Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Kita harus putus


Satu minggu berlalu. Setelah menunjukkan pada Naina lewat asisten pribadinya surat-surat pengalihan harta kekayaannya atas nama Zeline, Daniel tak lagi menunjukkan batang hidungnyadi depan Naina. Bahkan di perusahaan pun Naina sudah tak pernah lagi melihat Daniel. Daniel bagaikan lenyap dari pandangan Naina. Entah kemana perginya pria itu. Namun Naina tak begitu memikirkannya. Sebab akhir-akhir ini ada Aga yang semakin menghiasi hari-harinya dengan senyuman.


Di sebuah Villa yang ada di kota B, Daniel nampak diam sambil menatap kosong pemandangan alam di depannya. Hari ini sudah hari ke empat ia berada di Villa. Setelah cukup banyak masalah yang menghampirinya akhir-akhir ini, Daniel memutuskan untuk menenangkan pemikirannya dengan pergi ke salah satu Villa milik keluarganya seorang diri.


"Ini minumannya, Tuan." Suara seorang pelayan wanita yang datang membawa minuman untuknya membuyarkan lamunan Daniel.


"Terimakasih." Ucapnya setelah pelayan meletakkan minumannya di atas meja.


"Ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?" Tanyanya ramah.


Daniel menggeleng. "Kau boleh pergi." Ucap Daniel dan diangguki wanita itu dengan patuh.


Setelah kepergian pelayan Villa, Daniel kembali larut dalam pemikirannya. Besok adalah hari terakhir ia berada di Villa dan besok juga adalah hari dimana ia memutuskan keputusan apa yang harus ia ambil untuk kebaikannya dan sosok kecil yang sudah sangat ia rindukan.


Daniel menghela nafas panjang. Tangannya terulur mengambil minuman di depannya lalu meneguknya.


"Zeline... apa kabar putri Papa?" Daniel menarik sebelah sudut bibirnya saat mengingat bagaimana lucunya tingkah Zeline setiap bertemu dengannya. "Tunggu Papa pulang. Papa akan membawamu ke dalam dekapan Papa." Kedua bola mata Daniel tergenang. Agh, jika mengingat putri kecilnya, Daniel selalu tidak bisa mengontrol perasaannya. Bagaimana tidak, empat tahun ia melewatkan masa-masa bersama putrinya. Dan saat ini Daniel bertekad akan menebus semua kesalahannya.


*


Angin berhembus tidak terlalu kencang malam itu menerbangkan beberapa helai rambut Queen yang sedang duduk manis di depan pria yang sangat dicintainya.


"Daniel... aku sangat merindukan kebersamaan kita seperti saat ini." Queen tersenyum manis. Menatap penuh cinta pada Daniel yang kini nampak terlihat sangat tampan dengan setelan jas bewarna navy yang melekat sempurna di tubuhnya.


Queen benar-benar nampak bahagia. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak lagi merasakan berkencan dengan Daniel, kini untuk pertama kalinya Daniel mengajaknya pergi ke salah satu restoran favoritnya.


Danil menarik tipis sudut bibirnya. Menatap cantiknya wajah wanita yang kini berstatus sebagai tunangannya.


"Maaf atas kesibukanku hingga tidak memiliki waktu untukmu." Ucap Daniel.


Queen menggelengkan kepalanya. "Tak masalah. Aku paham kau seorang pemimpin perusahaan. Tanggung jawabmu sangat besar dan kau pasti sangat sibuk." Balas Queen tanpa mengucapkan rasa sakitnya.


"Queen..." Danile meraih kedua tangan Queen lalu menggenggamnya erat.


"Daniel... ada apa?" Queen melebarkan senyumannya. "Kau bilang saat di mobil tadi ada hal penting yang ingin kau bicarakan padaku? Hal penting apa itu?" Queen menebak-nebak dalam hatinya.


*Apakah Daniel akan menentukan tanggal pernikahan kami? *Queen berharap penuh dalam hati.


Daniel menarik nafas panjang. Melihat wajah bahagia Queen saat ini, ia benar-benar merasa tidak sanggup untuk melunturkan kebahagiaannya. Namun Daniel sudah tidak bisa lagi mengulur waktunya.


"Daniel..." Queen kembali bersuara karena Daniel cukup lama terdiam sambil menatap wajahnya.


"Maafkan aku." Daniel semakin menggenggam erat tangan Queen.


"Maaf? Maaf untuk apa?" Queen nampak bingung.


"Maaf, karena saat ini kita harus putus." Ucap Daniel semakin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Queen.


***


Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift (poin) loh🤗


Sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, teman-teman silahkan mampir di karya aku yang lainnya ya.


- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)


- Hanya Sekedar Menikahi (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)