Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Hal besar yang disembunyikan


"A-apa maksud Kak Aga berbicara seperti itu?" Tanya Naina setelah Aga berhenti berbicara.


"Naina... Aku rasa aku mencintaimu." Balas Aga dengan tatapan yang begitu dalam pada manik mata Naina.


Deg


Naina terdiam. Pernyataan cinta dari Aga benar-benar membuatnya tak bisa berkata-kata.


"Apa Kak Aga serius dengan ucapan Kak Aga?" Tanya Naina memastikan kembali ucapan Aga.


Aga mengangguk pasti. "Aku bukanlah pria yang mudah bercanda." Balas Aga dengan serius. "Lalu... Bagaimana denganmu?" Tanya Aga kemudian.


Naina menghela nafas panjang. "Aku tidak menyalahkan perasaan yang Kak Aga rasakan saat ini karena Kak Aga bebas untuk mencintai siapa pun itu termasuk kepadaku. Namun untuk saat ini aku benar-benar minta maaf. Karena aku belum bisa menerima cinta dari siapa pun itu." Balas Naina dengan tertunduk. Karena hatiku saat ini benar-benar sudah mati untuk membuka lembaran baru setelah kesakitan yang begitu dalam aku rasakan.


Wajah Aga nampak berubah. Namun pria itu dengan cepat mengembalikan ekspresi wajahnya seperti semula. "Apa karena sudah ada pria lain di hatimu?" Tebak Aga menduga-duga.


Naima dengan cepat menggeleng. "Hatiku saat ini benar-benar kosong. Tiada satu pun orang yang dapat mengisinya." Balas Naina dengan cepat.


"Apa maksudmu?" Kening Aga nampak berkerut.


"Aku memang sedang menjaga hatiku untuk tidak melibatkan hati kepada pria mana pun itu, Kak. Karena jujur saja aku bukanlah wanita yang mudah membuka hati untuk seorang pria. Jujur aku memang merasa nyaman saat bersama dengan Kakak. Namun sampai saat ini aku tidak bisa memastikan jika perasaan yang aku rasakan itu adalah perasaan cinta." Jelas Naina mengungkapkan isi hatinya.


Lagi pula masih ada satu fakta besar yang belum Kakak ketahui tentang diriku. Fakta yang mungkin akan mengejutkan Kakak jika mengetahuinya. Batin Naina merasa bersalah.


Naina mengangkat kepalanya yang tertunduk. Menatap pada mata Aga yang terlihat tengah menatapnya dalam.


"Aku juga tidak ingin karena perasaanku Kakak jadi menjauhiku. Kita bisa berteman seperti ini dulu. Memahami isi hati masing-masing dan mengartikan perasaan apa yang sebenarnya kita rasakan." Balas Naina.


Aga tersenyum senang. "Apakah boleh aku memperjuangkan hatimu?" Tanya Aga.


Naina terdiam. Hatinya terus meragu. Apa lagi Aga belum mengetahui jalan hidup masa lalunya yang tabu.


"Jika kau tidak mengizinkannya, maka aku akan mencoba untuk menghapus apa yang seharusnya tidak terjadi. Aku akan mengabulkannya untuk membahagiakanmu." Balas Ucap Aga lagi.


"Apa jika suatu saat nanti Kakak mengetahui suatu hal besar dari hidupku yang tidak pernah Kakak bayangkan sebelumnya Kakak akan pergi meninggalkanku?" Tanya Naina menatap sendu pada wajah Aga.


"Suatu hal besar apa yang kau maksud?" Tanya Aga merasa aneh dengan pertanyaan Naina.


"Suatu hal besar seperti keburukan diriku yang mungkin Kakak dan keluarga Kakak tidak akan menerimanya." Balas Naina dengan tertunduk. Lagi pula siapa pria yang mau menerima dirinya yang pernah melakukan hal terlarang hingga menghadirkan sosok bayi di hidupnya. Mungkin saja Aga bisa menerimanya, namun belum tentu dengan keluarganya.


***


Mana nih like, komen dan votenya?


Komen yuk, masak enggak😌