Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Chapter 78 Bakat Super


“Kalau di tengah penyaluran energi merasa tubuhmu tidak nyaman, abaikan saja, karena meridian Tuan muda saat ini sama dengan meridian orang biasa, ada banyak penyumbatan, aku perlu membantumu untuk melancarkannya, dan yang perlu kamu lakukan adalah mengingat jalur aliran energi.”


“Ingat untuk berkonsentrasi, jangan bergerak, kalau sampai pembentukan dasar putus di tengah, aku tidak akan bisa membantumu membentuk dasar energi sekali lagi.”


“Kenapa?” tanya Thomas.


Hal ini terdengar agak beresiko, tentu saja Thomas harus memahaminya sejelas mungkin untuk menghindari kesalahan.


“Tuan muda, dalam tubuhnya tidak ada energi murni, sehingga aku berani menyalurkan tenaga dalam murni ke dalam meridianmu, dan energi murni itu bisa kamu artikan sebagai benih pembentukan dasar energi, sehingga ketika pertama kali dilakukan tidak akan beresiko sama sekali.”


“Kalau sampai putus ditengah jalan, lalu aliran tenaga dalam murni dalam meridian dalam kondisi belum lancar, maka energi murni itu akan kehilangan kendali dan menerjang ke segala arah di dalam tubuhmu, dan kalau aku ingin menyalurkan energi murni yang kedua kalinya untuk membantu tuan muda, pasti akan membuat kedua energi dalam tubuhmu saling berbenturan, dan kuncinya tuan muda masih belum tahu bagaimana mengendalikan tenaga dalam murni ini. pada saat itu meridian akan terluka, kondisi terparah akan menyebabkan kematian.”


“Meskipun sangat beruntung, tuan muda memiliki bakat alami yang jauh lebih hebat dari orang lain, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap tenaga dalam, tahu bagaimana cara mengendalikannya, namun meridian yang tersumbat harus kamu lancarkan sendiri. Tuan muda pada dasarnya sudah terlambat berlatih dua puluh tahun lebih, kalau meridian sampai tersumbat maka harus berlatih dua puluh sampai tiga puluh tahunan, maka latihanmu sama dengan sia-sia.”


Thomas yang mendengar ini langsung menjadi tegang, namun ada satu poin yang dia tangkap.


Dia bertanya dengan heran, “Ngomong-ngomong Dimas, lu ngaco kali ya? Gue aja baru umur 22 tahun sekarang, gimana ceritanya telat dua tahun lebih?”


 “Tuan muda, seluruh keturunan murni delapan clan tertinggi akan melakukan pembersihan meridian dan pembentukan dasar energi ketika berusia satu bulan satu hari oleh tetua clan. Bayi yang baru lahir berbeda dengan orang dewasa, seluruh saluran meridiannya masih suci dan lancar, membiarkan energi murni mengalir dengan alami dalam meridiannya sama sekali tidak berbahaya, selama bukan disalurkan dengan paksaan dari luar, aliran energi murni ini akan menjadi nutrisi terbaik dalam merawat meridian.”


“Lu kapan menjalani pembentukan dasar energinya?” tanya Thomas.


“Dua tahun.”


Thomas bertanya lagi, “Yang paling hebat umur berapa?”


Dimas menjawab, “Satu bulan satu hari.”


Thomas: “…”


......


 “Anjae! Lu pembentukan dasar energi umur dua tahun, terus baru berada di urutan kedelapan, itu saja lu termasuk orang yang berbakat…” tiba-tiba Thomas membelalakkan matanya dan berkata, “Kalau begitu seumur hidup gue gak mungkin menjadi pria yang berdiri di puncak dong?”


Dimas mempertimbangkannya sejenak lalu berkata, “Belum tentu, tidak ada angka pasti dalam hal seperti ini, kalau Tuan muda berlatih dengan keras, berdasarkan bakat yang diturunkan oleh Keluarga Levian, suatu hari kamu pasti akan menjadi seorang ahli. Tetapi kalau ingin menjadi itu… sepertinya tidak ada harapan.”


“… baiklah, maafkan gue yang gak sanggup mengapresiasi kejujuran elu.” Thomas merasa dirinya terpukul sekali lagi.


Lalu dia bertanya, “Kapan kita mau mulai?”


“Kapan saja.”


“Kalau begitu sekarang saja!” ucap Thomas dengan yakin.


“Tuan muda, silahkan duduk bersila.”


Begitu Thomas mendengarnya, dia tidak lagi ragu dan langsung duduk bersila.


“Ingat jangan berpikir sembarangan, segera ingat jalur aliran tenaga dalam murni Tuan muda.”


Setelah mengingatkan untuk yang terakhir kalinya, Dimas meletakkan telapak tangannya diatas ubun-ubun kepala Thomas.


Thomas segera merasakan kesejukan yang menjalar masuk dari atas kepalanya dan mulai menjalar menyusuri meridian, dia segera memfokuskan diri dan mengingat jalur yang dilewati oleh aliran tenaga dalam murni.


Namun dalam waktu singkat, Thomas mulai merasakan rasa sakit yang menusuk pada meridian yang dilalui.


Dia tahu ini yang dimaksud oleh Dimas, efek samping yang timbul karena meridian yang tersumbat.


Thomas merasa ini bukan apa-apa karena rasa sakitnya masih bisa dia tahan.


Namun, perlahan aliran energi ini terasa semakin lama semakin sulit, Dimas juga menambahkan tenaga ketika mengalirkan tenaga dalam, ini membuat meridian Thomas mulai merasakan sakit yang hebat.


Bagaikan digerogoti oleh puluhan ribu semut, ini membuat Thomas nyaris berteriak.


Namun pada saat paling menentukan, dia teringat bagaimana Jenika menatapnya, tatapan dingin yang begitu angkuh juga ucapan yang begitu menusuk.


Pada akhirnya Thomas tetap menahannya.


Pada tahap pertama sumbatan pada meridian dilancarkan, sehingga yang kedua kalinya sudah tidak begitu sakit lagi, namun rasanya tetap tidak nyaman, setelah diterjang oleh aliran energi murni Dimas, ada rasa linu namun nyaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Thomas mengerahkan konsentrasinya dan menyusuri aliran meridian sekali lagi untuk memastikan.


Setelah mendapati sama sekali tidak ada kesalahan, Thomas berkata, “Dimas, gue sudah hafal sekarang.”


Setelah Dimas mendengarnya, tenaga dalam yang sedang disalurkan langsung terhenti.


“Tuan muda, kamu yakin?”


“Hm, yakin.” Thomas mengangguk.


“Kalau begitu tuan muda coba alirkan energi dalam tubuhmu dengan pikiranmu satu kali, kalau sampai aku berhenti, baik atau buruknya hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri.”


Dimas tidak tenang, daya ingat Thomas sungguh membuatnya terkejut.


Thomas mengalirkan energi murni dalam tubuhnya mengikuti perintah Dimas, dia mengalirkan satu kali dengan tepat tanpa ada kesalahan, setelahnya Dimas baru merasa tenang.


Dia menarik kembali tenaga dalamnya, sementara Thomas masih merasakan keajaiban energi murni dalam tubuhnya, perasaan seperti ini baru kali ini dia rasakan, oleh karena itu dia merasa sangat menyenangkan.


Energi murni yang berada dalam tubuh Thomas begitu halus bagaikan helai rambut, mengalir di seluruh meridian dengan begitu lancar tanpa hambatan.


Pada saat ini, suara Dimas juga terdengar.


“Tuan muda, dalam segala hal harus mengikuti prosedur secara bertahap, hari ini~ kamu sudah berhasil membentuk dasar tenaga dalam murnimu, namun energi murni dalam tubuhnya hanya boleh bergerak mengikuti jalur yang sudah ditentukan oleh tenaga dalam murni, kalau tidak akan terjadi kesalahan yang fatalnya bisa mengakibatkan kegilaan. Setelah energi murni dalam dirimu sudah menguat dan stabil, secara otomatis akan membuka jalur lain secara sendirinya, ini yang disebut satu pintu terbuka maka semua jalan pun akan terbuka.”


 “Ada satu hal lagi, tenaga dalam murni ini, beserta jurus tapak badai daun tidak boleh diturunkan pada orang yang tidak satu garis keturunan denganmu, yang artinya tidak boleh diwariskan pada orang yang berbeda marga denganmu, selain pemimpin Keluarga Levian, sama sekali tidak ada orang lain yang pantas memiliki jurus ini.”


Thomas tidak menjawab, melainkan mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya dengan cepat, setelahnya dia baru menarik diri dari posisi meditasinya dengan stamina dan pikiran yang begitu jernih.


Matanya yang jernih bersinar bagaikan bintang di langit, lalu berkata dengan nada tegas, “Dimas, sekarang gue sudah menjadi pesilat tangguh, apakah gue bisa kayak Jenika yang terbang dari lantai dua?”


Dimas tertawa dan berkata, “Tuan muda, kondisimu sekarang sama sekali tidak ada bedanya dengan orang biasa, kalau kamu tetap ingin melakukan hal ini, maka tubuhmu akan lumpuh karena terjatuh dari ketinggian. Tetapi berdasarkan kondisi ekonomi Tuan muda, meskipun lumpuh seluruhnya, Tuan muda sama sekali tidak perlu mengkhawatirkan biaya seumur hidup, tetap akan ada orang yang mengurus keseharianmu dengan teratur.”


“Kenapa bisa begitu!” Thomas berseru kaget.


Dia tidak mau menjadi orang kaya lumpuh!


“Karena Tuan muda belum mendalami intisari tapak badai daun, energi murni dalam dirimu masih belum cukup kuat, kalau ingin bersikeras melakukan hal itu, ini mungkin akan menjadi akibat yang resikonya paling minim, kalau sampai kepala yang mendarat terlebih dahulu…”


“Sudah cukup jangan katakan lagi, biar gue coba latih dulu.”


Untuk menghindari pukulan sekali lagi, Thomas memilih untuk segera memotong ucapan Dimas terlebih dahulu.


Lalu dia melatih gerakan yang tadi diperagakan oleh Dimas sesuai ingatannya, satu per satu jurus yang diperagakan Dimas dia ulang dan hayati.


Dimas menyilangkan kedua tangannya dan menatap Thomas dengan wajah tersenyum, dalam hati merasa sangat bangga.


Diantara para generasi muda delapan clan tertinggi, Dimas berada di urutan kedelapan, meskipun kekuatannya berada di urutan paling akhir, namun ini sangat cukup untuk membuktikan kalau Dimas adalah seseorang yang berbakat.


Dia memang anak diluar nikah, latihan yang dia terima juga terbatas.


Oleh karena itu dia mendatangi Keluarga Levian, dan dengan tekad yang bulat dia berjanji untuk melindungi Thomas selama lima tahun, dan sebagai gantinya, dia boleh mewarisi jurus tapak badai daun yang asli.


Tetapi ini tidak cukup untuk memuaskannya, sehingga dia memainkan sedikit trik kecil.


Chandi Levian hanya akan mewariskan Levian Group pada Thomas, dan dia tidak ingin Thomas masuk ke dunia persilatan, alasan Chandi ada dua.


Pertama, karena usia Thomas yang sudah dewasa, dia sudah melewatkan masa emas pembentukan dasar energi murni.


Seperti dirinya yang mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk membantu Thomas melancarkan aliran meridian di dalam tubuhnya, namun energi murni yang bisa dia tinggalkan dalam tubuh Thomas hanya sedikit.


Yang artinya, perkembangan Thomas nantinya memiliki keterbatasan.


Kedua, setahu dia, di dalam Keluarga Levian sudah ada seorang pesilat berbakat, meskipun Thomas berlatih dengan keras, dia tetap tidak akan terlalu menarik perhatian anggota Keluarga Levian.


Dan dia mewariskan ilmu tenaga dalam murni juga jurus tapak badai salju pada Thomas, semua itu memiliki tujuan sendiri, bukan karena ingin membuat Thomas menjadi seorang pesilat tangguh.


Melainkan… untuk mendapatkan gelar guru.


Tidak perduli bagaimana hasil latihan Thomas kedepannya, kedudukkan Dimas tidak akan tergoyahkan.


Dengan demikian, dia akan mendapatkan tunjangan pelatihan dari Keluarga Levian, membuat dirinya semakin maju, kalau tidak dia selamanya hanya akan menjadi anak diluar nikah Keluarga Lesmana.


Namun, tidak berarti Dimas hanya murni mengincar nama guru Thomas saja.


Paling tidak Dimas sangat mengagumi sifat yang ada dalam diri Thomas.


Dimas memperhatikan Thomas berlatih sambil berpikir.


Tiba-tiba, Dimas berseru kaget.


Jurus tapak badai daun ini memiliki sembilan perubahan, memiliki batas yang tidak terhingga, dan bisa dikatakan rangkaian jurus ini adalah jurus tertinggi di dunia persilatan.


Dan yang tidak disangka oleh Dimas adalah, dia hanya memeragakannya satu kali, Thomas bukan hanya berhasil meniru gerakannya saja, bahkan memenuhi setiap gerakan dengan energi dan mendapatkan intisari dari jurus ini!


“Bagaimana cara dia melakukannya?!” Dimas membelalakkan matanya dengan lebar karena terkejut.


Anak ini memiliki pemahaman yang begitu kilat, sejauh ini dia hanya tahu satu orang, orang itu bahkan disebut sebagai pesilat berbakat yang hanya akan muncul ribuan tahun sekali oleh kedelapan clan tertinggi.


Dia memiliki bakat alami yang begitu kuat, sudah dipastikan menjadi orang nomor satu di dunia persilatan yang tidak akan tertandingi!


Namun Thomas baru saja mendapatkan cara menggunakan tenaga dalam murni, dan sekarang dia sudah bisa menggunakan setiap gerakan mengikuti aliran energi dengan begitu lancar, setiap gerakan yang dia perlihatkan jauh lebih menyatu daripada yang dia lakukan.


Bahkan samar-samar memperlihatkan keselarasan yang begitu alami…


“Sepertinya, dia saja tidak memiliki pemahaman sampai seperti ini, kalau begitu Thomas… masuk golongan apa? Super berbakat?”


Ini baru jam pertama pelatihan Thomas loh!


Setelah tercengang sesaat, Dimas langsung mengernyitkan alisnya, karena dia ingat, meridian Thomas sudah menjadi kaku seiring dengan usianya, sama sekali tidak memungkinkan untuk menjadi lebih elastis, seiring dengan energi murni yang semakin menguat, elastisitas meridian juga akan menjadi semakin berkurang.


Kalau tidak, kedelapan clan tertinggi tidak mungkin membentuk dasar energi murni dalam tubuh bayi yang baru lahir satu bulan.


Karena bayi yang baru lahir memiliki meridian yang elastisitasnya tidak terhingga.


Kecuali mencapai puncak tertinggi ilmu silat, dengan demikian meridiannya baru memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih elastis, kalau tidak fisiknya akan tetap memiliki keterbatasan.


Dan tiba pada saat itu, usia sudah meninggalkan Thomas jauh dibelakang, jarak ini tidak akan bisa dikejar hanya dengan bakat alamiah.


Dan lagi, kalau Thomas ingin mencapai puncak tertinggi ilmu silat, rasanya hampir tidak mungkin, karena dia sudah sangat terlambat untuk memulai latihan, kecuali muncul keajaiban.


Memikirkan hal ini, Dimas hanya bisa menghela nafas panjang.


Takdir sungguh mempermainkan manusia.


Jelas-jelas seorang pemuda yang memiliki bakat super, namun malah disia-siakan begitu saja…


Dimas sungguh menyayangkan hal yang menimpa Thomas.


Dan tepat pada saat ini, Thomas sudah selesai melatih tapak badai daun sampai yang kesembilan kalinya.


Dia juga meniru Dimas, telapak tangan kanannya didorong ke arah sebatang pohon yang ada di sisi lain…