
Wanda sama sekali tidak tahu apa tujuan kedatangan security.
Apakah Ivan sudah datang menebusnya, atau Santo ingin memintanya membayar hutang dengan tubuhnya!
Namun, begitu dia masuk ke dalam ruang kerja Santo dan melihat, dia sontak tercengang.
Dia sungguh sangat terkejut, bagaimana bisa ada Thomas di sini?!
Dan Wanda langsung teringat sesuatu yang membuat kakinya lemas karena ketakutan.
Jangan-jangan Thomas menyimpan dendam karena dia membatalkan perjodohan, sehingga tujuan kedatangannya kali ini adalah untuk bekerja sama dengan Santo, lalu menjual dirinya?
Begitu memikirkan ini, dia tidak bisa menahan diri untuk mencari akal.
Namun Thomas sama sekali tidak tahu apa yang Wanda pikirkan, begitu dia melihat Wanda, dia langsung berdiri dari sofa.
Lalu mengangguk ke arah Santo, menunjukkan rasa terima kasih, lalu berjalan keluar.
Santo sudah mendapatkan hutang budi yang cukup, meskipun dia sangat senang, namun dia tahu pasti satu hal, terkadang terlalu ramah malah akan menimbulkan efek yang sebaliknya.
Dia berkata sambil tersenyum, “Hati-hati.”
Thomas berjalan ke hadapan Wanda dan berkata dengan datar, “Ayo, kenapa masih berdiri di sini?”
Wanda sekali lagi tercengang, lalu segera mengikutinya sambil bertanya dengan kaget, “Kamu datang untuk menolongku?”
“Huh! Menurutmu? Orang tuanya menghubungi tuan muda Ivan-mu namun tidak bisa dihubungi, sehingga pagi ini orang tuamu datang untuk meminta bantuan kakakku, kalau bukan karena kakakku memandang hubungan kalian di masa lalu, dia tidak mungkin memperdulikan hidup dan mati wanita sepertimu!” ucap Luna dengan senyum tidak bersahabat.
“Tidak mungkin!” Wanda menjerit dengan perasaan tidak percaya.
Sebenarnya dia sudah memikirkannya, hanya saja dia sulit untuk menerima kenyataan ini.
Bagaimana pun sebelumnya dia bertaruh, dan sekarang dia kalah taruhan, bagaimana mungkin dia rela.
Dan perlawanannya malah terlihat begitu lemah.
Dia terdiam sejenak, lalu berkata dengan terbata-bata, “Thomas, sebelumnya itu kesalahanku, maafkanlah aku.”
Astaga, ada apa ini?
Thomas si miskin juga bisa mencapai semua ini pada hari ini, menjadi begitu kaya dan memiliki koneksi yang begitu luas.
Santo Cendana sama sekali tidak memandang ivan, malah menghormati Thomas sampai seperti itu, ini sama sekali tidak dibuat-buat.
“Tunggu dulu, si Thomas payah ini meskipun sudah punya uang, namun hatinya tetap payah, kalau aku pada saat ini… mungkin saja masih ada kesempatan untuk kembali?” setelah diam sejenak, Wanda langsung berbinar.
Ivan sudah tidak ada dalam pertimbangannya lagi, sama sekali tidak menjamin apapun, Thomas adalah pilihan terbaik saat ini.
Dan Thomas hanya tersenyum datar, “Wanda, keluarga kita sudah tidak punya hubungan apapun sekarang, kamu sama sekali tidak bersalah padaku.”
Begitu Wanda melihat ini langsung panik, dia tidak bisa memikirkan hal lain lagi, dia langsung memeluk lengan Thomas lalu bicara dengan nada yang manja, “Thomas, apakah kamu masih marah padaku? Kamu jangan begini, sebenarnya dalam hatiku selalu menyukaimu.”
Merasakan perasaan lembut yang menyentuh lengannya, Thomas sama sekali tidak bergeming.
Sebaliknya, dia terus teringat pada Jenika, terutama ucapan yang dilontarkannya sebelum pergi, sampai sekarang dia masih tidak tahu apa maksudnya.
“Woi! Kamu tidak tahu malu ya! Lepaskan kakakku!”
Begitu Luna melihat ini, dia langsung melepaskan Wanda dengan paksa, lalu berputar menggandeng Thomas sambil tersenyum dengan sinis.
Dasar wanita tidak tahu malu ini, sudah tahu tuan muda Ivan-nya tidak bisa diandalkan, juga tahu kemampuan kakakku, sehingga ingin kembali?
Mimpi! Jangan harap!
Ekspresi wajah Wanda begitu buruk, namun dia tidak boleh marah, ini adalah calon adik iparnya.
Ada penghalang yang satu ini, sepertinya akan membuatnya sulit untuk mendekati Thomas.
Mereka berempat naik lift turun ke lantai dasar, lalu berjalan keluar.
Postur tubuh Dimas selalu menjadi pusat perhatian kemanapun dia pergi.
Apalagi parah kedua kakak beradik keluarga Widjaja ini juga tidak buruk, tentu saja begitu lihat saja langsung bisa dikenali.
“Ah, Wanda!”
“Wanda, kami disini!”
Pasangan suami istri Martin langsung berseru dengan penuh semangat, mereka tidak hentinya melambaikan tangan ke arah Wanda.
Melihat ini, Ivan merasa lebih nyaman.
Tadi dia harus mengarang bagaimana dia mengerahkan koneksi juga materi untuk menyelamatkan Wanda di hadapan kedua pasangan suami istri ini.
Berdasarkan ceritanya, dia menghubungi beberapa bos besar untuk menggerakkan bos Restoran Tasty.
Mengancam kalau Santo tidak melepaskan orang, maka dia akan melapor ke pengadilan kalau Restoran Tasty adalah tempat usaha ilegal yang melanggar hukum.
Dia mengarang sembarangan, dan martin juga istrinya percaya begitu saja.
Kedua pasangan suami istri ini sungguh bodoh.
Kondisi yang sebenarnya adalah, ivan mengikuti kondisi yang ada malam itu untuk mengarang lebih detail.
Awalnya ruang VVIP ditraktir Santo, dan wine mahal itu juga diberikan Santo untuk mentraktir Thomas.
Dia sempat memikirkan hal ini.
Tiga botol wine nilainya 30.166.000.000, tidak bohong, namun Thomas mendapatkan daya pikat dari mana?
Sehingga dia menggunakan berbagai cara untuk mencari tahu tentang Thomas, dan dia mendapati kalau Thomas hanya anak pungut, selain itu sudah tidak ada informasi terbaru lainnya.
Mengenai Thomas yang hilang diluar, atau anak diluar nikah dari orang kaya, dia juga sempat memikirkan kemungkinan ini.
Namun dia sama sekali tidak bisa menemukan informasi apapun.
Sehingga dia mengira, mungkin Santo juga menduga Thomas adalah putra konglomerat, sehingga menimbulkan kesalahpahaman seperti ini.
Di antaranya juga ada Kepala cabang Bank Indonesia yang bernama Sutrisno Anggoro itu, juga manajer yang bernama Jony itu.
Mereka semua mengira Thomas adalah putra salah seorang konglomerat.
Karena Sutrisno memberikan pinjaman pada Thomas, Santo juga menyambutnya dengan begitu ramah, siapa yang menyangka kalau Thomas hanya seorang penipu!
Tentu saja ini hanya dugaannya saja, mengenai jati diri Thomas yang sebenarnya, dia masih sedang menyelidikinya secara diam-diam.
Kalau sampai dipastikan Thomas ini hanya orang miskin juga penipu, hehe, maka habislah dia!
Wanda melihat Martin dan Milan, sehingga langsung menghampiri.
Dia juga melihat Ivan, namun orang yang meninggalkannya pada masa genting ini, membuatnya sama sekali tidak memiliki kesan yang baik lagi, sehingga dia berpura-pura tidak mengenalnya.
“Wanda, kami semua sangat merindukanmu.”
“Huhu, Wanda, mama dan papa dari semalam sampai sekarang sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak, begitu memejamkan mata langsung teringat padamu.” Milan begitu senang sampai menangis.
“Iya, kalau bukan Tuan muda Ivan yang mengerahkan koneksinya, maka kejadian ini mungkin akan…” Martin berkata dengan berat.
Wanda langsung tercengang, dia sontak bingung apa yang terjadi sebenarnya, dia langsung bertanya dengan heran, “Tunggu dulu, bukankah Thomas yang menolongku? Katanya pagi ini kalian pergi ke rumah Thomas…”
“Yang kamu maksud Thomas? Untuk apa membicarakannya! Iya, pagi ini kami memang ke sana, kami bahkan memohon tanpa memikirkan harga diri lagi, namun yang kami dapatkan hanya jawaban akan dibantu semampunya, kukatakan padamu ya, kalau bukan karena Tuan muda Ivan, mungkin kamu masih dikurung di Restoran Tasty!”
Berikutnya Milan menambahkan dan menyesuaikannya dengan Ivan, menceritakan semuanya sekali lagi pada Wanda.
Wanda mendengar dengan tenang, setelahnya malah tersenyum dengan dingin.
Awalnya dia mengira Thomas yang menolongnya, sekarang dia tahu kalau sama sekali tidak ada kejadian seperti itu.
Dia juga merasa heran, Thomas pada dasarnya adalah seorang pria miskin yang tidak punya apapun, bagaimana mungkin dia mampu datang ke Tasty untuk berfoya-foya?
Ini sama dengan mengada-ada!
Untungnya dia tidak tertipu!