Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Terimakasih Om Aga


Acara lamaran malam itu pun kembali dilanjutkan dan mendapatkan hasil yang memuaskan karena Naina menerima lamaran Daniel. Suasana haru menyelimuti saat melihat Zeline menangis sambil berlari ke arah Daniel dan mengucapkan rasa senangnya karena Daniel akan menikah dengan Naina.


"Zel inda mahu Papah lain, mau Papah Niel ja Pah." Ucap Zeline sambil mengeratkan pelukannya di leher Daniel.


Daniel tersenyum sambil mengelus rambut putrinya. "Jangan menangis lagi." Balas Daniel.


Zeline mengangguk lalu menjatuhkan bokongnya di pangkuan Daniel. Acara malam itu pun berakhir pada pukul setengah sepuluh malam.


"Zeline... Om Aga pulang dulu ya." Pamit Aga pada Zeline.


Zeline mengangguk lalu mengulurkan kedua tangannya pada Aga. Aga yang paham maksud Zeline pun segera membawa tubuh Zeline ke dalam gendongannya.


"Om Aga maci, ya." Ucap Zeline lalu mengecup kedua pipi Aga secara bergantian.


Aga tersenyum lalu membalas mencium kedua pipi bulat Zeline. "Sama-sama. Om Aga sangat menyayangi Zel." Balas Aga yang paham maksud Zeline.


"Zel juga sayang sama Om Aga ini." Balas Zeline sambil memasang wajah menggemaskan.


Satu persatu keluarga Aga pun berpamitan pulang pada Ibu dan Ayah disusul oleh Aga. Sedangkan keluarga Daniel nampak sedang terlihat percakapan serius dengan Daniel dan Naina.


"Mama harap kalian bisa berdamai dengan masa lalu dan memberikan kasih sayang yang utuh untuk Zel." Pinta Mama Hasna.


Daniel dan Naina mengangguk bersamaan.


"Terutama untukmu, Daniel. Aga sudah mengorbankan kebahagiaannya untukmu, jadi jangan sampai kau mengecewakan kesempatan ini." Tekan Papa Alex.


"Aku akan berusaha mewujudkan segala keinginan Kak Aga, Pah." Balas Daniel.


"Bagus." Papa Alex menepuk pundak Daniel. Papa Alex pun memberikan tatapan kode untuk mereka segera pulang.


"Apa kau masih mau di sini?" Tanya Dara pada Daniel.


Daniel mengangguk membenarkan.


"Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu." Ucap Dara yang diangguki oleh Daniel.


Saat Papa Alex dan Mama Hasna, Dara dan suaminya berpamitan pada Ibu dan Ayah, kedua anak Dara justru menghampiri Zeline dengan tatapan jahilnya.


"Hai Zel." Sapa Farhan dan Fahri pada Zeline yang sedang memainkan rambutnya.


"Kau cantik sekali. Sangat mirip dengan Mamamu." Puji Fahri.


"Tak juga danteng itu." Balas Zeline dengan gerakan salah tingkah.


Farhan dan Fahri saling pandang lalu tertawa lucu melihat sikap salah tingkah Zeline.


"Namamu lucu juga." Ucap Farhan yang membuat Zeline menatap Farhan dengan kening mengkerut.


"Lucu napa Tak?" Tanya Zeline bingung.


"Ya, karena namamu persis seperti nama makanan." Balas Farhan sambil menahan tawanya.


"Makanan, makanan pa Tak?" Tanya Zeline penasaran.


"Makan jelly atau biasa disebur nutrijel." Timpal Fahri lalu tertawa.


"Haha, mulai saat ini kami akan memanggilmu dengan nutrijel saja ya." Ucap Farhan di sela tawanya.


"Nama Zel itu Zel, bukan nutrijel!" Koreksi Zeline.


"Nutrizel..." ucap Fahri yang membuat tawa Farhan semakin keras.


Melihat Farhan dan Fahri mengganti namanya dari Zeline menjadi nutrizel, membuat Zeline menangis lalu berlari masuk ke dalam rumah.


"Zeline, ada apa ini?" Tanya Amara merasa bingung melihat Zeline yang menangis.


Papa Alex dan Mama Hasna pun sontak menatap pada cucunya yang kini menangis sambil memeluk kaki Amara.


"Farhan, Fahri, apa yang kalian lakukan pada Zeline?" Tanya Dara dengan memasang wajah berangnya pada kedua putra nakalnya yang sering membuat onar.


***


Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).


Terimakasih☺️