
"Apa lu bilang?"
Ucapan Thomas langsung membuat Barin dan teman-temannya kesal.
"Yang gue bilang itu ga penting, sekarang apa yang kalian bakal lakuin itu penting banget." ucap Thomas dengan dingin tanpa rasa takut.
Saat itu, Winda menarik ujung baju Thomas.
Dia belum pernah menghadapi kejadian seperti ini, rasa takut sudah pasti tidak bisa dihindari.
Bagi Winda, membuat marah ketiga orang ini jelas bukan pilihan yang cerdas.
Pemikirannya memang tidak salah, karena tidak ada orang yang bersedia menyulitkan diri sendiri.
Namun Thomas tidak bisa menerima hal ini, dan meskipun dia bisa menerima dengan menahan emosinya, Barin dan kawannya ini belum tentu mau melepaskan dirinya serta Winda.
Bayangkan saja, mengikuti sepanjang jalan sampai ke tempat ini, mana mungkin hanya iseng saja?
Barin hanya tersenyum dengan dingin.
Tidak salah lagi, dia memang sangat tertarik pada Winda. Tapi, dia tidak akan langsung melakukan sesuatu pada Winda. Awalnya dia berencana, kalau Thomas memiliki kekuatan yang cukup mengerikan, maka mereka bisa berteman.
Sikap jahil dan tidak sopannya anggap saja sebagai bercanda.
Meskipun hal ini memang akan membuat orang yang bersangkutan merasa tidak senang, namun anggota Keluarga Hongari merupakan salah satu clan dari kedelapan clan tertinggi. Sikap tidak sopannya ini mereka tidak mungkin akan membalas dendam, 'kan?
Barin mengira Thomas hanya seorang anggota bangsawan kecil atau hanya keluarga bangsawan yang tidak terekspose.
Memangnya kenapa kalau sedikit direndahkan? Perbedaan status sosial mereka sangatlah jelas. Malah, harusnya dia bersyukur bisa bergaul dengan Barin Hongari.
Barin memberi isyarat pada seseorang, dan pemuda itu langsung ke depan sambil tersenyum, "Bro, lu beneran gak tahu diri rupanya."
"Terus?"
Thomas hanya tersenyum dingin sambil menghadang di depan Winda, melihat gerakan lawan, dia langsung mengulurkan tangan ke belakang dan mendorong Winda menjauh perlahan.
"Kamu gak akan bisa mengalahkan mereka, lebih baik kita lari dan lapor polisi..." ucap Winda dengan suara lirih dan tegang.
"Gak, kamu gak akan bisa kabur dari mereka." Thomas menggeleng, lalu berkata sambil tersenyum, "Aku lupa bilang, sebenarnya aku juga seorang petarung tangguh..."
"Di saat genting seperti ini pun kamu masih sempat-sempatnya bercanda!" Winda benar-benar dibuat kesal sampai tertawa olehnya.
Namun Thomas seperti seekor induk ayam yang sedang melindungi anak ayamnya, membuatnya begitu tersentuh sekaligus merasa aman.
"Aku serius... menjauhlah, jangan sampai terluka oleh getaran tenaga dalamku... lihatlah kemampuan hebatku." ucap Thomas dengan nada setengah bercanda.
Percakapan mereka berdua tidak bisa terdengar oleh orang suruhan Barin. Tapi, mereka menafsirkan gestur Thomas sebagai sikap meremehkan.
Dia tersenyum lebar seolah sengaja pamer dan melepaskan kaus dalam yang dikenakan.
Tubuh setinggi 1,8 meter, ditambah otot yang begitu kekar, membuat semua orang takut dibuatnya.
"Bukk, bukk, bukk..."
Pemuda itu memukul dadanya belasan kali dan menimbulkan suara dentuman yang tak tertahankan.
Suara benturan kepalan tangan dan otot membuat dadanya berdentum seperti genderang. Dalam sekejap kulit yang terkena pukulan langsung memerah.
"Oh? Kalian itu dari Keluarga Hongari?"
Thomas yang tadinya tidak dipandang oleh Barin, seketika berseru terkejut.
Santo pernah mengatakan padanya, ilmu silat yang dilatih oleh anggota Keluarga Hongari sama sekali tidak boleh diremehkan, dan pada saat bersamaan dia juga mengingatkannya sebelum orang Keluarga Hongari bertarung,
\mereka akan menyebarkan seluruh energi murni ke seluruh sudut bagian tubuh, membuat tubuh mereka menjadi begitu keras bagaikan baja yang kokoh.
Pemuda itu langsung tercengang, lalu tersenyum dengan sombong, "Huh, kelihatannya kamu boleh juga!!"
"Winda, menjauhlah!"
Kali ini Thomas tidak berani merendahkan lagi, menghadapi orang biasa tentu saja dia tidak akan menganggapnya sebagai masalah.
Namun, kalau menghadapi anggota keluarga clan tertinggi, dia tahu dengan pasti sejauh mana kemampuannya, dan jarak diantara mereka tidaklah sedikit.
Tiba-tiba dia merasa tidak percaya diri, dalam hati mengumpat, kenapa dia bisa sesial ini bertemu dengan ketiga manusia baja ini.
Jurus tapak badai daun memiliki sembilan perubahan, dan masing-masingnya memiliki perubahan yang tidak terbatas, salah satu perubahannya adalah jurus yang khusus digunakan untuk menghadapi lawan bertubuh keras.
Yang paling diandalkan adalah kecepatan, dengan kecepatan memukul dengan perlahan, mencari titik kelemahan lawan, lalu menyerang dengan tekhnik totok jari.
Namun kalau satu lawan satu mungkin masih memungkinkan untuk menang, namun kalau satu lawan tiga dia sama sekali tidak percaya diri.
Dia sempat bertanya pada Dimas, Jurus tapak badai daun adalah jurus nomor satu di dunia, lalu kenapa jurus yang dia keluarkan sama sekali tidak ada bedanya dengan pukulan kura-kura, maksud Dimas adalah, untuk sementara dia tidak akan bisa memahami makna di dalamnya, dia harus mengalami pertarungan asli untuk bisa memahami dan menguasai jurus.
Oleh karena itu Thomas masih membuat rencana, setelah liburan kali ini berakhir, dia akan meningkatkan latihan di aspek ini.
Namun rencananya belum sempat terealisasikan, dia sudah bertemu dengan ketiga petarung kuat ini.
Barin hanya mengamati pertarungan dari samping, kedua matanya memicing dan berkata, "Bro, gue adalah family Keluarga Hongari, nama gue Barin Hongari, kita belum kenalan, elu dari keluarga mana?"
Pemuda yang ada dihadapannya ini memiliki sorot mata semacam ini, pasti karena dia memiliki pengetahuan tentang mereka, dan tentu saja Barin bukanlah orang yang takut menyinggung orang kuat yang tidak bisa disinggung.
Pertarungan antar anggota clan tertinggi masih diijinkan selama tidak jatuh korban jiwa.
Kalau lawannya merupakan anggota keluarga bangsawan yang statusnya lebih tinggi dari Keluarga Hongari, seandainya berhasil menang, ketika kembali dia masih bisa mendapatkan pujian dari para petua.
Sehingga Barin sama sekali tidak cemas.
Dia menyuruh kawannya untuk maju dan mencari tahu.
Kalau kalah, yang dipermalukan bukanlah dia, dan dia masih bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin relasi; Kalau menang, maka sama dengan mengharumkan nama keluarga!
Cara Thomas menjawab malah mengetatkan tubuhnya sampai membentuk busur yang kencang lalu melesat maju.
"Cepat sekali!"
Barin berseru kaget, namun dia tidak mengenali jurus dari keluarga mana...
Karena yang digunakan oleh Thomas adalah Jurus tapak badai daun yang merupakan jurus rahasia milik Keluarga Levian, merupakan jurus tertinggi di dunia.
Barin hanyalah salah satu sanak family dari Keluarga Hongari, mana mungkin memiliki pengetahuan tentang ini.
Pemuda tersebut masih belum sempat merespon, namun tubuhnya sudah terkena pukulan Thomas sebanyak belasan kali, ketika dia menyadarinya, amarahnya langsung memuncak!
Pukulan pertama yang dilayangkan ke arah Thomas begitu kencang sampai menimbulkan suara deru angin.
Hiasan batu di sepanjang jalan setapak memiliki ukuran sebesar mangkuk, siapa yang menyangka hanya dengan satu pukulan saja berhasil membuatnya terbelah dan terpental jauh!
Thomas yang melihat ini meningkatkan kecepatannya, kalau sampai dia terkena pukulan lawan, tanpa perlu dibayangkan pun sudah bisa diduga apa rasanya.
Setiap pukulan yang dia layangkan ketubuh pemuda itu hanya sebuah percobaan, dia menggunakan energi murni untuk mengawasi bagian dalam tubuhnya, merasakan sekuat apa energi yang mengalir dalam tubuh lawan.
Ilmu silat yang dilatih oleh Keluarga Hongari menggunakan tekhnik memencarkan energi murni ke sekujur tubuh sampai mencapai tahap kebal terhadap segala macam senjata tajam.
'Gerbang selubung' juga disebut sebagai titik mematikan, itu adalah area yang belum berhasil terjamah selama latihan, dan itu juga merupakan area yang paling berbahaya, sehingga area tersebut tidak boleh diberitahukan oleh siapapun, meskipun itu adalah keluarganya sendiri.
Dan saat ini Thomas sudah mulai menemukan dimana 'gerbang selubung' milik pemuda ini, posisinya tiga inci di bagian bawah payudara kiri!
Karena ingin segera mengakhiri pertarungan ini, Thomas tidak ingin menunda terlalu lama, dia langsung merubah pukulannya menjadi totok dan segera menyerang titik yang sudah ditargetkan.
"Eeh, ah!"
Pemuda itu mengerang kesakitan dan mundur dengan langkah gontai beberapa langkah, setelahnya terbaring di tanah dengan memuntahkan darah segar sambil memegangi dadanya.
"Kak Barin! Orang ini curang!" dia berseru dengan penuh amarah.
'Gerbang selubung' terpecahkan, kekuatannya langsung hilang setengah dalam waktu singkat, yang artinya latihannya selama 20 tahun lebih ini, sekarang sudah menjadi setengah cacat.
Mata Barin memicing dan langsung memberi isyarat pada pemuda yang satu lagi.
Mereka berteman selama bertahun-tahun lamanya, juga sesama anggota keluarga Hongari, sehingga mereka memiliki kepekaan yang tinggi.
Pemuda itu menangkap maksud Barin dan langsung mendekati Thomas...
Tiba-tiba mereka berdua bergerak bersamaan.
Pemuda itu menerjang ke arah Thomas, sementara Barin langsung bergerak ke arah Winda!