ada dilokasi, sehingga mereka mengenali wajah Thomas juga Martin.
Sehingga salah satu dari mereka menelepon Ivan dan memberitahukan hal ini.
Begitu Ivan mendengar ini, langsung merasa tidak senang.
Sepertinya suami istri Martin ini tidak berhasil meminta bantuannya, langsung meminta bantuan si Thomas miskin itu!
Begitu memikirkan ini, Ivan tidak bisa tinggal diam, bagaimana pun dia menghabiskan uang yang banyak untuk bisa mendapatkan Wanda.
Meskipun dia tidak ingin mengakui, namun Santo memang sungkan pada Thomas.
Kalau sampai Thomas yang meminta pada Santo, sangat mungkin sekali… Wanda akan dilepaskan.
“Tidak bisa, aku harus kesana.”
Ivan membulatkan tekad dan langsung bangkit berdiri dari kursinya, dia merapikan jasnya dan langsung berjalan keluar dari ruangannya.
......
Disisi lain.
Kakak beradik Thomas dan pasangan suami istri Martin juga sudah tiba.
Mereka berdiri di depan Restoran Tasty, sementara Dimas memarkir mobil.
Thomas menelepon Santo, dia masih berada di restoran, sehingga begitu menerima telepon dari Thomas, dia langsung mengutus orang untuk menyambutnya.
Santo tidak menyangka, orang yang datang menebus malah Thomas Tuan muda Keluarga Chandra.
Dua hari ini dia sedang memikirkan cara untuk mendekat Tuan muda Thomas ini, siapa yang menyangka tuan muda ini datang mencarinya sendiri.
Ketiga botol wine itu pada dasarnya memang ingin dihadiahkan untuk Thomas.
Mengenai biaya sewa kedua ruang vvip, biaya pelayanan, makanan, semua itu bukanlah masalah besar untuknya.
Alasan dia mempersulit Ivan adalah untuk membantu Thomas melampiaskan kekesalan..namun ketika dia menerima telepon dari Thomas, dia langsung merasa senang, hehe, akhirnya tuan muda ini akan berhutang budi padanya.
Setelah Dimas kembali, manajer restoran yang tadinya begitu sombong pada Thomas hari ini membungkuk bagaikan tidak memiliki tulang punggung, bahkan berjalan bagaikan seekor anjing jinak.
"Tuan muda Thomas, lama tidak jumpa ya, mari silakan ikut dengan saya."
Manager restoran membungkuk 90 derajat dengan wajah tersenyum sambil membuat gerakan tangan mempersilakan.
Martin dan Milan yang melihat sikap manager restoran ini, langsung memperlihatkan ekspresi merendahkan, lalu berjalan di belakang Thomas dengan gagah.
Namun, manager restoran ini malah merentangkan kedua tangannya dan menghadang kedua suami istri ini.
"Kalian berdua kalau tidak memesan ruangan, silakan tunggu di sini." Ekspresi manager ini berubah jauh lebih cepat daripada membalik buku, dia berkata dengan wajah tegas dan tatapan sinis.
"Kau, apakah kamu tidak melihat kami ini datang bersama Tuan muda Thomas?" Milan kesal, dia tidak menyangka dirikan akan dipandang rendah oleh seekor anjing peliharaan seperti ini.
"Maaf sekali, bos kami berpesan, hanya ingin menemui Tuan muda dan kedua orang temannya, sisanya dia tidak ingin bertemu." Ucap manager restoran dengan senyum dingin.
Dia dipermalukan sampai seperti itu, untungnya tidak sampai kehilangan pekerjaan, semua berkat kedua suami istri ini.
Oleh karena itu dia melampiaskan semua kekesalan pada mereka berdua.
Apalagi bosnya memang berpesan seperti itu, dia hanya menjalankan perintah.
"Kawan, kumohon, berilah sedikit kelonggaran..." Ucap Martin sambil tersenyum, dia ingin mengatakan beberapa patah kata, namun sebelum memulainya, manager itu sudah menghentikannya.
"Kalau aku bilang tunggu di sini ya tunggu di sini, siapa yang berkawan dengan kalian? Kalau kalian masih tidak bisa diberitahu, maka aku akan memanggil security."
Thomas sama sekali tidak menggubris mereka, dia sudah masuk ke dalam, sementara kedua suami istri ini hanya bisa menunggu di luar.
Namun pada saat ini, sebuah mobil Ferrari merah perlahan mendekat.
"Eh? Bukankah itu..."
"Itu adalah Iv... Bukan, mobil tuan muda Ivan!"
Kedua suami istri itu melihat keluar dengan senang, lalu melupakan hal tidak menyenangkan yang tadi.
Namun, mobil Ferrari itu tidak masuk ke Restoran Tasty, melainkan berhenti di pinggir jalan yang berjarak sekitar 100 meter dari restoran Tasty.
Keduanya saling bertatapan lalu segera menghampiri.
Jendela mobil diturunkan, kedua suami istri ini mulai bertanya dengan perasaan tidak sabar.
"Tuan muda Chandra, kenapa kamu datang ke sini?"
"Iya, kamu datang untuk..."
Ivan melepaskan kacamata hitamnya, lalu merapikan rambutnya yang tertiup angin, ada sorot mata picik yang muncul sekelebat di matanya, kemudian dia tersenyum.
"Om Martin, Tante, aku datang untuk menebus Wanda."