
"Mama... Apa Mama masih mengingat ucapanku beberapa tahun yang lalu yang mengatakan jika saat itu ada seorang gadis berkacamata datang kepadaku dan dia tidak mengetahui jika saat itu dia tengah mengandung usia lima bulan?" Tanya Dara dengan nada serius pada Mamanya.
Mama Hasna nampak berpikir. Pikirannya pun melayang pada beberapa tahun yang lalu saat Dara menceritakan jika ada sosok wanita yang datang kepadanya menceritakan gejala kehamilan yang ia rasakan dan yang lebih mengejutkan wanita itu tidak mengetahui jika ia tengah hamil lima bulan.
"Ya. Mama mengingatnya. Ada apa Dara?" Tanya Mama Hasna merasa bingung.
"Tadi Dara bertemu dengan wanita itu lagi, Ma. Walau pun penampilannya berbeda, namun Dara dapat mengenal dengan jelas jika dia adalah wanita yang sama waktu itu." Jelas Dara.
"Lalu apa yang terjadi sehingga kau terlihat begitu memikirkannya?" Tanya Mama Hasna.
"Dia datang kembali sambil membawa seorang gadis kecil yang sangat mirip dengannya. Dan keadaan gadis kecil itu sedang demam tinggi. Karena Dokter Arjun tidak masuk bekerja, Dara ditunjuk untuk menggantikannya. Dan Daralah yang memeriksa keadaan gadis kecil itu."
"Lalu?" Mama Hasna masih nampak bingung.
"Saat memeriksa keadaan gadis kecil itu, Dara dapat melihat dengan jelas warna mata gadis itu yang sangat mirip dengan warna mata Dara, Ma. Dan entah mengapa Dara merasakan perasaan aneh saat berada didekatnya. Dara merasa sangat menyayanginya. Namun Dara dibuat tidak habis pikir karena wanita yang Dara pikirkan adalah Ibunya menyebutkan jika gadis kecil itu adalah adiknya, bukan anaknya."
"Apa? Tapi ... mungkin saja jika gadis itu memang adiknya." Ucap Mama Hasna.
Kepala Dara menggeleng. "Dara sangat yakin jika gadis kecil itu adalah anaknya, Ma. Dari hasil pemeriksaan waktu itu, jenis kelamin anak yang dikandung wanita itu adalah perempuan. Dan dari pemeriksaan Dara tadi umur gadis itu sangat pas dengan usia bayi yang dikandung wanita itu jika sudah lahir hingga sampai saat ini." Jelas Dara panjang lebar.
Mama Hasna nampak tertegun. "Apa kau sudah melihat data identitas anak itu?" Tanya Mama Hasna.
Dara mengangguk. "Dari data anak itu dituliskan jika bukan wanita itulah ibu kandungnya. Namun Dara sangat yakin jika anak itu adalah anak dari gadis berkacamata itu. Dan gadis itu menukar identitas anaknya menjadi adiknya." Ucap Dara dengan yakin.
"Tapi... kenapa gadis itu melakukannya?" Mama Hasna kembali dibuat bingung.
Dara terdiam sesaat. Wanita itu nampak berpikir keras. "Dara baru mengingat dengan jelas jika wanita itu sempat berkata jika ayah dari anaknya telah pergi meninggalkan mereka."
"Apa ayah dari anak itu telah tiada?" Tebak Mama Hasna.
Mama Hasna pun turut memasang wajah sedih. "Sepertinya dia menjalani hari-hari yang sangat berat sehingga memutuskan untuk mengganti identitas anaknya." Lirih Mama Hasna.
"Dara juga berpikiran seperti itu, Ma." Timpal Dara.
"Siapa nama gadis malang itu?" Mama Hasna merasa penasaran.
"Namanya ..." Dara kembali mengingat. "Namanya Naina. Ya. Gadis berkacamata itu bernama Naina." Ucap Dara.
Daniel yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan Mama dan Kakaknya seketika dibuat terkejut saat mendengar nama yang sangat familiar di telinganya.
Citttt
Tiba-tiba mobil yang dikendarai Daniel berhenti mendadak hingga membuat Mama Hasna dan Dara hampir saja membentur jok mobil.
"Daniel... Apa yang kau lakukan?!" Cecar Dara mengelus dadanya yang berdetak kencang. Sedangkan kedua anaknya yang duduk di kursi depan hampir saja menangis karena merasa terkejut.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Hanya Sekedar menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)