Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Ayah kandung Zeline


Zeline menganggukkan kepalanya walau tak rela. "Besok belenang lagi, ya?" Pintanya.


Daniel mengangguk. "Besok pagi kita berenang kembali sebelum Zel pulang sore harinya."


"Janji ya, Tak?"


"Iya..." Balas Daniel tersenyum. Setelah meyakinkan putrinya, Daniel pun mendorong kursi yang ia duduki lalu bangkit. "Saya pergi dulu." Pamitnya menatap bergantian pada Aga, Naina dan Amara.


"Dah, Tak..." Tangan mungil Zeline melambai di udara saat Daniel mulai berjalan meninggalkan meja makan.


Daniel membalikkan tubuhnya. Menatap Zeline dengan tersenyum lalu ikut melambaikan tangan di udara. Daniel pun kembali melanjutkan langkahnya hingga tubuhnya lenyap dari balik pintu.


"Yah, pelgi itu." Lirih Zeline setelah kepergian Daniel.


"Besok kan bisa bertemu lagi." Ucap Naina mengelus rambut putrinya.


Zeline mengangguk tanpa mengangkat kepalanya. Melihat tingkah putrinya Naina pun hanya bisa menghela nafas panjang. "Ayo kita ke kamar. Sudah saatnya Zel untuk tidur." Ajak Naina.


Zeline pun kembali mengangguk tanpa bersuara.


"Kak Aga, Amara. Aku pamit dulu ke kamar untuk menidurkan Zeline." Pamit Naina.


Aga dan Amara mengangguk bersamaan.


"Ayo ke kamar." Ajak Naina lagi pada Zeline lalu menggendong tubuh Zeline.


*


Di dalam heningnya malam, Naina menatap langit hitam dari jendela kamar tempat ia menginap. Naina menolehkan kepala ke belakang, menatap wajah lelap Zeline dengan perasaan campur aduk. Setelah melihat betapa inginnya Zeline berada dekat dengan Daniel, membuat perasaan bersalah semakin menyeruak di dalam dadanya.


"Apakah selama ini aku terlalu egois ingin menjauhkan Zeline dengan ayah kandungnya?" Kedua bola mata Naina mulai tergenang. Di setiap kesempatan pertemuan Zeline dan Daniel, Naina dapat melihat betapa Zeline sangat menyayangi Daniel dan selalu ingin dekat dengan Daniel. Keyakinan Naina pun diperkuat saat Ibu mengatakan betapa putrinya itu sangat dekat dan mengidolakan Daniel.


Helaan nafas Naina semakin berat. Naina menatap jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Naina kembali menatap gelapnya malam dari jendela kamar. "Apa Daniel sudah tidur?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Naina meninggalkan tempatnya berdiri lalu menuju ke arah ranjang untuk mengambil ponselnya.


Tak lama menunggu, notifikasi balasan pesan dari Daniel pun masuk. Naina buru-buru membacanya dan menghela nafas lega setelah mengetahui Daniel masih terjaga. Dengan membulatkan tekadnya, Naina pun diam-diam keluar dari villa menuju villa tempat Daniel menginap.


Tak memakan waktu lama, Naina pun telah sampai di depan villa Daniel berada.


"Daniel..." Panggil Naina pada Daniel yang kini tengah duduk membelakanginya


"Kau sudah datang?" Tanya Daniel setelah membalikkan tubuhnya.


Naina mengangguk.


"Duduklah." Ucap Daniel sambil mengarahkan pandangan ke kursi di depannya.


Naina menurutinya.


"Ada apa?" Tanya Daniel dengan lembut. Menatap wajah cemas Naina dengan intens.


"Aku rasa sudah saatnya kita mengatakan pada Zeline jika kita adalah orang tua kandungnya. Aku sungguh tidak ingin terlalu lama menyembunyikan hal ini dari putriku. Hatiku benar-benar sakit setiap melihat tatapan sayangnya kepadamu." Ucap Naina dengan kepala tertunduk.


Daniel terdiam beberapa saat sebelum menjawab. "Apa kau yakin? Aku tidak akan melakukannya tanpa izin dan keyakinan darimu." Balas Daniel.


Naina mengangguk pasti. "Aku tidak ingin lagi mengundurnya. Zeline berhak tahu kau adalah ayah kandungnya dan dia berhak merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapatkan darimu." Ucap Naina dengan kepala yang masih tertunduk.


Daniel kembali diam beberapa saat. Saat ia hendak kembali menjawab ucapan Naina, suaranya tertahan saat seseorang sudah lebih dulu bersuara di belakang tubuhnya.


"Jadi benar jika Daniel adalah ayah kandung Zeline." Ucap seseorang yang kini sudah berdiri tepat di belakang tubuh Daniel.


***


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi.


Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗